
Hari ini adalah hari di mana Sajaya Farm buka kembali setelah satu minggu tutup karena masalah penyakit antraks yang menyerang sapi-sapi di sana.
Kemarin, Aksa dan seluruh karyawan sudah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh area di Sajaya Farm untuk melihat apakah ada sesuatu yang aneh atau berbahaya.
Karena Sajaya Farm akan dibuka kembali sehingga mereka harus melakukan pemeriksaan itu agar para pengunjung tidak kenapa-napa saat berkunjung ke Sajaya Farm.
"Kalian semua siap!?" Aksa berteriak di depan para karyawan yang sedang berbaris.
"Kami siap!" Para karyawan berteriak penuh semangat keras membalas perkataan Aksa karena akhirnya mereka bisa bekerja lagi.
"Bagus! Hari ini adalah hari di mana kita akan menerima pengunjung setelah satu minggu tutup. Pastinya akan ada banyak pengunjung yang datang, jadi persiapkan diri kalian," kata Aksa dengan serius.
Aksa melakukan pidato singkat saja hanya untuk mengembalikan semangat para karyawan. Setelah itu, dia segera memerintahkan semuanya untuk kembali ke tempat kerja masing-masing.
"Aksa, semangat." Sarah berjalan menghampiri Aksa dan berkata dengan suara manis.
"Sarah, terima kasih." Aksa tersenyum cerah.
Aksa kembali ke kantor untuk mengambil Tetsu, kemudian dia pergi ke taman bunga untuk memanggil Simba dan Zoe. Setelah itu mereka berempat segera pergi ke depan gerbang masuk.
Aksa memanggil ketiga hewan untuk menarik perhatian para pengunjung yang datang agar para pengunjung senang saat melihat mereka bertiga.
Tapi betapa terkejutnya Aksa saat dia keluar dari gerbang masuk, dia melihat ada banyak sekali pengunjung di sana, bahkan itu bisa disebut sebagai lautan manusia saking banyaknya.
"Itu Aksa!" Entah siapa yang berteriak tapi hal itu membuat semua pasang mata memandang ke arah Aksa yang sedang bersama ketiga hewan.
"Wah! Itu Tetsu! Aku sudah pernah melihatnya dari jauh saat itu, sayang sekali tidak bisa menyentuhnya. Aku ingin berfoto bersama dia!"
"Simba! Ahh, sudah lama sekali aku tidak melihat Simba. Aku sekali tertawa saat dia melakukan kekonyolan bersama Zoe."
"Hahaha, Zoe! Bagaimana kabarmu hari ini? Sudah lama sekali kita tidak bertemu! Ayo bermain lagi nanti, aku akan memberimu makan!"
Semua pengunjung yang melihat Aksa bersama ketiga hewan menjadi bersemangat. Tapi Aksa diabaikan karena mereka hanya fokus terhadap ketiga hewan.
__ADS_1
Aksa tersenyum masam karena popularitasnya dilengserkan oleh popularitas ketiga hewan. Tapi, dia menarik napas dalam-dalam karena dia harus menghadapi lautan manusia di depannya.
Aksa mengambil pengeras suara yang diberikan oleh Galih, kemudian dia menyalakan dan berdehem sebentar untuk menenangkan para pengunjung yang masih berisik.
"Terima kasih karena bersedia untuk datang! Kami merasa sangat senang atas kedatangan kalian. Kami juga minta maaf karena Sajaya Farm harus tutup selama satu minggu atau lebih."
"Kalian semua sudah tahu kalau sapi-sapi kami terkena penyakit antraks. Tapi tenang saja, sapi-sapi sudah sembuh total, kami juga melakukan pemeriksaan berulang untuk memastikannya."
"Oleh karena itu, Sajaya Farm akan memberikan diskon sebesar 30% untuk susu sapi. Kalian bisa membeli sepuas kalian karena kami memiliki stok yang sangat banyak."
"Sekian, terima kasih."
Aksa membungkukkan badannya sedikit sebagai tanda terima kasih sekaligus permintaan maaf. Begitu juga dengan Galih dan karyawan lain yang mengikuti tindakan Aksa.
Para pengunjung juga bisa mengerti, mereka sama sekali tidak ada pemikiran untuk menyalahkan atau berkata buruk tentang Sajaya Farm.
Jadi, setelah beberapa patah kata, Aksa mempersilakan para pengunjung untuk membeli tiket. Dengan ini, Sajaya Farm resmi buka kembali setelah satu minggu ditutup.
"Tentu, ayo." Aksa tersenyum dan mengangguk mempersilakan mereka untuk berfoto bersama.
"Terima kasih banyak!" Para remaja perempuan itu berterima kasih kepada Aksa, kemudian mereka segera berfoto bersama, ketiga hewan juga ikut berfoto.
Beberapa pengunjung yang melihat mereka juga ikut mengantre untuk berfoto bersama. Jika dalam situasi normal, Aksa pasti akan menolak mereka karena terlalu banyak.
Tapi saat ini, Sajaya Farm baru saja buka setelah satu minggu tutup. Aksa yang mendapatkan semangatnya kembali mempersilakan para pengunjung untuk berfoto bersama.
...----------------...
Siang harinya, sebuah mobil SUV besar berhenti di area parkir khusus Sajaya Farm. Kemudian, empat orang turun dari sana.
Dua diantara mereka adalah Roni dan Gia, sedangkan dua orang sisanya adalah pria yang mengenakan jas hitam yang merupakan pengawal Roni dan Gia.
Mereka berempat masuk setelah membeli tiket masuk, kemudian Roni segera menelepon Aksa kalau mereka ada di Sajaya Farm sekarang.
__ADS_1
"Pak Roni!" Aksa langsung datang ke lokasi Roni dan menyapanya.
Sebelum Roni bisa membalas sapaan Aksa, Gia sudah berlari ke arah Aksa sambil berteriak, "Paman Aksa!!"
"Woah, Gia!" Aksa berjongkok, dia mengangkat Gia tinggi-tinggi dan menggendongnya.
"Gia, sekarang kamu sudah akrab dengan Paman Aksa ya." Roni berkata sambil mengelus-elus janggutnya.
"Hehehe." Gia tertawa bahagia karena dia tahu kalau Aksa adalah orang yang menyenangkan.
Aksa segera membawa mereka ke restoran. Kemudian dia menghubungi Indra untuk membuatkan berbagai macam hidangan dari bahan peternakan kualitas B, teh herbal untuk Roni, dan susu coklat untuk Gia.
Setelah setengah jam, makanan dan minuman diantarkan oleh beberapa pelayan karena jumlahnya sangat banyak. Roni dan Gia bahkan terkejut dengan sambutan Aksa.
"Aksa, ini terlalu banyak," kata Roni kepada Aksa dengan suara terkejut.
"Tidak apa-apa, ini sebagai ucapan terima kasihku atas bantuan dari Rumah Sakit Swasta Wilaga." Aksa tersenyum dengan tulus karena dia benar-benar bersyukur atas bantuan dari mereka.
"Santai saja, kamu tidak perlu membuat hidangan sebanyak ini." Roni tersenyum dan berkata dengan nada ramah karena dia juga mengapresiasi tindakan Aksa.
Aksa menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nanti bisa dibawa pulang. Tapi tolong minumlah teh herbal untuk Pak Roni dan susu coklat untuk Gia."
Sama seperti sebelumnya, Gia langsung meminum susu coklat di depannya sebelum Roni bisa mengatakan sesuatu. Roni hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan cucunya.
"Hahaha!" Aksa tertawa, dia juga memberikan beberapa hidangan kepada mereka berdua.
Mereka berdua berbincang-bincang dengan sangai, sesekali Aksa juga memberikan hidangan yang belum disentuh. Gia juga meminta untuk menambah susu coklatnya karena itu sangat enak.
Bahkan Roni juga bertanya kepada Aksa di mana Aksa membeli teh herbal yang dia minum. Aksa tertawa dan memberikan satu kantung teh herbal kepada Roni secara gratis.
Roni akan membayarnya tapi Aksa menolak karena itu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan bantuan dari Rumah Sakit Swasta Wilaga yang sudah banyak membantu Sajaya Farm.
Mereka makan dengan canda tawa, Gia juga berbicara tentang kesehariannya yang bermain dengan teman-temannya yang membuat suasana menjadi lebih harmonis.
__ADS_1