Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Kegiatan Jurusan Fotografi dan Tata busana


__ADS_3

Setelah beberapa menit, sebelum pukul 10 pagi. Ada panggung kecil yang sudah disiapkan oleh Sajaya Farm, Lisa, model Sajaya Farm naik ke atas panggung sambil membawa mic.


Para pengunjung yang sudah mengenal Lisa segera bertepuk tangan dengan meriah dan berteriak. Yang paling bersemangat adalah pengunjung pria bahkan ada pria yang sudah mempunyai pacar namun masih berteriak


"Baiklah, teman-teman. Kegiatan belum dibuka jadi jangan bersemangat terlebih dahulu," kata Lisa ambil tersenyum manis.


Mungkin karena karisma atau paras cantik Lisa, para pengunjung menuruti perkataan Lisa dan berhenti bertepuk tangan. Mereka diam sambil melihat ke arah panggung menunggu Lisa berbicara.


"Terima kasih. Halo, teman-teman! Lisa di sini! Seperti yang teman-teman tahu kalau Sajaya Farm bekerja sama dengan jurusan fotografi dan jurusan tata busana dari Universitas Indonesia!'


"Kegiatan ini hanya berlangsung selama satu hari, meskipun sedikit disayangkan tapi tolong jangan kecewa! Acara akan dimulai dari pukul 10 pagi sampai pukul 4 sore."


"Pengunjung bisa dengan bebas berfoto dengan para mahasiswa tanpa dipungut biaya! Tapi, kegiatan ini adalah kegiatan praktik, jadi tolong tunggu mereka menyelesaikan praktik mereka terlebih dahulu."


"Para pengunjung tidak akan menunggu waktu lama, mungkin sekitar setengah jam saja. Lalu, tanpa berlama-lama, mari kita mulai acaranya!"


Seperti biasa Lisa mampu membuat para pengunjung terpesona dengan senyum manisnya. Saat Lisa selesai berbicara, pada pengunjung bertepuk tangan dan berteriak lebih keras lagi.


Bersamaan dengan itu, para mahasiswa tata busana segera melakukan berbagai gaya sesuai dengan pakaian yang mereka buat dan para mahasiswa fotografi mengambil foto dari berbagai sudut.


Para pengunjung tidak mengganggu para mahasiswa, mereka menonton di pinggiran dengan tenang dan melihat pekerjaan mereka dengan serius.


Ada juga beberapa pengunjung yang memberikan pendapat mereka terkait pakaian yang dibuat oleh mahasiswa tata busana, namun tentu saja kebanyakan dari mereka memuji pakaian yang dibuat.


...----------------...


"Tidak kusangka kalau tidak ada orang yang membuat masalah," kata Sarah dengan nada terkejut.


"Benar, meskipun para pengunjung bersikap kooperatif, tapi biasanya ada satu atau dua orang yang mengacau," angguk Aksa yang sedikit terkejut juga.


Saat mereka berbicara, beberapa karyawan membawa nampan yang berisi banyak sekali gelas karton kecil. Gelas-gelas tersebut diisi dengan susu murni dan susu kambing.


"Apa yang mereka lakukan?" tanya Sarah dengan bingung.


"Ah, aku lupa. Aku meminta mereka untuk membagi-bagikan susu murni dan susu kambing secara gratis kepada pengunjung yang sedang menunggu. Tentu saja tidak satu liter, aku akan bangkrut jika satu liter," jawab Aksa.

__ADS_1


Aksa menggunakan gelas karton berukuran 100 liter dan Aksa secara khusus membeli dua gelas karton dengan gambar yang berbeda. Yang pertama adalah gambar sapi dan yang kedua adalah gambar kambing.


Para pengunjung terkejut karena Sajaya Farm sangat murah hati sampai-sampai bisa membagikan produk peternakan mereka secara gratis kepada banyak orang.


Beberapa pengunjung yang belum pernah ke Sajaya Farm sebelumnya segera mabuk dengan kelezatan susu yang mereka minum dan segera bertanya kepada karyawan di mana mereka bisa membelinya.


Seperti yang Aksa pikirkan, banyak pengunjung yang langsung membeli susu murni dan susu kambing di area penjualan. Untung saja dia sudah mengangkut produk peternakan tambahan tadi.


...----------------...


Setengah jam telah berlalu, para mahasiswa fotografi sudah mengambil foto para mahasiswa tata busana dan sekarang para pengunjung sudah bisa diperbolehkan untuk berfoto dengan bebas.


Nita, seorang wanita dari jurusan tata busana membuat sebuah pakaian yang ia mirip seperti kebaya. Modelnya memang kebaya namun warna serta kain yang digunakan bukan yang biasa digunakan untuk kebaya.


Nita membuat pakaian dengan dominan warna hitam dengan beberapa aksesoris berwarna emas. Ia yang sudah cantik dipadukan dengan pakaiannya membuat banyak orang yang tertarik.


Ia sedang berbicara dengan teman satu jurusannya, lalu tiba-tiba ada seorang pria yang memegang kamera besar di tangannya berjalan menghampiri Nita.


"Permisi, bolehkah aku mengambil foto?" tanya pria tersebut kepada Nita dengan senyum sopan.


Nita tertegun sejenak kemudian ia bereaksi, "Eh!? Kamu ingin mengambil fotoku? Kenapa!?"


"Eh, ya. Apakah kamu keberatan?" tanya pria tersebut dengan hati-hati karena ia merasa kalau Nita tidak ingin dirinya mengambil foto.


"Tentu saja tidak! Maafkan aku, tapi silakan ambil foto." Nita langsung berdiri dan berkata dengan nada gembira karena ada orang yang meminta foto yang berarti pakaiannya menarik perhatian orang-orang.


"Bagus! Lalu, bisakah kamu bergaya di depan bunga matahari? Bunga matahari dan langit biru dengan awan putih sangat indah untuk dijadikan latar belakang," kata pria itu dengan bersemangat.


"Tentu saja!" Nita mengangguk dan berdiri di depan bunga matahari kemudian ia melakukan berbagai gaya.


Situasi yang dialami Nita juga terjadi di bagian lain, banyak mahasiswa yang membuat pakaian yang cukup unik. Bahkan tidak ada pengunjung yang memberi kritikan, mereka semua kagum dengan pakaian mereka.


...----------------...


"Suasananya sangat harmonis. Apakah area lain ada pengunjungnya? Aku takut kalau semua pengunjung ada di sini," tanya Sarah kepada Aksa yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Mereka berdua hanya duduk-duduk sambil berbicara, para pengunjung juga sesekali menyapa karena mereka mengenal Aksa dan Sarah.


"Ada. Tidak semua pengunjung tertarik dengan sesuatu yang seperti ini. Tapi kebanyakan pengunjung yang pergi ke area lain adalah keluarga, wajar saja karena ini Hari Sabtu," jawab Aksa.


"Syukurlah, aku lega jika ada pengunjung. Tapi, hari ini benar-benar menyenangkan. Ada banyak pengunjung, suasana yang bahagia, ditambah langit yang cerah," kata Sarah dengan nada bahagia.


Aksa menoleh dan berkata, "Sarah, maukah kamu mengambil foto kita bersama Simba?"


"Eh?" Sarah terkejut dengan ajakan Aksa yang tiba-tiba. Ia tidak terlalu suka mengambil foto tapi entah kenapa ia tidak bisa menolak ajakan Aksa, jadi ia mengangguk.


Aksa mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi kamera. Ia mendekati Sarah sampai jarak diantara mereka berdua sangat dekat. Sarah sangat gugup karena bahunya hampir bersentuhan dengan bahu Aksa.


Simba yang sedang berbaring di atas meja tahu kalau pemiliknya yang mengatakan berfoto bersama dirinya hanyalah alasan. Buktinya dirinya tidak ada di layar ponsel pemiliknya.


"Meong!" Simba hanya mengeong dengan tidak puas tapi tidak bisa melakukan apapun karena pemiliknya sangat baik.


Aksa menekan tombol dan foto pun diambil. Mereka berdua melihat hasilnya, Aksa tersenyum cerah sementara Sarah tidak melihat ke arah kamera karena terlalu gugup.


"Tunggu sebentar! Mengapa tidak ada Simba di dalam kamera!" Sarah menyadari sesuatu kalau Simba tidak ada di dalam foto yang diambil Aksa.


"Eh, benarkah? Maaf, aku lupa." Aksa hanya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya dan berkata dengan canggung.


Sarah melirik Aksa, sebagai wanita dewasa ia tentu saja tahu maksudnya, tapi ia tidak menghentikan Aksa entah mengapa bahkan dirinya juga bingung


Kemudian mereka berdua mengambil foto lagi dan kali ini Sarah tidak terlalu gugup. Aksa melihat foto itu dengan gembira karena bisa berfoto berdua bersama Sarah.


"Kirim fotonya ke nomorku," kata Sarah.


"Ya." Aksa mengangguk dan segera mengirim foto barusan ke nomor ponsel Sarah.


Sarah membukanya dan melihat foto tersebut dengan senyum tipis. Kemudian mereka lanjut berbincang-bincang tanpa menyadari kalau Elvira dan Elvina melihat tingkah laku mereka berdua.


"Bisa dipastikan kalau mereka berdua saling menyukai," bisik Elvira.


"Seratus persen. Tapi aku juga setuju jika mereka berdua bersama, Kak Sarah sangat cantik dan baik," kata Elvina dengan tulus.

__ADS_1


Elvira mengangguk dan berkata, "Aku juga setuju. Kakak sudah terlalu lama membawa beban di pundaknya, sudah saatnya Kakak untuk bahagia."


"Ya, kita harus membantu Kakak agar bisa berpacaran dengan Kak Sarah," angguk Elvina dengan serius.


__ADS_2