Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Dika yang Diserang oleh Sekelompok Orang


__ADS_3

Pada saat ini, Dika sedang beristirahat sejenak di bawah pohon rindang bersama dengan kudanya. Dia menatap langit sambil meminum air mineral dari botol minum yang disediakan oleh Sajaya Farm.


Di beberapa titik ada stand yang berisi botol-botol air mineral dan beberapa kue kering yang bisa diambil dengan bebas oleh para peserta.


Ini semua disediakan oleh Sajaya Farm karena untuk berkuda perlu tenaga yang besar. Tapi kalau ingin makan siang, para peserta bisa pergi ke sebelah restoran di mana di sana sudah disediakan makanan dan minuman.


Semua itu gratis hanya untuk para peserta karena mereka sudah mendaftar di event ini. Untuk yang tidak mendaftar, mereka tentunya harus membeli makan siang sendiri.


"Kalau tidak salah, aku sudah ada 57 poin?" Dika menghitung poin-poin yang sudah dia kumpulkan selama beberapa jam ini.


Dia mengincar kelinci yang memiliki 5 poin, dan jika tidak menemukan kelinci, maka dia akan menembak ayam atau domba yang terlihat di sekitarnya.


Pada saat dia masih beristirahat, ada beberapa ayam yang muncul dari balik pohon. Matanya berbinar saat melihat mereka, dia segera naik ke atas kudanya dan siap untuk menembak.


Tapi pada saat ini tiba-tiba saja ada sebuah peluru cat yang menyerang tubuhnya. Dika terkejut dan hampir saja terjatuh dari kudanya, dia mengerutkan keningnya dan melihat ke sekeliling.


"Siapa!?" Dika berteriak dengan marah karena tahu kalau peluru cat itu bukanlah peluru yang meleset, melainkan peluru yang sengaja diarahkan.


"Yo! Pergilah dari sini, ini adalah tempat perburuan kami." Sebuah suara pria terdengar dari balik pohon. Kemudian terlihatlah beberapa orang dengan wajah yang arogan.


Mereka ada empat orang yang terdiri dari dua pria dan dua wanita. Meskipun dari penampilan mereka terlihat seperti orang yang baik, tapi wajah mereka tidak menunjukkan hal tersebut.


"Semua area adalah tempat perburuan semua peserta, tidak ada yang boleh mengklaimnya untuk kepentingan diri atau kelompok sendiri." Dika berkata dengan nada dingin.


"Hah!? Terserah kami, pergilah dari sini. Jika tidak, kami akan mengganggumu sampai tidak bisa melanjutkan perburuan." Pria ditengah yang bernama Bobi berkata dengan nada arogannya.


Dika mengerutkan keningnya, dia menahan amarahnya dan mencoba untuk berbicara baik-baik karena tidak ingin membuat masalah yang tidak perlu.


Tapi Bobi dan yang lainnya sudah malas untuk berbicara, jadi mereka mengangkat senjata paintball mereka ke arah Dika dan menghujaninya dengan peluru paintball.

__ADS_1


"Sialan!? Apa kalian tidak takut kena hukuman!?" Dika melindungi kepala dengan tangannya, lalu dia berkata dengan nada marah.


"Hahaha, apa kamu tidak sadar kalau tempat ini ditutupi oleh banyak pohon? Drone perlu sedikit waktu untuk sampai ke sini," teriak Bobi sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ah sialan!" Dika menyuruh kudanya untuk berlari karena kudanya juga terkena serangan peluru paintball.


"Jangan biarkan dia kabur! Tembak terus sampai dia tidak bisa berburu!" Bobi berteriak dan meningkatkan kecepatan tembakannya begitu juga dengan yang lain.


Dika dalam situasi yang cukup kritis, meskipun ini adalah sebuah event dan sama sekali tidak membahayakan nyawa, tapi tetap saja diserang oleh ratusan peluru paintball sangat menyusahkan.


Dan peluru paintball bukannya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya sedikit saja. Tapi lain cerita jika terkena ratusan peluru, tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya.


Tapi untung saja Dika adalah orang yang selalu berolahraga karena dia adalah instruktur berkuda. Tubuhnya bisa menahan rasa sakit dari tembakan ratusan peluru paintball.


Tapi tetap saja dia adalah seorang manusia yang memiliki kelemahan. Lama-kelamaan, Dika tidak mampu menahannya, bahkan kudanya juga kelelahan karena berlari sambil terkena serangan.


"Hahaha, apakah kamu sudah menyerah? Bukankah sudah kuperingatkan tadi kalau kamu tidak akan bisa melakukan perburuan lagi." Bobi berkata dengan arogan yang membuat Dika marah.


Dika mengarahkan senjata paintball ke arah Bobi dengan raut wajah marah. Bobi dan yang lain juga mengarahkan senjata paintball mereka ke arah Dika.


Mereka berdua siap untuk melakukan peperangan, pada saat hari telunjuk akan menarik pelatuk, sebuah suara yang keras mengganggu aksi mereka.


"Duduk!" Suara tersebut terdengar sangat keras, dns tiba-tiba saja semua kuda yang ditunggangi oleh Bobi dan yang lainnya duduk secara tiba-tiba yang membuat mereka terjatuh ke tanah.


"Ada apa!?" Bobi berteriak karena tidak tahu apa yang sedang terjadi.


Orang yang bisa memerintahkan kuda dengan mudahnya tidak lain adalah Aksa. Dia langsung memberi perintah setelah melihat situasi yang terjadi selama beberapa detik saja.


Bersamaan dengan itu, beberapa drone juga terlihat di atas langit dan mulai sekarang semuanya aja direkam dan dilihat oleh banyak orang.

__ADS_1


--- {Apakah barusan mereka menembaki satu orang itu dengan senjata paintball mereka?}


--- {Tunggu sebentar, bukankah ini tindakan yang mengganggu jalannya event!?}


Banyak penonton yang tersulut emosinya. Bobi memang tidak melakukan kecurangan apapun, tapi tindakannya bisa membahayakan Dika beserta kudanya.


Dika tentu saja tidak akan terluka hanya dengan tembakan senjata paintball, tapi dia bisa saja cedera saat terjatuh dari kudanya karena ditembaki senjata paintball.


"Halo, kamu tidak apa-apa?" tanya Aksa dengan khawatir karena tubuh Dika dipenuhi dengan cat.


"Halo, terima kasih, aku tidak apa-apa." Dika tertegun sejenak karena tidak menyangka kalau ada yang membantunya, kemudian dia mengangguk dan menjawab.


"Bagus, tunggu sebentar, aku akan menyelesaikan ini." Aksa menghela napas lega, kemudian dia berjalan menuju Bobi dan yang lainnya.


Bobi sangat ketakutan saat ini karena dia tahu siapa Aksa. Padahal rencananya adalah untuk mengancam Dika dan merebut tempat perburuannya dengan cepat sebelum terlihat oleh drone.


"Kalian tidak melakukan kecurangan, tapi tadi kalian melakukan tindakan yang bisa membuat orang lain cedera. Kalian ingin menyelesaikan masalah ini secara damai atau secara hukum?" Aksa berkata dengan nada dingin.


Ketakutan Bobi menjadi semakin kuat, dia segera berkata dengan tergesa-gesa. "Tolong maafkan aku! Aku tahu kalau tindakanku tadi salah, tolong!"


Aksa menatap Bobi dengan mata tenang dan tidak berbicara apapun. Tapi kesunyian inilah yang membuat Bobi dan yang lain menjadi semakin panik.


"Aksa, bagaimana?" tanya Sarah yang ada di belakang Aksa.


Aksa menyentuh dagunya dan berkata, "Hm, ambil secara damai saja, repot kalau secara hukum."


Bobi dan yang lain menghela napas lega karena tidak melalui jalur hukum. Tapi kemudian Aksa mengatakan sesuatu yang membuat mereka sedih lagi.


"Tapi, tindakan kalian sudah kelewat batas. Mulai hari ini, kalian berempat akan masuk ke dalam daftar hitam Sajaya Farm selama 6 bulan," kata Aksa dengan nada dingin.

__ADS_1


__ADS_2