Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Banyak Pengunjung karena Area Kuda Dibuka


__ADS_3

Keesokan harinya, Aksa sengaja datang lebih terlambat agar dia bisa melihat berapa banyak orang yang datang hari ini. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat ratusan orang sedang mengantre.


Bahkan Galih harus menjaga ketertiban bersama banyak penjaga keamanan lainnya. Karena memang kalau orangnya terlalu banyak.


Melihat hal itu, Aksa memutar stang untuk masuk ke dalam Sajaya Farm lewat pintu belakang karena tidak mungkin masuk dari pintu depan dengan kerumunan orang di sana.


Karena semua penjaga keamanan sedang menjaga ketertiban di gerbang depan, Aksa mengangkut produk-produk peternakan sendirian, karena karyawan lain juga sedang sibuk.


Pada saat ini, Sarah yang kebetulan sedang berbicara dengan salah satu karyawan melihat Aksa. Dia menganggukkan kepalanya kepada karyawan itu dan berjalan menghampiri Aksa.


"Aksa, kamu lewat gerbang belakang?" tanya Sarah dengan penasaran. Dia berangkat pagi, itulah mengapa dia tidak tahu situasi di gerbang depan.


"Ya. Gerbang depan sangat ramai, aku tidak bisa masuk." Aksa menjawab sambil menaruh produk peternakan terakhir di rak penjualan.


"Sepertinya kita akan sibuk." Sarah berkata dengan suara tenang, dia tidak terkena dengan apa yang dikatakan oleh Aksa.


"Begitulah. Aku juga harus turun tangan karena area kuda akan sangat ramai." Aksa menghela napas panjang karena tahu kalau hari ini akan sangat sibuk.


"Ngomong-ngomong, apakah kamu akan menunjukkan cara menunggang kuda di depan banyak orang? Cara ini lebih efektif," tanya Sarah kepada Aksa.


"Oh? Itu ide yang bagus." Mata Aksa menjadi cerah saat mendengar perkataan Sarah. Dia jadi tidak perlu menjelaskan satu per satu kepada para pengunjung.


"Aku kira kamu sudah memikirkannya." Sarah menatap Aksa dengan tatapan tidak berdaya.


Setelah berbicara sebentar, mereka berdua segera kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Sarah pergi ke kantor untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran, sedangkan Aksa pergi ke area kuda.


"Pak Aksa!" Bayu melambaikan tangannya memanggil Aksa, di sampingnya juga ada Satria. Mereka berdua mengenakan seragam, itu artinya mereka bukan pengunjung.


"Pak Bayu?" Aksa terkejut melihat kehadiran Bayu di sana.


"Maaf tidak mengabari, kami langsung datang ke sini tadi," kata Bayu dengan nada meminta maaf.


"Ah tidak apa-apa." Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


Mereka berbicara sebentar, kemudian Aksa pergi ke gudang penyimpanan untuk memakai pakaian keselamatan berkuda. Seperti helm, sepatu, sarung tangan, dan lain sebagainya.


Selain untuk memberi penjelasan kepada pada pengunjung yang belum pernah berkuda, sebenarnya Aksa juga ingin berkuda dengan bebas karena kemarin tidak maksimal karena medannya ada di jalan.


Aksa tidak bisa mengeluarkan semua kemampuannya tentang berkuda karena takut menyakiti para pengunjung yang ada di sekitar, itulah mengapa kemarin dia berkuda dengan santai.


Setelah menunggu di area kuda sebentar, muncul banyak orang di sana. Hampir semua pengunjung pergi ke area kuda karena ingin menunggangi kuda atau hanya sekedar penasaran.


"Apakah semuanya sudah berkumpul?" Aksa melihat ke sekeliling di mana ada banyak orang yang melihat ke arahnya dengan mata penasaran


"Kalau begitu, berdirinya aku di sini ingin menjelaskan beberapa hal tentang cara berkuda yang baik dan benar." Aksa mengangkat tangannya, lalu seekor kuda morgan datang.


Para pengunjung melihat kuda morgan yang baru saja datang dengan mata antusias sekaligus penasaran karena mereka jarang melihat kuda seindah itu secara langsung.


"Pertama, kalian perlu memakai pakaian keselamatan. Jangan khawatir, peralatan yang kami sediakan sudah bersertifikat, tidak akan ada masalah dengan itu."


"Kedua, dekati kuda dengan santai, jangan gugup atau menunjukkan permusuhan. Tapi yah, kalian juga tidak perlu gugup karena kuda di Sajaya Farm sangat ramah."


Aksa menunjukkan apa yang dia katakan dengan sangat mudah, dia bahkan melakukannya berulang kali agar pada pengunjung paham dan tidak terjadi kesalahan satupun.


Para pengunjung mengangguk-anggukkan kepala mereka. Penjelasan Aksa sangat singkat namun jelas, mereka yang masih pemula sudah langsung paham dengan apa yang harus dilakukan.


"Gunakan kaki untuk berkomunikasi dengan kuda. Tekanan ringan dengan betis dapat mendorong kuda untuk bergerak maju, sedangkan menekan dengan paha dapat mendorong kuda untuk berbalik."


Aksa mencontohkannya, kuda morgan yang menerima sinyal dari kaki Aksa segera berjalan dengan lambat. Lalu setelah beberapa saat berbalik ke belakang dan terus berjalan.


"Waspadai lingkungan sekitar dan perilaku kudanya. Selalu perhatikan ke mana ingin pergi, dan antisipasi tindakan kudanya." Aksa berkata dengan nada serius karena kesadaran diri sangat diperlukan.


"Terakhir, hormati kudanya. Perlakukan kuda dengan baik. Kembangkan ikatan kepercayaan dan pengertian dengan kuda. Hal ini akan menghasilkan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan dan aman."


Aksa tersenyum cerah kepada mereka dan mengakhiri penjelasannya. Kemudian dia mempersilakan para pengunjung untuk memilih kuda mereka.


Tapi karena ada terlalu banyak orang, Aksa menekankan untuk bersabar dan jangan saling ribut. Galih dan penjaga keamanan lain juga berjaga-jaga di sana.

__ADS_1


Aksa berjalan-jalan dengan kuda morgan sambil berpatroli di sekitar area kuda. Dia sedang menunggu kedatangan Roni dan Gia karena mereka berkata kalau akan datang pagi.


Karena bosan hanya berjalan-jalan, Aksa meminta kuda morgan untuk berlari dengan kencang. Dia ingin mencoba keahlian berkuda yang dia beli dari toko game dengan maksimal.


"Hey, aku beri nama kamu Ace, yang artinya pekerja keras, apakah kamu suka?" kata Aksa kepada kuda morgan yang sedang dia tunggangi.


"Neigh!!" Kuda morgan itu berdusta dengan keras yang menunjukkan kalau dia suka dengan nama yang diberikan oleh Aksa.


"Bagus! Ayo jelajahi area kuda ini!" Aksa tersenyum dan terus melaju bersama Ace.


Karena keahlian berkuda yang dia beli dari toko sistem sangatlah hebat, Aksa tampak seperti seorang profesional. Orang-orang terpukau karena melihat seorang pria tampan yang sedang menunggangi kuda yang elegan.


Orang-orang yang sedang tidak berkuda mengangkat ponsel mereka untuk merekam Aksa dan Ace. Kemudian mereka segera mengunggahnya ke akun sosial media masing-masing.


Bersamaan dengan itu, ponsel Aksa yang ada di sakunya bergetar. Aksa meminta Ace untuk melambat, kemudian dia memeriksa siapa yang memanggilnya, dan ternyata itu adalah Roni.


"Paman!!" Gia berteriak dengan nada riang setelah Aksa menekan tombol jawab.


"Gia, apakah kamu sudah sampai?" tanya Aksa dengan nada ramah saat mendengar suara Gia yang imut.


"Iya!" Di sisi lain, Gia mengangguk menjawab pertanyaan Aksa.


"Aksa, kami sudah ada di gerbang." Roni berbunga setelah Gia menjawab.


"Baiklah, aku akan segera ke sana." Aksa menutup telepon, kemudian dia pergi ke gerbang depan dengan Ace karena dia sudah nyaman.


Tapi sebelum itu, Aksa mengambil kuda poni yang sedang menatap teman-temannya dengan mata sedih. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi orang-orang tidak memilihnya.


"Jangan bersedih, ayo pergi. Aku akan membawamu ke seseorang," kata Aksa yang tidak tahu apakah perkataannya dipahami oleh kuda poni itu atau tidak.


"Niegh!!" Kuda poni itu jelas senang saat mendengar perkataan Aksa. Dia segera mengikuti Aksa dengan senang hati.


Aksa mengangguk dengan puas, dia segera mengambil peralatan berkuda di samping kuda poni. Kemudian mereka segera pergi ke gerbang depan bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2