
[Susu penerjemah]
[Keterangan: Orang yang meminum susu ini akan bisa memahami segala bahasa, termasuk bahasa asing bahkan bahasa hewan sekalipun, sehingga dapat dengan mudah memahami bahasa lain.]
Seperti yang dipikirkan oleh Aksa, susu penerjemah itu mirip seperti alat yang dikeluarkan oleh kucing biru tanpa telinga yang ada di animasi negara tertentu.
Untuk bagaimana bisa Sistem membuat hal seperti ini Aksa tidak peduli. Karena keberadaan Sistem saja sudah termasuk hal yang tidak bisa dijelaskan, jadi Aksa tidak memikirkannya.
Susu penerjemah dihargai 7.000 poin yang mana bisa Aksa beli. Jadi Aksa langsung membeli susu penerjemah itu tanpa ragu-ragu dan langsung meminumnya.
"Akh!!" Aksa memegangi kepala dengan kedua tangannya karena merasakan rasa sakit yang parah di dalam otaknya. Dia mencoba untuk tidak berteriak agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Setelah beberapa saat, Aksa memiliki napas yang terengah-engah karena akhirnya rasa sakit itu menghilangkan digantikan dengan rasa dingin yang menyejukkan.
"Rasanya seperti ada ratusan pengetahuan yang masuk ke dalam kepala secara paksa." Aksa berkata di dalam hatinya terkait rasa sakit yang barusan dia alami.
Kemudian Aksa merasakan kalau sekarang dia bisa mengetahui seluruh bahasa yang ada di dunia ini, tapi tidak termasuk bahasa kuno yang sudah hilang atau bahasa daerah yang belum disentuh.
Meskipun Aksa bisa mengetahui seluruh bahasa yang ada di dunia, bukan berarti dia bisa mengucapkannya dengan lancar. Tapi itu bukanlah kekurangan karena Aksa bisa beradaptasi.
"Lalu sekarang, dengan ini aku bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh hewan-hewan ternak di sini." Aksa menarik napas dalam-dalam, kemudian dia keluar dari toilet.
...----------------...
Sementara itu, Kabupaten Banyumas sedang digemparkan oleh video pemberitahuan yang diunggah oleh Sajaya Farm di akun sosial medianya.
"Halo teman-teman, Lisa di sini. Maaf, tapi di video pemberitahuan ini kami akan menyampaikan kabar buruk yang menimpa Sajaya Farm."
"Tadi siang, para sapi di area sapi terjatuh dan terbaring dengan lemas. Kami, pihak Sajaya Farm, menduga kalau mereka terserang penyakit antraks."
__ADS_1
"Penyakit ini bisa membahayakan hewan bahkan manusia jika tidak ditangani dengan tepat. Beruntung, para pengunjung tadi tidak ada gejala-gejala aneh, semuanya sehat."
"Sajaya Farm akan menutup diri selama tiga hari penuh untuk melakukan karantina agar penyakit ini tidak menyebar. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya."
Di akhir video, Lisa membungkukkan badannya sedikit sebagai tanda permintaan maaf kepada para pengunjung yang tidak bisa mengunjungi Sajaya Farm selama tiga hari kedepan.
Tapi orang-orang juga tidak ada yang protes terkait hal ini, mereka juga tidak mempertanyakan kredibilitas lingkungan Sajaya Farm yang mengakibatkan para sapi terkena virus.
Mereka semua mendukung Sajaya Farm dan berdoa agar penyakitnya tidak menyebar sekaligus bisa ditangani dengan baik sehingga mereka bisa mengunjungi Sajaya Farm dan.
"Penyakit antraks? Aku seorang dokter dan tahu penyakit ini. Memang bisa membahayakan manusia dan hewan jika tidak ditangani dengan tepat."
"Apakah itu artinya mereka akan selamat jika ditangani dengan tepat dan tepat waktu?"
"Meskipun aku tidak bisa pergi ke Sajaya Farm selama tiga hari ke depan atau lebih, tapi aku tetap berharap agar mereka baik-baik saja."
Pemerintah kabupaten juga menyatakan dukungan mereka dengan mengirimkan polisi untuk menjaga area di sekitar Sajaya Farm agar tidak ada yang mendekat atau bahkan masuk kecuali orang-orang terkait.
Penyakit antraks hanya menyerang sapi-sapi di area sapi, bukan berarti semua area di Sajaya Farm ikut kena. Tapi sebagai tindakan pencegahan, semua ini perlu dilakukan.
Apalagi Sajaya Farm adalah tempat wisata yang dikunjungi oleh banyak orang sehingga yang menjadi prioritas adalah tentang keselamatan para pengunjung selama berkunjung di Sajaya Farm.
...----------------...
Aksa berjalan menuju area sapi dan masuk ke dalam kandang setelah mengenakan pakaian yang melindungi seluruh tubuhnya agar tidak terserang virus.
"Pak Didit, bagaimana kondisi para sapi di sini?" Aksa bertanya kepada Didit yang sedang beristirahat sambil memeriksa catatannya.
"Oh, Pak Aksa. Semua sapi di sini masih sama seperti sebelumnya, tidak ada tanda-tanda semakin parah maupun semakin membaik," jawab Didit setelah melihat Aksa.
__ADS_1
Aksa mengangguk tanda bahwa dia paham. Kemudian Aksa mengambil langkah untuk berkeliling di kandang sambil melihat-lihat para sapi.
Kemudian pada saat ini, dia mendengar ada suara yang belum pernah dia dengar sebelumnya. Aksa mencari orang yang berbicara tapi tidak kunjung menemukannya.
"Ah, suara sapi!" Aksa tiba-tiba tersadar kalau suara yang dia dengar adalah suara dari sapi yang ada di dekatnya yang sedang berbaring dengan lemas.
"Panas... Sangat panas..." Sapi itu bersuara seperti biasa tapi di telinga Aksa, itu adalah sebuah kalimat.
Aksa berjongkok di depan sapi itu, kemudian dia mengelus-elus tubuhnya dengan tangan yang mengenakan sarung tangan keamanan.
"Tenang, aku tahu itu panas, tapi bertahanlah. Kamu akan sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa." Aksa berkata dengan nada lembut.
Meskipun sapi itu tidak bisa memahami apa yang dikatakan oleh Aksa, tapi dia bisa merasakan suara lembut Aksa yang benar-benar menenangkan dirinya.
Jadi, sapi itu memejamkan matanya dan mengistirahatkan tubuhnya. Meskipun sedikit sulit karena suhu tubuhnya yang panas, dia tetap bertahan sesuai dengan perkataan Aksa.
Kemudian Aksa juga melakukan hal yang sama kepada sapi-sapi lainnya. Kandang sapi yang semula dipenuhi dengan suara sapi yang kesakitan kini menjadi sangat tenang.
"Pak Aksa mempunyai kemampuan seperti itu!? Sepertinya hubungan Pak Aksa dengan para sapi sangat baik." Didit sangat terkejut dengan tindakan Aksa yang berhasil menenangkan para sapi.
Tidak hanya Didit, dokter hewan lain yang ada di sana juga melebarkan mata mereka karena terkejut. Padahal mereka sudah mencoba untuk menenangkan para sapi, tapi tidak berhasil.
Mereka berniat untuk memberikan obat penenang kepada para sapi tapi Aksa sudah melakukan tindakan yang sangat hebat sampai-sampai obat penenang sudah tidak perlu digunakan.
Aksa tersenyum dan berkata di dalam hatinya, "Syukurlah para sapi bisa mengerti maksudku. Semoga mereka cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa."
Sebenarnya Aksa bisa saja membunuh para sapi itu dan menggantinya dengan sapi lain yang ada di dalam peternakan game karena semua sapi itu dibeli di toko game, bukan di dunia nyata.
Namun Aksa tidak melakukan hal itu karena tahu kalau sapi yang dia beli di toko game juga merupakan makhluk hidup, sama seperti sapi pada umumnya yang ada di dunia nyata.
__ADS_1
Selain itu, Aksa juga bukanlah orang yang kejam yang akan membuang sesuatu yang sudah tidak berguna. Dia akan merawat para sapi sampai sembuh dengan usaha sekeras apapun.