
Setelah waktu makan siang selesai, Lisa dan timnya segera merekam video pemberitahuan. Mereka langsung mengedit dan mengunggahnya hanya dalam waktu satu jam saja seperti biasa.
Akun sosial media Sajaya Farm sudah memiliki puluhan ribu pengikut. Meskipun kebanyakan dari mereka belum pernah berkunjung, tapi mereka adalah orang yang datang saat masalah Aksa dan Kevin muncul.
Orang yang senggang atau sedang tidak melakukan apa-apa langsung memeriksa video pemberitahuan yang diunggah oleh Lisa di akun sosial media Sajaya Farm.
"Halo teman-teman, sudah lama Lisa tidak muncul di video pemberitahuan kami. Di sini Lisa ingin memberitahukan kepada teman-teman kalau Sajaya Farm akan mengadakan event ketiga!"
"Tema yang akan diambil adalah perburuan harta karun. Teman-teman membuat kelompok beranggotakan tiga sampai lima orang agar bisa berpartisipasi dalam event kali ini."
"Untuk hadiahnya, seperti biasa kami akan menyediakan produk-produk peternakan. Namun, jangan kecewa dulu, karena produk peternakan ini lebih tinggi daripada yang sebelumnya."
"Yang akan kami gunakan untuk hadiah event ketiga tidak akan dijual dalam waktu dekat karena memang sangat langka. Selain itu, rasanya tidak perlu ditanya lagi!"
"Sekian dari Lisa, teman-teman bisa melihat peraturan dan hal lainnya di postingan kami selanjutnya. Sampai jumpa di event ketiga kami!"
Orang-orang yang sudah selesai menonton video pemberitahuan segera memeriksa postingan Sajaya Farm yang baru yang berisi peraturan event ketiga dan beberapa hal lainnya.
Jadi, peraturannya sangat sederhana. Para peserta hanya perlu mencari sebuah token yang disebar untuk ditukarkan dengan hadiah paket produk peternakan kualitas B dan uang tunai.
Ada 10 hadiah utama berupa paket produk peternakan kualitas B dan uang tunai yang harus ditukarkan dengan token berbentuk hewan ternak. Ada juga token biasa berlogo SJ, itu bisa ditukar dengan produk peternakan kualitas C.
Untuk token logo SJ ada sangat banyak, Aksa memang sengaja membuat banyak agar pada peserta tidak kecewa saat mengetahui kalau mereka tidak bisa mendapatkan token hewan ternak.
Peraturan selanjutnya adalah peserta harus menghindari serangan dari musuh yang merupakan pasukan hewan. Aksa hanya meminta para hewan untuk mengenai peserta, bukan menyerangnya.
Tapi tidak asik jika peserta langsung kalah karena serangan dari musuh. Itulah mengapa Aksa membuat peraturan kalau setiap peserta mempunyai tiga nyawa, setelah habis, maka peserta itu akan didiskualifikasi.
__ADS_1
Untuk biaya pendaftaran hanya seharga 15 ribu rupiah saja karena Aksa mengincar sedikit untung tapi cepat didapatkannya. Event ini juga bertujuan untuk melupakan masalah Aksa dengan Kevin.
"Ohh! Sajaya Farm akan mengadakan event yang sangat menarik kali ini. Aku harus ikut bersama keluargaku, kebetulan sekali anak-anakku sedang libur!"
"Hm, minimal tiga orang. Aku hanya bersama pacarku, apakah ada yang mau bersama kami? Jika bisa mari kita buat tim empat orang!"
"Hahaha, beruntungnya aku karena punya dua pacar. Aku akan mengajak mereka berdua untuk ikut dalam event kali ini!"
Respon dari orang-orang sangat antusias, bahkan ada komentar yang ingin mengajak kedua pacarnya untuk berpartisipasi dalam event perburuan harta karun bersama-sama.
Entah apa yang dipikirkan oleh orang yang menulis komentar itu, tapi orang-orang yang melihatnya mulai berdoa untuk keselamatannya.
Event perburuan harta karun akan dimulai dalam dua hari lagi, Aksa tidak membutuhkan waktu lama karena persiapannya cukup sederhana. Hanya tinggal menunggu laporan dari Indra.
...----------------...
Aksa sedang duduk di bangku pinggir sungai sambil melihat pemandangan. Dia sangat menikmati hembusan angin segar, suara air mengalir, dan suasana pengunjung di sekitar.
Aksa memang meminta Indra untuk jangan mengambil banyak keuntungan. Setidaknya, ini adalah perbuatan baik Aksa yang memberikan kesempatan bagi pedangan lokal untuk mencari pelanggan.
Kira-kira Sajaya Farm akan mengambil tiga persen dari keuntungan yang didapatkan oleh masing-masing pedagang yang berjualan di Sajaya Farm saat event ketiga berlangsung.
Dia sudah punya banyak uang sehingga tidak perlu terus-terusan mencari untung. Mencari keuntungan secara terus-menerus juga bukankah cara untuk menikmati hidup.
"Oh, sudah selesai? Bagaimana, apakah ada masalah selama proses kerja sama?" tanya Aksa yang menggeser posisi duduknya sehingga indra bisa duduk di sebelahnya.
"Tidak ada yang terjadi, Bos, justru sangat lancar. Para pedagang lokal malah memberiku teh hangat atau kopi saat aku menawarkan kerja sama." Indra duduk di sebelah Aksa dan berkata dengan nada tidak berdaya.
__ADS_1
"Hahaha, sepertinya mereka juga tahu harus bersikap bagaimana dihadapan kesempatan yang jatuh dari langit." Aksa tertawa kecil mendengar perkataan Indra.
"Tapi Bos, para pedagang akan mendirikan kios di mana? Apakah kita ada tempat?" tanya Indra dengan penasaran karena dia belum tahu lokasi untuk para pedagang.
"Hm? Yah, itu ada di dekat taman bunga. Di sana ada bangku dan meja untuk pengunjung bersantai bukan? Tempat itu cocok untuk para pedagang." Aksa menjawab pertanyaan dari Indra.
"Benar juga, tempat itu cocok untuk mereka." Indra menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia paham.
Setelah berbicara sebentar, Indra kembali ke dapur restoran untuk melakukan pekerjaannya sebagai seorang chef. Sementara itu Aksa melanjutkan patrolinya sambil menikmati udara segar.
...----------------...
Situasi beralih ke area lapang di dekat taman bunga. Simba dan Zoe menatap hewan-hewan yang baru bergabung dengan pasukan. Hewan-hewan lain juga menatap Simba dan Zoe dengan mata penasaran.
Simba sudah membentuk pasukan hewan yang diketuai olehnya sementara itu Zoe menjadi wakilnya. Hewan-hewan lain dengan bodohnya menuruti perkataan Simba dan berakhir menjadi bawahannya.
"Meong, Meong!" Simba memberikan pidato dengan semangat yang membara seperti tokoh nasional saat perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"Guk, Guk!" Zoe juga menambhakan beberapa kalimat sebagai seorang wakil ketua pasukan hewan.
Hewan-hewan lain mendengarkan pidato dari Simba dan Zoe dengan seksama meskipun tidak tahu untuk apa mereka berdua berpidato.
Simba menganggukkan kepalanya dengan manusiawi, kemudian dia memerintahkan pasukan hewan untuk berkeliling di taman bunga, tujuannya adalah untuk mendapatkan makanan dari para pengunjung.
Hewan-hewan lain kecuali Zoe segera berpencar. Mereka bergerak secara berkelompok kecil agar mudah untuk mengelabui manusia yang akan memberi mereka makan.
Aksa sudah menyediakan makanan anjing dan kucing agar para pengunjung juga bisa memberi mereka makan, bukan hanya untuk tupai dan kelinci saja.
__ADS_1
Simba melakukan hal itu karena Aksa sangat ketat soal makanan dan cemilannya. Sebagai seorang, tidak, seekor foodie, Simba tidak bisa menahan nafsu makannya yang sangat besar.
Itulah mengapa saat mengetahui kalau pemiliknya membawa banyak hewan, Simba segera membentuk pasukan hewan dengan tujuan untuk mendapat makanan dari para pengunjung.