
Ada sedikit perubahan di acara pengumuman ini, yaitu Elvira dan Elvina yang memutuskan untuk memberikan hadiah yang mereka dapatkan kepada orang lain, mereka hanya mengambil uangnya.
Alasannya adalah karena mereka tidak membutuhkan hadiah tersebut, apalagi mereka adalah adik dari Aksa, pemilik Sajaya Farm. Mereka juga tidak butuh voucher menginap gratis di Hotel Lunar karena mereka masih remaja.
Oleh karena itu Aksa membagikan hadiah milik Elvira dan Elvina dengan game kecil-kecilan agar acara menjadi semakin meriah dan orang-orang lebih gembira.
Lalu, acara pengumuman pemenang event perburuan berubah menjadi acara pesta. Karena pengumumannya sudah selesai, maka Aksa mempersilakan orang-orang untuk makan dan menari.
Musik dibunyikan dengan keras, tapi tentu saja ini bukan musik disko, tapi musik biasa yang memiliki nada menenangkan.
Banyak pengunjung yang berdansa bersama di area yang sudah disediakan. Banyak remaja yang berfoto, bermain, atau bahkan mencari pasangan mereka di acara ini.
"Aksa. Berdansa lah denganku," kata Sarah secara tiba-tiba kepada Aksa yang sedang mengobrol dengan Jay.
"Eh?" Aksa tertegun, dia terkejut dengan ajakan Sarah yang tiba-tiba.
"Sebelumnya kamu yang mengajakku berdansa, sekarang aku yang mengajakmu." Sarah berkata dengan nada bercanda sambil tersenyum tipis.
Aksa sedikit terkejut dengan perkataan Sarah. Dia tersenyum dan mengangguk menerima ajakan dari Sarah untuk berdansa bersamanya.
"Tentu saja, bagaimana bisa aku menolak ajakan seorang wanita cantik?" Aksa tersenyum dan menerima ajakan dari Sarah.
Mereka berdua berjalan ke area dansa dan mulai berdansa bersama, mereka berdua menjadi pusat perhatian karena Aksa yang tampan dan Sarah yang cantik sangat cocok untuk berdansa bersama.
Meskipun banyak pria yang patah hati saat melihat Aksa dan Sarah berdansa karena mereka menyukai Sarah pada pandangan pertama saat Sarah muncul di event perburuan kategori individu.
Acara pesta berlangsung sampai pukul 10 malam. Banyak pengunjung yang pulang dengan keadaan gembira, dan banyak juga yang memutuskan untuk menginap di Sajaya Farm karena terlalu lelah.
Sementara itu Aksa pulang dengan mobil milik Sarah, karena Sarah ikut dengan orang tuanya naik mobil mereka. Sarah terlalu lelah sehingga meminta Aksa untuk membawa mobilnya saja.
__ADS_1
Aksa pulang dengan cepat, dia segera mandi dan masuk ke dalam peternakan game untuk beristirahat karena suasana di sana sangatlah nyaman dan membuat orang merasa tenang.
Setelah menenangkan diri dan selesai melakukan pemeriksaan rutin, Aksa keluar dari peternakan game dan segera tidur di atas ranjangnya.
...----------------...
Beberapa hari kemudian, Aksa sedang berada di toko lebah dan sedang berbicara dengan pria paruh baya yang merupakan bos dari toko tersebut.
Alasannya adalah karena Aksa perlu membeli sarang lebah untuk lebah madu yang akan dia beli dari toko game. Sayangnya, di toko game tidak menjual sarang lebah padahal biasanya sangat lengkap.
"Yo, anak muda. Kamu yakin mau membeli kandang lebah segini banyaknya?" tanya bos toko lebah kepada Aksa karena dia terkejut dengan pesanan Aksa yang banyak sekali.
Meskipun dia senang karena ada pelanggan besar, tapi dia perlu memastikan apakah Aksa yakin ingin membeli banyak kandang lebah atau tidak.
Ketika mendengar pertanyaan bos toko lebah, Aksa mengangguk dan menjawab tanpa ragu-ragu. "Aku yakin. Tapi karena mungkin bos tidak percaya, ini kartu namaku."
Aksa memberikan kartu namanya kepada bos toko lebah agar dia tidak dicurigai. Pada saat bos toko lebah membaca nama Aksa, dia sangat terkejut. Pasalnya, dia juga tahu tentang Sajaya Farm.
"Hahaha, dengan senang hati, Bos!" Aksa tertawa, kemudian dia segera memberikan tanda tangannya kepada bos toko lebah.
Setelah mendapatkan tanda tangan Aksa, bos toko lebah segera menyimpannya dengan hati-hati. Kemudian dia mengajak Aksa untuk masuk ke dalam gudangnya yang menyimpan kandang lebah milik tokonya.
"Karena kamu adalah bos Sajaya Farm, pasti kualitas yang aku beri adalah yang terbaik. Jadi, tolong tunggu sebentar, aku akan memilih kandang lebah yang terbaik," kata bos toko lebah kepada Aksa.
"Baiklah, maaf merepotkan." Aksa tersebut dan mengangguk menanggapi perkataan bos toko lebah.
"Hahaha, tidak apa-apa!" Bos toko lebah tertawa, kemudian dia memanggil bawahannya untuk membantunya mengangkut kandang lebah pilihannya ke dalam mobil angkut.
Bos toko lebah sangat terkejut dengan pesanan yang tiba-tiba ini. Karena tidak pernah ada orang yang memesan segitu banyaknya kandang lebah di tokonya.
__ADS_1
Memang ada banyak peternak lebah, tapi semuanya adalah skala kecil atau hanya membeli satu kandang lebah untuk ditaruh di halaman rumah.
Jadi, ada banyak kandang lebah yang menumpuk di dalam gudang dan ini sangat disayangkan oleh bos toko lebah, karena takut kandang-kandangnya akan keropos. Beruntung, Aksa datang dan membeli banyak.
Setelah semua kandang lebah selesai diangkut ke dalam mobil, Aksa langsung mentransfer uang kepada bos toko lebah. Dia langsung membayar lunas karena malas untuk membayar lagi nanti.
Karena Sajaya Farm sudah cukup terkenal, para pekerja jadi sudah tahu lokasinya sehingga Aksa tidak perlu memberitahu mereka secara spesifik lagi.
"Sarah, akan ada mobil angkut yang membawa kandang lebah. Jadi tolong bawa mereka ke dekat area lebah terlebih dahulu karena area lebahnya belum siap," kata Aksa yang menelepon Sarah.
"Baiklah, aku akan bicara denga Galih setelah ini. Ngomong-ngomong, kamu sedang ada di toko?" tanya Sarah setelah mengangguk.
"Ya, ada apa?" tanya Aksa.
"Tolong belikan aku sarapan, hehe." Sarah berkata dengan nada malu-malu.
Aksa sedikit terkejut, lalu dia bertanya, "Kamu belum sarapan? Mengapa tidak ambil di restoran saja?"
"Gigiku sedang tidak enak, makan sup juga tidak kenyang," kata Sarah dengan nada tidak berdaya dan Aksa bisa mendengar suaranya yang sedikit kaku.
"Hahaha, baiklah. Aku beli bubur di sekitar sini dulu," kata Aksa setelah tertawa sebentar.
Sarah tersenyum dan berkata, "Terima kasih ya."
Aksa menutup telepon, kemudian dia mencari pedagang bubur di sekitar dan dia menemukannya dengan cepat karena waktu masih pagi dan banyak orang yang sedang mencari sarapan di luar.
Setelah Aksa membelinya, dia segera kembali ke Sajaya Farm dengan motor milik Galih yang biasa dia pinjam. Aksa berjanji kalau dia akan membeli motor sendiri setelah ini karena tidak enak selalu meminjam motor Galih.
Aksa pergi ke kantor Sarah untuk memberinya bubur yang dia beli, kemudian dia pergi ke area lebah yang masih gersang. Aksa tersenyum dan mengeluarkan kartu yang diberikan oleh Sistem sebelumnya.
__ADS_1
"Sistem, gunakan kartu tumbuhan!" teriak Aksa dengan keras.