
Keesokan harinya, Alvan dan Rina kembali ke universitas mereka karena sudah cuti mereka sudah habis. Bertepatan dengan itu, Bayu membawa kabar baik berupa ia telah menemukan beberapa bus.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bus tersebut akan digunakan sebagai transportasi gratis di Sajaya Farm untuk pergi dari satu area ke area lainnya karena Sajaya Farm sudah meluas.
Sekarang, Aksa sedang berada di kantor pemerintah kabupaten karena bus yang Bayu bawa ada di sini dan Aksa sedang memeriksa kondisi busnya.
Ada beberapa jenis bus yang dibawa oleh Bayu dan Aksa sedang berpikir memiliki yang mana. Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Aksa memilih bus yang bisa menampung sekitar 20-30 orang.
Ini adalah bus terbuka sehingga para penumpang yang sedang dalam perjalanan menuju area lain bisa melihat pemandangan sekitar dan merasakan kesejukan udara.
"Pak Bayu, saya ingin bus ini saja." Aksa memberitahu Bayu sambil menunjuk ke arah bus yang ia pilih.
"Baiklah. Berapa bus yang Pak Aksa butuhkan?" tanya Bayu.
Aksa berpikir sebentar lalu berkata, "Mungkin untuk sekarang aku ambil lima bus terlebih dahulu tapi di masa depan pasti akan bertambah."
"Baik, saya akan mengurus sisanya nanti," angguk Bayu.
Bayu juga sudah mengatakan kepada para atasan tentang dua saran tidak berguna yah ditolak mentah-mentah oleh Aksa yang membuat beberapa atasan terlihat malu sekaligus marah.
Tapi tentu saja ada beberapa yang rasional dan menyadari kesalahannya. Jadi, mereka melakukan diskusi lagi namun pada akhirnya mereka menemui jalan buntu.
"Terima kasih." Setelah basa-basi sebentar, Aksa langsung pergi ke rumah lamanya untuk mencari kucing oranye.
...----------------...
"Di mana dia?" Aksa mencari kesana-kemari namun tidak menemukan kucing oranye nya.
Aksa memutuskan untuk istirahat sebentar di teras rumah lamanya. Rumah ini masih kosong dan Aksa masih belum tahu harus melakukan apa, jadinya ia biarkan saja terlebih dahulu.
Saat Aksa duduk, sinar matahari menyinari wajahnya yang membuat silau. Aksa menggunakan tangannya untuk menghalangi sinar matahari namun ia melihat ada ekor yang menggantung di atas atap rumah tetangga.
"Jadi dia ada di sana!" teriak Aksa yang tahu pemilik ekor tersebut adalah kucing oranye liar.
Aksa mengeluarkan makanan kucing untuk menarik perhatiannya dan benar saja kucing oranye itu melirik ke arah Aksa dan melompat turun dari atap rumah.
Meskipun liar, tapi kucing oranye ini akrab dengan manusia karena banyak tetangga Aksa termasuk Aksa sendiri sering memberikannya makanan sisa atau sesekali memberi makanan kucing.
"Meong." Kucing oranye mengelus kepalanya ke kaki Aksa dengan intim karena ia tahu manusia di depannya ini sering memberi dirinya makanan enak.
__ADS_1
"Yo, kamu masih mengenalku? Ini, makan." Aksa sebenarnya sedikit terkejut kucing oranye ini masih mengenalnya karena ia sudah lama tidak memberi dia makan.
Aksa meletakan makanan kucing di lantai dan kucing oranye itu segera memakannya dengan lahap. Mengambil kesempatan itu Aksa menaruh ramuan spiritual di dalam mangkuk kecil yang ia bawa.
Kucing oranye tentu saja haus dan kebetulan manusia di depannya memberinya air meskipun ia tahu karena airnya berwarna hijau, namun ia tetap meminumnya.
"Meong?" Kucing oranye itu ragu-ragu karena rasa dari air yang ia minum sangat enak di lidahnya dan ia menghabiskan air tersebut dengan cepat.
"Hehehe." Aksa tersenyum puas melihat kucing oranye menghabiskan ramuan spiritual tersebut.
Lalu Aksa melihat kalau mata kucing oranye menjadi kosong selama beberapa detik lalu matanya kembali seperti awal. Namun Aksa bisa melihat kalau mata kucing oranye sedikit berbeda.
"Kamu paham ucapanku?" tanya Aksa dengan ragu-ragu mencoba menguji kucing oranye yang sudah meminum ramuan spiritual.
"Meong." Kucing oranye tersebut menganggukkan kepalanya dan menatap Aksa.
Aksa memberikan perintah sederhana seperti duduk, bersalaman, berputar. Lalu ia memberi perintah yang lebih sulit seperti mengambil sampah kertas dan membuangnya ke tempat sampah.
Betapa terkejutnya Aksa melihat kucing oranye di depannya melakukan semua perintahnya dengan sangat baik bahkan Aksa tidak perlu memberi perintah dua kali karena dia langsung paham.
Aksa memegang kucing oranye dengan dua tangannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. "Mulai sekarang, namamu adalah Simba!!"
Setelah itu Aksa menaruh Simba di motor roda tiganya dan mereka berdua pergi ke toko kucing untuk membeli kalung kucing agar orang-orang tahu kalau Simba bukan kucing liar.
...----------------...
"Sarah! Lihat ini!" Aksa menunjukkan Simba kepada Sarah dengan wajah gembira seperti anak kecil yang mendapatkan mainan kesukaannya.
"Kucing? Untuk apa?" tanya Sarah dengan bingung karena tiba-tiba Aksa membawa kucing.
"Simba namanya, dia bukanlah kucing biasa." Aksa melepaskan Simba dan memberi beberapa perintah yang membuat Sarah terkejut melihatnya.
"Dari mana kamu mendapatkan kucing ini!?" Sarah memeluk Simba dengan erat yang membuat Simba meminta bantuan kepada Aka.
Aksa mengabaikannya dan menjawab pertanyaan Sarah. "Di dekat rumah lamaku, Simba adalah kucing liar yang selalu ada di sekitar rumah dan aku juga sering memberinya makan."
"Begitu, tapi aku masih belum paham mengapa kamu membawa Simba ke sini," tanya Sarah.
"Untuk menarik perhatian orang-orang. Nanti aku akan merekam video dan mengunggahnya ke akun Sajaya Farm agar orang-orang bisa melihatnya," jawab Aksa.
__ADS_1
"Oh! Ide yang bagus. Tapi apakah Simba akan dilepaskan atau pergerakannya dibatasi?" tanya Sarah.
Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Biarkan saja dia bermain dimanapun. Justru dengan itu orang-orang akan mencari Simba dan malah pergi ke berbagai area."
Sarah berpikir sebentar lalu mengangguk, "Benar juga. Jika Simba hanya ada di satu tempat, maka orang-orang akan berkumpul dan tidak pergi ke area lain."
"Ya. Lagipula Simba itu pintar dan dia pasti bisa kembali ke sini dengan aman," angguk Aksa.
Setelah itu Aksa menelepon Liza dan setelah mereka datang, Aksa meminta mereka untuk merekam video Lisa dengan Simba yang sedang bermain.
Lisa, seperti Sarah, langsung jatuh cinta saat melihat Simba begitu pintar dan Simba hanya bisa pasrah dipeluk oleh Lisa dan berpikir kalau dirinya harus berlari dengan cepat jika menemui wanita.
Lisa dan timnya segera membuat video dan mengunggahnya ke akun media sosial Sajaya Farm. Orang-orang yang mengikuti juga langsung mendapatkan notifikasi.
Di dalam video tersebut, Lisa sedang memeluk Simba lalu memberinya perintah seperti membuang sampah, berakting sederhana, menebak di mana makanan yang disembunyikan, dan lain sebagainya.
Kecantikan Lisa dan kelucuan Simba membuat orang-orang menjadi tertarik dan segera meninggalkan banyak sekali komentar.
"Namanya Simba? Apakah dia akan menjadi maskot Sajaya Farm? Kedengarannya sangat menarik."
"Aku sedang sakit, namun saat melihat kecantikan Lisa, penyakitnya langsung hilang dan sekarang aku sudah sembuh total!"
"Simba! Kucing yang lucu apalagi dia kucing yang gemuk! Aku harus cepat-cepat pergi ke Sajaya Farm untuk menemuinya!"
Aksa menemukan komentar yang menarik yaitu orang yang bertanya apakah Simba akan menjadi maskot Sajaya Farm. Meskipun tidak ada hubungannya dengan peternakan, tapi maskot seekor kucing yang pintar boleh juga.
Tanpa ragu-ragu, Aksa menggunakan akun media sosial Sajaya Farm untuk membalas komentar dari orang yang menemukan ide tersebut.
"Terima kasih atas idenya. Silakan hubungi kami setelah membaca komentar ini, Anda akan kami berikan produk peternakan yang berbeda dari produk yang dijual di area penjualan."
Orang yang memberikan ide sedang asik menonton video Simba namun tiba-tiba ia melompat karena melihat Sajaya Farm membalas komentar santainya dan memberikan produk peternakan yang lebih enak.
Keluarga orang tersebut tidak puas karena dia tiba-tiba melompat yang membuat yang lain terkejut namun orang tersebut tidak peduli dan segera menghubungi Sajaya Farm.
...----------------...
"Balasan komentar yang kamu tulis malah menjadi ramai dan banyak orang yang iri dengan orang yang memberikan ide," kata Sarah yang sedang melihat ponselnya.
"Hahaha, keberuntungan!" Aksa tertawa terbahak-bahak dan tidak menyangka kalau balasan komentar yang ia tulis malah membuat orang gaduh.
__ADS_1
Seperti yang diharapkan, saat serius keberuntungan Aksa akan melimpah namun saat tidak serius keberuntungan Aksa akan hilang ditelan bumi.