Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Awal Bulan dan Ide Tentang Event Keempat


__ADS_3

Bulan Juni sudah dimulai, area kuda khusus sudah selesai sekitar 80 persen dan diperkirakan lagi akan selesai dalam waktu satu minggu kemudian.


Karena Hotel Lunar ikut terlibat dalam pembangunan, skalanya lebih besar sehingga Dito mendatangkan lebih banyak pekerja konstruksi yang membuat pembangunan bisa lebih cepat lagi.


Apalagi dengan telur ayam kualitas C yang menghilangkan rasa lelah orang yang memakannya sehingga pembangunan area kuda khusus menjadi semakin cepat.


Jadi meskipun area kuda khusus ini mencakup banyak bangunan, semuanya selesai dalam waktu satu bulan saja yang mencengangkan.


Bahkan Aksa sendiri sangat terkejut dengan hasilnya. Dia tidak menyangka kalau efek telur ayam kualitas C dengan kekuatan uang akan menjadi sangat mengerikan.


Sekarang, Aksa sedang berada di dekat kolam air yang akan menjadi sumber pasokan air yang kedua untuk Sajaya Farm, tapi dia tidak sendirian di sana.


Aksa ditemani oleh sepuluh kambing yang dia ambil dari peternakan game. Tujuannya? Untuk membersihkan rumput dan tumbuhan liar yang ada di sekitar kolam dengan cara dimakan oleh kambing.


"Baiklah, makan sepuas kalian, tapi jangan terlalu jauh!" kata Aksa kepada kambing-kambing di sekitarnya yang sudah tidak sabar.


"Mbee!!" Kambing-kambing itu berteriak dengan girang, mereka kemudian segera makan rumput dan tumbuhan liar yang ada di sekitar kolam.


"Baiklah. Aku juga harus membuat sketsa untuk bangunan di tepi kolam yang akan menyimpan peralatan dan lainnya." Aksa mengambil kertas dan pensil dari tas punggung yang dia bawa.


Dia duduk di atas batu sedikit jauh dari kolam, kemudian dia mulai menggambar sebuah sketsa rencana pembangunan sebuah bangunan kecil tempat menyimpan peralatan dan lainnya.


Setengah jam kemudian, saat Aksa hampir menyelesaikan sketsanya, terdengar suara sepeda listrik dari arah belakang. Aksa menoleh dan melihat kalau yang datang adalah Sarah seorang diri.


"Sarah? Mengapa kamu ke sini?" tanya Aksa dengan penasaran karena jika ada urusan, Sarah pasti akan meneleponnya karena itu lebih cepat.


"Pekerjaanku sudah selesai, hanya ingin ke sini saja," jawab Sarah sambil memarkirkan sepeda listriknya di sebelah sepeda listrik Aksa.


"Oh baiklah. Duduklah di sebelahku, di sini sangat nyaman." Aksa menepuk-nepuk rumput di sebelahnya yang sudah bersih dan tidak basah.

__ADS_1


Sarah mengangguk, dia berjalan menghampiri Aksa dan duduk di sebelahnya. Kemudian dia memejamkan matanya karena sedang menikmati hembusan angin yang sejuk, sementara itu Aksa melanjutkan sketsanya.


Tapi pada saat ini, Sarah berkata, "Hanya aku saja atau apakah akhir-akhir ini semuanya terasa membosankan?"


Aksa menghentikan gerakan tangannya yang sedang menggambar sketsa. Dia menoleh ke arah Sarah dan menatapnya dengan mata tenang.


Aksa berkata, "Bukan hanya kamu, aku juga. Tapi, kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu?"


"Tidak ada alasan khusus, aku hanya merasa seperti itu akhir-akhir ini. Entah mengapa aku menjadi tidak semangat karena itu," kata Sarah sambil menghembuskan napas panjang.


Aksa berdiri, dia menepuk-nepuk debu di pakaiannya dan berkata, "Lalu, haruskah kita melakukan sesuatu yang berbeda?"


"Dan apa itu?" tanya Sarah dengan penasaran.


"Buat event baru, dan ini pasti akan sangat mengasyikkan," kata Aksa sambil tersenyum cerah.


Sarah mengedipkan matanya, dia menjadi tertarik dengan perkataan Aksa. Jadi dia bertanya, "Aku penasaran, event apa yang ada di pikiranmu?"


Kemudian Aksa berkata, "Jika sebelumnya adalah perburuan harta karun, maka yang sekarang adalah berburu hewan."


"Berburu hewan!?" Sarah terkejut karena Aksa akan membuat event dengan mengorbankan para hewan ternak.


"Hahaha." Aksa tertawa terbahak-bahak karena tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Sarah. Karena perkataannya memang mengarah ke perburuan hewan-hewan ternak Sajaya Farm.


"Kenapa kamu tertawa!?" Sarah memelototi Aksa dan berkata dengan nada kesal karena Aksa tertawa terbahak-bahak.


Aksa menghentikan tawanya dan berkata, "Kamu salah paham. Memang hewan-hewan ternak akan ikut serta dalam event ini, tapi peran mereka bukan sebagai mangsa."


Kemudian Aksa menjelaskan, kalau event keempat ini mengambil tema perburuan. Tapi, bukan berburu dalam arti yang sebenarnya.

__ADS_1


Peserta wajib menunggangi kuda yang akan disediakan oleh Sajaya Farm untuk mengikuti event ini. Kemudian mereka akan diberikan sebuah senjata yang berisi peluru cat warna.


Hewan-hewan ternak akan dilepaskan di area Sajaya Farm yang belum dibuka. Tubuh mereka akan dikenakan sebuah pakaian atau setidaknya kain berwarna putih.


Nah, tugas peserta adalah menembak dengan senjata cat warna ke arah kain putih yang dikenakan oleh hewan-hewan ternak dan jika kena maka akan diberi poin.


Dan seperti yang sudah disebutkan, event keempat ini akan diadakan di area Sajaya Farm yang belum dibuka karena akan sulit bergerak jika di dalam area yang sudah dibuka.


"Jadi begitu ya!" Sarah memiliki mata yang cerah karena ide Aksa tentang event keempat ini sangatlah brilian dan sangat mengasikan.


"Begitulah, bagaimana? Apakah kamu setuju?" tanya Aksa kepada Sarah.


"Jelas aku setuju, tapi bukankah pembangunan area kuda khusus belum selesai? Apakah kita perlu berkoordinasi dengan Hotel Lunar?" Sarah mengangguk setuju tapi kemudian dia bertanya.


"Sebenarnya dengan event ini, orang-orang akan tertarik dengan kegiatan berkuda. Jadi bisa dikatakan kalau ini adalah event sekaligus promosi. Tapi, aku akan berkoordinasi dengan Pak Jay nanti," jelas Aksa.


"Baiklah." Sarah mengangguk paham.


Karena kebosanan dan kejenuhan di hatinya sudah tersapu berkat ide Aksa tentang event keempat, Sarah menjadi lebih ceria saat ini bahkan wajahnya penuh dengan senyuman.


Aksa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, dia duduk kembali dan melanjutkan menggambar sketsa untuk membangun bangunan kecil sebagai tempat penyimpanan alat-alat.


"Tapi yah, ini adalah ide yang muncul secara tiba-tiba. Mungkin karena Sarah yang tiba-tiba mengatakan sesuatu yang mengejutkan sehingga otakku bekerja dengan maksimal," pikir Aksa sambil tersenyum.


Benar, tadi adalah ide yang tiba-tiba muncul di benak Aksa bukan karena ide yang sudah dipikirkan matang-matang dari jauh hari.


Bahkan Aksa sendiri tidak menyangka kalau idenya tentang event keempat sangat brilian yang biasanya tidak bisa dipikirkan oleh otaknya yang malas bekerja.


"Aksa, aku kembali dulu." Sarah berdiri dan berkata sambil tersenyum. Aksa tertegun karena dari tadi Sarah memiliki senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Ya, hati-hati." Aksa tersenyum dan mengangguk.


Sarah mengangguk, dia menaiki sepeda listriknya dan segera kembali ke Sajaya Farm. Sementara itu Aksa tetap di sana meskipun sketsanya sudah selesai, dia hanya ingin bermalas-malasan yang seharusnya tidak dilakukan karena dia adalah bos Sajaya Farm.


__ADS_2