
"Halo semua!" Aksa berteriak sambil merentangkan kedua tangannya, dia menyapa para lebah madu yang sedang bekerja keras.
Para lebah madu menghentikan aktivitas mereka dan segera mengelilingi Aksa. Banyak dengungan panjang dari lebah madu, namun Aksa tidak masalah dengan hal tersebut.
Dia segera mengeluarkan air aloe vera yang sudah dia beli tadi. Airnya ada di dalam botol kecil, seperti biasa. Lalu dia mengeluarkan beberapa wadah, agar para lebah madu bisa meminumnya.
"Kalian semua, minumlah air ini. Ini digunakan untuk menghilangkan polusi udara, dan sumber makanan kalian tidak akan berkurang lagi!" Aksa berkata sambil membuat gerakan sesuai dengan perkataannya.
Para lebah madu mungkin tidak bisa memahami semua perkataan Aksa, tapi karena Aksa mencontohkannya, mereka jadi paham.
Jadi, para lebah madu segera terbang ke bawah untuk meminum air yang sering mereka lihat. Air aloe vera dari toko game ini memang tidak ada bedanya dengan air biasa.
Aksa menghela napas lega karena pada lebah madu tidak curiga. Lalu dia menjauh dari sana, duduk di atas batu, dan menunggu keajaiban terjadi.
"Sistem, kapan mereka akan beraksi?" tanya Aksa kepada Sistem tentang kapan air aloe vera akan mulai berefek pada lebah madu.
[10 menit setelah mereka minum.] jawab Sistem atas pertanyaan dari Aksa.
"10 menit? Baiklah." Aksa menganggukkan kepalanya, dia bermain dengan ponselnya sambil menunggu sampai 10 menit.
[Host. Apa host tidak akan berlindung? Kan nanti para lebah madu akan mengeluarkan kotoran untuk membersihkan udara yang terkena polusi ]
"Santai, aku sudah menyiapkan jas hujan." Aksa mengeluarkan jas hujan berwarna hitam dari peternakan game. Sistem sampai heran karena kapan Aksa punya jas hujan di dalam peternakan game.
Ngomong-ngomong soal kotoran lebah. Apakah lebah madu buang air besar? Jawabannya tentu saja iya. Seperti halnya makhluk lainnya, tindakan buang air besar penting bagi lebah.
Alasannya karena merupakan fungsi tubuh yang berharga untuk membuang sisa makanan yang belum tercerna dari dalam tubuh.
Lebah madu bersifat higienis, karena mereka buang air besar di luar sarang. Bahkan saat musim dingin tiba, mereka tetap akan pergi keluar dari sarang untuk buang air besar.
__ADS_1
Namun, ratu lebah buang air besar di dalam sarang karena sulit untuk bergerak. Tapi sarang akan tetap bersih, karena para lebah madu pekerja akan membersihkan kotoran dari ratu lebah.
...----------------...
10 menit sudah berlalu. Para lebah madu mulai bersikap aneh, yaitu terbang tidak beraturan di udara. Aksa menyimpan ponselnya, dan segera memakai jas hujannya agar tida terkena kotoran lebah.
"Sudah dimulai." Aksa menyipitkan matanya dan melihat ke arah para lebah madu yang mulai terbang dengan cepat untuk buang air besar.
[Host, kalau hanya lebah, maka hanya area lebah madu dan sekitarnya saja yang terbebas dari polusi udara.] Sistem berkata kepada Aksa.
"Ya, aku tahu. Burung-burung hanya ada di area yang belum dibuka, aku akan ke sana nanti." Aksa mengangguk, dia juga sudah tahu batasan lebah yang tidak bisa terbang terlalu jauh dari sarang mereka.
Aksa melihat para lebah madu yang sedang terbang dengan buru-buru. Kemudian dia melihat ada sesuatu yang jatuh dari tubuh mereka. Tapi yang aneh adalah sesuatu itu menghilang saat di udara.
[Host, kotoran lebah akan langsung hancur menjadi debu. Hal ini akan membuat penyebarannya menjadi mudah, dan membersihkan udara dengan lebih cepat.]
Sistem memberi penjelasan kepada Aksa tentang alasan kotoran lebah yang langsung hancur, sebelum Aksa bertanya terlebih dahulu.
Setelah itu, Sistem juga memberitahu kalau pembersihan udara selesai tergantung wilayahnya. Tapi Aksa berpikir kalau kemungkinan besar, area lebah akan bersih dari polusi dalam waktu setengah sampai satu jam.
Tapi Aksa tidak ingin menunggu selama itu, jadi dia berdiri dan segera keluar dari area lebah. Dia berlari dengan cepat sambil melindungi wajahnya dari kotoran lebah.
"Aksa!" Pada saat ini, Sarah melihat Aksa keluar dari area lebah. Dia segera memanggil Aksa, tapi dia menjadi heran karena Aksa memakai jas hujan.
"Oh Sarah!" Aksa menganggukkan kepalanya, kemudian dia hendak pergi lagi tapi dihentikan oleh Sarah.
"Aksa. Mengapa kamu memakai jas hujan?" tanya Sarah dengan heran karena hujan belum turun selama beberapa hari terakhir.
"Para lebah madu sedang diare, kotorannya ada di mana-mana." Aksa menjawab dengan jujur. Karena itu adalah alasan yang sudah logis.
__ADS_1
Dan benar saja, Sarah percaya dengan Aksa karena dia bisa melihat beberapa kotoran lebah menempel di jas hujan Aksa. Dia menganggukkan kepalanya, dan bertanya kepada Aksa lagi.
"Sekarang kamu mau ke mana?" tanya Sarah kepada Aksa.
"Area yang belum dibuka. Aku ada urusan di sana, aku pergi dulu, dadah!" Aksa melambaikan tangannya, lalu dia segera berlari ke tempat peminjaman sepeda listrik.
Karena jaraknya cukup jauh ke area yang belum dibuka. Aksa bisa saja berlari ke sana, tapi dia butuh banyak waktu. Jadi, dia menggunakan sepeda listrik untuk pergi ke sana.
"Yah..." Sarah membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, tapi Aksa sudah keburu pergi jauh. Jadi Sarah memutuskan untuk mengatakannya nanti saja.
...----------------...
Aksa sudah sampai di area yang belum dibuka. Dia memarkirkan sepeda listriknya di bawah pohon. Lalu dia berteriak dengan sangat keras untuk memanggil burung-burung di sekitar.
Sebenarnya, cara ini tidak bisa dilakukan. Tapi, Aksa punya aura yang membuatnya disukai oleh para hewan. Jadi, burung-burung melihat Aksa dengan tatapan tertarik, dan mereka segera terbang ke arahnya.
"Minum ini!" Aksa menuangkan air aloe vera ke dalam wadah yang sedikit besar agar burung-burung bisa meminumnya dengan serentak.
"Twitt!!" Burung-burung bersuara, menandakan kalau mereka paham dengan perkataan Aksa. Mereka juga tidak melihat ada yang salah dari air tersebut.
Jadi, mereka segera meminumnya karena penasaran mengapa manusia yang tidak dikenal, yaitu Aksa, memberi mereka minum dengan gratis.
Aksa menunggu di bawah pohon, dia duduk di atas jok sepeda selama 10 menit. Kemudian, setelah 10 menit, Aksa melihat kalau burung-burung itu berkicau dengan sangat keras.
"Ah, perut mereka sakit." Aksa paham mengapa lebah dan burung yang minum air aloe vera bersuara dengan keras. Ternyata, mereka sakit perut.
[Efeknya memang seperti itu. Membuat hewan yang meminumnya terkena diare, agar bisa mengeluarkan kotoran dengan cepat.]
"Sialan, aku baru tahu." Aksa terdiam dengan penjelasan dari Sistem. Dan pada saat ini, dia melihat kalau burung-burung itu sudah terbang ke berbagai arah.
__ADS_1
"Ayo kabur! Aku tidak mau terkena kotoran burung!" Aksa segera mengayuh sepeda listrik, karena jika menggunakan tenaga listrik akan lambat.
Dan di sekitar sana, burung-burung yang terbang mulai mengeluarkan kotoran. Kemudian, kotoran mereka berubah menjadi debu dan menyebar ke segala arah.