Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Jayadi si Pemilik Hotel Lunar dan Kerja Sama


__ADS_3

"Aku, Jay, sebagai pemilik Hotel Lunar ingin bekerja sama dengan Sajaya Farm. Aku ingin Sajaya Farm membuat area kuda khusus, nantinya area ini akan digunakan untuk pelanggan Hotel Lunar."


"Seperti yang kamu tahu, Hotel Lunar memiliki banyak pelanggan kelas atas mulai dari pebisnis, pengusaha, artis, dan masih banyak lagi."


"Dan kegiatan berkuda adalah sebuah kegiatan kelas atas pada zaman dahulu dan zaman sekarang. Itulah mengapa aku mengajukan proposal kerja sama ini."


Jay menarik napas dalam-dalam dan menjelaskan niatnya untuk bekerja sama dengan Sajaya Farm untuk membuat sebuah area kuda khusus yang akan digunakan oleh para pelanggan Hotel Lunar.


Seperti yang dikatakan oleh Jay, kegiatan berkuda biasanya dilakukan oleh orang-orang kaya. Warga biasa atau bahkan warga kelas rendah tidak akan bisa melakukan kegiatan berkuda.


Alasan Jay ingin bekerja sama juga karena kuda-kuda Sajaya Farm yang sangat jinak. Dengan ini, tidak akan ada orang kelas atas yang akan terluka, karena jika mereka terluka, konsekuensinya akan fatal.


"Ho? Jadi begitu." Aksa menyentuh dagunya dan berpikir kalau proposal kerja sama yang diberikan oleh Jay sangat menarik minatnya.


"Bagaimana?" Jay tersenyum dan menunggu jawaban Aksa. Tapi di dalam harinya, dia sudah tahu Aksa akan menjawab apa.


"Heh, bagaimana bisa aku menolak? Apalagi akan ada pelanggan kelas atas yang datang ke Sajaya Farm." Aksa tersenyum dan memutuskan untuk menerima tawaran kerja sama dengan Hotel Lunar.


"Hahaha, bagus, bagus!" Jay tertawa terbahak-bahak karena puas mendengar jawaban yang diberikan oleh Aksa.


Kemudian dia mengeluarkan sebuah dokumen dari tasnya. Itu adalah sebuah kontrak kerja sama antara Hotel Lunar dengan Sajaya Farm tentang area kuda khusus yang baru dibahas.


Aksa membacanya, dia tidak merasa ada yang salah dengan kontraknya. Dan juga, pembagian keuntungan juga termasuk adil, yaitu 60 banding 40.


Hotel Lunar akan mengambil 60% karena merekalah yang mendatangkan orang-orang kelas atas. Sedangkan Sajaya Farm akan mengambil 40% karena mereka menyediakan area kuda khusus.


Jadi, Aksa mengambil pena di atas meja dan segera menandatangani kontrak kerja sama tersebut. Kemudian Jay juga bertanda tangan di sana.


"Selamat bekerja sama!" Jay berkata dengan suara bersemangat sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Ya, mohon bantuannya." Aksa tersenyum dan mengangguk, kemudian dia berjabat tangan dengan Jay.


Mereka berdua kemudian membahas mengenai hal-hal yang perlu disiapkan untuk membuat area kuda khusus pelanggan kelas atas dari Hotel Lunar.


Yang akan dibuat oleh mereka adalah area kuda yang sama seperti yang ada di Sajaya Farm, bukan pacuan kuda. Karena di pacuan kuda, orang-orang tidak bisa bebas menunggang kuda karena di sana untuk balapan kuda.


Untuk masalah lahan, masih ada lahan hijau yang tersisa dan itu cukup luas. Jadi Aksa akan membangun area kuda khusus di sana sehingga tidak perlu membeli kartu padang rumput.


Dan yang akan membangun pastilah Dito dan perusahaannya yang sudah Aksa percayai. Lagipula, Dito dan yang lain bekerja dengan sangat efisien dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


"Masalah biaya dan semacamnya mari kita diskusikan nanti. Untuk sekarang yang penting adalah membangun area kuda terlebih dahulu," kata Jay kepada Aksa.


"Ya. Ngomong-ngomong, apakah ada persyaratan khusus untuk membuat area kuda khusus ini? Siapa tahu Paman memikirkan sesuatu," tanya Aksa.


Aksa juga memanggil Jay dengan sebutan paman seperti Sarah karena itu adalah suruhan Jay sendiri dan Aksa hanya mengikutinya.


"Soal itu ya sudah jelas. Aku akan membangun fasilitas yang lebih tinggi karena ini adalah area kuda khusus." Aksa tersenyum dan mengangguk.


"Bagus." Jay juga menganggukkan kepalanya.


Setelah setengah jam berdiskusi, Aksa dan Jay akhirnya selesai. Sedangkan Sarah, dia bekerja di sana sambil mendengarkan diskusi Aksa dan Jay.


Karena dia juga perlu membuat catatan pengeluaran untuk membangun area khusus ini. Tapi ini adalah kerja sama dengan Hotel Lunar sehingga Sajaya Farm tidak perlu membayar semuanya.


Jika Sajaya Farm harus membayar semuanya, maka tidak akan ada lagi anggaran yang tersedia di kas karena mereka bahkan baru buka setelah satu minggu tutup.


"Ini nomor teleponku, hubungi aku lagi nanti." Jay memberikan kartu namanya kepada Aksa, kemudian dia berdiri dan keluar dari ruangan.


Aksa juga berdiri dan mengantarkan Jay sampai ke depan gerbang Sajaya Farm. Setelah itu dia segera menyimpan nomor telepon Jay di ponselnya.

__ADS_1


"Hotel Lunar ya, sepertinya Sajaya Farm akan mendapatkan pelanggan kelas atas, kekeke." Aksa sangat bahagia di dalam hatinya karena dia akan mendapat bank berjalan sebentar lagi.


Setelah berpikir seperti itu, Aksa memutar nomor telepon Dito. "Halo, Pak Dito! Aku ada pekerjaan untuk Bapak dan yang lain, apakah Bapak kosong?'


"Oh, Pak Aksa. Ya, kebetulan sekali kami baru selesai mengerjakan proyek seminggu yang lalu. Jadi sekarang kami kosong," balas Dito.


"Bagus, aku ingin membangun area kuda lagi, tapi kali ini diperuntukkan bagi orang-orang kelas atas sehingga fasilitasnya harus lebih tinggi, apakah bisa?" Aksa menjelaskan pekerjaan untuk Dito.


"Oh, itu mudah bagi kami, asalkan ada uang yang cukup, hahaha." Dito menjawab sambil bercanda dengan Aksa.


"Hahaha, masalah uang itu urusan yang mudah. Lagipula Sajaya Farm bekerja sama dengan Hotel Lunar kali ini," kata Aksa sambil tertawa.


Di sisi lain, Dito sangat terkejut dengan perkataan Aksa tentang kerja sama Sajaya Farm dengan Hotel Lunar. Sebagai warga Kabupaten Banyumas, dia tentu saja tahu Hotel Lunar.


Hotel Lunar adalah sebuah hotel yang tidak bisa dijangkau oleh masyarakat biasa. Itulah sebabnya dia sangat terkejut dengan kerja sama antara Sajaya Farm dengan Hotel Lunar.


"Sepertinya ini akan menjadi menarik. Baiklah, aku menerima proyek ini, Pak Aksa!" Dito memutuskan untuk menerima pekerjaan yang Aksa minta.


Perusahaan Dito dan Sajaya Farm sudah menjalin hubungan yang cukup dekat. Bahkan bisa dikatakan kalau hubungan antara mereka sudah seperti teman dekat.


Jadi Dito tidak perlu ragu-ragu jika ada proyek dari Aksa. Apalagi biasanya Aksa akan memberikan proyek yang cukup besar, bukan proyek ikan teri yang tidak seberapa.


"Bagus, kalau begitu aku akan mengirimkan dana pembangunan ke akun rekening perusahaan Pak Dito sekarang juga," kata Aksa sambil tersenyum.


"Ya, silakan, Pak Aksa," balas Dito.


Aksa mengakhiri panggilan dan segera kembali ke ruang tamu. Dia langsung berkata kepada Sarah untuk segera mentransfer dana kepada rekening perusahaan Dito.


Karena sejak satu minggu yang lalu, semua anggaran dipegang oleh Sarah agar aman. Jadi itu sebabnya Aksa tidak bisa langsung mentransfer dana.

__ADS_1


__ADS_2