Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Kartu Padang Rumput dan Ide Area yang Baru


__ADS_3

Beberapa hari setelah event perburuan harta karun Sajaya Farm. Bulan sudah berganti menjadi Bulan April, Aksa sedang berada di dalam peternakan game untuk memeriksa toko game karena ada barang waktu terbatas.


Seperti biasanya, dia akan terkejut dengan barang yang ditawarkan. Bukan karena harga aslinya, melainkan karena fungsi atau efek dari barang tersebut.


[Kartu padang rumput]


[Keterangan: Sebuah kartu yang jika digunakan akan membuat sebuah lahan gersang menjadi lahan yang dipenuhi dengan rumput hijau yang sangat subur dan efek ini merupakan efek berkepanjangan.]


"Ini seperti sihir, mengubah lahan gersang yang tidak bisa ditumbuhi tanaman menjadi lahan yang dipenuhi dengan rumput subur," kata Aksa dengan nada kagum.


Tanpa ragu-ragu, Aksa langsung membeli kartu padang rumput tersebut dengan harga 6 ribu poin. Dia sudah memikirkan untuk membuka area baru namun belum tahu apa yang akan dibuka.


Kebetulan sekali ada kartu padang rumput ini yang membuat Aksa mengambil keputusan untuk membuka area hewan baru, yaitu kuda.


Aksa akan membuat dua bagian area kuda, yang pertama adalah area aman di mana pengunjung bisa berinteraksi dengan kuda. Di area ini juga terdapat rumah kuda, area makan kuda, area istirahat pengunjung, dan lainnya.


Sementara itu yang kedua adalah area bebas. Pengunjung bisa membawa kuda yang mereka inginkan dan menungganginya di area ini, jadi tidak akan mengganggu pengunjung lain.


Untuk area pacuan kuda, Aksa akan membuatnya nanti karena untuk mengembangkan area kuda juga cukup mahal sehingga keuangannya menjadi tipis apalagi membuat area pacuan kuda.


"Sistem, bisakah kamu merekomendasikan kuda yang cocok untuk Sajaya Farm?" tanya Aksa sambil duduk di atas rumput hijau.


[Sistem tidak akan memberikan saran, tapi ini memang harus disediakan oleh Host.]


[Pertama adalah kuda thoroughbred yang cocok dijadikan kuda pacu. Kedua adalah kuda morgan yang ramah dengan orang asing. Ketiga adalah kuda poni shetland yang cocok berinteraksi dengan manusia.]


Seperti yang dikatakan oleh Sistem, dia bukan memberi saran tapi memilihkan tiga kuda yang harus ada di area kuda Sajaya Farm karena ketiga kuda itu memiliki perannya masing-masing.


"Kuda thoroughbred akan dikesampingkan karena aku belum membuka pacuan kuda dalam waktu dekat. Jadi yang harus aku beli adalah kuda morgan dan kuda poni shetland, ya."


"Baiklah, setelah area kuda selesai dibangun, aku akan membeli masing-masing kuda sejumlah 25 ekor karena pasti ada banyak orang yang tertarik dengan kuda."


"Jika kurang, ya tambah lagi, aku tidak kekurangan poin untuk saat ini. Yang penting semuanya sudah direncanakan dan hanya tinggal menunggu pembangunan area kuda saja."

__ADS_1


Aksa menganggukkan kepalanya karena merasa kalau dia sudah memikirkan semua hal yang diperlukan untuk membina area kuda di Sajaya Farm.


Setelah itu Aksa keluar dari peternakan game, dia turun ke lantai bawah karena perutnya cukup lapar. Dan saat ia turun, aroma yang sangat wangi tercium dari arah dapur.


Ternyata ibunya sedang membuat sarapan untuk mereka. Kedua adik Aksa juga duduk di ruang makan sambil memainkan ponsel mereka masing-masing.


"Vira, Vina, kalian kapan ujian Tengah semesternya?" Aksa duduk di sebelah mereka dan bertanya.


"Hari ini!" jawab Elvira.


"Apakah kalian sudah belajar?" tanya Aksa lagi.


"Tentu saja sudah, aku bahkan belajar sampai larut malam!" kata Elvina dengan nada bangga.


"Bagus, jika kalian mendapatkan hasil yang bagus, aku akan memberikan kalian uang lebih." Aksa memberi kedua adiknya semangat dengan menjanjikan sebuah hadiah.


"Benarkah!?" Elvira dan Elvina berteriak dengan nada berharap dan menatap Aksa dengan naga berbinar-binar.


"Janji ya!" Elvira dan Elvina mengulurkan jari kelingking mereka.


"Ya, janji." Aksa juga mengulurkan jari kelingkingnya untuk saling mengaitkan jari sebagai tanda perjanjian.


Setelah itu makanan sudah selesai dibuat, Aji yang baru selesai mandi juga segera pergi ke ruang makan. Mereka sarapan dengan harmonis apalagi karena Elvira dan Elvina memiliki semangat yang tinggi.


Selesai makan, Aksa segera keluar dari rumah dan segera pergi ke gudang dengan motor roda tiga untuk mengangkut produk-produk peternakan. Sementara itu Elvira dan Elvina diantar ke sekolah oleh Aji menggunakan mobil baru.


"Ahh, hari yang cerah." Aksa menatap langit yang cerah ditambah udara pagi yang cukup sejuk membuat dirinya merasa nyaman.


Setelah sampai di gudang, Aksa masuk ke dalam peternakan game untuk mengeluarkan produk-produk peternakan. Sebelum pergi ke Sajaya Farm, dia menyalakan ponselnya untuk menelepon Dito.


Panggilan langsung terhubung, terdengar suara Dito dari balik telepon. "Aksa, apakah ada yang bisa saya bantu? Atau ada proyek lainnya? Hahaha."


Hubungan antar Aksa dan Dito sudah dekat sehingga mereka biasa bercanda satu sama lain. Dito juga memanggil nama Aksa langsung jika bukan urusan pekerjaan.

__ADS_1


"Pak Dito, aku ingin membuat area baru di Sajaya Farm dan itu membutuhkan bantuan Anda dan rekan-rekannya Anda juga. Apakah Pak Dito ada waktu luang hari ini?" tanya Aksa.


Dito menghentikan tawanya dan berkata dengan nada serius karena ini menyangkut pekerjaan. "Tentu saja, aku segera ke sana setelah menyelesaikan sarapanku."


"Terima kasih." Setelah itu Aksa mengakhiri panggilan dan segera pergi menuju Sajaya Farm setelah menutup pintu gudang dengan rapat.


"Tunggu, apakah aku perlu menelepon Pak Bayu juga?" Aksa kepikiran kalau dia perlu menelepon Bayu karena ini terkait dengan pengembangan area baru di Sajaya Farm dan Bayu berhak untuk tau.


Tapi karena sedang ada di jalan dan sedikit berbahaya menelepon sambil berkendara, Aksa memutuskan untuk menelepon Bayu saat sudah sampai di Sajaya Farm saja.


...----------------...


"Pak Aksa, area baru apa yang ingin Anda buka?" Dito bertanya kepada Aksa setelah dia datang ke Sajaya Farm dan bergegas ke kantor Aksa.


"Pak Dito, silakan duduk terlebih dahulu. Maaf, tapi tolong tunggu sebentar lagi karena aku juga menghubungi Pak Bayu." Aksa mempersilakan Dito untuk duduk terlebih dahulu.


"Baiklah." Dito mengangguk dan duduk di sofa. Mereka berdua mengobrol sambil menunggu kedatangan Bayu.


Tidak butuh waktu lama sebelum pintu kantor Aksa diketuk dan masuklah Bayu ke dalam. "Halo Pak Aksa, apakah Anda benar akan membuka area baru?"


"Nah, karena kalian berdua sudah datang, maka aku akan langsung ke topik pembahasan." Aksa mengangguk dan mulai menjelaskan rencananya kepada Dito dan Bayu.


Aksa menjelaskan rencana utama yang ada di otaknya, dan dengan sedikit tambahan saran dari Sistem. Dito dan Bayu juga memberi beberapa saran kecil sesekali untuk menyempurnakan rencana Aksa.


"Pak Aksa, yang tercepat adalah satu bulan dengan tenaga ekstra. Alasan tidak bisa lebih cepat adalah karena kami harus mensurvey dan menghitung medan dengan hati-hati," kata Dito setelah melakukan perhitungan sederhana.


Aksa mengangguk dan berkata, "Satu bulan itu lebih dari cukup, kalau begitu aku serahkan pada Anda dan yang lain untuk melakukan pembangunannya."


"Baik, serahkan itu pada kami." Dito mengangguk menerima pekerjaan dari Aksa.


Aksa juga mendiskusikan beberapa hal dengan Bayu dan bertanya apakah dia bisa meminta izin untuk membangun pacuan kuda.


Bayu mengangguk dan berkata kalau dia akan bertanya kepada para atasan. Namun dia juga menjamin kalau Aksa pasti akan mendapatkan izin karena proyek pacuan kuda sangat menghasilkan banyak keuntungan.

__ADS_1


__ADS_2