
"Kakak!" panggil Elvira dan Elvina kepada Aksa.
"Yo! Kalian mau langsung makan?" tanya Aksa kepada mereka berdua.
"Ya. Buatkan untuk teman-teman kita juga!" angguk Elvira sambil menunjuk beberapa teman di belakangnya.
"Ya..." angguk Aksa.
Aksa segera membuatkan makanan untuk kedua adiknya dan teman-teman mereka. Dia sengaja menambahkan nasi yang lebih banyak agar mereka semua bisa kenyang.
Sementara itu Elvira dan Elvina memperkenalkan Sarah kepada teman-teman mereka. Sarah juga tersenyum dan menyapa teman-teman dua adik Aksa itu.
"Kak Sarah, apa jualannya laris?" tanya Elvira kepada Aksa. Dia juga sedang mengelus-elus Simba yang sedang berbaring di gazebo.
"Syukurlah laris, banyak yang beli. Kamu tahu sendiri kalau produk Sajaya Farm tidak pernah gagal. Apalagi sekarang harga di sini sedikit lebih murah. Banyak siswa yang membelinya," jawab Sarah sambil tersenyum tipis.
"Tadi aku juga dengar ada beberapa orang yang membicarakan semur daging di sini sangat enak. Aku jadi ingin mencobanya juga," kata seorang perempuan yang membayangkan semur daging yang dijual Aksa.
"Ya, kita beruntung karena belum habis. Aku harus pergi ke Sajaya Farm kalau sudah habis, dan harganya sedikit lebih mahal," balas perempuan lainnya sambil tersenyum.
"Kalian bisa ke Sajaya Farm dengan harga murah kok. Tapi kalau kalian ke sana denganku dan Vira. Kakak sudah mengizinkannya," kata Elvina kepada teman-temannya.
Mereka berbincang-bincang dengan canda tawa. Setelah beberapa saat, Aksa membawa makanan pesanan mereka. Dia juga membuatkan makanan untuk Sarah karena Sarah berkata ingin makan bersama yang lain.
Sementara itu Aksa tidak makan sekarang, karena ada guru yang membeli dagangannya, dan dua karyawannya sedang istirahat di tempat lain yang lebih teduh.
"Mas baru di sini? Event sebelumnya saya belum pernah melihat Mas di sini," kata salah satu guru pria setengah baya berkacamata kepada Aksa.
"Iya Pak, saya baru di sini. Kebetulan adik saja panitia, jadi saya tahu kalau sekolah lagi mengadakan event. Kalau tidak, mungkin saya tidak ada di sini," jawab Aksa sambil membungkus pesanan.
__ADS_1
"Oh? Kalau boleh tahu siapa adik Mas? Kebetulan saya juga panitia Mas, di bagian tata panggung," tanya guru tersebut kepada Aksa.
"Elvira dan Elvina, Pak. Itu anaknya ada di gazebo, yang kembar," kata Aksa sambil menunjuk ke arah Elvira dan Elvina yang ada di gazebo.
"Oh, mereka ternyata. Kebetulan saya mengajar di kelas mereka. Jadi Mas itu kakak mereka ya, kelihatan beda, hahaha," kata guru tersebut sambil tertawa.
"Oh ya? Kebetulan sekali, Pak," balas Aksa yang sedikit terkejut.
Aksa merasa kalau pria di depannya adalah guru yang baik. Jadi, dia memutuskan untuk menambah porsi pesanannya secara diam-diam, hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih.
Elvira dan Elvina yang sedang berbincang-bincang kebetulan juga melihat guru mereka. Jadi mereka menyapa guru tersebut dan mengobrol sebentar hanya sekedar basa-basi saja.
Setelah beberapa menit, Aksa sudah menyelesaikan pesanan para guru. Sekarang, karena sudah tidak ada yang beli, Aksa memutuskan untuk makan siang karena dia sudah sangat lapar.
"Kakak, kami pergi dulu!" kata Elvira kepada Aksa sambil meletakkan piring bekas makanannya.
Aksa bahkan belum menanggapi, tapi dua adiknya itu sudah menghilang entah ke mana dengan teman-teman mereka. Jadi, sekarang hanya ada Aksa dan Sarah yang duduk di gazebo.
"Aksa. Rasanya cukup menyenangkan berjualan seperti ini. Mungkin karena aku baru pertama kali, jadi rasanya agak berbeda gitu," kata Sarah sambil memandang langit yang sedang cerah.
"Hm? Kamu ada benarnya juga. Tapi kita juga tidak bisa melakukan hal ini lagi. Palingan jika ada event sekolahan seperti ini lagi," balas Aksa sambil makan ayam geprek super pedas yang dia buat barusan.
"Ngomong-ngomong, apakah bahan-bahan sudah dipasok ke Madhang area?" tanya Sarah dengan penasaran. Alasannya adalah karena dia tidak pernah melihat Aksa atau karyawan lain membawa bahan-bahan peternakan ke Madhang area.
"Aman kok. Kita memang tidak mengirim ke sana, tapi mereka yang mengambilnya di gudang. Kecuali kalau butuh saat sedang mendesak, kita akan mengirimkannya ke sana," jawab Aksa tanpa mengalihkan pandangannya.
Bayu lah yang meminta seperti itu. Hal ini agar bisa menambah lapangan pekerjaan lain. Kalau semuanya Sajaya Farm yang mengurus, warga lokal tidak akan memiliki kesempatan untuk menghasilkan uang.
Lagipula Madhang area juga dibuat untuk menyejahterakan rakyat Kabupaten Banyumas. Pemerintah sangat mementingkan hal ini, dan tidak akan membuat satu kesalahan apapun.
__ADS_1
...----------------...
Sore harinya, Aksa dan Sarah sudah membereskan barang-barang kios. Dua karyawan Sajaya Farm juga sudah pulang, karena tugas mereka memang sudah selesai.
Sekarang, Aksa dan Sarah sedang menunggu pengurus sekolah untuk membayar sewa tempat. Karena pada awalnya Aksa hanya membayar dp nya saja, tidak semua.
"Sarah, kamu tunggu di sini sebentar. Aku akan membayar sewa tempat dulu," kata Aksa kepada Sarah.
"Ya, aku tunggu di sini," angguk Sarah.
Aksa segera menghampiri Tiko, yang dia temui dua hari yang lalu. Setelah berbincang-bincang sebentar, Aksa mentransfer sejumlah uang sebagai biaya sewa tempat kiosnya hari ini.
Setelah membayar sewa, Aksa dan Sarah segera kembali ke Sajaya Farm. Sarah menggunakan mobilnya sendiri, sedangkan Aksa menggunakan motor roda tiganya sambil membawa barang-barang kios.
Untuk Elvira dan Elvina, mereka akan dijemput oleh Aji nanti, jadi Aksa tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Setelah sampai di Sajaya Farm, Aksa langsung meminta Galih dan yang lain untuk memindahkan barang-barang kios.
Lalu, Aksa pergi ke kantornya. Setelah mengunci pintu kantor, Aksa langsung masuk ke dalam peternakan game, karena barusan ada notifikasi misterius dari Sistem.
"Oi Sistem! Mengapa kamu memberikan notifikasi yang misterius seperti itu?" tanya Aksa dengan kesal karena dia harus berlari ke kantornya agar bisa masuk ke dalam peternakan game.
Pesan misterius dari Sistem adalah seperti ini, [Selamat, Host mendapatkan sesuatu yang menarik.]
[Host perlu memeriksanya sendiri, agar bisa tahu dengan lebih jelas. Kalau Sistem memberitahu Host saat perjalanan, Host akan menabrak pembatas jalan.]
Sistem malah membalas dengan ejekan. Bisa dipastikan kalau Sistem sedang tertawa kalau dia punya tubuh. Aksa menghela napas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan balasan dari Sistem.
Jadi, untuk memuaskan rasa penasarannya, Aksa memutuskan untuk memeriksa apa yang dia dapatkan. Setelah mendengar perkataan Sistem, dia menjadi sangat tertarik dengan ini.
Kemudian, betapa terkejutnya Aksa saat melihat apa yang dia dapatkan. Karena itu adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh Azam dari dulu.
__ADS_1