Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Sarah yang Bergabung dan Membuat Video Iklan


__ADS_3

"Apakah ini?" tanya Sarah setelah sampai di Sajaya Farm.


"Ya," angguk Aksa dengan rasa bangga.


"Tapi belum ada papan namanya?" Sarah melihat kalau di pintu masuk tidak ada papan nama.


"Ah ya, aku baru memikirkannya kemarin dan baru memesan papan nama, diperkirakan akan tiba besok." Aksa juga menjelaskan arti dari Sajaya Farm kepada Sarah.


"Pandu aku," kata Sarah.


"Silakan." Aksa mempersilakan Sarah untuk masuk ke dalam Sajaya Farm.


Aksa menjelaskan area-area yang mereka lewati seperti taman bunga matahari di dekat pintu masuk dan pengunjung bisa berinteraksi dengan hewan-hewan kecil yang dilepaskan di sana.


"Semua karyawan sudah lengkap, namun untuk barang-barang juga diperkirakan akan tiba besok. Untuk bahan-bahan di restoran, karyawan sedang membelinya," kata Aksa.


Aksa memberitahu apa saja barang-barang yang akan digunakan untuk souvernir dan menu di dalam restoran juga terkait dengan peternakan dan ada beberapa makanan berbentuk hewan ternak agar menggugah selera.


"Baru ada tiga hewan ternak di sini, sapi perah, kambing, dan ayam petelur. Pengunjung juga bisa berinteraksi dengan mereka dan bisa memerah susu, mengambil telur ayam, dan lain sebagainya," jelas Aksa.


"Pertanyaan, mengapa area sungai belum dibangun?" tanya Sarah.


"Itu karena aku belum menemukan ikan yang berkualitas untuk ditaruh di sungai." Aksa menjelaskan rencananya untuk area sungai.


Sarah menganggukkan kepalanya, ia juga tidak melihat adanya masalah dengan rencana Aksa yang membuat kesan Aksa menjadi semakin tinggi di matanya.


Bagi Sarah, Aksa adalah pria yang pemberani namun juga berhati-hati. Aksa sudah merencanakan semua hal di masa depan dan hanya tinggal menunggu waktu saja.


Sebenarnya, sebelum menelepon Aksa, Sarah sudah memeriksa informasinya dan terkejut kalau Aksa berasal dari keluarga yang miskin.


Ia juga mengagumi keberanian Aksa untuk mengubah lahan kosong warisan dari leluhurnya untuk dijadikan sebagai tempat wisata peternakan.


"Baiklah, aku akan bergabung denganmu." Sarah memutuskan untuk menjadi karyawan Aksa.


"!!" Aksa membuka mulutnya karena tercengang.


"Apa?" Sarah juga memperhatikan reaksi Aksa.


"Yah, aku tidak menyangka kamu akan langsung memutuskannya." Aksa menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


"Lalu, aku dipekerjakan sebagai apa?" tanya Sarah.


"Um, aku membutuhkan orang yang bisa mengelola keuangan, apakah kamu bisa?" Sebenarnya Aksa tidak tahu mempekerjakan Sarah sebagai apa karena ia juga belum mengetahui apapun mengenai Sarah.


"Keuangan? Tepat sekali aku lulusan dari jurusan itu." Sarah mengangguk tidak keberatan dipekerjakan di bagian keuangan.


Aksa mengangguk dengan bahagia karena ia mendapatkan karyawan berkualitas S dengan sangat mudah. Ia segera ke kantor miliknya di area pusat untuk mencetak kontrak kerja.

__ADS_1


Ia sudah berkonsultasi dengan seorang pengacara untuk membuat kontak kerja agar tidak ada kesalahan yang nanti malah menimbulkan masalah besar.


Sarah menandatangani kontrak kerja tersebut yang di mana ia akan bekerja sebagai pengelola keuangan selama tiga bulan terlebih dahulu, lalu setelah itu kontrak akan diperpanjang.


"Ngomong-ngomong, apakah kamu ingin membawa produk peternakan? Sebelum aku membuat Sajaya Farm, aku menjual produk peternakan." Aksa bertanya kepada Sarah.


"Boleh. Tapi bisakah aku mencoba susunya di sini?" tanya Sarah.


"Tentu saja, mau susu murni atau susu kambing?" Aksa berdiri dan bersiap untuk mengambil produk peternakan.


Sarah berpikir sebentar sebelum menjawab, "Aku sudah meminum susu sapi saat sarapan. Jadi, susu kambing saja, tolong."


Aksa mengangguk dan keluar dari kantor, ia pergi ke toilet di dekat kantor. Setelah mengunci pintu, ia masuk ke dalam peternakan game dan mengambil satu keranjang telur, dan beberapa botol susu murni dan susu kambing.


[Susu kambing: Kualitas D]


[Keterangan: Susu kambing yang memiliki rasa kambing. Rasa +2]


Seperti biasa Aksa mengabaikan pengenalan dari Sistem yang tidak profesional. Ia keluar dari peternakan game dan kembali ke kantornya.


Sarah tertegun melihat Aksa membawa banyak sekali produk peternakan. "Padahal kamu tidak perlu memberikanku banyak sekali produk peternakan."


"Tidak apa-apa, semua karyawan aku berikan produk peternakan." Aksa menaruh produk peternakan di atas meja dan mendorong susu kambing ke depannya.


"Permisi." Sarah membuka tutup botolnya lalu meminum susu kambing pelan-pelan.


"Enak bukan? Produk peternakan milikku ini sangat spesial, susu murni dan telur ayam juga lebih enak dibandingkan dengan yang biasa." Aksa tersenyum dengan reaksi Sarah yang terkejut.


"Jujur saja aku bergabung hanya karena penasaran, tapi sekarang aku menantikan hari di mana Sajaya Farm dibuka." Sarah tersenyum tulus.


Seperti sebelumnya, Aksa tertegun karena terpesona dengan senyuman Sarah yang sangat indah. Sarah selalu memasang wajah dingin namun sekalinya tersenyum, senyumannya bisa melelehkan hati.


"Ya, aku juga menantikan bekerja denganmu." Aksa tersenyum dan berjabat tangan dengan Sarah.


...----------------...


"Apakah ini tempatnya?" Aksa melihat gedung besar di depannya.


Setelah mengantar Sarah pergi, Aksa menelepon Bayu untuk bertanya apakah dia memiliki kenalan seseorang yang bisa membuat iklan karena sebentar lagi Sajaya Farm akan dibuka.


Beberapa hari ini Aksa selalu bertanya kepada Bayu karena dia adalah orang dari biro pariwisata dan pastinya mengenal banyak orang.


Hal tersebut adalah sesuatu yang membuat Aksa tidak berdaya karena apa yang tidak ia miliki adalah koneksi dengan orang-orang di berbagai lapisan masyarakat.


Teman-teman Aksa hanyalah teman SMA namun karena Aksa tidak kuliah, komunikasi Aksa dengan mereka terputus. Jadi sekarang Aksa bisa dikatakan tidak memiliki teman.


Aksa masuk ke dalam gedung tinggi di depannya, ia berjalan menuju lift dan pergi ke lantai 4 di mana di sana adalah perusahaan periklanan yang Bayu sarankan.

__ADS_1


Keluar dari lift Aksa melihat ada dua orang resepsionis, salah satu resepsionis bertanya apa yang Aksa butuhkan dan Aksa memberitahu resepsionis tersebut. Resepsionis itu tersenyum dan menuntun Aksa menuju ruangan.


"Aksa?" Seorang pria yang seumuran dengan Aksa memasuki ruangan dan terkejut saat melihat Aksa.


"Ivan?" Aksa tertegun karena melihat teman SMA nya berada di depannya.


"Wah ini benar kamu, Aksa!" Pria muda yang bernama Ivan itu langsung memeluk Aksa.


Ivan adalah salah satu teman dekat Aksa saat di SMA. Anak ini sama pintarnya dengan Aksa namun berbeda bidang. Ivan diterima di salah satu universitas ternama di ibukota yang membuatnya harus pindah ke sana.


"Kapan kamu pulang? Bukankah seharusnya beberapa bulan lagi untuk mahasiswa lulus?" tanya Aksa.


"Beberapa hari lalu. Memang benar, tapi aku lulus beberapa bulan lebih awal karena aku sudah menyelesaikan semua SKS dan sedang magang di sini," jawab Ivan dengan senang hati.


"Seperti biasa kamu ini memang pintar ya." Aksa tidak heran dengan Ivan yang lulus lebih awal dibandingkan dengan yang lain.


"Tentu saja! Ngomong-ngomong, mengapa kamu di sini?" tanya Ivan dengan penasaran.


"Ah, begini." Aksa menjelaskan kalau dia sedang membutuhkan sebuah iklan untuk Sajaya Farm.


Namun Aksa tidak mengatakan kalau Sajaya Farm dibuat dengan tanah warisan karena itu akan mengejutkan orang-orang dan tidak ada gunanya memberitahu juga.


"Sialan, kamu sudah berbisnis!? Gila, tadinya aku mau sombong karena lulus lebih awal tapi kamu langsung menghancurkan kesombonganku." Ivan terkejut dengan Aksa yang membuka wisata peternakan.


"Hahaha, jadi, apakah kamu akan mengambil pekerjaan ini?" Aksa tersenyum.


"Hanya orang bodoh yang tidak ingin mengambil pekerjaan ini. Tunggu sebentar, aku akan memanggil tim ku." Ivan keluar dari ruangan untuk memanggil tim nya.


Ivan adalah ahli dalam mengedit foto dan video, oleh karena itu Ivan tidak bisa membuat sebuah iklan seorang diri karena ia tidak ahli dalam memegang kamera.


Setelah beberapa saat, Ivan kembali dengan satu orang pria dan dua orang wanita. Mereka bertiga adalah tim Ivan, yang memiliki tugas masing-masing.


Aksa mengangguk, mereka kemudian keluar dari gedung dan pergi menuju Sajaya Farm untuk mensurvei tempat sebelum membuat pesanan iklan.


Sesampainya di sana, Ivan dan timnya tercengang dengan Sajaya Farm karena tempat ini sangat indah dengan nuansa ala peternakan-peternakan luar negeri yang terkenal.


...----------------...


"Jadi, kamu akan membuat iklan apa?" tanya Ivan setelah ia dan timnya berkeliling.


"Tentu saja iklan digital. Iklan media cetak terlalu ketinggalan zaman dan iklan televisi terlalu mahal," jawab Aksa yang sudah memutuskan.


"Baiklah." Ivan mengangguk lalu mulai menjelaskan beberapa harga video iklan digital yang berdurasi 30 detik.


Tanpa ragu-ragu, Aksa memesan yang paling mahal yaitu 10 juta rupiah karena ini adalah iklan pembukaan dan harus memilih yang terbaik. Aksa juga tidak kekurangan uang saat ini, jadi ia memilih yang paling mahal.


"Sepertinya kamu sudah kaya. Baiklah, kami akan langsung merekam." Ivan dan timnya mulai bekerja setelah Aksa membayar uang muka.

__ADS_1


__ADS_2