
Hari-hari berikutnya, Sajaya Farm beroperasi seperti biasanya. Semakin banyak pengunjung yang datang karena mereka tertarik dengan berkuda.
Tapi mereka juga bertanya-tanya tentang area yang sedang dibangun di sebelah area kuda. Aksa memang belum memberitahu kepada orang-orang kalau Sajaya Farm bekerja sama dengan Hotel Lunar.
Itu karena target dari area kuda khusus adalah para pelanggan kelas atas Hotel Lunar yang merupakan orang-orang dengan status tidak biasa. Jadi percuma saja jika memberitahunya kepada orang-orang biasa.
Sekarang Aksa sedang berada di kandang kuda karena dia sedang melakukan perawatan untuk kuda-kuda. Di dekatnya ada Lisa dan timnya yang sedang memegang kamera.
"Kamera sudah siap?" tanya Aksa kepada Lisa dan timnya.
"Semua siap, Bos." Lisa mengangguk. Mereka akan merekam kegiatan Aksa untuk membuat sebuah video musik pendek.
"Bagus, kalah begitu, ayo mulai." Aksa mengangguk, dia segera berjalan ke arah tumpukan jerami, dia mengambilnya dan memberi kuda-kuda itu makan.
"Niegh!!" Kuda itu gembira karena diberi makan oleh Aksa. Seperti hewan yang lain, mereka sangat senang dengan kehadiran Aksa.
"Makan yang banyak ya, agar kalian lebih sehat." Aksa tersenyum dan memberikan jerami kepada kuda-kuda itu. Kemudian dia mengelus-elus bulu mereka.
Lisa dan timnya juga tersenyum karena mereka juga sudah tahu kalau Aksa memiliki hubungan yang sangat dekat dengan hewan-hewan yang ada di Sajaya Farm. Bahkan hewan-hewan ternak juga mematuhi perkataan Aksa dengan baik.
"Selanjutnya, kita akan membersihkan kuku kuda!" Aksa berjalan menuju kuda yang akan dibersihkan kukunya.
Dia meminta kuda itu untuk berdiri dengan diam, dia mengambil alat khusus dan memegangi kaki kuda. Kemudian dia melepas sepatu kuda dengan hati-hati.
Melepas sepatu kuda cukup sulit dan biasanya dilakukan oleh seorang ahli atau profesional. Tapi karena kudanya bersikap kooperatif, Aksa bisa melakukannya dengan sangat mudah meskipun dia masih pemula.
Setelah itu ada seorang karyawan yang membawa ember besar dan memasukkan air hangat ke dalam ember tersebut sampai penuh.
"Air hangat? Itu untuk apa?" Lisa bertanya kepada Aksa karena dia sama sekali tidak tahu fungsi dari air hangat tersebut.
__ADS_1
"Untuk merendam kaki kuda selama beberapa menit untuk membantu melunakkan kuku dan membersihkannya lebih baik," jawab Aksa dengan mantap.
Lisa dan timnya mengangguk paham dengan penjelasan Aksa. Mereka juga baru tahu kalau kuda juga perlu merendam kakinya dengan air hangat.
Jadi, Aksa meminta kuda itu untuk memasukkan kakinya ke dalam air hangat. Sembari menunggu, Aksa juga melepas sepatu kuda di kakinya yang lain.
Setelah keempat kaki kuda sudah direndam dengan air hangat, Aksa segera membersihkan kuku kuda dengan sikat khusus dan sabun agar bersih dan tidak ada kotoran yang menempel.
"Lisa, coba bersihkan kuku kuda yang satu ini." Aksa menyerahkan sikat kuku kuda itu kepada Lisa sambil tersenyum.
"Apakah tidak apa-apa?" Lisa bertanya dengan ragu-ragu. Dia juga ingin mencobanya tapi sedikit takut jika diserang oleh kuda itu.
"Tidak apa, kamu juga tahu kalau hewan-hewan Sajaya Farm sangat patuh kepadaku." Aksa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Baiklah." Lisa menelan ludahnya dengan gugup. Kemudian dia maju dan mengambil sikat dari tangan Aksa dan mulai membersihkan kuku kuda itu.
Gerakan Lisa sedikit kikuk karena baru pertama kali mencoba tapi tidak ada yang tertawa karena itu memang wajar. Hanya Aksa saja yang tidak wajar karena bisa langsung bisa meskipun baru pertama kali mencoba.
Karena jika memotong kuku kuda terlalu pendek akan menyebabkan kuda kesakitan saat berjalan atau berlari dan nantinya malah akan membuatnya cedera.
Setelah itu kuku yang sudah dipotong dengan rapi dibersihkan lagi agar semakin bersih. Baru setelah itu Aksa memasang sepatu kuda.
Pertama, Aksa mengukur telapak kaki kuda dengan teliti. Setelah itu dia memotong sepatu kuda sesuai dengan ukuran telapak kaki kuda yang sudah diukur menggunakan gergaji.
Kedua, Aksa meletakan sepatu kuda yang sudah dipotong dengan ukuran yang sesuai di bawah telapak kaki kuda dengan hati-hati.
Ketiga, Aksa menempatkan ujung paku yang tajam di bawah sepatu kuda dan memukulnya menggunakan palu dengan tenaga yang sangat kuat.
"Ahh! Bos! Kenapa Bos menusuk kaki kuda!?" Lisa berteriak dan mencoba untuk menghentikan tindakan Aksa karena dia berpikir kalau Aksa sedang menyakiti kuda itu.
__ADS_1
Aksa dan tim Lisa tertegun karena tidak menyangka kalau Lisa akan bertindak seperti itu. Kemudian mereka tertawa terbahak-bahak bahkan kuda itu juga bersuara dengan gembira seolah-olah dia ikut tertawa.
"A-apa!?" Lisa mengusap air mata di wajahnya dengan punggung tangannya dan bertanya kepada yang lain karena dia sama sekali tidak tahu mengapa Aksa dan timnya tertawa terbahak-bahak.
"Lisa, kamu ini belum pernah melihat pemasangan sepatu kuda ya?" Aksa menghentikan tawanya dan bertanya kepada Lisa dengan suara bercanda.
Lisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata dengan curiga, "Belum pernah. Memangnya ada apa?"
"Untuk memasang sepatu kuda memang perlu dipaku. Meskipun kuda bisa merasakan rasa sakit, tapi selama pemasangannya benar, dia tidak akan merasakan sakit," jelas Aksa dengan nada tidak berdaya.
Kuda sebenarnya dapat merasakan sakit, termasuk ketika sepatu kuda dipaku. Namun, mereka memiliki kulit kaki yang lebih tebal dan sensitivitas yang berbeda dibandingkan dengan manusia.
Penggunaan sepatu kuda yang dipaku dilakukan dengan hati-hati oleh seorang profesional yang terlatih untuk meminimalkan rasa sakit dan kerusakan pada kaki kuda.
Selain itu, kuda juga biasanya diberi obat penghilang rasa sakit saat pemasangan sepatu untuk mengurangi ketidaknyamanan yang mungkin mereka rasakan.
Meskipun kuda mungkin tidak mengekspresikan rasa sakit seperti manusia, mereka tetap merasakannya dan perawatan yang baik sangat penting untuk kesejahteraan mereka.
"Jadi begitu, maafkan aku." Lisa menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena dia sama sekali tidak tahu akan hal itu.
"Hahaha, tidak apa-apa." Aksa tertawa dan melanjutkan pemasangan sepatu kuda.
Lisa dan timnya juga merekam dengan serius, kemudian setelah satu jam berlalu, proses pemasangan sepatu kuda sudah selesai dan mereka juga berhenti melakukan rekaman.
Lisa dan timnya segera pergi ke kantor khusus mereka untuk memeriksa dan mengedit video yang baru saja direkam. Mereka juga perlu menambahkan backsound untuk membuat videonya lebih ekspresif.
Sementara itu Aksa kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk. Dia melakukan pekerjaannya sambil mendengarkan musik agar lebih semangat lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Maaf, satu dulu ya. Author lagi sakit parah, uhuk uhuk.
(╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥)