Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Zoe yang Bergabung Menjadi Agen Rahasia


__ADS_3

"Bagus, tugas kalian adalah pergi ke rumah milik keluarga Kevin dan menyusup ke dalamnya. Rekam semua hal yang terjadi di sana, dan ambil sesuatu yang mencurigakan. Simba, kamu akan menuntun Zoe nanti karena kamu pernah ke sana," kata Aksa.


Simba mengangguk seperti manusia tanda bahwa dia sudah paham dengan tugas dari Aksa. Di sebelahnya, Zoe hanya menjulurkan lidahnya dengan gembira karena diberi tugas.


Sekarang masih siang, mereka akan menyusup ke rumah keluarganya Kevin nanti malam. Jadi untuk sekarang Aksa memperlihatkan wajah-wajah keluarga Kevin agar mereka berdua ingat.


...----------------...


Sementara itu di dunia maya, ada banyak sekali berita mengenai kejadian di perlombaan balap sampan babak final yang diadakan hari ini di Sajaya Farm.


Judul beritanya juga banyak yang dibesar-besarkan, dan jika orang pintar membaca semua berita ini, mereka akan menyadari kalau isi dalam berita tersebut adalah omong kosong.


"Kelompok yang melakukan kecurangan di perlombaan balap sampan yang di adakan oleh Sajaya Farm!"


"Ternyata alasan mengapa kelompok sampan ayam melakukan kecurangan adalah karena Sajaya Farm sendiri yang menyuruhnya untuk meningkatkan popularitas!"


"Blokir Sajaya Farm yang melakukan segala cara agar mendapatkan popularitas!"


Sajaya Farm tidak melakukan apapun terkait judul berita yang berlebihan tersebut. Para karyawan sudah diberitahu oleh Aksa untuk jangan melakukan apapun selain menyelidiki masalah ini.


Namun yang tidak disangka-sangka oleh para karyawan adalah pengunjung yang sudah datang ke Sajaya Farm membela mereka dan melawan berita-berita hoax tersebut.


Alasan para pengunjung membela Sajaya Farm adalah karena tempat wisata ini sangat menyenangkan dan membawa kebahagiaan. Harga barang yang ada di sana memang lebih mahal, tapi itu sesuai dengan kualitasnya.


Produk-produk peternakan juga sangat digemari oleh mereka, apalagi orang-orang kaya yang sudah merasakan banyak sekali jenis makanan mencerahkan mata saat mencoba produk peternakan Sajaya Farm.


Pemerintah juga sedang menyelidiki masalah ini dengan ketat, namun mereka menyadari kalau segala sesuatu di baliknya tidak sesederhana yang terlihat.


Para pejabat pemerintah ini tentu saja mengenal Albar dan perusahaan investasinya. Perusahaan tersebut sangatlah terkenal dan negara juga mendapat banyak keuntungan dari pajak perusahaan tersebut.


Di satu sisi, ada Aksa dengan Sajaya Farm yang sedang naik daun. Di sisi lain, ada Albar dengan perusahaan investasinya yang sudah menyumbangkan banyak keuntungan.

__ADS_1


Di biro pariwisata, di kantor milik Bayu. Dia sedang duduk sambil membaca berita-berita mengenai Sajaya Farm. Di depannya juga ada satria yang dari tadi mengerutkan keningnya.


"Pak Bayu, aku curiga kalau ada orang yang memanipulasi media," kata Satria dengan wajah serius karena orang yang bisa memanipulasi media adalah orang yang memiliki kuasa dan uang.


Bayu memeriksa ponselnya dan berkata, "Tidak perlu curiga, itu memang benar. Aku baru dapat kabar dari atasan kalau yang melakukan ini adalah Albar dari Jakarta, anaknya, si Kevin bermusuhan dengan Aksa."


"Apa!?" Satria berdiri dengan tiba-tiba, dia terkejut karena kecurigaannya benar bahwa ada orang yang memanipulasi media.


Namun yang membuatnya paling terkejut adalah orang yang melakukan hal tersebut adalah Albar yang merupakan pemilik dari perusahaan investasi terkenal di Jakarta.


"Mari beritahu Aksa, kita perlu membantunya secara diam-diam. Bagaimanapun, Albar sudah melakukan sesuatu yang buruk dan perlu dihukum. Tapi mengingat statusnya yang tidak biasa, kita hanya bisa bertindak diam-diam," kata Bayu dengan nada serius.


Satria mengangguk dengan paham, dia juga tahu kalau meskipun Albar sudah melakukan sesuatu yang buruk, polisi tidak akan menangkapnya setelah pertimbangan pro dan kontra.


Perusahaan Albar menyumbangkan banyak sekali uang lewat pajak kepada negara. Jadi jika Albar ditangkap, otomatis perusahaan itu menurun dan uang pajak juga akan berkurang.


Pejabat pemerintah juga tidak berdaya, bukannya mereka tidak mau membantu tapi karena tidak bisa. Uang pajak dari perusahaan investasi Albar sangat membantu negara.


...----------------...


Malam harinya, Aksa mengendarai motor milik Galih menuju komplek perumahan keluarga Kevin. Di jok belakang ada Simba yang sedang duduk dan di depan Aksa ada Zoe yang duduk dengan kedua kaki depannya di bagian stang motor.


Aksa melewati jalan yang sepi agar tidak difoto oleh pejalan kaki. Setelah beberapa menit, mereka semua sampai di taman dekat perumahan keluarga Kevin tinggal.


Aksa memasang kamera mini di leher Simba dan Zoe, kamera yang digunakan kali ini lebih kecil dari sebelumnya karena Aksa sudah membeli kamera baru yang ukurannya lebih kecil lagi.


"Makan ini." Aksa memberikan snack kucing dan anjing kepada Simba dan Zoe.


Mereka berdua memakannya dengan nikmat, setelah menghabiskan snack nya, mereka berdua segera melompati tembok perumahan dan mencari rumah milik keluarga Kevin.


Simba sudah pernah ke sana sebelumnya jadi ia sudah tahu jalan dan menuntun Zoe agar dia tidak kesasar. Setelah sampai, mereka mencari-cari celah untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Meong." Simba memanggil Zoe untuk mengikutinya.


"Guk." Zoe menggonggong pelan agar tidak ketahuan.


Mereka berdua saat ini sangat akur karena tahu kalau tugas yang sedang mereka lakukan cukup penting. Jadi mereka melupakan keluhan di antara mereka dan melakukan tugas dengan baik.


Simba sudah menemukan celah untuk masuk dan itu adalah pintu balkon di lantai dua yang terbuka lebar. Mereka berdua memanjat pohon dan menggunakan dahan untuk mencapai balkon.


Di balkon ada meja dan kursi, di atas meja ada piring dan gelas yang masih ada sisa makanan. Sepertinya keluarga Kevin baru saja makan malam di sana dan lupa untuk menutup pintu.


Simba masuk duluan untuk mengamati situasi, di lantai dua ada pintu kamar yang sedikit terbuka. Simba tahu itu kamar siapa karena sudah pernah masuk ke dalam.


Kemudian setelah beberapa saat tidak ada pergerakan di lantai dua, Simba memanggil Zoe. Mereka berdua pertama-tama turun ke lantai satu melewati tangga.


Di lantai satu juga sudah sepi dan sunyi, mereka bergerak dengan hati-hati agar tidak ketahuan. Mereka berpencar untuk mencari sesuatu yang mencurigakan.


Zoe masuk ke dalam salah satu ruangan yang cukup kecil, di dalam ruangan itu ada rak buku yang besar, meja kerja yang terlihat mahal, komputer dengan dua monitor di atas meja, kursi dan sofa empuk, dan hiasan mewah lainnya.


Zoe tidak tahu ruangan apa ini, tapi ia tahu ini ruangan yang penting karena pemiliknya selalu menggunakan komputer. Jadi dia berkeliling ruangan untuk mencari sesuatu.


Kebetulan sekali di sudut mata Zoe terlihat brankas yang terbuka, Zoe tahu kalau brankas adalah benda yang penting karena pemiliknya memiliki brankas di dalam kamarnya dan di sana menyimpan banyak kertas yang tidak ia ketahui.


Brankas itu juga terbuka dan di bawah ada kertas yang berserakan, tanpa pikir panjang Zoe segera menggeledah brankas dan mengeluarkan semua isi yang ada.


Kemudian Zoe keluar dari ruangan untuk memanggil Simba. Simba yang melihat tindakan Zoe segera mencerahkan matanya karena ia juga tahu apa itu brankas.


"Meong!" Simba bersuara untuk memuji Zoe.


"Guk!" Zoe juga menggonggong dengan senang karena telah melakukan sesuatu yang baik.


Jadi mereka berdua mencari tas kecil dan memasukan semua isi dari brankas ke dalam tas. Zoe membawa tas tersebut dengan mulutnya sementara Simba ada di depan untuk mengamati situasi.

__ADS_1


Setelah tidak ada yang penting lagi, mereka berdua keluar dari rumah milik keluarga Kevin lewat balkon tadi dan segera menuju ke lokasi Aksa yang ada di taman dekat perumahan.


__ADS_2