Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Langsung Pergi ke Sekolah Elvira dan Elvina


__ADS_3

"Hm, jadi dekorasinya sudah selesai?" kata Aksa. Dia melihat ada banyak spanduk dan tulisan-tulisan besar tentang ulang tahun sekolah.


Di sudah sampai di sekolah kedua adiknya. Saat dia masuk melalui gerbang, kebetulan sekali bel pulang berdering. Jadi, sekarang dia jadi pusat perhatian karena dia bukanlah anak SMA.


"Terakhir kali aku ke sini saat Vira dan Vina diculik, ya..." batin Aksa. Dia melihat sekeliling di mana sudah ada banyak dekorasi, pernak-pernik, aksesoris, dan lain sebagainya.


Sambil berjalan, dia juga mengingat masa-masa SMA nya dulu. Meskipun dia bukan panitia, tapi dia juga menikmati saat ada acara ulang tahun sekolah.


Bahkan bisa dikatakan kalau Aksa adalah orang yang sangat bersemangat dengan acara seperti ini. Alasannya adalah karena acara di sekolah gratis untuk siswanya, mereka hanya perlu mengeluarkan uang untuk jajan.


Sebagai anak dari keluarga miskin, Aksa tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bersenang-senang secara gratis. Itulah sebabnya dia menjadi orang yang paling bersemangat.


"Sial, aku malah mengingat masa lalu," kata Aksa sambil menepuk dahinya.


Dia berjalan menyusuri koridor. Elvira dan Elvina sekarang sudah jelas 11, jadi kelas mereka ada di area tengah. Saat dekat dengan kelasnya, Aksa melihat kalau lapangan sekolah juga ada banyak kios.


"Hm, jadi nanti aku akan berjualan di sana ya," pikir Aksa sambil mengamati kios-kios yang ada di lapangan.


"Kakak!" Pada saat ini, Elvina keluar dari kelas untuk memeriksa. Kemudian dia melihat kalau Aksa sudah datang, jadi dia segera berlari dan memanggilnya. Elvira juga keluar dari kelas dan berlari mengikuti adiknya.


"Yo!" balas Aksa sambil tersenyum kepada mereka berdua.


"Kakak, aku sudah menghubungi guruku. Tapi kepala sekolah sedang tidak ada sekarang," kata Elvira kepada Aksa.


"Jadi Kakak harus bicara dengan guru panitia," timpal Elvina.


"Baiklah, di mana beliau sekarang?" tanya Aksa kepada kedua adiknya itu.


"Itu." Elvira dan Elvina menunjuk ke suatu arah. Aksa mengikuti arah yang ditunjuk dan melihat kalau ada seorang guru pria yang sedang berbicara dengan seseorang.


"Namanya Pak Tiko, beliau adalah guru fisika!" kata Elvira kepada Aksa yang memberitahu nama guru panitia tersebut.

__ADS_1


"Baiklah. Kalian berdua tunggu di sini saja, aku akan pergi bicara dengan Pak Tiko," angguk Aksa. Kemudian dia berjalan menghampiri Tiko yang sedang mencatat di atas kertas yang dia pegang.


Elvira dan Elvina tidak kembali ke dalam kelas mereka, tetapi duduk di bangku depan kelas. Mereka menunggu Aksa selesai sambil bermain ponsel atau sekedar berbincang-bincang.


Sesekali ada teman mereka yang dari kelas lain menyapa dan bertanya, mereka juga menjawabnya dengan jujur kalau kakak mereka, Aksa, sedang ada di lapangan sedang berbicara dengan Tiko.


£££


Sementara itu, di lapangan. Aksa berjalan menghampiri Tiko dan berkata, "Selamat sore, Pak Tiko. Saya Aksa, kakak dari Elvira dan Elvina, si kembar yang jadi panitia event perayaan ulang tahun sekolah."


Aksa langsung memperkenalkan dirinya agar pembicaraan menjadi lebih cepat. Karena hari sudah sore, dia takut mengganggu pekerjaan Tiko, karen barusan dia melihat ekspansinya yang sedikit lelah.


"Oh, aku tahu mereka berdua. Namaku Tiko, kamu pasti sudah tahu. Lalu, apa kamu ada urusan denganku?" tanya Tiko dengan penasaran, meskipun dia sudah bisa menebaknya.


"Pertama, saya adalah pemilik Sajaya Farm. Bapak pasti tahu tentang Sajaya Farm, kan?" kata Aksa sambil menyerahkan kartu namanya sebagai pemilik Sajaya Farm.


"!?" Tiko melebarkan matanya karena terkejut. Dia tahu tentang Sajaya Farm, tapi dia tidak tahu siapa pemiliknya. Karena dia sudah tua dan tidak mau mencari tahu hal-hal seperti itu.


"Kamu... mau mendirikan kios di sini?" tanya Tiko kepada Aksa setelah berpikir sejenak.


"Ya, itu benar," angguk Aksa, lalu dia melanjutkan, "Jadi, sekarang saya mau membahas tentang biaya yang diperlukan untuk mendirikan kios."


"...Baiklah, ayo kita duduk di sana," kata Tiko sambil menunjuk ke bangku kayu di dekat lapangan, dan Aksa menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua segera duduk di sana dan langsung membahas ke intinya. Aksa menjelaskan niatnya untuk mendirikan kios dan Tiko juga mengajukan beberapa pertanyaan yang perlu dilakukan.


Alasan pertama adalah karena Aksa tidak diundang oleh sekolah, jadi dia perlu mengajukan banyak pertanyaan kepada Aksa. Alasan kedua adalah karena Aksa tidak pernah ikut event ulang tahun sekolah.


Setelah setengah jam berbicara, mereka berdua sudah sampai ke akhir. Tiko menganggukkan kepalanya dan memberi selamat kepada Aksa karena diperbolehkan untuk mendirikan kios di sini.


"Terima kasih, Pak Tiko," kata Aksa sambil tersenyum, lalu dia mengulurkan tangan kanannya.

__ADS_1


"Terima kasih kembali, Aksa," angguk Tiko, dia mengulurkan tangan kanannya juga dan berjabat tangan dengan Aksa.


Setelah itu, Tiko kembali ke pekerjaannya untuk mendata kios-kios di lapangan. Sementara itu, Aksa kembali ke kelas Elvira dan Elvina di mana kedua adiknya sedang berbicara dengan teman mereka.


"Kakak, sudah selesai?" tanya Elvira kepada Aksa saat dia melihatnya datang.


"Ya, sudah. Aku bisa mendirikan kios di sini. Ayo pulang," angguk Aksa sambil tersenyum. Lalu dia berbalik dan mengambil langkah pergi.


"Ah, tunggu aku!!" Elvira berteriak, dia segera masuk ke dalam kelas untuk mengambil tasnya, lalu dia keluar mengejar Aksa..


"Apa!? Mengapa kalian berdua meninggalkanku!?" Elvira juga berteriak dan melakukan hal yang sama seperti Elvira.


Tapi sepertinya Elvira dan Elvina lupa kalau tadi mereka berdua sedang berbicara dengan seorang teman. Sekarang, teman mereka hanya bisa menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena bingung.


££¢


Aksa dan kedua adiknya pulang menggunakan motor. Aksa seorang diri sementara Elvira dengan Elvina. Mereka berdua langsung pulang ke rumah karena sudah ditunggu oleh Aji dan Ani.


"Aku pulang!" kata Aksa segera setelah dia sampai dan masuk ke dalam rumah.


"Kami pulang!!" teriak Elvira dan Elvina yang langsung masuk ke dalam rumah tanpa menaruh sepatu mereka di rak sepatu.


"Kalian ini..." Aksa menghela napas panjang, kemudian dia menaruh sepatunya dan sepatu milik kedua adiknya di rak sepatu.


Karena sudah sore, mereka bertiga segera mandi secara bergantian. Kemudian, pada saat malam harinya, satu keluarga makan malam bersama sambil berbincang-bincang dengan canda tawa.


"Ayah, Ibu, apa kalian bisa datang ke event ulang sekolah kita?" tanya Elvira sambil makan makanannya.


"Tentu saja bisa. Tapi apa orang luar boleh datang?" tanya Aji kepada Elvira.


"Um, setiap panitia acara dapat tiket masuk yang bisa digunakan secara bebas," jelas Elvina dengan cepat karena dia masih belum menelan makanan di dalam mulutnya.

__ADS_1


"Telan dulu sebelum bicara. Baiklah, Ayah dan Ibu akan datang ke event ulang tahun kalian berdua," kata Ani sambil tersenyum lembut.


__ADS_2