Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Keinginan Gia untuk Menunggangi Kuda Poni


__ADS_3

Sore harinya, saat orang-orang penasaran dengan area yang akan dibuka, akun sosial media Sajaya Farm mengunggah video pemberitahuan baru, mereka pun segera memeriksanya.


Seperti biasa, Lisa ada di dalam video tersebut. Kali ini dia berdiri dengan pakaian kulit dan di sebelahnya ada kuda poni shetland yang terlihat sangat imut.


Mau itu pria atau wanita, tua atau muda, mereka semua merasakan kalau hati mereka meleleh melihat keimutan kuda poni shetland yang sedang menatap kamera dengan mata penasaran.


Di dalam video, Lisa membuka mulutnya dan berkata, "Selamat sore, teman-teman yang terkasih, Lisa di sini untuk memberitahukan sebuah pemberitahuan. Area baru akan dibuka di Sajaya Farm, dan kalian pasti sudah menebaknya."


"Area yang dibuka adalah area hewan kuda, di area ini ada dua bagian. Pertama adalah area aman, di bagian ini teman-teman bisa berinteraksi dengan kuda yang ada di sini."


"Kedua adalah area bebas, teman-teman bisa menunggangi kuda yang diinginkan di bagian ini. Jika belum pernah berkuda, kami juga menyediakan instruktur agar teman-teman bisa belajar dengan nyaman."


"Kuda-kuda di sini sangat ramah, teman-teman bisa melihat kuda poni shetland yang ada di samping Lisa saat ini. Kami belum pernah bertemu namun dia tidak menunjukkan tanda-tanda permusuhan."


Orang-orang yang melihatnya memiliki mata yang cerah, mereka semua tertarik dengan area baru ini karena di area ini menjual pengalaman dengan kuda, bukan produk peternakan.


Para pria berkeinginan untuk menunggangi kuda karena mereka berpikir kalau itu akan sangat keren. Sedangkan para wanita berpikir untuk menunggu ksatria berkuda mereka.


Untuk anak-anak, pikiran mereka sangat sederhana. Mereka hanya ingin menyentuh bulu kuda poni shetland karena kuda itu memang banyak digemari oleh anak dibawah umur.


"Sudah kuduga akan dibuka area kuda setelah melihat video Aksa yang sedang menunggangi kuda. Aku jadi tidak sabar untuk segera pergi ke sana dan mencoba pengalaman baru."


"Aku akan mengajak keluargaku ke sana, meskipun kamu tidak pernah menunggang kuda, tapi katanya akan ada instruktur sehingga kamu bisa tenang."


Hampir semua orang merespon positif terkait area baru ini. Mereka menantikan saat di mana mereka menunggangi kuda dengan gagah berani.


Apalagi para pria yang sudah memiliki pasangan, mereka ingin memamerkan diri mereka di depan pasangan wanita mereka saat menunggangi kuda dengan keren.


...----------------...


Sementara itu di Sajaya Farm, Aksa tersenyum melihat respon positif dari orang-orang. Banyak dari mereka yang tidak sabar untuk segera pergi ke Sajaya Farm.


"Aksa, sepertinya kita akan kedatangan banyak pengunjung besok," kata Sarah yang sedang duduk di seberangnya.

__ADS_1


Aksa mengangguk dan berkata, "Ya. Apalagi berkuda adalah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh orang kaya. Masyarakat awam pasti akan tertarik dengan hal ini."


Memang, di zaman sekarang, kegiatan berkuda biasa dilakukan oleh orang-orang kaya. Masyarakat awam hanya bisa melihat karena harganya yang sangat mahal tidak bisa dijangkau oleh tangan mereka.


Meskipun ada tempat yang menyediakan kuda untuk umum, tapi kebanyakan tidak dibebaskan seperti yang dikatakan oleh Sajaya Farm.


Sehingga banyak dari masyarakat umum yang hanya bisa menghela napas dan tidak bisa berbuat apa-apa meskipun mereka ingin berkuda dengan bebas.


"Nanti, apakah ada layanan khusus untuk orang kaya?" tanya Sarah kepada Aksa.


"Tentu saja ada. Aku akan memilih kuda dan instruktur terbaik yang bisa disewa oleh orang-orang kaya itu," kata Aksa dengan serius.


"Baguslah kalau begitu." Sarah tersenyum dan mengangguk dengan keputusan Aksa.


Apapun jenis wisatanya, akan selalu ada perlakuan khusus untuk orang-orang kaya. Jangan sebut tidak adil, itu karena orang kaya mengeluarkan lebih banyak uang daripada orang biasa.


Sehingga sudah sepantasnya untuk suatu tempat melayani orang-orang kaya itu dengan pelayanan yang lebih tinggi daripada yang diterima oleh orang biasa.


Pada saat ini, ponsel Aksa berdering. Di layarnya terdapat nama Roni Wilaga, Aksa yang melihat namanya segera menekan tombol jawab.


"Halo Pak Roni, apakah ada sesuatu?" tanya Aksa dengan penasaran karena tidak biasanya Roni menelepon dirinya kecuali ada hal yang penting.


"Aksa, bisakah aku memesan kuda untuk besok? Cucuku ingin berkuda setelah melihat video pemberitahuannya," kata Roni dengan nada tidak berdaya.


"Paman! Paman! Gia ingin naik kuda poni!" teriak Gia dengan suara gembira. Aksa jadi tahu mengapa Roni terdengar tidak berdayanya.


"Hahaha, baiklah. Gia bisa langsung datang besok, Paman akan mengajarimu." Aksa tertawa dengan kelucuan Gia.


"Asik!" Di sisi lain, Gia melompat kegirangan karena bisa menunggangi kuda poni besok.


"Aksa, maaf merepotkan ya." Roni tersenyum melihat cucunya bahagia.


"Tidak apa-apa, besok aku juga tidak ada kegiatan," kata Aksa dengan nada ramah.

__ADS_1


"Terima kasih kalau begitu," balas Roni. Setelah berbicara sebentar, dia mengakhiri panggilan.


Kemudian Aksa dan Sarah mulai membahas tentang keuntungan dan kerugian dari membangun area kuda. Tapi itu semua belum terlihat karena belum buka, jadi mereka masih mengira-ngira terlebih dahulu.


...----------------...


Sore harinya, Aksa dan Sarah pulang bersama, meskipun berbeda kendaraan. Seperti biasa Sarah ada di depan sementara Aksa ada di belakangnya persis. Baru setelah masuk ke dalam area pusat, Sarah menancap gas dan melaju ke rumahnya sedangkan Aksa berbelok.


"Aku pulang!" Aksa berkata sambil masuk ke dalam rumah, kemudian dia melepas sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu.


"Aksa, kamu sudah pulang? Coba duduk sebentar," kata Aji yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membawa koran.


"Ada apa, Ayah?" Aksa menaruh tasnya di atas sofa, lalu duduk di seberang Aji.


"Tidak ada masalah khusus. Hanya saja, apakah kamu bisa mencari toko tanaman, kamu tahu sendiri kalau Ayah dan Ibu tidak memiliki teman yang banyak," kata Aji.


"Toko tanaman? Baiklah, aku akan bertanya kepada kenalanku. Ada apa, Ayah? Apakah Ayah dan Ibu kekurangan tanaman?" tanya Aksa sambil meminum air mineral yang ada di atas meja.


"Yah, kami bosan dengan tanaman yang biasa. Jadi ingin mencoba merawat tanaman yang belum pernah kami rawat," jawab Aji.


"Jadi begitu, baiklah. Aku coba cari toko tanaman yang menjual tanaman unik atau sesuatu seperti itu," angguk Aksa.


"Terima kasih." Aji tersenyum dan mengangguk.


"Jangan berterima kasih padaku, Ayah. Kita ini keluarga," balas Aksa sambil tersenyum.


Pada saat ini, terdengar suara mesin motor di luar rumah. Kemudian pintu terbuka, Elvira dan Elvina masuk ke dalam rumah sambil membawa tas di punggung mereka.


"Kami pulang!" teriak Elvira dan Elvina sambil melepas sepatu mereka.


"Karena kalian sudah pulang, ayo coba gorengan yang ibu buat." Ani keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi piring yang dipenuhi oleh gorengan.


"Asik!" Elvira dan Elvina melempar tas mereka ke sofa dan segera mencuci tangan sebelum mengambil gorengan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2