Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Menyelamatkan Anak Kecil yang Tenggelam


__ADS_3

Pembahasan tentang area kuda telah usai, meskipun pada awalnya Dito dan Bayu bertanya-tanya mengapa Aksa membuat area kuda meskipun di dekat area hewan ternak adalah lahan gersang.


Namun Aksa hanya tersenyum dan tidak menjelaskannya lebih lanjut karena itu tidak perlu. Sistem akan mengedit ingatan semua orang setelah dia menggunakan kartu padang rumput.


Setelah itu Aksa mengerjakan pekerjaannya menggunakan komputer. Baru siang harinya setelah selesai makan siang, Aksa memulai patrolinya seperti biasa.


Namun kali ini Aksa tidak berjalan kaki melainkan menggunakan sepeda karena sekarang Sajaya Farm sudah menyediakan sepeda untuk para pengunjung.


Sepeda yang disediakan juga beragam jenisnya, mulai dari sepeda santai biasa, sepeda dengan keranjang di depan, bahkan sampai sepeda gunung. Itu agar pengunjung lebih merasakan banyak pengalaman di sini.


Seperti biasa Aksa disapa oleh para pengunjung di sepanjang jalan, Aksa pun mengangguk dan tersenyum membalas sapaan mereka.


Dan pada saat ini, dia melihat kalau ada anak-anak yang sedang bermain di tepi sungai. Aksa berhenti sejenak karena melihat anak-anak bermain dengan riang cukup menenangkan hati dan pikiran.


"Apakah saat aku kecil juga bermain dengan gembira seperti itu? Aku malah jadi teringat masa kecilku yang penuh canda tawa tanpa mengkhawatirkan apapun," pikir Aksa.


Saat Aksa sedang memikirkan kenangan masa kecilnya, ada satu anak yang terpeleset tanah basah dan terjatuh ke tepi sungai. Namun saat dia akan berdiri, kakinya terasa sakit dan dia malah tercebur ke dalam sungai.


"Ahh! Tolong!" Anak itu berteriak dan mencoba untuk berenang namun tidak bisa karena kakinya sangat sakit sehingga dia hanya bisa berharap bantuan akan datang.


Anak-anak yang lain panik karena salah satu teman mereka tercebur ke dalam sungai. Meskipun sungainya tidak dalam, tapi itu bagi orang dewasa. Bagi anak kecil, itu termasuk dalam sehingga mereka panik.


Orang-orang dewasa yang melihatnya juga ikut-ikutan panik, mereka malah menyalakan ponsel untuk merekam kejadian bukannya menyelamatkan anak kecil itu.


Aksa terbangun dari lamunannya, dia melebarkan mata saat melihat ada anak kecil yang akan tenggelam. Jadi, tanpa ragu-ragu, dia berlari dengan sekuat tenaga menuju arah anak kecil itu.


Tanpa berkata atau bertanya, Aksa melompat ke dalam sungai dan menyelam ke dalamnya. Dia melihat kalau anak kecil itu sudah menutup matanya seperti sudah pasrah akan kehidupan.


Aksa menggapai tangan anak kecil itu dan menariknya keluar dari dalam air. Baru setelahnya anak kecil itu membuka mata dan menarik napas sedalam-dalamnya.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu terlebih dahulu, tarik napas dalam-dalam dengan hidung dan hembuskan secara perlahan-lahan dengan mulut." Aksa menepuk-nepuk punggung anak kecil itu mencoba untuk menenangkannya.


"Terima kasih, Paman." Anak kecil itu berterima kasih dengan senyum gembira karena dia diselamatkan oleh Aksa saat dalam situasi kritis.


"Sama-sama." Aksa mengangguk dan tersenyum gembira juga karena berhasil menyelamatkan anak itu.


"Tono!!" Teman-teman anak kecil yang bernama Tono berlari mengerubunginya dan bertanya kondisi Tono dengan nada khawatir. Bahkan ada beberapa anak kecil yang menangis.


"Aku tidak apa-apa, teman-teman. Kalian tidak perlu khawatir lagi." Tono berkata dengan nada ceria sama seperti sebelumnya seolah-olah dia tidak tenggelam ke dalam air sungai tadi.


Pada saat ini, tepuk tangan bergema di seluruh area. Semua orang yang melihat tindakan Aksa bertepuk dengan dengan keras untuk mengapresiasi tindakan Aksa yang tidak kenal takut.


Aksa menarik kembali senyumnya, dia berdiri dan berkata dengan nada lantang. "Semuanya, apakah jika ada kecelakaan seperti tadi, kalian akan tetap berdiam diri sambil merekam dengan ponsel?"


Kata-kata Aksa yang tajam menusuk hati orang-orang dewasa di sekitar. Mereka juga tahu kalau mereka salah karena malah merekam kejadian tadi dengan ponsel, bukannya melakukan tindakan penyelamatan.


"Aku mohon dengan sungguh-sungguh, jika ada kecelakaan seperti tadi, lebih baik menelepon nomor darurat atau menelepon pihak berwajib lainnya."


Aksa membungkukkan badannya sedikit, kemudian pergi setelah mengatakan beberapa kalimat tadi. Sebelum kembali ke kantor, dia menelepon Galih untuk memeriksa area sungai yang rawan.


Sudah ada banyak tanda peringatan di sekitar area sungai khususnya untuk anak-anak. Namun kejadian tadi murni kecelakaan karena tanah di tepi sungai menurun karena terkena air secara terus-menerus.


...----------------...


"Aksa, mengapa kamu basah kuyup!?" Sarah yang sedang berjalan di lorong terkejut saat melihat Aksa yang basah kuyup.


"Hahaha, tadi ada anak yang tenggelam di sungai dan menyelamatkan anak itu." Aksa menjawab pertanyaan Sarah setelah tertawa sebentar.


"Ada anak kecil yang tenggelam!? Bagaimana keadaannya sekarang!?" Sarah mengabaikan candaan Aksa dan segera bertanya tentang kondisi anak kecil itu.

__ADS_1


Karena ini adalah kecelakaan yang bisa merenggut nyawa seseorang dan akan berdampak besar bagi reputasi Sajaya Farm, Sarah jelas-jelas sangat mengkhawatirkan hal ini.


"Santai saja, dia selamat fisik dan mental. Aku kagum karena dia bisa langsung tertawa setelah keluar dari sungai, sepertinya dia akan jadi orang hebat di masa depan." Aksa berkata sebelum masuk ke dalam kantornya.


"Aku akan segera memanggil orang tua anak-anak itu." Sarah kembali ke kantornya untuk meletakan dokumen di tangannya. Kemudian dia mulai memberi perintah kepada beberapa karyawan.


"Untung saja Aksa berhasil menyelamatkan anak kecil itu, jika tidak, masalah yang lebih besar akan segera melanda Sajaya Farm," pikir Sarah dengan serius.


Bersamaan dengan itu, orang-orang yang merekam kejadian tadi segera mengunggah video rekaman ke sosial media mereka dengan tag Sajaya Farm.


Sajaya Farm sudah terkenal di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, itulah mengapa ada banyak orang yang langsung melihat video rekaman yang diunggah oleh orang-orang tadi.


Mereka menonton video yang berdurasi sekitar 30 detik itu. Mereka terkejut karena Aksa dengan sigap berlari dengan cepat untuk menyelamatkan anak kecil yang tenggelam di sungai.


--- {Seperti yang diharapkan dari Aksa. Selain bisa melakukan banyak hal yang luar biasa, dia memiliki jiwa kepahlawanan yang tinggi!}


--- {Apakah di sana tidak ada tanda peringatan? Jika iya maka Sajaya Farm harus bertanggung jawab akan kejadian ini.}


--- {Di mana orang tua mereka? Tidak mungkin anak-anak itu datang ke Sajaya Farm tanpa orang tua atau wali dan bermain dengan bebas di sana.}


--- {Kemungkinan besar orang tua atau wali mereka sedang membeli sesuatu dan membiarkan anak-anak itu bermain sendiri.}


Ada banyak komentar yang ditulis oleh orang-orang, meskipun kali ini ada beberapa komentar sumbang yang ikut terlihat, namun dengan cepat tenggelam dalam lautan komentar positif.


Meskipun begitu, Aksa menggunakan akun sosial media Sajaya Farm untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya agar orang-orang tidak salah paham.


Orang tua anak-anak itu juga sudah dipanggil dan segera mengatakan yang sebenarnya. Mereka meminta maaf atas kelalaian mereka yang membuat salah satu anak hampir kehilangan nyawanya.


Dengan kejadian yang tidak terduga ini, reputasi Sajaya Farm melambung tinggi. Terutama akun sosial media Aksa yang pengikutnya bertambah hingga ribuan akun sekaligus.

__ADS_1


"Yah, ini adalah hal yang baik bukan?" pikir Aksa sambil tersenyum lebar melihat komentar-komentar positif yang membuat reputasi Sajaya Farm naik sangat tinggi.


__ADS_2