Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Tawaran Bantuan dari Pemerintah Kabupaten


__ADS_3

Setelah sarapan, Aksa pergi ke gudang dengan motor roda tiga untuk mengangkut produk-produk peternakan game ke Sajaya Farm seperti biasanya.


Setelah itu dia melihat kalau ada beberapa truk yang masuk ke Sajaya Farm dari pintu belakang. Semua truk itu membawa pasir bangunan, batu-batu, dan kayu yang sudah diproses.


"Ah, seperti yang diharapkan dari Pak Dito, kerjanya sangat cepat." Aksa kagum dengan efisiensi kerja Dito karena dia mengirim uang tadi malam dan material sudah datang di pagi harinya.


Dia tidak melihat Dito dan orang-orang dari perusahaannya, pastinya mereka sedang mempersiapkan alat berat. Jadi, yang baru datang hanyalah material pembangunannya saja.


Sang supir truk sudah tahu jalan di Sajaya Farm karena mereka sudah sering mengantarkan material pembangunan ke sana sebelumnya, jadi mereka sudah tidak perlu diarahkan oleh Aksa ataupun Galih.


Material yang datang berasal dari perusahaan penyedia material pembagunan yang bekerja sama dengan perusahaan konstruksi tepat Dito bekerja sehingga Aksa mempercayai mereka.


Itulah mengapa dia selalu menyerahkan pembelian material pembangunan kepada Dito karena tahu dari mana mereka membelinya.


Dan pada saat ini, sebuah mobil berhenti di area parkir depan Sajaya Farm. Bayu dan Satria turun dari sana, mereka segera bertanya kepada karyawan di mana Aksa sekarang.


Mereka berdua tidak perlu membayar biaya masuk karena mereka ke sini bukan sebagai pengunjung. Jadi, setelah mendapatkan jawaban dari karyawan tersebut, mereka langsung pergi ke lokasi Aksa berada.


"Pak Aksa!" teriak Bayu dari kejauhan saat melihat Aksa sedang berbicara dengan karyawan Sajaya Farm


Aksa menganggukkan kepalanya kepada karyawan itu, kemudian dia menyapa Bayu. "Oh Pak Bayu dan Pak Satria, ada keperluan apa kalian kemari?"


"Pak Aksa, kami di sini untuk membahas beberapa hal tentang kuda," kata Bayu.


"Oh? Baiklah, ayo kita ke kantorku saja." Aksa mengangkat alisnya dan mengangguk, mereka bertiga segera pergi ke kantor Aksa.


Aksa mempersilakan Bayu dan Satria untuk duduk di sofa, kemudian dia membuatkan teh untuk mereka berdua. Baru setelah itu Aksa bertanya tentang apa yang ingin dibahas oleh Bayu.

__ADS_1


"Pak Aksa, jadi begini. Atasan kami ingin membantu Anda terkait area kuda yang akan dibangun. Mereka bertanya apakah Anda masih membutuhkan ahli kuda untuk itu?" Bayu mengutarakan niatnya datang ke Sajaya Farm.


"Ahli kuda? Tentu, aku masih butuh. Tapi, apakah hanya ini saja?" tanya Aksa dengan bingung karena pasi Bayu tidak perlu repot-repot datang untuk bertanya hal seperti itu.


"Tidak, sebenarnya atasan ingin mengenalkan para ahli dalam bidang kuda mau itu ahli gizi, ahli lingkungan, penjinak kuda, dan lain sebagainya," kata Bayu yang menjelaskan semuanya.


"Oh? Jika itu memang niat dari para atasan, tentu saja aku tidak akan menolaknya," kata Aksa yang sedikit terkejut dengan hal itu.


Aksa tidak akan menolak sesuatu yang meringankan bebannya. Dia belum mencari pekerja untuk area kuda, dan pada saat ini ada pemerintah yang berniat untuk membantunya mencari pekerja.


Pemerintah pasti tidak akan menyarankan orang yang setengah-setengah, maksudnya adalah orang yang tidak memiliki keahlian dengan baik. Orang dari saran mereka pastilah ahli di bidangnya.


Meskipun begitu, Aksa bukanlah orang yang bodoh. Pemerintah menawarkan bantuan yang cukup banyak, pasti ada suatu alasan dibalik itu.


Aksa menyipitkan matanya dan berkata dengan nada serius. "Tapi, mengapa pemerintah ingin membantuku?"


Bayu dan Satria saling memandangi, kemudian Bayu berkata, "Sebenarnya ini ada sangkut pautnya dengan masalahmu dan Kevin yang membuat dampak cukup besar."


"Dan mulai saat ini, pemerintah akan membantu dengan cara memberi materi atau menyarankan orang untuk Sajaya Farm, bukan lagi saran seperti dulu yang berakhir gagal."


Bayu menjelaskan semuanya dengan jelas sehingga Aksa bisa langsung mengerti dengan apa yang terjadi sekaligus tidak salah paham.


Aksa menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia telah paham, kemudian dia berkata, "Jadi begitu, sekarang aku sudah paham. Baiklah, aku menerima permintaan maaf pemerintah."


Bayu dan Satria menghela napas lega karena Aksa tidak berniat untuk memperpanjang masalah ini. Jika tidak, mereka akan kerepotan untuk membujuk Aksa karena masala sebelumnya memang kesalahan pemerintah.


Aksa tahu apa yang mereka pikirkan, tapi dia tidak mengatakan apapun. Sebenarnya Aksa sudah melupakan masalahnya dengan Kevin, namun melihat pemerintah menawarkan sesuatu, bagaimana mungkin Aksa menolak.

__ADS_1


Kesepakatan pun terjadi, setelah Bayu keluar dari Sajaya Farm, dia segera menelepon atasannya tentang pembicaraannya dengan Aksa di dalam kantor barusan.


Pemerintah juga menghela napas lega, jika mereka memiliki hubungan yang buruk dengan Aksa, maka Kabupaten Banyumas akan kehilangan tempat wisata yang terjangkau untuk masyarakat umum lagi.


Sajaya Farm sudah menjadi tempat wisata di Kabupaten Banyumas yang paling disukai oleh orang-orang. Jika pemerintah kehilangannya, pemasukan mereka juga akan menurun sangat drastis.


...----------------...


"Aksa, untuk apa mereka datang?" tanya Sarah yang baru saja masuk ke dalam kantor Sarah dan melihat kalau Bayu dan Satria pergi.


"Mereka?" Aksa memberitahu Sarah mengenai pembicaraannya dengan Bayu tadi karena itu bukanlah sesuatu yang perlu dirahasiakan.


"Jadi begitu, sepertinya pemerintah kita masih memiliki hati nurani ya, haha." Sarah tertawa kecil melihat tindakan pemerintah yang mencoba untuk meminta maaf kepada Aksa atas kesalahan mereka dulu.


"Yah, bukankah ini bagus?" Aksa tersenyum dan bersandar di sofa dengan nyaman.


"Sangat bagus. Tapi ngomong-ngomong, apakah kamu sudah menyiapkan kuda untuk ditempatkan di area kuda nanti?" tanya Sarah dengan penasaran.


Semua karyawan termasuk Sarah tidak ada yang tahu dari mana hewan-hewan di Sajaya Farm datang. Aksa hanya mengatakan kalau dia membelinya dari saluran yang aman dan legal.


Mereka juga mempercayai Aksa karena Sajaya Farm juga diawasi oleh pemerintah sehingga tidak mungkin ada sesuatu yang ilegal karena akan langsung disidak oleh polisi.


Meskipun begitu, para karyawan masih penasaran karena Aksa selalu mendatangkan hewan-hewan ternak yang memiliki kualitas tinggi yang sudah pasti cukup sulit untuk didapatkan.


"Sudah, aku berniat untuk menempatkan tida ras kuda." Aksa menjawab sambil menunjukkan tiga jarinya ke arah Sarah.


"Syukurlah kalau kamu sudah menyiapkannya." Sarah mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut karena itu tidak sopan.

__ADS_1


Aksa tidak mengatakannya dan dia juga tidak bertanya lebih lanjut. Jika itu bukan rahasia, pasti Aksa sudah mengatakannya dari dulu. Jadi, bertanya adalah sesuatu yang sia-sia saja.


Setelah itu mereka berdua membahas tentang dana yang digunakan untuk membangun area kuda yang cukup menguras kas Sajaya Farm sehingga harus didiskusikan agar jangan sampai ada uang yang tidak diperlukan keluar dari kas.


__ADS_2