
Satu minggu berlalu dengan cepat, Aksa sudah sepenuhnya pulih dari luka- yang diderita karena kecelakaan mobil. Hal-hal lainnya juga sudah ditangani oleh Sarah dan petugas polisi.
Aksa memberitahu plat nomor mobil off-road yang menabraknya kepada Sarah untuk diselidiki. Sarah juga menyelidikinya dengan menyewa detektif swasta karena lebih efisien.
Dan seperti yang dipikirkan, yang menabrak Aksa adalah geng banteng putih. Detektif swasta juga berhasil menemukan kasus baru, yaitu mobil off-road yang mereka gunakan merupakan mobil seludupan.
Untuk polisi, mereka sudah berusaha menahan Kevin dari paksaan dan suapan uang dari Albar. Mereka lebih takut akan amukan massa, jadi mereka mengabaikan suapan dari Albar meskipun jumlahnya sangat banyak.
Ajeng juga sudah bertemu dengan Kevin dan membicarakan banyak hal dengannya. Meskipun dia belum berdamai dengan Albar dan menginap di hotel, bukan di rumahnya.
Sebelumnya, Aksa ingin menyelesaikan masalahnya dengan Kevin di pengadilan, namun saat ini dia berubah pikiran. Aksa ingin menyelesaikan masalah ini dengan tangannya sendiri.
Tentu saja, yang dimaksud bukanlah dengan kekerasan, melainkan Aksa yang bertindak. Dia sudah mengumpulkan bukti yang cukup banyak untuk membuat Albar dan Kevin di dalam penjara selama bertahun-tahun.
"Pertama, mari kita mulai dengan Albar. Akan aku unggah bukti mengenai perbuatannya yang melemahkan perusahaan-perusahaan kecil dengan ancaman demi mendapat untung," kata Aksa yang sedang mengoperasikan komputernya.
Aksa tidak akan menggunakan akun anonim lagi saat ini, dia menghampiri aku pribadinya agar orang-orang percaya dan masalah ini bisa membuat Albar dan Kevin dalam masalah besar.
Aksa mengunggah foto-foto dokumen di cerita akun sosial medianya. Orang-orang yang selama ini memantau akun Aksa langsung menerima notifikasi dan segera memeriksanya.
"Kedua, bukti kalau Albar dan Salsa melakukan banyak hubungan di banyak tempat." Aksa mengunggah foto screenshot folder bahagia yang isinya merupakan video dewasa Albar dan Salsa.
"Ketiga, video pembicaraan Albar dan Salsa mengenai rencana busuk mereka untuk membuat banyak artis terjun ke dalam hubungan yang gelap." Aksa mengunggah satu-satunya video normal di dalam folder bahagia.
Aksa beristirahat sebentar karena tangannya sedikit lelah. Kebetulan sekali Sarah masuk ke dalam kantornya sambil membawa secangkir teh hangat.
"Aksa, apakah kamu sudah memulainya?" tanya Sarah yang menaruh cangkir teh di atas meja Aksa.
"Ya, sudah aku mulai. Setelah ini, aku akan menyebarkan bahan hitam milik Kevin." Aksa menjawab sebelum meminum teh yang diberikan oleh Sarah.
__ADS_1
"Bolehkah aku tetap di sini?" Sarah menatap Aksa dengan mata memohon yang tidak bisa ditolak oleh Aksa.
Aksa tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja."
Setelah berbicara dengan Sarah sebentar untuk merilekskan pikiran, Aksa kembali memulai aksinya. Dia mengunggah bukti keempat, namun kali ini adalah bahan hitam milik Kevin.
Bahan hitam keempat adalah pengakuan pengawal Kevin, Tora, kalau dia disuruh oleh majikannya untuk melakukan perusakan properti milik Sajaya Farm bersama preman-preman lainnya.
Adapun mengapa Tora mengakui hal tersebut adalah karena dia sudah dibuang oleh Kevin. Itulah mengapa dia berpikir untuk membalas dendam dengan cara memberitahu semua keburukan yang Kevin lakukan.
"Kelima, tentang Kevin yang menyewa geng banteng putih untuk mencelakaiku. Meskipun gagal, tapi geng banteng putih melanjutkan aksi mereka sehingga aku masuk rumah sakit." Aksa mengunggah rekaman video yang direkam oleh orang suruhan Sarah.
"Keenam, dan yang terakhir. Bukti rekaman suara pembicaraan Albar dan Kevin saat di kantor polisi yang dikirim oleh Pak Budi." Aksa mengunggah rekaman suara dari Budi.
Budi langsung mengirimkannya kepada Aksa setelah dia pulang kerja saat itu. Dia tahu kalau dirinya tidak bisa membuat Albar dan Kevin masuk ke dalam penjara, namun Aksa bisa.
Itulah mengapa Budi mengirimkan rekaman suara pembicaraan Albar dan Kevin kepada Aksa tanpa berpikir panjang karena dia sudah tahu sifat Aksa yang baik dan tidak pernah melakukan hal yang buruk.
"Ya, sudah selesai. Sekarang kita hanya perlu menunggu respon masyarakat dan tindakan yang diambil oleh polisi selanjutnya," angguk Aksa dengan senyum lebar di wajahnya.
Sarah memiringkan kepalanya dan berkata, "Aku penasaran berapa tahun penjara yang diberikan oleh hakim kepada Pak Albar dan Kevin."
Aksa menyentuh dagunya dan membalas, "Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi aku rasa, hukumannya bisa lebih dari 10 tahun penjara."
"Lalu bagaimana dengan geng banteng putih?" tanya Sarah sambil membuka toples yang berisi camilan di atas meja kerja Aksa.
"Mereka? Aku akan menyerahkannya kepada polisi, karena mereka sudah banyak melanggar hukum. Aku hanya perlu memberikan bukti konkrit agar polisi mudah mengatasinya," jawab Aksa sambil mengambil camilan dari toples.
"Keputusan yang bagus, kita sudah terlalu banyak masalah karena Kevin itu," angguk Sarah yang setuju dengan keputusan Aksa.
__ADS_1
Mereka berbicara dengan gembira tanpa mempedulikan dampak apa yang terjadi setelah Aksa mengunggah semua bukti keburukan Albar dan Kevin di akun sosial medianya.
...----------------...
Dunia internet sedang digegerkan oleh Aksa yang mengunggah banyak postingan terkait keburukan Albar dan Kevin yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya apalagi tentang Albar yang mengancam perusahaan kecil.
Kali ini tidak hanya pengunjung Sajaya Farm saja yang marah, semua pihak perusahaan yang diancam oleh Albar juga mulai membuka suara atas apa yang menimpa mereka.
Dan tidak hanya itu, orang-orang yang diperlakukan buruk oleh Kevin juga keluar satu per satu. Situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya karena memang permasalahannya cukup berdampak besar.
"Sialan, meskipun aku tahu kalau Albar dan Kevin memiliki sifat yang buruk, tapi aku tidak menyangka akan seburuk ini!!"
"Tindakan Albar di dalam dunia bisnis sangat tercela, pantas saja perusahaan investasi nya meroket dengan sangat cepat, ternyata dia melakukan hal seperti itu."
"Kevin! Dia suka menggoda banyak wanita, beruntung tidak ada wanita yang celaka saat bersamanya, tapi tetap saja aku sangat kesal dengannya!"
Banyak hinaan, cemoohan, dan kata-kata buruk lainnya yang dilontarkan oleh orang-orang kepada Albar dan Kevin di internet.
Kebanyakan dari mereka adalah orang biasa sehingga sulit untuk melaporkan perbuatan buruk Albar dan Kevin yang memiliki identitas yang sangat tinggi di mata orang awam.
Sekarang ada Aksa yang memiliki identitas tidak biasa juga, Aksa mengunggah banyak bahan hitam Albar dan Kevin. Tindakannya seperti membuka pintu keadilan bagi orang-orang.
Bahkan ada beberapa polisi yang ikut dalam menyuarakan pikiran mereka terhadap Albar dan Kevin karena mereka adalah polisi jujur yang kepolisian tempat mereka bekerja disuap oleh Albar.
Sementara itu, di Kepolisian Kabupaten Banyumas. Herman sedang memijat pelipisnya yang pusing melihat situasi internet yang sedang panas dengan komentar-komentar negatif di dalamnya.
Herman sudah tenang karena masalah Aksa dan Kevin akan dibawa ke pengadilan, namun ia tidak menyangka kalau situasinya akan berubah drastis setelah Aksa keluar dari rumah sakit.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Aksa!? Bukankah kamu sudah setuju untuk menyelesaikan masalah ini di pengadilan, mengapa harus melakukan hal seperti ini!?" Herman berbicara dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Herman sangat bingung dengan apa yang dipikirkan oleh Aksa yang memutuskan untuk membuat dunia internet berguncang karena postingan yang diunggahnya.
Jika Aksa tahu apa yang sedang dipusingkan oleh Herman, dia hanya akan mengangkat bahunya dan berkata dengan nada santai, 'ini urusanku, lagipula kepolisian kabupaten terlalu lama untuk bergerak'.