
Awal Bulan Mei, area kuda telah selesai dibangun. Siang harinya, Aksa, Dito, dan Bayu sedang berkeliling di sana untuk mensurvey apakah ada sesuatu yang salah.
"Pak Aksa, ini adalah kandang kudanya." Dito membuka pintu kandang dan berkata kepada Aksa di sampingnya.
Kandang kudanya cukup besar, dengan cat berwarna merah dan cokelat. Tinggi kandangnya sama seperti rumah dua lantai, hal ini dibuat agar kuda-kuda tidak merasa stres jika beristirahat di kandang yang sempit.
Aksa juga tidak membangun satu kandang saja, melainkan ada tiga. Karena nantinya akan ada tiga ras kuda yang berbeda di sini, mereka akan ditempatkan di tempat yang berbeda agar mudah untuk dikelompokkan.
"Hm, pintu kandangnya sangat kuat, jerami di dalam sudah pas, tempat makan dan minum kuda juga sudah dipaku agar tidak berceceran," kata Aksa yang sedang memeriksa seisi kandang.
"Pak Dito, jika ada hujan, saluran airnya tidak bocor kan?" tanya Bayu kepada Dito.
"Aman Pak Bayu. Pipa paralon sudah dipasang di tempat yang seharusnya, nanti airnya juga akan mengalir ke saluran yang sudah disediakan," angguk Dito dengan serius.
Setelah itu mereka pergi ke kandang yang lain, melihat tidak ada yang salah, mereka berpindah bangunan dari kandang ke lumbung. Bangunan ini digunakan untuk menyimpan jerami, pakan, dan peralatan.
Lumbung dibuat dengan khusus karena menyimpan jerami yang rawan kebakaran. Di bagian atap sudah ada sistem air yang akan langsung menyala setelah mendeteksi adanya asap di dalam.
Bagian penyimpanan jerami juga dibuat dengan kombinasi kayu dan batu, agar jika terjadi kebakaran, apinya tidak menyebar dengan cepat dan bisa dihentikan tepat waktu oleh sistem penyiram air di atap.
Setelah itu mereka pergi ke bangunan yang lainnya, seperti gudang penyimpanan perlengkapan kuda, bangunan kecil untuk tempat pengunjung dan staf karyawan beristirahat, dan lain sebagainya.
"Pak Aksa, apakah kudanya sudah dipesan?" tanya Bayu dengan penasaran.
"Sudah, kemungkinan sebentar lagi datang karena penjualan mengatakan kalau kemarin sedang dalam perjalanan," angguk Aksa.
Aksa sudah memikirkannya lebih matang, dia tidak akan mengeluarkan kuda dari peternakan game karena ada kamera pengawas di sekitarnya.
Jadi saat Aksa ingin menghubungi perusahaan pengiriman hewan, Sistem memberitahu Aksa kalau ada cara khusus yang bisa menggunakan poin untuk melakukannya.
...****************...
__ADS_1
Kembali ke dua hari sebelumnya, Aksa sedang berada di dalam peternakan game karena dia mendengar Sistem mengatakan kalau ada cara khusus yang bisa digunakan dengan poin di toko game.
[Jasa pengiriman hewan ternak (sistem)]
[Keterangan: Sistem akan mengedit ingatan orang-orang perusahan pengiriman hewan. Setelah itu hewan ternak yang ingin dikirim bisa langsung dikeluarkan dari peternakan game di lokasi perusahaan.]
Aksa menjadi tertarik dengan jasa pengiriman ini, dia melihat kalau untuk satu truk harus menghabiskan 1.000 poin. Jadi Aksa langsung menyewa 15 truk karena dia membeli 30 kuda.
"Seperti yang diharapkan dari Sistem." Aksa sangat puas dengan hal-hal yang bisa dibeli di toko game.
...****************...
Kembali ke waktu sekarang, pada saat ini Galih menelepon Aksa kalau ada banyak sekali truk yang berhenti di gerbang belakang Sajaya Farm, Galih meminta instruksi Aksa selanjutnya.
"Oh, kebetulan, kuda-kudanya sudah datang." Aksa segera meminta Galih untuk menunjukkan jalan bagi mereka ke area kuda.
"Siap, Bos!" Galih mengangguk, dia menutup telepon dan segera menggunakan sepeda listriknya untuk menunjukkan jalan ke area kuda.
"Pak Aksa, tidak ada kuda yang memberontak!" kata Dito dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut.
Aksa tersenyum lebar dan berkata, "Tentu saja, aku memilih kudanya dengan sangat teliti. Karena kita juga menggunakan kuda untuk pengunjung, jadi tidak bisa memilih sembarangan."
Dito dan Bayu mengangguk setuju dengan jawaban Aksa, kuda-kuda itu akan bersama dengan para pengunjung sehingga harus dipilih yang ramah agar tidak melukai pengunjung.
Tapi hanya Aksa yang tahu kalau itu karena efek peternakan game. Berbeda dengan hewan ternak yang lain, kuda tidak menghasilkan apapun, jadi yang kena efek bukan produk yang dihasilkan, melainkan kudanya.
Dan semua kuda yang Aksa beli memiliki atribut yang sama meskipun mereka berbeda ras. Atributnya adalah ramah +2, rasa ingin tahu +2, dan keaktifan +2.
Ada enam atribut yang setara dengan produk peternakan kualitas D. Tapi Sistem berkata kalau kuda bisa memiliki atribut lain selama dikembangbiakkan dengan cara yang benar.
Aksa memandang kuda morgan yang berwarna hitam elegan. Dia mendekat dan mengelus-elus bulunya yang sangat lembut, kuda morgan juga terlihat nyaman dengan elusan Aksa.
__ADS_1
"Pak Aksa, apakah Anda ingin menunggang kuda?" tanya Bayu kepada Aksa.
"Ide bagus." Aksa tersenyum, dia meminta Galih untuk mengambil pelana kuda dan yang lainnya untuk dipasangkan di punggung kuda.
Aksa tidak bisa menunggang kuda sebelumnya, tapi karena ini adalah bulan baru, ada sesuatu yang dijual di toko game dan itu adalah keahlian berkuda. Dia langsung membelinya dengan harga 5.000 poin.
Jadi, setelah Aksa memakai perlengkapan, dia langsung naik ke atas punggung kuda. Kuda morgan juga tidak terlihat tidak nyaman, dia malah gembira saat Aksa menaiki punggungnya.
"Pak Bayu, Pak Dito, ayo berkuda juga!" kata Aksa yang mengajak Bayu dan Dito untuk bergabung.
Bayu dan Dito saling memandang, mereka sama sekali tidak bisa berkuda karena memang tidak pernah menyentuh hal-hal tentang kuda.
Namun saat melihat Aksa menunggang kuda dengan nyaman, mereka jadi ingin melakukannya juga. Jadi, mereka segera memasang pelana dan yang lain lalu naik ke atas punggung kuda.
"Jika ini adalah kuda biasa, kalian akan kesulitan untuk menungganginya. Tapi jangan khawatir, kuda-kuda ini sangat ramah jadi kalian bisa berkuda dengan nyaman," kata Aksa saat melihat kalau Bayu dan Dito gugup.
"Untunglah." Bayu dan Dito menghela napas lega saat mendengar perkataan Aksa.
"Galih, katakan pada yang lainnya. Jika ingin menunggangi kuda, kalian juga bisa mencobanya nanti." Aksa berkata kepada Galih yang berkeinginan untuk mencoba juga.
"Ah, siap Bos!" Galih tentu saja bahagia karena Aksa mengizinkan dia dan karyawan lain untuk mencoba menunggangi kuda juga.
Aksa mengangguk, dia dan kuda morgan yang dia tungganginya berjalan-jalan dengan pelan. Sementara itu Bayu dan Dito tetap bersama karena mereka masih belum mahir.
Karena pintu pagar belum ditutup, Aksa keluar dari sana dan berjalan-jalan di sekitar Sajaya Farm dengan kuda morgan.
Para pengunjung yang sedang melakukan kegiatan masing-masing terkejut karena melihat Aksa menunggangi seekor kuda hitam yang sangat elegan.
Mereka mengangkat ponsel untuk merekamnya. Ada beberapa pengunjung yang memberanikan diri untuk bertanya apakah kuda itu alat transportasi di Sajaya Farm.
Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata kalau akan ada area baru yang dibuka sebentar lagi. Dia meminta para pengunjung untuk tetap bersabar.
__ADS_1