Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Kedatangan Roni dan Kerja Sama dengannya


__ADS_3

Madu mulai ditaruh di area penjualan. Madu yang dihasilkan oleh lebah di peternakan game adalah dengan botol kaca dengan isi 100 mililiter.


Namun ternyata Aksa bisa memilih apakah dia mau 100, 200, atau 500 mililiter. Jadi sekarang, di rak area penjualan memiliki tiga jenis botol kaca dan tentu saja harganya juga berbeda.


Aksa berpikir kalau butuh beberapa hari agar semua madu di rak penjualan habis. Tapi, dia meremehkan popularitas Sajaya Farm yang sekarang. Hanya dalam beberapa jam saja, madu di rak area penjualan sudah habis.


Jadi setelah mengetahui hal tersebut, Aksa segera pergi ke gudang dengan motor roda tiganya untuk mengangkut madu dan produk-produk peternakan lainnya dan meminta Galih untuk membawanya ke area penjualan.


"Bos, ada Pak Roni yang ingin bertemu dengan Bos." Pada saat ini Galih berkata kepada Azam setelah menerima panggilan dari penjaga keamanan di depan.


"Oh? Bawa beliau ke lantai dua restoran." Aksa mengangguk dan berkata kepada Galih. Lalu dia pergi ke lantai dua restoran sambil menghubungi Indra untuk dibuatkan makanan dan minuman.


"Baik, Bos." Galih mengangguk, dia segera memanggil penjaga keamanan tadi untuk membawa Roni ke lantai dua restoran untuk menemui Aksa.


...----------------...


"Aksa, lama tidak berjumpa!" kata Roni kepada Aksa setelah dia masuk ke dalam ruangan pribadi di lantai dua restoran.


"Pak Roni, halo." Aksa tersebut. Lalu dia dan Roni saling berjabat tangan. Setelah itu, Aksa mempersilakan Roni untuk duduk.


"Maaf, menemuimu tanpa memberitahu terlebih dahulu," kata Roni dengan nada meminta maaf.


"Tidak apa-apa Pak Roni. Tapi, sepertinya Bapak sedang buru-buru, ada apa?" Aksa bertanya seperti itu karena bisa melihat wajah Roni yang kurang bersemangat dan terkesan tergesa-gesa.


Roni menghela napas panjang dan berkata, "Begitulah, aku mau berbicara denganmu setelah mendengar kalau kamu akan membuka fasilitas terapi kuda."


"Benar, ada apa?" balas Aksa.


"Bisakah Rumah Sakit Swasta Wilaga bekerja sama denganmu?" tanya Roni dengan raut wajah yang serius kepada Aksa.

__ADS_1


Aksa mengangkat alisnya, dia tidak menyangka tujuan Roni ke Sajaya Farm adalah untuk bekerja sama. Tapi Aksa memikirkannya sebentar, kalau Rumah Sakit Swasta Wilaga hanya bekerja sama untuk terapi kuda.


Aksa bertanya kepada Roni untuk menginformasi dan Roni mengangguk. Jika seperti ini, maka Aksa tidak perlu meminta pendapat dari Jay karena terapi kuda adalah kegiatan Sajaya Farm sendiri, bukan dengan Hotel Lunar.


Jadi, setelah berpikir sejenak tentang keuntungan bekerja sama dengan Rumah Sakit Swasta Wilaga, Aksa tersenyum dan mengangguk menerima ajakan kerja sama dari Roni.


"Terima kasih, Aksa!" Roni menghela napas lega dan berkata dengan nada gembira.


Aksa kemudian bertanya, "Pak Roni, tapi mengapa Bapak ingin bekerja sama? Sepertinya tidak ada kasus yang serius di rumah sakit Bapak."


Roni membuang senyumnya, dia lalu berkata, "Sebenarnya, ada cukup banyak yang menderita PTSD dan autisme. Hal ini sulit disembuhkan karena untuk menyembuhkannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan ini bukan dengan obat-obatan."


"Jadi meskipun Rumah Sakit Swasta Wilaga adalah rumah sakit yang terkenal, tapi kami tidak bisa menyembuhkan PTSD dan autisme."


"Aku jadi sedih dengan anak-anak yang menderita PTSD dan autisme. Itulah mengapa aku sangat senang saat mendengar kamu bersedia bekerja sama dengan kami."


Aksa menganggukkan kepalanya karena paham dengan penjelasan dari Roni. Seorang Roni merupakan dokter sejati yang tidak membeda-bedakan penyakit seseorang.


"Jadi begitu, baiklah, aku akan berbicara dengan Ratu nanti. Ah, Ratu itu manajer area kuda khusus, akan aku kenalkan nanti," kata Aksa sambil menganggukkan kepalanya.


"Ya, terima kasih sekali lagi." Roni tersebut dan mengangguk. Dia benar-benar berterima kasih kepada Aksa.


Alasan dia bekerja sama dengan Aksa tentu saja karena dia tahu kalau Sajaya Farm bukanlah tempat biasa. Dia juga mendengar kalau madu dan royal jelly yang dijual memiliki efek yang luar biasa.


Itulah mengapa setelah berdiskusi dengan para petinggi rumah sakit, mereka akhirnya mencapai keputusan bersama untuk bekerja sama dengan Sajaya Farm dalam terapi kuda.


Setelah itu, Aksa dan Roni makan siang bersama sambil berbincang-bincang. Baru setelah selesai makan, Roni pamit undur diri karena dia masih ada pekerjaan di rumah sakitnya.


Aksa juga segera menghubungi Ratu untuk memberitahunya kalau Rumah Sakit Swasta Wilaga akan bekerja sama dengan Sajaya Farm dalam hal terapi kuda.

__ADS_1


Ratu yang mendengarnya sangat terkejut karena Rumah Sakit Swasta Wilaga sangat terkenal dan bisa bekerja sama dengan Sajaya Farm mengartikan kalau hubungan mereka cukup dekat.


Wajar saja Ratu sangat terkejut, karena dia berasal dari keluarga kecil dan tidak pernah melihat berita karena dia selalu sibuk bekerja untuk mencari uang.


"Kapan kerja samanya dimulai Bos?" tanya Ratu kepada Aksa setelah menenangkan dirinya.


"Besok. Ini aku mau membuat kontraknya terlebih dahulu," kata Aksa.


"Baik." Ratu mengangguk, setelah itu mereka mengakhiri panggilan.


...----------------...


Satu minggu sudah berlalu semenjak area lebah dibuka. Fasilitas terapi kuda sudah dibuka dan Aksa juga mendatangkan lebih banyak kuda dengan bantuan jasa pengiriman sistem.


Untuk perjalanan kuda belum bisa dibuka karena jala khusus kuda masih setengah jadi. Namun meski begitu, banyak orang yang tetap menantikan bagaimana rasanya keliling Sajaya Farm sambil menunggang kuda.


Untuk madu dan royal jelly juga banyak diburu oleh pengunjung khusus para orang kaya. Karena efek dari madu dan royal jelly sangatlah luar biasa dan sulit ditemukan di tempat lain.


"Polusi udaranya semakin parah," kata Aksa sambil melihat berita di televisi di rumahnya. Hari masih siang tapi Aksa memutuskan untuk berada di rumah karena tidak ada kegiatan penting.


"Benar, kendaraan memang jadi masalah, tapi itu bukan yang utama. Banyak pabrik yang beroperasi secara berlebihan sampai membuat polusi udara menjadi semakin tebal," kata Aji di sebelah Aksa.


Dalam satu minggu terakhir ini, berita sering menampilkan perubahan kualitas udara di Kabupaten Banyumas. Pada awalnya memang biasa-biasa saja, tapi sekarang udara sudah mulai kotor.


Tapi ini masih dalam tahap normal di mana orang-orang bisa beraktivitas seperti biasa. Hanya saja, para warga dihimbau untuk jangan menggunakan kendaraan pribadi untuk mengurangi polusi.


Pemerintah Kabupaten Banyumas juga akan memberi diskon bagi orang yang naik transportasi umum saat bepergian. Hal ini dilakukan agar orang-orang tidak menggunakan kendaraan pribadi.


"Jumlah pengunjung Sajaya Farm memang tidak terpengaruh, tapi aku khawatir dengan hewan-hewan ternak," pikir Aksa. Tapi saat ini, ponselnya berdering dan yang menelepon adalah Galih.

__ADS_1


"Bos, ada hal yang aneh di area lebah," kata Galih dengan serius.


"Sial, ini terjadi," batin Aksa yang sudah merasakan firasat buruk saat menjawab telepon dari Galih.


__ADS_2