
Bersamaan dengan postingan pemberitahuan, banyak orang yang langsung menelepon pihak Sajaya Farm untuk memesan villa dan kamar.
Kebanyakan memesan kamar karena itu lebih murah, orang yang memesan villa biasanya adalah keluarga atau orang kaya yang ingin lebih nyaman.
Karyawan Sajaya Farm yang mengurus hal ini segera mencatat nama orang yang memesan. Semua villa dan kamar hampir penuh yang tidak disangka oleh Aksa.
...----------------...
Keesokan paginya, Dimas bangun dan hal yang pertama ia lakukan adalah mengambil ponsel di sebelahnya dan memeriksa apakah ada notifikasi.
Kemudian ia terkejut karena ada notifikasi dari akun resmi Sajaya Farm. Ia segera memeriksa pesan tersebut dan setelah selesai membaca, ia melompat kegirangan.
"Ayah! Ibu! Aku mendapatkan produk peternakan Sajaya Farm lagi!!" teriak Dimas dengan girang memberitahu kedua orang tuanya.
Orang tua Dimas kesal karena dia berteriak namun setelah mendengar penjelasannya, mereka juga menjadi bahagia sama seperti putra mereka.
...----------------...
Di area parkir di depan Sajaya Farm sudah ramai dengan kendaraan. Aksa yang baru sampai dari gudang untuk mengangkut produk-produk peternakan tercengang melihatnya.
"Padahal hanya villa dan kamar yang dibuka, mengapa ada banyak sekali orang? Mereka juga bisa datang saat siang atau sore harinya," pikir Aksa.
Kali ini tanpa diminta, Galih dan penjaga keamanan lainnya menghampiri Aksa untuk membantu membawa produk-produk peternakan dari motor roda tiga ke area penjualan.
"Bos, saya juga memiliki ekspresi yang sama dengan Bos. Tapi setelah bertanya, mereka ternyata ingin membuat BBQ di villa atau kamar pesanan mereka karena lebih privasi," kata Galih saat melihat ekspresi tercengang Aksa.
Aksa mengangguk paham dan berkata, "Jadi begitu. Kalau begitu beritahu Indra untuk menambah porsi BBQ untuk orang yang memesan villa dan kamar sebagai ucapan terima kasih karena telah memesan."
Galih pertama mengangguk lalu bertanya, "Baiklah, Bos. Tapi apakah kita tidak akan rugi karena membagikan banyak sekali daging kepada mereka?"
"Yah, jujur saja memang sedikit rugi tapi ini demi popularitas. Saat ini yang paling dibutuhkan oleh Sajaya Farm adalah popularitas, jadi ini sepadan," jawab Aksa sambil menghela napas.
"Benar juga, Bos." Galih mengangguk paham dengan perkataan Aksa.
__ADS_1
Sajaya Farm dibuka, orang-orang segera mengantre untuk membeli tiket. Mereka yang sudah memesan villa dan kamar segera pergi ke area dekat sungai untuk memeriksa villa dan kamar yang mereka pesan.
Villa dan kamar memiliki akomodasi yang sama, hanya berbeda kualitas. Selain halaman kecil untuk BBQ pribadi dan bisa melihat pemandangan alam, ada juga beberapa fasilitas.
Fasilitas tersebut seperti AC dan filter udara, handuk dan perlengkapan mandi, televisi dan telepon, pengering rambut, mini kulkas, dan ada akses internet gratis yang bisa diakses menggunakan kartu villa atau kamar.
Orang-orang yang sedang memeriksa menjadi kagum dengan kelengkapan akomodasi dan dekorasi yang sangat indah. Mereka mengambil foto dan video lalu mempostingnya di akun media sosial masing-masing.
Ada banyak orang yang memesan villa atau kamar dan ada banyak orang yang ragu-ragu. Mereka yang ragu-ragu menghilangkan keraguan mereka setelah melihat foto dan video villa dan kamar yang didekorasi dengan sangat indah.
Saat orang-orang sedang menikmati fasilitas villa dan kamar, mereka tercengang karena karyawan Sajaya Farm memberikan bahan-bahan BBQ yang cukup banyak.
"Permisi, bukankah porsi ini terlalu banyak? Apakah ada kesalahan di pembagian bahan-bahan BBQ?" tanya sala satu pengunjung kepada karyawan yang datang.
"Halo, Pak. Porsi ini memang banyak karena kami memberikan daging untuk BBQ kepada para pengunjung secara gratis untuk hari ini saja, jadi tolong dinikmati," jawab karyawan tersebut.
"Ah? Sajaya Farm memberikan daging yang enak kepada semua pengunjung?" pengunjung yang tadi bertanya tambah tercengang dengan jawaban dari karyawan.
Situasi ini juga terjadi di seluruh villa dan kamar, para pengunjung tidak menyangka kalau Sajaya Farm akan sangat baik sampai-sampai memberikan daging kepada semua pengunjung.
"Halo teman-teman, Lisa di sini, kita bertemu lagi! Sajaya Farm sudah membuat akun di Vtube, sebuah aplikasi siaran langsung yang pasti teman-teman mengenalnya bukan?"
"Besok, Sajaya Farm akan melakukan siaran langsung mengenai pengalaman memerah susu sapi dan kambing, mengambil telur, memotong daging, dan lain sebagainya."
"Teman-teman yang memiliki waktu bisa melihat siaran langsung kami yang akan dimulai pada pukul 10 pagi sampai selesai. Itu saja, terima kasih!"
Aksa lah yang menggagas ide ini, sejak awal, Sajaya Farm belum melakukan aktivitas peternakan di depan publik. Jadi Aksa kepikiran untuk melakukannya dan ia akan dilakukan siaran langsung.
Siaran langsung sangat diminati oleh para pemuda karena ada banyak sekali jenis orang yang melakukan siaran langsung.
Untuk orang tua, meskipun sedikit pasif dalam hal menonton siaran langsung, tapi mereka juga paham dan bisa menggunakan aplikasi Vtube dengan lancar karena itu memang mudah.
Dan karena tidak ada orang yang melakukan siaran langsung peternakan, para pengunjung dan penggemar Sajaya Farm menantikan siaran langsung besok.
__ADS_1
"Siaran langsung peternakan ya, belum pernah ada orang yang melakukan hal ini jadi aku menantikannya."
"Semoga saja Sajaya Farm benar-benar melakukan siaran langsung peternakan, tidak melakukan sesuatu yang lain atau melakukan penipuan."
"Apapun itu, karena ini adalah siaran langsung, Lisa pasti akan muncul di depan kamera!! Oh dewiku Lisa!!"
...----------------...
"Ide mengenai siaran langsung peternakan sungguh bagus," kata Sarah yang sedang membaca komentar-komentar orang di akun Sajaya Farm.
"Benar, kan? Tidak ada tempat wisata yang melakukan siaran langsung mandiri, semua video atau siaran langsung dilakukan oleh pengunjungnya," angguk Aksa.
Sarah menghela napas dan berkata, "Dengan ini, Sajaya Farm akan dikenal oleh lebih banyak orang. Aku tidak sabar menantikan reputasi Sajaya Farm sampai ke luar provinsi."
"Hahaha, jangan khawatir. Tidak akan butuh waktu lama sampai hal itu terjadi. Itulah mengapa aku bekerja keras dengan memikirkan banyak ide." Aksa tertawa kecil sebelum berkata.
"Aku harap seperti itu, dan jangan memikirkan hal rumit seorang diri. Jika menemui hambatan, kamu bisa bertanya kepadaku atau kepada karyawan lain," kata Sarah sambil tersenyum tipis.
"Ya, aku akan melakukan hal itu. Kamu dan karyawan Sajaya Farm sangat baik, kita pasti bisa membuat reputasi Sajaya Farm keluar provinsi," angguk Aksa.
Sarah melirik Aksa dan mengangguk sebelum berkata, "Aku menantikannya,"
...----------------...
Sore hari, Sarah sedang mengendarai mobilnya berkeliling kabupaten sebentar sebelum pulang ke rumah untuk menikmati udara segar.
Di luar Sajaya Farm, ia memiliki mood yang kurang menyenangkan karena Kevin terus-menerus mengirim dirinya pesan entah itu sapaan, ajakan, atau sebuah cerita acak.
Sarah sebenarnya tidak ingin membalas pesannya, tapi karena Kevin adalah anak dari rekan kerja ayahnya, ia terpaksa harus membalas Kevin meskipun hanya beberapa kata sederhana.
Dengan balasan berupa kata yang sederhana, Sarah berpikir kalau Kevin akan menyerah mengirimi pesan karena dirinya tidak membalas dengan sungguh-sungguh.
Namun ia tidak menyangka kalau Kevin justru malah lebih sering mengirim pesan yang membuat Sarah mengerutkan keningnya. Ia membisikan notifikasi kontak Kevin agar tidak mengganggunya.
__ADS_1
"Ini merepotkan," batin Sarah sambil menghela napas saat mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah setelah menghirup udara segar.