Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Kecurangan yang Terjadi di Babak Final Lomba


__ADS_3

Babak penyisihan lomba sudah selesai, dari empat gelombang sudah ada delapan tim yang masuk ke babak final yang akan diadakan esok hari di waktu dan tempat yang sama.


Jadi setelah pukul 3 sore, banyak pengunjung yang pulang dan beberapa di antaranya masih tetap berada di Sajaya Farm hanya untuk sekedar jalan-jalan dan melihat pemandangan.


Aksa dan Sarah saat ini sedang berada di area dekat taman bunga, cuacanya sungguh nyaman sehingga mereka memutuskan untuk melakukan pembahasan di luar.


"Pendapatan dari siaran langsung hari ini mencapai 12 juta rupiah, lebih banyak dari siaran langsung peternakan sebelumnya," kata Sarah sambil membaca data di laptopnya.


"12 juta? Hadiah uang perlombaan sampan saja ada 15 juta, bukankah ini sama saja kita tidak mengeluarkan uang untuk memberi hadiah?" kata Aksa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sarah mengangguk dan berkata, "Dengan banyaknya orang yang memberi hadiah di siaran langsung, itu artinya banyak orang yang menyukai Sajaya Farm."


"Ya, begitulah. Kita harus melakukan yang terbaik untuk besok. karena besok adalah babak final, pastinya akan lebih meriah dari hari ini," angguk Aksa.


Setelah itu Sarah mulai melaporkan kondisi keuangan Sajaya Farm. Sarah sangat menyukai pekerjaan yang sekarang karena Sajaya Farm memiliki pemasukan yang luar biasa.


Pendapatan Sajaya Farm tetap di simpan di bank milik Sajaya Farm, tapi secara kepemilikan hampir semua uang itu adalah milik Aksa karena Sajaya Farm hanya perlu membayar gaji karyawan dan beberapa hal kecil lain.


Hampir semua hal yang ada di Sajaya Farm berasal dari Sistem Game Peternakan sehingga Aksa tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli hal tersebut di orang atau tempat lain.


...----------------...


Keesokan harinya, banyak sekali orang yang mengunjungi Sajaya Farm hari ini. Bahkan penonton yang ada di ruang tunggu siaran langsung hampir dua kali lebih banyak dari hari kemarin.


Ini semua karena bantuan pemerintah yang mempromosikan Sajaya Farm dan memberitahu masyarakat kalau sedang ada event yang diadakan yaitu perlombaan balap sampan.


"Halo teman-teman! Lisa di sini akan menemani kalian semua dalam perlombaan balap sampan babak final!! Apakah kalian semua sudah siap untuk melihat usaha para peserta!?" Seperti biasa Lisa berteriak dengan penuh semangat.


"Kami siap!!!" Para pengunjung yang mendengar teriakan Lisa segera membalas dengan teriakan yang penuh dengan semangat juga.


--- {Yo! Kami sekeluarga sudah tidak sabar untuk menantikan babak final perlombaan balap sampan! Aku mendukung Ali dan teman-temannya!}

__ADS_1


--- {Jarang sekali ada siaran langsung seperti ini. Kebanyakan saluran televisi sekarang tidak terlalu bagus dan aku bersyukur ada siaran langsung yang mengasyikkan seperti ini.}


Bahkan para penonton siaran langsung juga sangat bersemangat. Seperti yang dikatakan di salah satu komentar, di waktu yang sekarang jarang ada tontonan yang menarik yang bisa ditonton untuk segala usia.


Kebanyakan saluran televisi hanya menyiarkan berita artis atau sesuatu yang kurang mendidik bagi anak-anak. Tontonan yang mengasyikkan juga jarang, itulah mengapa mereka senang saat siaran langsung Sajaya Farm.


"Sepertinya kalian semua juga sangat bersemangat ya! Kalau begitu ayo kita langsung mulai saja babak finalnya, para peserta dipersilakan untuk datang dan mempersiapkan diri!" teriak Lisa.


Para peserta yang berada di area tunggu segera pergi ke garis start di mana sudah ada sampan dan perlengkapan lainnya. Mereka segera memakai jaket pelampung dan masuk ke dalam sampan.


Sampan yang mereka gunakan berbeda dari sampan babak penyisihan kemarin, namun untuk Ali dan pria berotot masih sama, mereka masih menaiki sampan domba dan sampan sapi.


Aksa yang dari tadi diam mengambil mic dan berkata, "Bersiap! Mulai!!"


Bersamaan dengan aba-aba dari Aksa, pistol udara berbunyi dengan keras yang menandakan perombakan dimulai. Semua sampan mengerahkan kekuatan mereka agar bisa berada di posisi pertama.


Kali ini sampan sapi yang berisi kelompok pria berotot langsung mengerahkan seluruh kekuatan di kedua lengan agar bisa mencapai garis finish pertama karena mereka membutuhkan hadiah uangnya.


Di satu sisi ada Ali dan teman-temannya yang merupakan anak gym dan di sisi lain ada sekelompok pria berotot yang jelas sekali kalau kekuatan mereka lebih tinggi dibanding Ali dan teman-temannya.


Lisa yang ada di tempat komentator berkata, "Seperti sebelumnya, sampan domba dan sampan sapi bersaing lagi! Sepertinya kedua tim tidak ingin merelakan juara pertama kepada yang lain!"


Di sebelahnya, Aksa berkata, "Hahaha, bagus kalau mereka bersaing. Jika ada musuh atau saingan, kita akan mengeluarkan lebih banyak kekuatan yang tidak kita sadari."


--- {Aku bertaruh kalau sampan domba yang mendapatkan juara pertama. Aku sudah melihat ketekunan dan tekad mereka yang kuat!"


---- {Apakah kamu bercanda? Jika dilihat dari segi kekuatan, maka sampan sapi yang akan menang. Mereka mempunyai kekuatan lengan yang luar biasa.}


Para penonton siaran langsung malah berdebat sampan mana yang akan berhasil mendapat juara pertama bahkan mereka sampai memasang taruhan kepada sampan yang mereka percayai.


Tim balik layar menghubungi Aksa tentang apa yang harus dilakukan tapi Aksa membiarkan keadaan tetap seperti ini karena tahu kalau taruhan yang mereka lakukan tidak benar-benar taruhan.

__ADS_1


Jika mereka bertaruh, maka pihak berwajib akan memberi mereka peringatan. Apalagi siaran langsung ini diawasi oleh pemerintah, mereka tidak akan bisa melakukan taruhan yang serius di sini.


Setelah mendengar penjelasan Aksa, tim balik layar juga menjadi paham dan membiarkan keadaan tetap seperti itu. Paling-paling mereka akan mengalihkan topik jika taruhan tersebut menjadi serius.


Kembali ke perlombaan, sampan domba dan sampan sapi saling berdekatan. Meskipun sampan domba kalah di dalam kekuatan, tekad mereka sangat besar sehingga bisa menyaingi sampan sapi.


Sampan sapi juga tidak berani meremehkan sampan domba, mereka juga bekerja keras dengan mengerahkan lebih banyak kekuatan di kedua lengan sampai mereka bisa merasakan kalau lengan mereka mati rasa.


"Oh! Ada sampan ayam di belakang kedua tim dan mereka menyusul dengan sangat cepat!" teriak Lisa dengan suara terkejut.


Para pengunjung dan penonton segera melihat kalau ada sampan lain yang menyusul sampan domba dan sampan sapi. Itu adalah sampan ayam yang berisi pria-pria biasa yang normal-normal saja.


Banyak dari mereka yang heran bagaimana bisa sampan ayam menyusul sampan domba dan sampan sapi dengan tubuh yang biasa-biasa saja seperti itu padahal lawannya adalah orang-orang dari gym dan orang-orang berotot.


Namun, karena terlalu terbawa suasana, mereka tidak terlalu memikirkannya dan terus menyemangati sampan yang mereka sukai.


Hanya Aksa yang mengerutkan kening di sini, dia yang tubuhnya sudah mengalami peningkatan tahu kalau dengan tubuh biasa tidak mungkin menyusul sampan yang berisi orang-orang kuat.


Aksa menyipitkan matanya dan terus mencari-cari kecurangan apa yang dimiliki oleh sampan ayam. Saat sampan ayam sudah menyusul sampan domba dan posisinya saat ini sama dengan sampan sapi.


Dan benar saja, saat ini semua orang bisa mendengar kalau ada suara mesin yang cukup kecil. Aksa segera menghubungi karyawan terkait untuk memeriksa kamera pengawas sebelumnya.


Namun pada saat ini, sampan ayam mengeluarkan tali yang ujungnya diikat dengan besi panjang. Mereka melempar besi itu ke arah sampan sapi yang membuat sampannya berlubang.


"Sial!" Aksa berteriak dengan marah saat melihat tindakan dari orang-orang sampan ayam.


Para pengunjung dan penonton yang melihat hal itu juga merasa marah namun sebelum mereka marah. Sampan domba di belakangnya menyusul dan mencapai garis finish pertama.


Di belakangnya ada sampan ayam dengan wajah sombong dan sampan lainnya yang tidak terlalu dikenal. Sampan sapi tenggelam dan sekelompok pria berotot menatap langit dengan tatapan kosong.


"Tangkap orang-orang dari sampan ayam dan siarkan langsung semua prosesnya!" perintah Aksa kepada para penjaga keamanan.

__ADS_1


"Ya!" Para penjaga keamanan yang mendapat panggilan dari Aksa segera bertindak.


__ADS_2