
Adi dan yang lain sampai di kandang sapi, mereka segera menajamkan mata untuk melihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau sesuatu yang berbeda di area kandang sapi.
Mereka berpencar namun dalam jarak yang dekat agar bisa berkumpul kembali jika ada musuh. Adi mencari di tengah kandang sapi di mana ada banyak sapi yang sedang memakan rumput.
Pada saat ini, Adi melihat sesuatu yang aneh di salah satu sapi. Ada kalung dengan ornamen panjang di sapi yang sedang beristirahat bersama teman-temannya.
"Teman-teman! Sepertinya aku menemukan tokennya!" teriak Adi dengan keras agar teman-temannya bisa mendengarnya.
"Di mana!?" Teman-teman Adi segera berkumpul dan melihat ke arah yang ditunjuk oleh Adi, yaitu kalung yang dipakai oleh salah satu sapi.
Sekarang mereka melihatnya dengan jelas kalau itu merupakan kalung dengan tali berwarna putih dan di ujungnya ada kayu yang cukup panjang berbentuk hewan ternak ayam.
"Tapi, bagaimana caranya mengambil token itu?" Wanita berkacamata bertanya sambil mengerutkan keningnya karena tidak tahu bagaimana cara untuk mengambil token itu.
"Sama seperti yang Dimas lakukan, aku akan menarik perhatian dan kalian harus bisa mengambil tokennya dengan cepat," kata Adi tanpa ragu-ragu karena itu adalah rencana yang terbaik.
"Baik!" Yang lain mengangguk tidak mempermasalahkan rencana Adi.
Setelah Adi menganggukkan kepalanya, yang lain segera mengendap-endap ke belakang sapi yang sedang beristirahat sementara Adi maju langkah demi langkah dengan pelan.
"Tes-tes." Adi memanggil sapi agar dia bangun dan memperhatikan dirinya.
Sapi yang sedang beristirahat membuka matanya dan melihat ada makhluk dua kaki yang sering dia lihat di depannya. Karena sudah terbiasa, maka dia mengabaikan Adi.
"Halo." Adi memanggil lagi karena melihat kalau sapi itu mengabaikannya.
"Moo!" Sapi itu mengeluarkan suara malas, meskipun Adi tidak tahu apa yang sapi itu katakan, tapi dia merasa kalau sapi itu mengusirnya.
Jadi Adi mencabut rumput yang ada di bawah dan memberikannya kepada si sapi. Sapi itu mengangkat kepalanya karena manusia di depannya memberi makan rumput.
__ADS_1
Mengambil kesempatan itu, teman-teman Adi yang lain segera mendekati sapi dan menarik kalung yang ada di leher sapi dengan cepat. Namun sapi itu tampaknya merasakan kalau ada orang yang mengambil kalungnya.
"Moo!!" Sapi itu marah dan mengejar teman-teman Adi karena telah mengambil kalungnya.
Wanita berkacamata yang membawa token utama segera melemparkannya ke arah Adi agar dia bisa kabur sambil membawa token itu sementara mereka akan menangani di sapi.
Lisa sebagai pembawa acara sekaligus komentar langsung berkata, "Teman-teman, lihatlah tim di sana! Mereka dengan beraninya mengambil token utama dari leher sapi dan saat ini mereka sedang dikejar!"
"Tadi sudah ada anggota yang mengalihkan perhatian kelinci, sekarang tiga anggota lainnya mengalihkan perhatian sapi. Hanya tersisa satu anggota saja, si pria berambut panjang!'
"Akankah dia bisa pergi ke tempat aman sambil membawa token utama di genggamannya? Ayo kita pantau terus aksinya yang mendebarkan!"
Pria berambut panjang yang Lisa maksud tentu saja Adi. Dia berlari keluar dari kandang sapi dan pergi ke area yang cukup tersembunyi karena di sana ditutupi oleh pohon dan semak-semak.
"Hah... Apakah aku sudah selamat?" Adi duduk dan berkata dengan napas yang terengah-engah karena dia sudah terlalu lelah berlari.
Drone juga terbang di atasnya sambil mengamati situasi Adi yang sedang bersembunyi. Namun pada saat ini, ada suara langkah kaki dari semak-semak di dekat Adi.
"Ah?" Terdengar suara seorang pria dari sumber suara. Kemudian munculah seseorang yang mengenakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya dan topeng kucing emas di wajahnya.
"Siapa kamu?" Adi terlihat bingung karena tidak pernah melihat ada orang yang mengenakan pakaian seperti itu saat mendaftar event perburuan harta karun ini.
"Aku kucing emas! Beruntung sekali kamu bisa menemukanku. Sebagai imbalannya, aku akan memberimu barang." Aksa menurunkan tasnya dan mengambil barang di dalamnya secara acak tanpa melihat.
"Kucing emas?" Adi mengerutkan keningnya karena dia juga tidak melihat ada karyawan Sajaya Farm yang seperti itu.
"Tunggu, apakah ini sesuatu yang sengaja disembunyikan?" Adi memikirkan kemungkinan lain kalau Sajaya Farm memang sengaja menyembunyikan identitas kucing emas.
Aksa mengambil beberapa barang dari tasnya, kemudian dia memberikan semuanya kepada Adi. Itu adalah susu sapi kualitas C, daging ayam kualitas C, dan kupon menginap gratis semalam di vila.
__ADS_1
Adi menerima semua itu dengan gembira karena seperti yang dia pikirkan kalau kucing emas itu adalah orang yang sengaja disembunyikan oleh Sajaya Farm untuk menambah kemeriahan event.
"Terima kasih banyak!" Adi mengucapkan terima kasih kepada Aksa dengan sungguh-sungguh.
"Semoga beruntung!" Aksa tidak membalas ucapan terima kasih dari Adi, dia melambaikan tangannya dan pergi begitu saja seolah-olah dia adalah hantu.
Setelah menunggu beberapa menit, teman-teman Adi termasuk Dimas datang. Mereka berkumpul kembali setelah mencari lokasi persembunyian Adi yang sedikit sulit ditemukan.
"Dimas, kamu berhasil menyingkirkan kelinci itu?" tanya Adi.
"Maaf, aku sisa dua nyawa," jawab Dimas dengan nada tidak berdaya.
"Tidak apa-apa, kita sudah mendapatkan token utama. Tugas kita sekarang adalah untuk melindunginya sampai akhir," kata Adi dengan nada santai.
Mereka tetap di sana sambil berbincang-bincang, dan tidak ada pasukan hewan yang menemukan mereka. Sementara itu peserta lain juga sedang berusaha untuk mendapatkan token atau kupon.
Siaran langsung juga ditonton oleh puluhan ribu orang, karena pada saat siang hari di mana waktunya makan siang, para penonton tidak mempunyai sesuatu untuk dilakukan sehingga memutuskan untuk menonton siaran langsung Sajaya Farm.
...----------------...
"Aksa, mengapa kamu melakukan hal itu?" tanya Sarah sambil menatap Aksa dengan mata tajam karena Aksa tidak memberitahu ada tambahan rencana.
"Hm? Ah, soal kucing emas. Yah, tidak ada alasan khusus, aku hanya bosan dan ingin memeriahkan event perburuan harta karun ini, kebetulan sekali ada ide yang menarik!" kata Aksa sambil tersenyum lebar.
Sarah menghembuskan napas panjang dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa daya. Meskipun begitu, dia juga setuju dengan ide Aksa yang membuat even ini lebih meriah.
Dia juga sudah menghubungi tim video agar jangan mengikuti ke mana perginya Aksa. Biarkan Aksa muncul secara tiba-tiba agar penonton tidak mengetahuinya dan terkejut dengan kedatangan Aksa.
Event dilanjutkan setelah istirahat makan siang, masih ada tujuh token utama yang belum diambil oleh para peserta. Tim yang sudah memiliki token utama juga memutuskan untuk beristirahat.
__ADS_1
Dimas dan rekan-rekannya juga memilih untuk bersantai di dekat taman bunga sambil menikmati makanan dan minuman pada pedagang lokal.