
"Tapi, tindakan kalian sudah kelewat batas. Mulai hari ini, kalian berempat akan masuk ke dalam daftar hitam Sajaya Farm selama 6 bulan," kata Aksa dengan nada dingin.
Bobi dan yang lain memiliki wajah yang pucat, mereka sudah beberapa kali mengunjungi Sajaya Farm dan itu sangat menyenangkan. Mereka bisa bersantai dan berinteraksi dengan hewan-hewan ternak yang ada.
Dan Sajaya Farm selalu mengadakan event yang sangat meriah dengan hadiah yang tidak main-main. Mereka seperti merasakan surga di dunia yang fana ini.
"Permisi. Bukankah ini hukuman yang terlalu berat untuk mereka?" Pada saat ini Dika menghampiri Aksa dan berkata dengan suara rendah tapi bisa didengar oleh yang lain.
"Siapa kamu sampai berhak untuk menentukan hukuman untuk mereka?" Aksa berkata dengan wajah yang tenang namun mengeluarkan tekanan yang sangat mengerikan.
"Aksa." Sarah menepuk pundak Aksa agar bisa menenangkan dirinya.
"Yah, aku akui belas kasihmu itu sangat bagus. Tapi, mereka melakukan tindakan yang bisa membuat orang cedera di event yang diadakan oleh Sajaya Farm," kata Aksa sambil melirik Bobi.
Sebenarnya, hukuman untuk Bobi dan yang lain masih tergolong ringan karena mereka hanya tidak diizinkan masuk ke dalam Sajaya Farm selama 6 bulan saja.
Jika Aksa mau, dia bisa melanjutkan masalah ini dengan jalur hukum karena tindakan mereka bisa membuat orang lain cedera dan itu adalah tindakan yang disengaja.
Tapi jelas, Aksa juga tidak mau berurusan dengan hukum yang memiliki proses yang sangat panjang dan merepotkan. Jadi dia hanya akan memberi hukuman masuk ke daftar hitam kepada Bobi dan yang lain.
"Namamu Dika, kan? Apa yang dikatakan Aksa ini benar, jika mereka diampuni, ada kemungkinan kalau mereka akan melakukan tindakan yang sama di masa depan," kata Sarah kepada Dika dengan serius.
Sarah tahu nama Dika karena barusan dia dihubungi oleh Lisa tentang nama Dika, Bobi, dan yang lain agar bisa lebih mudah untuk berkomunikasi dengan mereka.
"Aku... tidak bisa membantah." Dika menundukkan kepalanya karena tahu kalau perkataannya tadi sangatlah naif dan tidak memikirkan kemungkinan selanjutnya.
Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya, dia segera berkata kepada Drone untuk mengirimkan petugas lain untuk membawa Bobi dan yang lainnya keluar dari Sajaya Farm.
"Dika, pergilah ke area istirahat untuk mendapatkan perawatan." Aksa berbalik dan berkata kepada Dika.
"Aku masih bisa berburu," kata Dika dengan yakin.
Aksa menatap matanya sebentar dan tidak menemukan ada kegugupan atau sesuatu yang lain. Jadi dia mengangguk dan meminta Dika untuk menggunakan kuda milik Bobi atau teman-temannya.
Karena kuda milik Dika mungkin saja merasa tidak nyaman dengan banyaknya peluru cat yang mewarnai tubuhnya. Dika juga mengangguk dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.
__ADS_1
"Tolong ya, aku akan memberimu makanan ekstra setelah ini." Aksa mengelus-elus kuda yang ditunggangi oleh Bobi dengan lembut.
"Niegh!!" Kuda itu bersuara dengan gembira seolah-olah dia bisa memahami apa yang dikatakan oleh Aksa.
Dika terkejut karena Aksa bisa berkomunikasi dengan kuda. Dia berpikir kalau Aksa adalah orang yang baik karena bisa memiliki hubungan yang baik dengan hewan ternak yang ada di Sajaya Farm.
Jadi setelah Bobi dan yang lain dibawa oleh Galih dan penjaga keamanan lain, Aksa dan Sarah pergi melanjutkan patroli mereka sementara Dika melanjutkan perburuannya tanpa ada masalah.
--- {Seperti yang diharapkan dari Aksa, dia bisa mengatasi semua masalah yang terjadi hanya dalam waktu singkat.}
--- {Tekad yang dimiliki oleh Dika sangat besar, dia masih kukuh untuk melanjutkan perburuan dengan kondisinya yang seperti itu.}
--- {Dari event ini aku bisa belajar banyak hal.}
Banyak penonton yang merekam kejadian tadi dan memotong videonya menjadi video pendek. Kemudian mereka mengunggahnya ke akun sosial media mereka masing-masing.
Dalam waktu yang sangat cepat, sudah ada banyak orang yang menonton video itu. Tapi yang paling diperhatikan adalah saat Aksa memerintahkan kuda-kudanya untuk duduk dan langsung dipatuhi.
Bagi mereka, adegan itu sangatlah keren seperti di animasi fantasi di mana protagonisnya mempunyai kekuatan super yang bisa mendominasi berbagai macam makhluk hidup.
"Aksa, bagaimana bisa kuda-kuda tadi langsung mematuhi perintah darimu?" tanya Sarah dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Ah, yang tadi? Hm, bagaimana mengatakannya. Aku mempunyai hubungan yang dekat dengan mereka, jadi saat aku memberi perintah, mereka akan langsung mematuhinya," jelas Aksa.
Tapi Sarah tidak percaya, jadi dia berkata, "Tidak mungkin semudah itu kan? Pasti ada sesuatu yang lain."
"Yah, itu karena pil perintah," batin Aksa yang tidak mungkin memberitahu alasan sebenarnya kepada Sarah.
Jadi Aksa menjawab, "Terlihat mudah, tapi tidak. Aku harus membangun hubungan yang sangat erat dengan kuda-kuda agar mereka mau mematuhi perintahku tanpa syarat."
Penjelasan Aksa memang masuk akal, jika seseorang bisa membangun hubungan yang sangat erat dengan hewan, maka hewan tersebut bisa mematuhi semua perkataan yang keluar dari mulut orang tersebut.
Tapi untuk mencapai hasil yang memuaskan, dibutuhkan waktu dan tenaga yang sangat besar. Karena ada beberapa hewan yang tidak berubah meskipun sudah bersama dengan pemiliknya dalam waktu yang cukup lama.
Sarah juga menganggukkan kepalanya dengan serius tanda bahwa dia paham. Apa yang dikatakan Aksa memang benar, terlihat mudah dari luar, tapi sulit jika dilakukan.
__ADS_1
"Sepertinya kamu memang punya hubungan yang dekat dengan semua hewan ternak yang ada di Sajaya Farm ya." Sarah mengangguk dan tersenyum.
"Bukan hanya hewan ternak, semua hewan yang ada di Sajaya Farm," balas Aksa sambil tersenyum.
"Benar juga." Sarah juga tersenyum.
Lalu, hari pertama event keempat selesai. Semua peserta menghentikan aksi perburuan mereka dan segera kembali ke area istirahat.
Mereka tidak diberitahu berapa banyak poin yang telah mereka kumpulkan, jadi mereka harus ingat sendiri. Tidak ada alasan khusus, tapi perolehan poin akan dibacakan lusa setelah hari event kategori perburuan kelompok.
Aksa dan Sarah pulang bersama dan berpisah di tikungan jalan karena memang berbeda arah. Aksa memarkirkan motor roda tiganya di depan garasi rumah, kemudian dia masuk ke dalam rumahnya.
"Aku pulang!" kata Aksa sambil melepas sepatu dan menaruhnya di rak sepatu.
Dia berjalan menuju ruang keluarga dan melihat kalau kedua adiknya sedang menonton televisi. Aksa duduk di sebelah mereka dan menuangkan air untuk dirinya sendiri.
"Kakak, bagaimana eventnya?" tanya Elvira kepada Aksa.
"Hm? Lancar-lancar saja, yah, meskipun ada satu masalah." Aksa menjawab setelah meneguk air mineral.
Pada saat ini, Elvira dan Elvina saling memandang. Mereka mengedipkan mata seolah-olah ada sesuatu yang ingin dibicarakan, Aksa juga menyadari hal tersebut.
Jadi Aksa berkata, "Ada apa? Katakan saja."
"Kak, bisakah kita ikut eventnya?" tanya Elvina kepada Aksa dengan suara ragu-ragu.
"Oh? Kalian ingin ikut eventnya? Bukankah sebelumnya kalian menolak?" Aksa sedikit terkejut dengan perkataan dari Elvina.
Sebelumnya, Aksa sudah menawarkan kepada keluarganya apakah mereka ingin ikut event perburuan ini. Tapi mereka semua menolak, kedua adiknya juga menolak dengan alasan tidak bisa menunggang kuda.
Jadi Aksa penasaran dengan alasan mengapa mereka berdua tiba-tiba berubah pikiran untuk mengukur event perburuan ini.
"Kami lihat siaran langsungnya tadi, dan merasa kalau itu sangat keren," kata Elvira dengan malu-malu dan diberi anggukan kepala oleh Elvina.
"Yah, kalau kalian mau, aku akan menyediakan tempat." Aksa tentu saja tidak akan melarang kedua adiknya untuk ikut event.
__ADS_1
"Benarkah!? Hore!" Elvira dan Elvina berteriak dan melompat-lompat dengan girang.