Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Budi Merekam Pembicaraan Albar dan Kevin


__ADS_3

Saat Sajaya Farm buka, para pengunjung yang sudah masuk segera pergi ke kantor layanan atau menghampiri karyawan di dekat sana. Mereka bertanya tentang kondisi Aksa saat ini.


Para karyawan yang diajukan pertanyaan tersenyum dan menjawab kalau kondisi bos mereka baik-baik saja. Pada karyawan meminta kepada para pengunjung untuk jangan khawatir.


Meskipun mereka sendiri juga khawatir dengan kondisi Aksa, tapi mereka juga harus tetap bersikap profesional. Jika tidak, mereka malah akan membawa emosi negatif kepada para pengunjung.


Sementara Aksa tidak hadir di Sajaya Farm, semua urusannya digantikan oleh Sarah dan Galih. Sarah bertanggung jawab atas urusan kantor sementara Galih bertugas untuk urusan luar kantor.


Karena Galih adalah orang yang selalu berpatroli ke seluruh area Sajaya Farm dengan sepeda listrik yang Aksa sediakan. Galih adalah orang yang selalu mengerjakan pekerjaannya sehingga Aksa membelikannya sepeda listrik.


"Sarah, bagaimana dengan produk-produk peternakan yang biasanya dibawa oleh Bos?" tanya Galih yang saat ini sedang duduk di kursi di dalam kantor Sarah.


"Untunglah Aksa sudah menyediakan banyak produk peternakan di dalam gudang, jadi kita tidak perlu khawatir untuk lima sampai tujuh hari," jawab Sarah sambil menghela napas lega.


"Begitukah? Kalau begitu, aku akan berpatroli terlebih dahulu." Galih berdiri, dia menganggukkan kepalanya kepada Sarah sebelum keluar dari kantor.


Sarah juga membalasnya dengan anggukan kepala, kemudian dia juga mulai mengerjakan pekerjaannya menggunakan komputer karena biasanya Aksa juga seperti itu.


...----------------...


Di waktu yang sama, di Jakarta tepatnya di apartemen mewah milik keluarga Ajeng.


Ajeng yang baru saja mendapat telepon dari suaminya sedang mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Dia sangat terkejut saat mendengar kalau putranya ditahan oleh polisi untuk sementara waktu.


Meskipun dia tahu kalau Kevin melakukan beberapa hal yang buruk, tapi dia juga tidak menyangka kalau akan seburuk itu sampai berencana untuk mencelakai seseorang.


"Ajeng, kesampingkan masalah Kevin. Apakah kamu akan tetap bersama Albar?" tanya seorang wanita paruh baya yang merupakan ibu Ajeng.

__ADS_1


"Bu, aku masih memikirkannya." Ajeng menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjawab pertanyaan ibunya.


"Ibu tetap mendukung apapun keputusanmu, tapi jangan sampai kamu mengorbankan kebahagiaan untuk keputusan yang salah," kata ibu Ajeng dengan suara lembut.


Ajeng tersenyum dan menjawab, "Aku tahu, Bu."


Meskipun begitu, Ajeng sudah memutuskan jawabannya. Dia tidak akan bersama Albar lagi setelah masalah Kevin selesai, wanita mana yang akan terus bersama setelah tahu kalau suaminya berselingkuh.


Meskipun Ajeng mencintai Albar, dia bukanlah orang yang bodoh karena dibutakan oleh cinta. Salah satu kesalahan besar dalam suatu hubungan adalah memikirkan orang lain meskipun tahu kalau sudah memiliki pasangan.


"Kevin, sebaiknya kamu tidak kenapa-napa di sana. Meskipun ibu kecewa dengan tindakanmu, tapi kamu tetaplah putra yang ibu sayangi," kata Ajeng di dalam hatinya.


Ajeng dan ibunya mengemas pakaian bersama, setelah itu Ajeng memesan tiket tercepat menuju Kabupaten Banyumas karena dia khawatir dengan keadaan putranya, Kevin.


...----------------...


Sementara itu, Albar sudah berada di Kabupaten Banyumas. Sekarang dia sedang ada di kantor polisi kabupaten untuk menemui Kevin dan berbicara dengannya.


"Ayah, geng banteng putih yang aku sewa kalah dari Aksa. Yang lebih parah, ternyata Aksa merekam semua kejadian yang mereka lakukan," jawab Kevin dengan nada marah namun dia berusaha untuk menenangkan dirinya.


"Bukankah sudah Ayah katakan untuk mengerahkan semua kekuatanmu? Mengapa malah menyewa geng seperti mereka?" Albar mengerutkan keningnya dalam-dalam.


"Jangan salahkan aku! Geng banteng putih adalah geng yang paling berkuasa di sini, aku menghabiskan banyak uang untuk menyewa mereka!" teriak Kevin yang tidak terima kalau Albar menyalahkannya.


Mereka berdua tahu kalau Aksa dirawat di rumah sakit karena kecelakaan dan yang menyebabkan hal itu adalah geng banteng putih. Mereka ingin gembira namun tidak bisa karena Kevin ada di kantor polisi.


Albar juga berusaha untuk membebaskan Kevin dengan memberikan uang yang sangat banyak kepada kepolisian, namun ditolak karena suara masyarakat lebih besar daripada kuasa Albar.

__ADS_1


Kepolisian lebih takut amukan massa daripada amukan Albar. Karena jika masyarakat melakukan demo apalagi dengan kekerasan, mereka yang akan rugi dan atasan juga memberikan teguran.


"Cih, mau bagaimana lagi. Kamu tunggu saja di sini selama beberapa hari sampai hari pengadilan dimulai. Ayah akan menyewa pengacara terhebat untuk membebaskanmu dari sini," kata Albar sambil memijat pelipisnya yang pusing.


"Baik, terima kasih, Ayah." Kevin mengangguk dengan gembira karena berpikir kalau dia akan bebas sebentar lagi dan memenangkan masalah ini.


Namun, yang tidak mereka ketahui adalah ada seseorang yang merekam pembicaraan mereka. Orang itu adalah Budi si polisi jujur, dia sudah curiga tentang apa yang dibicarakan oleh pasangan ayah dan anak itu.


Budi tidak menyangka kalau dia akan mendapat jackpot yang besar saat merekam pembicaraan mereka mengenai tindakan Kevin yang menyewa geng banteng putih untuk mencelakai Aksa.


Meskipun Kevin ditahan sekarang, tapi dia belum mengakui kalau dirinyalah yang menyewa geng banteng putih untuk mencelakai Aksa sehingga ada kemungkinan kalau dia bisa bebas.


namun dengan rekaman itu, tidak ada kemungkinan bagi Kevin untuk bebas dari penjara dan sidang di pengadilan juga akan sulit meskipun dia menyewa pengacara yang terbaik.


"Albar dan Kevin, dasar ayah dan anak yang sadis. Mereka rela melakukan segalanya untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Meskipun aku kecewa dengan sikap kepolisian, tapi mau bagaimana lagi, dunia ini dikuasi oleh uang," pikir Budi.


setelah menyimpan rekaman suara itu, Budi kembali ke kantornya dan melanjutkan pekerjaannya. Setelah beberapa saat, Albar juga selesai berbicara dengan Kevin dan meninggalkan kantor polisi.


Albar kembali ke rumahnya yang berantakan karena tidak ada yang membereskan rumah itu. Biasanya Ajeng yang melakukan pekerjaan rumah, namun sekarang dia tidak ada yang membuat Albar sedikit kesal.


Jadi, Albar menelepon pihak layanan pembersihan dan menyewa beberapa orang untuk membersihkan rumahnya dengan bersih sampai tidak ada debu yang menempel.


"Pengacara ya, aku punya kenalan tapi tidak tahu apakah dia akan menerima tawaran ini mengingat situasi yang sedang aku hadapi sangat buruk," batin Albar sambil menghela napas panjang.


Setelah itu Albar menelepon kenalan dari firma hukum dan membicarakan situasi yang dialami Kevin saat ini dengan rinci tanpa menyembunyikan sesuatu karena pihak yang dia telepon adalah pengacara.


Jika Albar berbohong mengenai satu kejadian, pengacara yang tidak tahu hal tersebut bisa membuat langkah yang tidak aman sehingga pihak mereka yang akan dijatuhi hubungan.

__ADS_1


Menjadi seorang pengacara memang bukanlah yang mudah. Kadang-kadang, demi uang yang banyak mereka rela mengubah sesuatu yang hitam menjadi putih. Maksudnya, bisa membalikkan fakta kalau orang yang bersalah menjadi tidak bersalah dengan mulut mereka.


Itulah mengapa banyak pengacara yang hidupnya bergelimang harta karena mereka menerima uang yang sangat banyak untuk melakukan hal-hal kurang baik seperti itu.


__ADS_2