
Para penonton yang mendengar perkataan Sarah dan Aksa tersadar kalau perkataan mereka memang benar. Polusi udara tidak bisa diatasi dengan cara menanam pohon, tapi bisa diatasi dengan pohon yang sudah tumbuh.
Selain itu, sebagai pelaku utama terjadinya polusi udara, manusia harus membantu tumbuh-tumbuhan dengan cara mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang mengeluarkan banyak asap
Selain kendaraan, para perokok juga bisa mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap. Pabrik-pabrik juga bisa menerapkan teknologi bersih pada proses produksi dan mematuhi regulasi yang ketat.
Pemerintah juga bisa melakukan sosialisasi besar-besaran agar masyarakat menggunakan energi bersih yaitu menggunakan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
Selain itu pemerintah juga bisa menghimbau masyarakat untuk memilah sampah yang akan mereka buang dan bisa didaur ulang daripada dibakar karena itu akan menyebabkan polusi udara.
--- {Padahal manusia yang salah, tapi kita malah saling menyalahkan kalau ada masalah seperti polusi udara yang sekarang ini.}
--- {Aku jauh dari Sajaya Farm, tapi aku akan berangkat kerja dengan sepeda besok untuk membantu Sajaya Farm.}
--- {Aku juga akan mengurangi penggunaan listrik. Aku akan mematikan peralatan listrik kalau sedang tidak digunakan.}
Banyak orang yang termotivasi untuk melakukan sesuatu agar polusi udara yang sedang terjadi teratasi. Mereka tidak melakukan hal yang besar, tapi tindakan mereka akan berdampak baik baik lingkungan.
Semua ini berkat kampanye penghijauan lingkungan yang diadakan oleh Sajaya Farm dan karena perkataan dari Aksa dan Sarah yang membuat orang-orang sadar kalau merekalah pelaku utama penyebab polusi udara.
...----------------...
"Kalian semua bisa mengambil papan yang sudah diambil oleh kami dan menuliskan nama kalian di papan tersebut. Kalau mau, kalian juga bisa menulis pesan yang ingin kalian tulis!" teriak Aksa menggunakan pengeras suara agar para pengunjung bisa mendengarnya.
Di belakang Aksa ada beberapa karyawan pria yang baru saja datang sambil membawa banyak sekali papan kayu. Itu bukanlah papan kayu biasa melainkan papan yang sudah diukir oleh Rofiq dan timnya.
Setelah mendengar perkataan Aksa, banyak pengunjung yang segera mengambil papan kayu dan spidol untuk menulis nama atau pesan yang ingin mereka tulis.
Papan kayu itu berguna agar para pengunjung bisa tahu pohon mana yang sudah mereka tanam saat mereka kembali ke Sajaya Farm bertahun-tahun lagi.
__ADS_1
"Aksa, sudah waktunya," kata Sarah kepada Aksa sambil melihat jam di pergelangan tangan kanannya.
"Oh, sudah waktunya ya? Baiklah." Aksa mengangkat alisnya, lalu dia tersenyum dan mengangguk. Aksa mengangkat pengeras suara di tangannya dan mulai berbicara.
"Semuanya! Bersiap untuk kejutan!" teriak Aksa dengan keras.
Para pengunjung menghentikan tindakan mereka setelah mendengar perkataan Aksa. Mereka bertanya-tanya sekaligus antusias dengan kejutan yang dikatakan oleh Aksa.
Aksa tersenyum, dia menggunakan peta Sajaya Farm untuk melihat kondisi area hewan ternak. Lalu, Aksa menggunakan pil perintah untuk memerintahkan para hewan keluar dari kandang dan pergi ke lokasinya.
"Ugh!" Aksa merasakan rasa pusing yang sangat berat di kepalanya. Dia memegangi kepalanya dengan satu tangan dan keseimbangannya hampir goyah.
"Aksa! Kamu kenapa?" Sarah terkejut, dia segera membantu Aksa untuk duduk di tanah setelah melihat kalau Aksa terlihat pucat.
"Tidak apa-apa, hanya kelelahan saja." Aksa melambaikan tangannya dan berkata sambil tersenyum agar Sarah bisa tenang.
Aksa menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan-lahan. Pusing yang dia rasakan adalah efek samping dari penggunaan pil perintah secara berlebihan karena jumlah hewan di Sajaya Farm sangat banyak.
"Pastikan untuk istirahat nanti ya," kata Sarah dengan nada khawatir karena dia bisa melihat kalau Aksa benar-benar kelelahan.
Aksa tersenyum dan mengangguk, lalu dia berkata, "Ya, aku akan."
Pada saat para pengunjung sedang bingung apa kejutan yang disiapkan oleh Aksa, tiba-tiba ada suara bergemuruh dari kejauhan disertai dengan banyak bayangan yang mendekati mereka.
Kemudian, mereka terkejut saat melihat ada banyak hewan seperti sapi, kambing, dan ayam yang sedang berlari ke arah mereka semua.
Para pengunjung menjadi panik karena mereka pikir kalau hewan-hewan ternak tersebut kabur dari kandang dan berniat untuk mencelakai mereka, tapi pada saat ini mereka melihat Aksa melakukan sesuatu.
Aksa mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke atas, pada saat yang bersamaan, hewan-hewan ternak yang sedang berlari menghentikan langkah mereka dan berdiri diam di belakang Aksa.
__ADS_1
"Hari ini, kalian semua bebas untuk bermain dengan hewan-hewan ternak ini!? Tentu saja ini terbatas di area ini saja. Jangan membawa hewan-hewan ini pergi ke area lain!" kata Aksa sambil tersenyum.
Para pengunjung tertegun sejenak setelah mendengar perkataan Aksa. Kemudian mereka berteriak dengan penuh semangat karena bisa berinteraksi dengan hewan-hewan ternak Sajaya Farm dengan gratis.
Mereka semua tentu saja sudah pernah berinteraksi dengan hewan-hewan ternak. Mereka tahu kalau hewan di sini sangat pintar dan tidak pernah menyakiti pengunjung yang sedang bermain.
"Terima kasih Aksa! Aku sangat suka bermain dengan kambing karena mereka terkadang menyeruduk ku dengan lembut!"
"Oh! Untung saja putriku ikut, dia suka bermain kejar-kejaran dengan ayam Sajaya Farm. Meskipun terkadang dia menangis karena jatuh."
Tapi tidak hanya para pengunjung yang ada di sana yang terkejut. Pada penonton yang ada di ruang siaran langsung berbagai media juga sangat terkejut.
--- {Iri setengah mati! Aku juga mau bermain dengan hewan ternak Sajaya Farm! Ah, tapi aku harus bekerja sekarang!}
--- {Aku juga mau!!}
Para pengunjung belum pulih dari keterkejutan mereka, dan pada saat ini Simba dan Zoe berlari sambil memimpin kucing dan anjing lain yang cukup banyak.
Kucing dan anjing itu adalah hewan yang Aksa pungut di sekitar setelah diberikan cairan spiritual. Tapi selain kucing dan anjing, ada banyak kambing yang berdatangan. Mereka adalah kambing liar dan area luar.
...----------------...
"Kakak! Aku juga mau bermain dengan mereka!" kata Elvira sambil menunjuk ke arah hewan-hewan ternak yang berdatangan.
"Aku! Aku juga mau!" Elvina juga berteriak dengan semangat.
"Bermainlah sepuas kalian." Aksa mengelus-elus kepala kedua adiknya dan mengizinkan mereka berdua untuk bermain dengan hewan-hewan ternak.
"Kamu sangat menyayangi adikmu ya," kata Sarah sambil tersenyum lembut karena dia suka orang yang sayang dengan keluarganya.
__ADS_1
"Ya. Aku juga menyayangimu," kata Aksa sambil tersenyum tipis.
Tapi perkataan Aksa membuat Sarah tertegun, setelah beberapa saat, Sarah pulih dan dia memiliki wajah yang memerah karena malu karena perkataan Aksa.