
Masih banyak pengunjung yang bersemangat untuk menanam pohon. Mungkin karena mereka ingin berkontribusi terhadap lingkungan dan agar polusi udara berkurang karena mereka cukup terganggu.
Sementara itu, Aksa sedang duduk di atas rumput sambil menghadap ke arah kamera karena saat ini dia sedang melakukan wawancara oleh berbagai media yang datang ke Sajaya Farm.
Pada awalnya Aksa menolak karena itu akan merepotkan, tapi Sarah menyarankan untuk menerimanya saja. Alasannya adalah karena orang-orang menjadi lebih tertarik lagi dengan Sajaya Farm.
Dan setelah dipikir-pikir, perkataan Sarah memang benar. Jadi dia menerima wawancara dari berbagai media dan itulah mengapa dia sedang duduk di atas rumput saat ini.
"Halo Pak Aksa. Kami penasaran mengapa Pak Aksa membuat kampanye ini. Maksudnya, ada banyak tempat terkenal tapi mereka tidak melakukan hal ini yang membuat kami semua penasaran." Reporter dari media pertama bertanya kepada Aksa.
"Tentu saja untuk mengurangi polusi. Selain itu, lebah-lebah madu di sini kekurangan sumber pangan karena tumbuhan di area lebah banyak yang layu," kata Aksa.
Aksa kemudian menjelaskan kalau jika dirinya tidak melakukan sesuatu terhadap polusi udara ini, maka lebah-lebah madunya akan mati karena tidak ada sumber pangan di sekitar mereka.
Lalu, dia juga menjawab kalau tidak asik melakukan pengurangan polusi udara sendirian. Jadi dia dan Sarah memutuskan untuk mengadakan kampanye penghijauan lingkungan.
"Tapi yah, alasan sebenarnya adalah karena Sajaya Farm kekurangan pengunjung, hahaha!" Aksa menjawab dengan jujur lalu dia tertawa yang membuat Sarah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Para reporter dan penonton yang mendengar jawaban jujur dari Aksa juga tertawa. Karena jarang sekali ada pengusaha yang menjawab dengan jujur meskipun orang-orang juga sudah tahu alasannya.
Lalu, reporter dari media kedua bertanya, "Pak Aksa. Ada banyak orang yang menanam pohon, itu artinya ada banyak produk peternakan yang akan dibeli dengan diskon. Apakah Sajaya Farm tidak rugi?"
"Rugi, tentu saja rugi. Tapi jika kita melihat ke depan, ini bukanlah kerugian melainkan investasi. Alasannya adalah Sajaya Farm memberikan diskon untuk hari ini saja dan hal ini membuat orang-orang bersemangat."
"Produk peternakan yang sudah dibeli pasti akan dimakan atau dikonsumsi oleh banyak orang. Hal ini membuat mereka menjadi tertarik dengan Sajaya Farm karena produk peternakan kami bukanlah sesuatu yang biasa."
__ADS_1
Aksa tersenyum dan menjawab dengan jujur lagi. Tapi kali ini Aksa menjawab seperti seorang profesional karena dia membeberkan cara untuk mendapat banyak keuntungan dengan mengorbankan beberapa hal kecil.
Jawaban Aksa juga disukai oleh para penonton karena untuk mendapatkan keuntungan, kita harus mengorbankan sesuatu. Contoh saja seperti mengorbankan waktu sekarang demi uang di masa depan.
Setelah itu, beberapa reporter dari berbagai media mengajukan pertanyaan kepada Aksa satu per satu dan Aksa menjawab itu semua dengan tenang dan lancar. Sesekali Aksa juga menyelipkan kalimat candaan agar suasana tidak terlalu serius.
"Apakah ada pesan yang ingin Pak Aksa sampaikan untuk generasi muda?" Seorang reporter dari media tertentu bertanya kepada Aksa.
"Hahaha! Secara teknis, aku juga termasuk generasi muda." Aksa tertawa terbahak-bahak karena dia memang masih bisa disebut sebagai generasi muda.
Tapi sekarang Aksa malah diminta untuk menyampaikan sesuatu kepada generasinya yang terkesan aneh sekaligus unik. Tapi Aksa juga tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun.
"Tapi yah, untuk generasi muda. Kalian tidak butuh persetujuan dari orang di sekitar untuk menggapai impian. Lakukan saja, selama kalian mengambil langkah pertama, kalian akan bisa melanjutkan langkah selanjutnya," kata Aksa.
Aksa berdiri sambil menepuk-nepuk rumput di pakaiannya. Kemudian dia pergi bersama Sarah tanpa menunggu respon dari para reporter ataupun para penonton di ruang siaran langsung.
...----------------...
Sore harinya, kampanye penghijauan lingkungan telah usai. Para pengunjung sedang berbaris mengantre untuk menukar poin yang mereka dapatkan dari menanam pohon menjadi diskon.
Kebanyakan dari mereka memiliki diskon 10 sampai 20 persen. Itu artinya mereka berhasil menanam 100 sampai 200 anakan pohon dalam waktu sekitar 10 jam dari pagi sampai sore.
"Semuanya! Jika kalian ingin menggunakan diskon, tolong jangan berdesak-desakan. Kami punya stok produk peternakan yang masih banyak. Jadi kalian santai saja!" Sarah berkata menggunakan pengeras suara.
Para pengunjung yang tadinya berisik segera diam dan berbaris dengan patuh setelah mendengarkan perkataan Sarah. Aksa yang ada di sebelahnya tercengang karena Sarah mampu mengendalikan para pengunjung.
__ADS_1
"Bos, ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Dia sangat keras kepala sampai kami tidak tahu harus berbuat apa." Galih menghampiri Aksa dan berkata kepadanya.
"Hm? Ada masalah di kampanye yang menggembirakan ini? Tuntun aku." Aksa mengerutkan keningnya, lalu dia meminta Galih untuk menunjukkan jalan.
Galih menganggukkan kepalanya, lalu dia segera menunjukkan jalan menuju tempat seorang pengunjung yang membuang sampah sembarangan.
Kemudian Aksa melihat ada seorang pria dewasa sekitar umur 25 dengan tubuh yang cukup tinggi sedang berdebat dengan seorang karyawan Sajaya Farm.
"Apakah dia?" tanya Aksa kepada Galih.
"Ya, Bos." Galih mengangguk dengan serius dan melihat kalau Aksa memiliki wajah yang tenang, tidak terlihat kesal ataupun marah.
"Galih, panggil reporter ke sini, sekarang." Aksa tersenyum, lalu dia berkata kepada Galih.
"Maaf?" Galih mengira dia salah dengar, jadi dia bertanya kepada Aksa. Tapi Aksa menoleh dan hanya membalas dengan senyum tipis.
Galih menganggukkan kepalanya, lalu dia segera pergi untuk memanggil para reporter. Setelah beberapa saat, mereka semua sudah sampai sambil membawa kamera di pundak mereka.
"Pak Aksa, ada apa ya?" Seorang reporter bertanya kepada Aksa dengan penasaran karena Aksa tiba-tiba memanggil mereka semua.
"Halo, maaf mengganggu ya. Apakah kalian lihat orang itu? Orang itu membuang sampah sembarangan dan tidak mau menerima teguran dari karyawanku. Rekam orang itu dan sebarkan ke internet." Aksa berkata dengan wajah yang serius.
Bersamaan dengan itu, mereka semua merasakan kalau aura Aksa meningkat tajam yang membuat mereka sedikit ketakutan karena aura Aksa cukup menakutkan.
Tapi, para reporter tahu kalau ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendapatkan berita tambahan. Apalagi, mereka bisa memanfaatkan ketenaran Sajaya Farm untuk membuat berita sepele ini menjadi besar.
__ADS_1
Jadi, mereka segera mengangkat kamera mereka dan mengarahkannya ke arah pria dewasa yang sedang marah-marah karena tidak mau ditegur karena telah membuang sampah sembarangan.
"Maaf ya, ini aku lakukan agar kamu merasa jera," batin Aksa sambil meminta maaf di dalam hatinya meskipun dia tidak merasa bersalah.