Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Masalah Selesai dan Keuntungan Hari Pertama


__ADS_3

"Sudah kukatakan kalau pria ini menyentuh pacarku tadi! Apakah kalian tidak melihat pacarku yang menyedihkan ini!?" teriak pria tersebut sambil marah-marah.


Aksa melangkah maju di depan Galih, "Permisi Pak, saya penanggung jawab di Sajaya Farm, bisakah Bapak beritahu apa yang sedang terjadi di sini?"


Aksa bertanya dengan sopan, ia juga memanggil pria di depannya 'Bapak' karena terlihat kalau pria tersebut sudah sedikit tua namun wanita di pelukannya masih muda.


"Apa kamu penanggung jawabnya? Biar kukatakan, pria di belakang penjaga keamanan itu menyentuh tubuh pacarku saat mengantre!" Pria itu menunjuk ke arah pria bertopi di belakang Galih.


Aksa segera menoleh ke arah Galih dan diberi anggukan olehnya yang berarti masalah yang terjadi adalah pria bertopi di belakang Galih menyentuh tubuh pacar pria di depan Aksa.


Namun, alasan mengapa masalah ini menjadi besar adalah karena tidak ada orang yang melihat pacar pria itu disentuh oleh pria bertopi dan itulah sebabnya pria ini marah-marah.


Meskipun begitu, Aksa menghela napas lega di dalam hatinya karena masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan produk peternakan yang dijual di sini.


Tadinya ia kira ada pengunjung yang marah-marah karena produk peternakan karena lokasinya berada di area penjualan.


"Halo, Kak. Bisakah kamu memberitahu namamu?" Aksa bertanya kepada pria muda bertopi di belakang Galih.


Pria bertopi melihat ke arah Aksa dan menjawab, "Namaku Saka, penanggung jawab, tolong percaya padaku kalau aku tidak menyentuh tubuh pacar pria itu."


Saka berbicara dengan nada panik dan Aksa bisa melihat kalau Saka tidak berbohong. Namun ia tidak bisa memutuskan hanya dengan pendapatnya saja, ia mengutus Galih untuk pergi ke ruang pengawasan dan memeriksa kamera pengawas.


Seluruh Sajaya Farm dipenuhi dengan kamera pengawas untuk berjaga-jaga jika ada pengunjung yang menyakiti hewan ternak atau merusak lingkungan.


Galih segera pergi ke ruang pengawasan dan memeriksa rekaman kamera pengawas. Ia menyipitkan matanya dan segera menyalin video tersebut dan mengirimkannya ke ponsel Aksa lalu ia kembali ke sana.


Aksa memeriksa ponselnya dan langsung menyuruh tiga pihak yang terlibat dan orang-orang di sekitar untuk menontonnya bersama agar mereka bisa menjadi saksi.


Di dalam video tersebut, pria yang berteriak tadi sedang memeluk pinggang pacar wanitanya dan dibelakang mereka ada Saka si pria bertopi. Mereka sedang mengantre untuk membayar produk peternakan yang mereka ambil.


Lalu pinggang bawah wanita tersebut menyenggol keranjang milik Saka dan tiba-tiba saja wanita tersebut berteriak ketakutan yang memulai permasalahan di sini.


"Masalahnya sudah terselesaikan, kalian bertiga tolong berdamai." Aksa memasukan kembali ponselnya dan meminta tiga orang itu untuk berdamai terutama untuk si pria yang berteriak.


Sepasang kekasih itu saling memandang, wajah si pria menjadi jelek dan tidak enak untuk dilihat. Namun karena bukti sudah ada di depan mata dan ada banyak orang yang melihatnya, ia terpaksa berjabat tangan dengan Saka.


Orang-orang di sekitar juga saling berbicara mengenai pasangan tersebut terutama si pria yang malah berteriak dengan marah dan menuduh orang sembarangan namun Aksa menghentikan mereka karena masalah sudah selesai.

__ADS_1


Mendengar diskusi orang-orang di sekitar, si pria mengeluarkan ponselnya dan merekam. "Semuanya, lihatlah ini. Pihak Sajaya Farm yang baru saja dibuka hari ini memiliki kualitas pelayanan yang tidak adil."


"Terutama pria muda ini, kalian bisa melihat matanya menatapku dengan tatapan merendahkan bukan? Mana ada pelayan yang merendahkan konsumen."


Tindakan tidak masuk akal yang dilakukan oleh pria itu membuat orang-orang termasuk Aksa tercengang. Mereka tidak menyangka kalau pria itu memiliki wajah yang tidak tahu malu dan memiliki mulut gang yang ringan.


Melihat kalau dirinya dan pacarnya ditatap dengan mata tajam, si wanita menarik pacarnya dan mereka pergi meninggalkan Sajaya Farm.


Sebelum meninggalkan Sajaya Farm, si pria berteriak dengan marah. "Tunggu saja kalian semua!!"


"Kami mohon maaf terkait masalah barusan, saya akan memberikan satu botol susu murni per orang sebagai permintaan maaf. Sekarang kalian bisa melakukan aktivitas kalian." Aksa membungkukkan badannya sedikit begitu juga dengan Galih.


"Wah! Susu murni gratis!!" orang-orang segera bergembira karena mendapatkan susu murni gratis.


Mereka juga memuji Aksa karena bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan berkata kalau mereka akan memberitahu teman-teman mereka untuk datang ke Sajaya Farm.


Aksa tersenyum dan berterima kasih kepada mereka. Kemudian ia kembali ke tempat Eddy bersama dengan Sarah yang dari tadi diam saja.


"Anak muda, caramu menyelesaikan masalah dan memenangkan hati para pengunjung sangatlah menakjubkan!" Eddy mengacungkan jempol ke arah Aksa.


Aksa tertawa dan berkata, "Hahaha, terima kasih, Pak."


Kemudian sebelum Eddy pergi, Aksa memberikan satu keranjang telur ayam, dan beberapa botol susu murni dan susu kambing Kualitas C.


Eddy adalah orang yang kaya jadi Aksa ingin memenangkan hatinya agar ia lebih banyak berkunjung di masa depan. Orang kaya biasanya akan menghabiskan banyak sekali uang karena mereka tidak ragu-ragu untuk membeli apapun yang mereka suka.


Aksa membutuhkan pengunjung kelas atas agar bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan sekaligus ia juga ingin membangun hubungan yang baik dengan orang-orang kelas atas karena ia membutuhkan koneksi


"Pak Eddy, Anda dapat berkunjung ke Sajaya Farm kapan saja, saya akan menyambut Anda," kata Aksa sambil tersenyum tulus.


"Hahaha, tentu saja. Aku akan kembali ke sini jika ada waktu, lagipula produk peternakan di sini sangatlah enak!" Eddy tertawa bahagia dan menyuruh sopirnya untuk memasukan barang-barang ke dalam kursi belakang.


...----------------...


"Sarah, mengapa dari tadi kamu diam saja? Apakah kamu sedang tidak enak badan?" tanya Aksa karena dari tadi Sarah hanya berbicara sedikit.


"Tidak ada apa-apa." Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sebenarnya Sarah memikirkan kembali saat Aksa menyelesaikan masalah tadi dengan cepat tanpa kerusuhan bahkan ia bisa memenangkan hati para pengunjung.


Ia sudah melihat banyak orang yang menyelesaikan masalah sama seperti Aksa namun mereka semua adalah orang-orang yang berpengalaman sedangkan Aksa sama sekali tidak.


Aksa baru memasuki dunia bisnis dan ia sudah memiliki sikap seperti seorang pebisnis handal yang membuat Sarah menjadi semakin tertarik dengan Aksa.


"Baiklah, ayo terus mengamati." Aksa mengangguk dan mereka kembali ke kantor masing-masing.


...----------------...


Pukul empat sore, para karyawan mulai memberitahu kepada pada pengunjung kalau Sajaya Farm sudah tutup dan pada pengunjung dipersilakan untuk datang kembali besok.


Jumlah pengunjung di siang dan sore hari cukup banyak, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pengunjung yang datang di pagi hari.


Hari pertama pembukaan Sajaya Farm, para karyawan kelelahan tapi semua orang tidak mengeluh karena mereka mendapatkan pekerjaan yang menyenangkan dan gaji yang cukup tinggi.


Aksa memang memberi mereka gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan UMK Banyumas karena mereka bekerja di industri jasa di mana mereka harus menghadapi segala macam pengunjung.


Dengan gaji tinggi, para karyawan juga menjadi lebih semangat dalam bekerja yang membuat mereka menjadi lebih bahagia juga.


"Aksa, lihat ini." Sarah masuk ke dalam kantor Aksa sana menyerahkan laptopnya.


Aksa melihat kalau ada sekitar 170 pengunjung hari ini yang sudah cukup banyak karena ini baru hari pertama dan kebanyakan orang yang datang adalah orang lokal atau orang yang kebetulan ada di kabupaten ini.


Ditambah dengan penjualan berbagai produk peternakan dan souvernir, lalu biaya pengalaman dengan hewan ternak, total keuntungan yang didapatkan oleh Sajaya Farm hari ini adalah 15 juta lebih.


Keuntungan ini bisa dibilang lumayan jika ini adalah wisata peternakan normal. Namun bagi Aksa, keuntungan ini sangat besar karena ia hanya perlu membekukan uang untuk gaji karyawan dan beberapa pengeluaran kecil.


Jadi, hampir 70% keuntungan bersih akan masuk ke kantung Aksa yang membuat Aksa sangat bahagia karena ia memiliki pendapatan pasif.


Dan Sajaya Farm juga belum membuka area peternakan lain. Jika sudah ada banyak area peternakan ditambah berbagai macam wisata, keuntungan yang didapatkan akan meningkat drastis.


Setelah semua sudah dibereskan, pada karyawan mulai pulang satu per satu karena asrama belum selesai. Penjaga keamanan juga akan berganti shift beberapa saat lagi.


Yang sedikit mengejutkan bagi para karyawan adalah minat Aksa mengendarai motor roda tiga. Di mata mereka, Aksa adalah orang yang kaya karena bisa memiliki tanah luas dan mengembangkan bisnis.


Selain itu, mereka juga terkejut melihat Sarah yang merupakan karyawan Aksa mengendarai mobil yang cukup mewah.

__ADS_1


Mereka menggaruk-garuk bagian belakang kepala mereka karena bingung, namun mereka juga tidak terlalu memikirkannya lagi.


__ADS_2