
"Sistem, gunakan kartu tumbuhan!" teriak Aksa dengan keras.
[Diterima.] Sistem menjawab.
Kartu yang berbentuk persegi panjang di tangan Aksa berubah menjadi partikel-partikel kecil bercahaya emas yang terbang dari tangan Aksa ke area di depan Aksa dengan sangat cepat.
Kemudian, area yang sebelumnya gersang dan haya ditumbuhi dengan beberapa pohon dan ilalang berubah drastis dalam sekejap mata yang membuat Aksa harus mengakui kalau Sistem sangat keren.
Cahaya emas mulai muncul dari dalam tanah di sekitar area, rumput-rumput hijau mulai tumbuh, tunas pohon yang kecil mulai meninggi menjadi sebuah pohon yang tinggi dan rindang.
Setelah rumput dan pohon tumbuh, sekarang giliran bunga-bunga yang muncul dan mulai bermekaran. Ada banyak macam bunga yang tidak diketahui oleh Aksa yang tumbuh di sana.
Perubahan yang terjadi merupakan salah satu pemandangan yang terindah yang pernah dilihat oleh Aksa. Apalagi bukan hanya pemandangan, tapi area tersebut memancarkan aroma hutan.
"Sistem, pekerjaanmu tidak bisa aku remehkan lagi," kata Aksa kepada Sistem dengan suara kagum.
[Tentu saja. Sekarang, area untuk lebah madu sudah selesai. Seperti biasa, Host tidak perlu khawatir karena Sistem sudah mengedit ingatan orang-orang.]
"Terima kasih ya." Aksa tersebut dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia segera menelepon Sarah dan Galih ke sana.
Beberapa saat kemudian, Sarah dan Galih datang dengan sepeda listrik ke area lebah madu. Mereka segera memarkirkan sepeda listriknya dan menghampiri Aksa.
"Aksa, ada apa?" tanya Sarah kepada Aksa.
"Lihat, bagaimana menurutmu? Apakah area ini sudah cocok untuk habitat lebah madu?" Aksa menunjuk ke area di belakangnya dengan ibu jarinya, lalu dia bertanya kepada Sarah dan Galih.
Beberapa tempat yang umum ditemui lebah madu meliputi hutan, padang rumput, daerah pedesaan, dan bahkan perkotaan.
Mereka biasanya mencari bunga untuk mengumpulkan nektar dan serbuk sari, yang digunakan untuk membuat madu. Lebah madu juga dapat ditemukan di dalam sarang yang mereka bangun, yang bisa berada di pohon atau celah-celah batu.
"Hutan kecil ya, sangat cocok untuk lebah madu. Apalagi di area ini terdapat banyak sekali bunga yang bisa diambil nektarnya oleh lebah madu," kata Sarah sambil menyentuh bunga di dekatnya.
"Hm, suhunya juga tepat, Bos. Areanya juga dilindungi oleh pohon-pohon, jadi pagar yang akan dibuat hanya untuk pembatas saja," kata Galih sambil menyentuh dagunya.
__ADS_1
"Apakah begitu pendapat kalian? Yah, memang benar kalau area ini cocok untuk lebah madu. Jadi, Galih, tolong panggilkan penjaga keamanan lain untuk membantu memindahkan kandang lebah," kata Aksa kepada Galih.
"Siap, Bos!" Galih mengangguk, dia menelepon penjaga keamanan lainnya untuk membantu memindahkan kandang lebah madu ke area lebah madu yang baru.
Jarak antara kandang lebah madu di peternakan lebah madu dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis peternakan, kondisi lingkungan, dan tujuan peternakan.
Namun, sebagai pedoman umum, biasanya disarankan untuk menjaga jarak minimal sekitar 3 sampai 5 meter antara kandang lebah madu.
Ini membantu menghindari ketegangan antara koloni lebah yang berbeda dan memungkinkan lebah memiliki ruang yang cukup untuk berpeternakan dan mencari makan dengan baik.
Jadi, Aksa memutuskan untuk membuat jarak di antara satu kandang dengan kandang yang lainnya sejauh 5 meter karena area lebahnya juga cukup luas.
"Bos, selesai!" Galih menghampiri Aksa dan memberi laporan kepadanya.
"Bagus, kembali ke pekerjaan kalian." Aksa mengangguk dengan puas karena Galih dan penjaga keamanan lainnya bekerja dengan sangat cepat.
"Ya!" Galih dan penjaga keamanan lainnya mengangguk, kemudian mereka segera kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
"Aksa, kapan lebah-lebahnya datang?" tanya Sarah kepada Aksa setelah melihat Galih dan penjaga keamanan lainnya pergi.
Karena lebah madunya berasal dari peternakan game dan dia menggunakan jasa Sistem untuk mengirimkan lebah-lebahnya ke Sajaya Farm.
"Baiklah, hubungi aku jika lebah madunya sudah datang. Aku hanya pernah melihat lebah madu di televisi saja, aku jadi penasaran." Sarah mengangguk, kemudian dia berkata sambil tersenyum tipis.
"Oh ya? Kalau begitu aku akan mengajakmu berkeliling area lebah saat semuanya sudah selesai. Kita akan berinteraksi dengan lebah madu secara bebas," kata Aksa sambil tersenyum, dia juga sedikit terkejut dengan perkataan Sarah.
"Benarkah? Janji ya." Sarah terkejut, kemudian dia tersenyum cerah yang membuat Aksa terpukau akan senyumannya.
...----------------...
"Pak Jay? Ada apa Bapak datang ke sini?" tanya Aksa kepada Jay dengan penasaran.
Aksa baru saja akan pergi ke kantornya sebelum mendapat panggilan dari Galih kalau Jay datang ke Sajaya Farm. Jadi dia segera meminta Galih untuk membawa Jay ke ruang tamu yang ada di lantai satu.
__ADS_1
Tapi kemudian Aksa melihat kalau Jay datang bersama dengan seorang wanita yang terlihat cukup cantik dengan pakaian kerja dan kacamata berbingkai emas di pangkal hidungnya.
"Hahaha, Aksa! Aku datang ke sini karena ingin mengenalkan dia kepadamu." Seperti biasanya, Jay tertawa terlebih dahulu sebelum berbicara. Kemudian dia menunjuk ke wanita di sampingnya.
Aksa menoleh ke arah wanita yang ada di samping Jay dan bertanya, "Dan siapa dia?"
"Namanya Ratu, dia orang yang baru aku rekrut. Yah, aku ingin dia menjadi manajer di area kuda khusus," kata Jay sambil memperkenalkan wanita yang bernama Ratu kepada Aksa.
"Manajer area kuda khusus? Pak Jay, area kuda khusus sama dengan area yang lain. Tidak terlalu sulit untuk mengoperasikannya, jadi kurasa kita tidak perlu manajer di sana," kata Aksa setelah berpikir sejenak.
Jay membuang senyumnya dan berkata dengan serius. "Aku tahu kamu akan mengatakan hal seperti itu. Tapi, ini bukanlah tawaran, melainkan permintaan."
Aksa menyipitkan matanya saat melihat ekspresi Jay berubah menjadi serius yang jarang dia lihat. Jadi Aksa bertanya, "Permintaan? Apa yang Bapak Maksud?"
"Ayahnya kecelakaan dan masuk rumah sakit, ibunya juga lumpuh, dua adiknya masih sekolah. Tidak ada posisi kosong di Hotel Lunar, jadi aku memintamu untuk mempekerjakan Ratu," kata Jay dengan serius.
Setelah Jay mengatakan hal itu, Ratu segera menundukkan kepalanya sebagai tanda permohonan karena apa yang Jay katakan itu benar dan dia sedang membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.
Keluarganya hidup dengan sederhana dan cukup untuk makan dan biaya sehari-hari. Tapi beberapa waktu lalu, ayahnya mengalami kecelakaan dan sekarang harus dirawat di rumah sakit.
Selain untuk membayar biaya perawatan ayahnya, Ratu juga harus menghidupi keluarganya karena hanya dia yang bisa bekerja. Ibunya lumpuh dan kedua adiknya masih sekolah, hanya dia yang bisa bertindak.
Aksa menatap Ratu selama beberapa detik, kemudian dia berkata, "Jujur saja, meskipun aku kasihan, aku tidak mau menerima karyawan hanya karena latar belakangnya yang menyedihkan."
"Jadi, tunjukkan kemampuanmu terlebih dahulu. Jika kemampuanmu kurang, maka aku hanya bisa meminta maaf karena kamu tidak diterima di sin."
Aksa memang benar, banyak orang yang mengirimkan lamaran pekerjaan ke Sajaya Farm. Jika dia menerima Ratu hanya karena kondisi keluarganya yang menyedihkan akan terlihat tidak adil bagi pelamar yang lain.
Karena pelamar yang lain pasti juga merupakan harapan keluarga yang mempunyai keluarga yang perlu diberi uang. Aksa mencoba untuk menguji Ratu hanya karena dia tidak ingin mempermalukan Jay yang sudah membawa Ratu.
"Tidak masalah! Tolong lihat aku!" Ratu mengangkat kepalanya, kemudian dia berkata dengan nada tegas.
Jay juga tersenyum dengan lega, karena dia juga tidak bisa memaksa Aksa untuk mempekerjakan Ratu. Hotel Lunar juga tidak ada posisi yang kosong sehingga dia hanya bisa memberi Ratu uang jika tidak diterima di Sajaya Farm.
__ADS_1
Kemudian Aksa membawa mereka berdua ke area kuda khusus yang sudah dibuka dan sekarang sudah ada beberapa pelanggan Hotel Lunar yang sedang berkuda atau sekedar bersantai.