
"Hm, bosan." Aksa sedang memancing di kolam keberuntungan, tapi belum ada yang menangkap kail pancingnya, jadi dia merasa sangat bosan.
Tapi pada saat ini, Sistem berkata, [Selamat, Host telah mencapai level tiga. Ada area baru yang sudah dibuka, dan ada hadiah yang perlu dilihat.]
Aksa membelalakkan matanya karena sangat terkejut dengan perkataan Sistem karena dia sudah sangat lama tidak naik level sampai dia lupa kalau sistem memang ada konsep levelnya.
Setelah mendengar perkataan Sistem, Aksa langsung memeriksa lingkungan sekitar yang sudah berubah menjadi lebih luas, dan ada satu area baru di dekat kolam keberuntungan.
"Hutan? Bukan, ini cuma area dengan banyak tumbuhan." Aksa menyentuh dagunya sambil berpikir untuk apa area dengan banyak tumbuhan di depannya itu.
Tapi karena tidak bisa menemukan ide yang bagus untuk memanfaatkan area tersebut, Aksa memutuskan untuk memeriksa hadiah yang diberikan oleh Sistem.
"Hm? Ada dua?" Aksa mengangkat alisnya, dia melihat ada satu hadiah berbentuk kartu dan satunya lagi berbentuk mata yang membingungkan Aksa. Jadi, karena penasaran, Aksa memeriksa hadiah pertamanya terlebih dahulu.
[Kartu Tumbuhan (skala kecil)]
[Keterangan: Memungkinkan Host untuk menumbuhkan banyak tumbuhan dan bunga di area satu kilometer persegi. Tetapi tidak bisa menumbuhkan cinta di antara Host dan orang lain.]
"Ho? Jadi aku bisa menumbuhkan banyak tumbuhan dan bunga di area kecil. Kartu ini mirip dengan area yang baru dibuka di peternakan game," kata Aksa sambil menyentuh dagunya, dia juga mengabaikan kalimat terakhir.
Meskipun Aksa tidak tahu mengapa Sistem memberikan hadiah yang sama, tapi dia berpikir kalau rasa penasarannya akan terpuaskan jika memeriksa hadiah kedua.
[Mata Observasi (khusus penyakit)]
[Keterangan: Host bisa melihat dan mengetahui apakah hewan-hewan di Sajaya Farm terkena penyakit atau tidak dengan mata ini. Tapi perlu diingat kalau hanya bisa digunakan kepada hewan yang ada di Sajaya Farm, bukan hewan liar apalagi manusia.]
"Kemampuan yang sangat berguna, aku jadi tidak perlu panik jika ada hewan yang terkena penyakit." Aksa tersebut puas dengan hadiah kedua, tapi rasa penasarannya belum terpuaskan.
__ADS_1
Kemudian dia keluar dari peternakan game dan duduk di depan komputernya untuk mencari tahu hal apa yang bisa dilakukan di area yang ditumbuhi banyak tumbuhan dan bunga.
Banyak hasil yang muncul seperti pertanian, perkebunan, lahan pembangunan, tempat sarang hewan, dan masih banyak lagi. Aksa mempersempit pencariannya menjadi apa hewan yang bisa diternak di area seperti itu
Lalu dia melihat kalau untuk area yang ditumbuhi banyak tumbuhan dan bunga bisa diternakkan hewan lebah. Karena memang habitat lebah adalah di tempat yang dipenuhi dengan tumbuhan dan bunga.
"Lebah ya, jadi Sistem ingin aku beternak lebah? Tapi itu bukan ide yang buruk, lebah bisa menghasilkan banyak keuntungan saat diternak," pikir Aksa sambil tersenyum karena merasa beternak lebah bukanlah ide yang buruk.
Selain madu, lebah juga bisa menghasilkan beberapa manfaat seperti lilin lebah dan royal jelly. Keduanya merupakan manfaat yang bisa mendatangkan banyak keuntungan apalagi royal jelly.
Lilin lebah sering digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pembuatan lilin aromaterapi, lilin hiasan, dan produk perawatan kulit alami. Lilin lebah dikenal karena memiliki aroma alami yang lembut dan tekstur yang bagus untuk membuat lilin yang berkualitas tinggi.
Lilin lebah juga memiliki manfaat lain seperti pelumas kayu, memoles furnitur, membuat krayon, membuat lip balm, pembuatan sabun, dan masih banyak lagi.
Royal jelly adalah substansi yang dihasilkan oleh lebah madu muda sebagai makanan untuk larva lebah ratu. Itu adalah cairan kental berwarna putih yang mengandung nutrisi penting seperti protein, vitamin, mineral, dan asam amino.
Royal jelly memiliki reputasi sebagai suplemen makanan yang potensial karena kandungannya yang kaya. Beberapa orang menggunakannya untuk tujuan kesehatan, meskipun bukti ilmiah yang mendukung klaim kesehatan tertentu masih terbatas.
[Jika mendapat bantuan dari Sistem, tentu saja berhasil. Kecuali kalau Host melakukannya sendiri tanpa ada bantuan Sistem atau barang dari toko game.]
Sistem mengatakan sesuatu yang menusuk hati Aksa, tapi itu memang tidak bisa dibantah. Aksa sama sekali tidak tahu masalah peternakan lebah dan dia juga belum pernah melihatnya secara langsung.
"Yah, apa yang kamu katakan memang benar. Itulah mengapa aku harus mempelajari banyak hal tentang lebah dan peternakannya." Aksa tersenyum, lalu dia mulai mencari informasi tentang peternakan lebah.
...----------------...
Keesokan paginya, Aksa sampai di Sajaya Farm dengan motor roda tiganya. Setelah meminta Galih dan penjaga keamanan lain untuk membawa produk-produk peternakan ke area penjualan, Aksa pergi ke kantornya Sarah.
__ADS_1
"Sarah!" panggil Aksa sambil mengetuk pintu kantor.
"Aksa? Masuk saja!" Terdengar suara Sarah dari dalam kantor. Aksa kemudian masuk dan melihat kalau Sarah sedang menata buku-buku.
"Kamu beri sampai?" tanya Aksa kepada Sarah.
"Iya, baru saja. Ini aku sedang membereskan buku-buku yang ada di atas meja." Sarah menganggukkan kepalanya sambil menaruh buku di tangannya ke rak buku.
"Ohh. Ngomong-ngomong, aku ingin membuka area hewan ternak yang baru," kata Aksa sambil duduk di sofa.
"Hewan baru? Hewan apa itu?" Sarah menjadi tertarik karena jika ada hewan ternak baru, itu artinya Sajaya Farm akan mendapat untung yang banyak juga.
"Lebah!" Aksa tersenyum dan memberitahu Sarah.
Aksa sudah membaca semua informasi tentang lebah dan peternakannya tadi malam. Dia sampai tidur larut malam agar semua informasi yang ada bisa masuk ke dalam otaknya.
"Lebah? Ide yang bagus, aku kira kamu akan beternak unggas atau domba, tapi sepertinya aku salah, haha." Sarah juga tersenyum, dia tidak tahu lebah akan menghasilkan berapa banyak keuntungan, tapi dia mempercayai Aksa.
Dia juga tidak keberatan hewan apa yang akan diternakkan karena hewan yang dibawa oleh Aksa bukanlah hewan biasa. Buktinya mereka semua memiliki keunikannya sendiri dan bisa mendatangkan banyak keuntungan.
Hal ini juga membuat Sajaya Farm terlihat spesial di mata orang-orang dibandingkan dengan tempat wisata peternakan lain yang ada di Banyumas, atau bahkan di Indonesia.
"Unggas dan domba itu bagus, tapi mereka mirip dengan ayam dan kambing. Jadi untuk sekarang aku ingin beternak hewan yang berbeda, yaitu lebah." Aksa mengangguk dan tersenyum.
Setelah itu Aksa berdiskusi dengan Sarah tentang hal apa saja yang dibutuhkan untuk membangun peternakan lebah. Ini tidak memerlukan banyak biaya karena tidak seperti peternakan hewan lain.
Peternakan lebah juga tidak bisa dikunjungi oleh banyak orang karena harus mengenakan pakaian pelindung agar tidak disengat oleh lebah.
__ADS_1
Jadi peternakan lebah ini akan menjadi area ekslusif yang akan menerima beberapa pengunjung dalam satu hari. Itulah mengapa Aksa perlu membuat area peternakan lebah terlihat spesial.
Kalau tidak spesial, bagaimana bisa itu akan menjadi area eksklusif. Itulah mengapa Aksa mendiskusikan hal ini dengan Sarah yang bertugas untuk mengelola keuangan Sajaya Farm