
Banyak orang-orang yang melihat Sajaya Farm kemudian melihat masalah video Albar. Mereka memikirkan sesuatu kalau kedua masalah ini saling berkaitan satu sama lain.
Bahkan beberapa orang yang pintar sudah tahu siapa yang memulai masalah ini. Namun mereka tetap diam karena tidak ada bukti, jika mereka menuduh, mereka yang akan ditangkap.
Bersamaan dengan situasi yang kacau ini, akun media sosial Sajaya Farm mengunggah postingan baru yang berupa video. Mereka yang mengikuti Sajaya Farm tahu kalau video ini merupakan pemberitahuan.
"Halo teman-teman, Lisa di sini. Sepertinya kalian sudah tahu apa yang sedang terjadi saat ini kan? Lisa di sini ingin memberi sebuah laporan terkait interogasi orang-orang yang melakukan kecurangan."
"Mereka berenam termasuk karyawan kami disuap oleh seseorang yang bernama Bagas. Mereka menerima uang tersebut karena kebutuhan mendesak yang memerlukan banyak uang."
"Meskipun kami, Sajaya Farm, kasihan kepada mereka, tapi mereka telah memasuki jalan yang salah sehingga kami hanya bisa menyerahkan mereka kepada polisi."
"Pengumuman pemenang sedang didiskusikan secara mendalam saat ini. Diperkirakan pada sore hari, pemenang akan ditentukan."
"Kemudian, bagi kalian yang penasaran siapa Bagas ini, kami akan menyisipkan link sebuah situs di area komentar. Kalian bisa mengklik link tersebut dan lihat siapa sebenarnya Bagas ini."
Tidak seperti biasanya, Lisa mengatakan sesuatu dengan nada tenang dan serius. Orang-orang yang melihat hal ini juga tahu kalau masalah yang sedang terjadi cukup serius.
Jadi setelah melihat video pemberitahuan itu, mereka segera mengklik link yang sudah disisipkan oleh Sajaya Farm dan link ini mengarahkan mereka ke sebuah situs.
Situs tersebut ternyata adalah situs resmi kepolisian. Di sana ada daftar buronan, daftar kasus yang terbuka, daftar polisi, dan lain sebagainya yang terkait dengan kepolisian.
Di beranda, ada foto orang botak dengan luka lurus dari alis kanan ke mulut. Di sebelah foto itu juga terdapat nama yang sedang mereka cari.
Dia adalah Bagas, seorang penjahat yang pernah masuk ke dalam penjara dua kali dengan total waktu tujuh tahun. Meskipun dia tidak melakukan kejahatan setelah keluar dari penjara, polisi masih mengawasinya.
Para polisi tidak menyangka kalau Bagas sedang melakukan tindakan jahat secara diam-diam bahkan bisa mempunyai banyak sekali bawahan yang merupakan preman-preman kecil.
Sekarang polisi sedang mencari keberadaan Bagas karena dia sudah kabur dari markasnya. Polisi juga meminta bantuan kepada masyarakat untuk menelepon nomor yang tertera jika melihat Bagas.
"Buronan? Aku tidak menyangka kalau yang melakukan tindakan kejahatan kepada Sajaya Farm adalah seorang buronan."
"Hahaha, aku tahu kalau Bagas ini bukanlah dalangnya. Dia tidak mempunyai hubungan apapun dengan Sajaya Farm, jadi pasti ada seseorang yang menyewa Bagas."
"Dugaanku, dalang yang sebenarnya adalah seorang pria yang sedang hangat diperbincangkan saat ini. Meskipun aku tidak mengatakan namanya, kalian pasti tahu bukan? Hahaha."
__ADS_1
Banyak orang yang membahas Bagas ini, dan tidak sedikit pula orang yang berpikir jauh. Banyak orang yang tahu kalau masalah ini tidak sesederhana yang terlihat, pasti ada seseorang dibalik Bagas.
Namun tentu saja mereka tidak bisa mengatakannya karena tidak ada bukti. Meskipun begitu, mereka tetap mendukung Sajaya Farm dengan memberi respon positif.
Aksa memang sengaja tidak memberitahu kalau yang melakukan kejahatan adalah keluarga Kevin. Karena mereka memiliki banyak sekali dukungan dan usaha Aksa akan menjadi sia-sia.
Jadi itulah mengapa dia mengunggah video Albar dan Salsa agar kepercayaan orang-orang terhadap perusahaan investasi Albar menurun drastis dan saat ini Aksa bisa menjatuhkannya.
...----------------...
Sementara itu di rumah keluarga Kevin, di ruangan kerja milik Albar.
"Apakah video itu benar!? Mengapa kamu melakukan hal tersebut padahal kamu sudah mempunyai istri!?" teriak Ajeng dengan mata merah karena dia baru saja menangis.
Ajeng mendapat telepon dari ibunya mengenai video yang sedang diperbincangkan di internet. Pada awalnya Ajeng tidak percaya, namun setelah ibunya menunjukkan video tersebut, Ajeng langsung percaya.
Jadi setelah menangis sebentar karena perbuatan suaminya itu, dia langsung pergi ke ruang kerja Albar dan berteriak dengan keras.
"Diam! Masalah ini tidak ada hubungannya denganku! Video tersebut adalah palsu, bagaimana bisa aku tidur dengan idol wanita!?" teriak Albar yang membantah perkataan istrinya.
"Jika itu video palsu, lalu mengapa kamu tidak membuat pernyataan di akun media sosial!? Jangan berbohong kepadaku!" Ajeng mulai meneteskan air mata dari kedua matanya.
Ia juga sudah memeriksa kamera pengawas namun tidak ada pencuri yang masuk. Ia hanya menemukan kucing dan anjing yang sepertinya milik tetangga yang sedang bermain.
"Aku akan kembali ke Jakarta, pikirkan alasan yang tepat mengenai masalah ini, jika tidak, hubungan kita akan selesai," kata Ajeng dengan wajah sedih.
Dia pergi ke kamar tidur dengan cepat, ia mengambil koper besar dan memasukan pakaian dari lemari ke koper itu. Kemudian ia menelepon seseorang untuk membelikan tiket kereta ke Jakarta.
"Ibu? Mengapa Ibu membawa koper? Apakah ibu akan bepergian?" tanya Kevin yang melihat ibunya keluar dari kamar sambil menyeret koper besar.
"Kevin, lihatlah situasi internet sekarang, kamu bisa memutuskan untuk pergi ke Jakarta atau tetap berada di sini." Ajeng menatap putranya sebentar sebelum pergi keluar dari rumah.
Kevin bingung, dia tidak mengerti apa yang ibunya katakan, namun ia segera mengeluarkan ponselnya dan memeriksa situasi internet sekarang sesuai dengan apa yang ibunya katakan.
"Sialan!!" Kevin berteriak dengan marah saat sudah mengetahui keseluruhan apa yang terjadi d internet sekarang.
__ADS_1
...----------------...
Sore harinya, Aksa dan panitia lomba balap sampan sudah selesai berdiskusi terkait pemenang lomba. Mereka sudah mencapai keputusan yang tepat setelah mempertimbangkan pro dan kontra nya.
Aksa segera mengedit postingan pemenang lomba dan mengunggahnya ke akun media sosial Sajaya Farm. Orang-orang yang sedang menunggu langsung memeriksanya.
...****************...
Beginilah pengumumannya.
Kami sudah mempertimbangkan dan berdiskusi dengan cermat untuk menentukan sampan mana yang berada di juara satu sampai tiga.
Karena sampan ayam sudah melakukan perbuatan curang kepada sampan sapi, mereka didiskualifikasi dari perlombaan dan tidak akan bisa mengikuti event lain yang akan diadakan di masa depan.
Selamat kepada sampan kambing yang telah mendapatkan juara ketiga perlombaan balap sampan yang diadakan oleh Sajaya Farm.
Selamat kepada sampan sapi yang telah mendapatkan juara kedua perlombaan balap sampan yang diadakan oleh Sajaya Farm.
Selamat kepada sampan domba yang telah mendapatkan juara pertama perlombaan balap sampan yang diadakan oleh Sajaya Farm.
Hadiah bisa diambil besok di Sajaya Farm, pihak yang menang harus datang semua agar bisa diverifikasi. Jika ada satu orang yang tidak datang, maka kelompok mereka akan dianggap tidak sah.
Demikian pengumuman pemenang yang sudah dipertimbangkan setelah mengalami kejadian kecurangan dari sampan ayam, kami Sajaya Farm mengucapakan terima kasih banyak.
...****************...
Orang-orang yang melihat tidak menganggap keputusan Sajaya Farm salah. Sampan sapi memang dicurangi tapi mereka telah jatuh sehingga tidak bisa melanjutkan perlombaan.
Bisa jadi juara dua juga sudah merupakan hal yang sangat bagus. Itu artinya Sajaya Farm mempertimbangkan banyak hal, tidak hanya mempertimbangkan aturan lomba saja.
Sampan kambing juga tidak masalah karena mereka jadi juara tiga karena beruntung. Kemudian orang-orang mulai memuji Sajaya Farm karena keputusan mereka yang sangat bagus.
"Yah, keputusan pemenang ini tidak ada masalah. Hebat sekali Sajaya Farm bisa memutuskan sampan sapi menjadi juara kedua."
"Yah, jujur saja jika menurut aturan, sampan sapi tidak akan menjadi juara karena mereka sudah tenggelam karena sampan mereka yang rusak."
__ADS_1
"Hahaha, sampan sapi harus berterima kasih kepada Sajaya Farm karena menjadikan mereka juara dua."
Sedikit orang yang mempermasalahkan keputusan pemenang lomba balap sampan. Mereka semua memuji keputusan rasional yang diambil oleh pihak Sajaya Farm itu.