
Keesokan paginya, sudah ada banyak orang di Sajaya Farm. Mereka semua datang ke sana dengan alasan yang sama, yaitu untuk mengikuti kampanye penghijauan lingkungan yang akan diadakan.
Setelah Aksa mengunggah poster yang sudah didesain oleh Lisa dan timnya, banyak orang-orang yang memberikan respon positif dan berkata kalau mereka akan ikut serta dalam penanaman pohon.
Untuk hal itu, sekarang mereka sedang memperhatikan Aksa yang ada di atas panggung. Aksa tersenyum, hari ini dia memakai kaos berwarna hitam dengan celana pendek berwarna cokelat.
Para pengunjung juga banyak yang mengenakan pakaian kasual karena mereka semua akan menanam pohon yang mana pakaian mereka pasti akan kotor karena terkena tanah atau air.
"Selamat pagi semuanya!!" Aksa mengangkat mic nya dan berkata dengan penuh semangat.
"Pagi!!" Para pengunjung juga berteriak dengan keras untuk membalas perkataan Aksa.
Aksa tersenyum, kalau dia berkata, "Yah, berat rasanya saat kita melihat kondisi Kabupaten Banyumas yang dipenuhi dengan polusi udara. Untuk hal itu, Sajaya Farm akan mengadakan kampanye penghijauan lingkungan!"
"Aku tidak akan menjelaskan aturannya lagi karena kalian semua pasti sudah melihat posternya. Aturannya juga tidak merepotkan, jadi kalian pasti masih mengingatnya."
Aturan yang dimaksud oleh Aksa adalah sebuah sistem perhitungan saat peserta kampanye menanam pohon untuk pendapatan poin, dan poin ini bisa ditukar dengan diskon.
Para peserta bisa mengambil berapapun anakan pohon yang sudah disediakan oleh Sajaya Farm. Mereka hanya perlu mengambil dan memberitahu karyawan yang bertugas agar bisa dicatat.
Jadi yang akan melakukan perhitungan adalah karyawan Sajaya Farm, para peserta kampanye hanya perlu fokus untuk menanam anakan pohon yang sudah disediakan.
"Sebelum kita mulai kampanyenya, ada yang punya pertanyaan?" Azam memandangi para pengunjung di sana.
Lalu, ada satu pengunjung yang mengangkat tangannya, dia berkata, "Aku! Untuk diskon yang kita dapatkan bisa dipakai untuk apa saja dan berapa lama?"
"Pertanyaan yang bagus! Diskonnya berlaku untuk semua produk peternakan yang ada di area penjualan. Untuk masa berlakunya hanya hari ini saja!" Aksa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh salah satu pengunjung.
__ADS_1
Setelah itu ada beberapa pengunjung lagi yang mengajukan pertanyaan dan Aksa menjawab semuanya dengan lancar dan dengan kata-kata yang sederhana agar semua orang bisa langsung paham.
"Bagus! Semuanya, ayo kita mulai!" Aksa memberikan mic di tangannya kepada karyawan di dekatnya. Lalu dia turun dari panggung dan berlari menuju area kosong yang ada di area yang belum dibuka Sajaya Farm.
"Ya!!" Pada pengunjung menjadi bersemangat saat mereka melihat Aksa juga ikut andil dalam kampanye ini. Mereka juga berlari agar tidak kalah dari Aksa.
Aksa tersenyum karena rencananya berhasil, tapi pada saat para pengunjung bergembira, seekor kuda melaju dengan cukup cepat dari arah yang berlawanan. Kuda itu adalah Ace yang sudah diminta oleh Aksa sebelumnya agar dia berlari ke arahnya.
Ace berhenti di dekat Aksa, Aksa menghentikan langkahnya dan segera naik ke atas punggung Ace. Kemudian dia segera menunggangi Ace ke area yang belum dibuka.
"Ah! Aksa curang!" Seorang pengunjung berteriak sambil menunjuk ke arah Aksa yang menunggangi kuda untuk pergi ke area yang belum dibuka.
Para pengunjung terkejut saat melihat Aksa, tapi kemudian mereka melihat kalau ada banyak kuda yang sedang berlari ke arah mereka yang membuat mereka lebih terkejut lagi.
"Apa yang terjadi?" Saat para pengunjung sedang kebingungan, Lisa yang sudah menunggangi seekor kuda berkata sambil memegang pengeras suara.
Para pengunjung sangat terkejut dengan perkataan Lisa. Mereka tidak menyangka kalau Sajaya Farm akan menggunakan ide seperti ini yang membuat mereka tertawa karena Sajaya Farm memang tidak biasa.
Kemudian, hampir semua pengunjung memutuskan untuk menunggangi kuda mau itu seorang diri atau berdua. Lalu, yang tidak menunggangi kuda menggunakan sepeda listrik.
Yang menggunakan sepeda listrik adalah para orang tua yang merasa kalau tubuh mereka tidak kuat untuk menunggangi kuda, jadi mereka memutuskan untuk menggunakan sepeda listrik.
Aksa tersenyum saat melihat mereka, dia berpikir, "Untung saja Sarah menyarankan untuk menggunakan sepeda listrik juga. kalau tidak, maka para orang tua tidak akan bisa menyusul."
Pada saat ini, ponselnya berdering. Aksa memeriksanya kalau itu adalah panggilan telepon dari Sarah. Jadi, Aksa segera menekan tombol jawab dengan ibu jarinya.
"Aksa, kamu di mana? Aku dan yang lain di sini sudah siap semua!" kata Sarah setelah Aksa menjawab teleponnya.
__ADS_1
"Bagus! Aku juga sedang menuju ke sana bersama dengan para pengunjung! Tunggu aku sebentar lagi," kata Aksa dengan gembira.
"Baiklah, jangan lama-lama! Aku tunggu!" kata Sarah, lalu dia menutup telepon.
...----------------...
Sedikit jauh dari lokasi Aksa, Sarah sedang berdiri untuk menunggu kedatangan Aksa dan para pengunjung. Dia tidak sendirian, dia bersama dengan banyak karyawan Sajaya Farm termasuk Ratu.
Sarah juga mengenakan pakaian kasual dengan kaos berwarna hitam dengan celana jeans berwarna biru tua. Rambutnya diikat menjadi kuncir kuda untuk memudahkannya bergerak.
"Aksa mulai terlihat, semuanya bersiap di posisi masing-masing!" teriak Sarah saat dia melihat kalau Aksa dan pada pengunjung sudah mendekati lokasinya.
"Ya!" Para karyawan mengangguk dengan serius. Banyak dari mereka yang memegang sebuah selang, ada juga yang ada di bagian mesin, dan ada yang memegang bunga.
...----------------...
Aksa tersenyum, dia memperlambat kudanya untuk mengambil pengeras suara dari tangan Lisa. Aksa menarik napas dalam-dalam dan bersiap untuk mengatakan sesuatu kepada para pengunjung.
"Semuanya, perlambat laku kalian! Kita sudah dekat dengan lokasi penanaman pohon!" teriak Aksa dengan keras agar semua pengunjung bisa mendengarnya.
Para pengunjung segera memperlambat kuda dan sepeda listrik yang mereka gunakan. Saat mereka penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya, terdengar suara yang cukup keras dari tempat di depan mereka.
Itu adalah konfeti yang ditembakkan oleh beberapa karyawan Sajaya Farm termasuk Sarah dan Ratu. Kemudian, karyawan yang berada di dekat mesin segera menyalakan mesin tersebut.
Lalu, karyawan yang memegang selang mengarahkan selang yang mereka pegang ke atas. Keluarlah banyak air dari selang tersebut yang sampai menghujani semua orang yang ada di dekatnya.
Bersamaan dengan itu, karyawan yang memegang bunga melemparkan bunga di tangan mereka ke sembarang tempat. Kemudian terjadilah pemandangan yang menakjubkan.
__ADS_1
"Woah!!" Para pengunjung membuka mulut mereka karena melihat sebuah pemandangan yang sangat indah. Tapi kemudian mereka menyadari kalau pakaian mereka basah karena terkena air yang keluar dari selang.