Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Rencana untuk Menarik Lebih Banyak Orang


__ADS_3

"Semuanya, selamat datang di rumah baru." Aksa keluar dari mobil dan merentangkan kedua tangannya menyambut keluarganya.


Sarah juga tersenyum dan mengucapkan selamat kepada mereka. Elvira dan Elvina yang paling aktif langsung masuk ke dalam rumah dan menatap seisi rumah dengan mata berbinar-binar.


Rumah yang Aksa beli adalah rumah dua lantai. Lantai pertama adalah ruang tamu, ruang makan, dapur, toilet, ruang cuci dan satu kamar tidur besar dengan kamar mandi pribadi di dalamnya.


Lalu lantai dua berisi empat kamar tidur dengan ukuran sama, toilet, kamar mandi, ruang santai, dan di balkon ada kursi dan meja di sana yang bisa digunakan untuk bersantai-santai.


Halaman depan cukup kecil, selain garasi hanya ada beberapa tanaman di dalam pot. Namun halaman belakang cukup luas sehingga bisa ditanami banyak tanaman dan bahkan ada kolam renang kecil di sana.


"Kolam renang!" Elvira dan Elvina senang karena ada kolam renang.


Kebanyakan anak kecil pasti memimpikan kalau rumah mereka memiliki kolam renang pribadi tidak terkecuali Elvira dan Elvina. Impian itu masih bertahan sampai saat ini dan tentu saja hal tersebut membuat mereka berdua senang.


"Ayah, Ibu, kalian bisa menempati kamar di lantai satu karena itu cukup luas dan ada kamar mandi pribadi di dalamnya," kata Aksa.


"Baiklah, kami memang akan memilih kamar tersebut." Kedua orang tua Aksa mengangguk.


Aksa memilih kamar yang paling dekat tangga, di sebelahnya ada kamar Elvira, kamar Elvina, dan kamar Alvan. Elvira dan Elvina menginginkan kamar terpisah karena mereka sudah remaja dan membutuhkan privasi meskipun mereka kembar.


Setelah itu masing-masing dari mereka mulai membereskan barang-barang dari koper dan tas ke dalam lemari. Sementara Aksa hanya menaruh kopernya karena masih ada Sarah di sana.


"Sarah, apakah kamu punya saran hadiah apa yang harus aku berikan kepada para karyawan? Karena ini adalah tahun baru dan tentu saja aku harus memberikan hadiah." Aksa bertanya kepada Sarah yang sedang memakan buah.


"Apa lagi selain produk peternakan?" Sarah mengajukan pertanyaan sekaligus jawaban.


"Benar juga, aku akan memberi mereka produk peternakan yang lebih enak nanti." Aksa tertawa dan mengangguk karena memang hanya produk peternakan yang enak dibandingkan dengan hadiah lain selain uang.


"Tapi aku rasa Sajaya Farm masih kurang menarik perhatian banyak orang," kata Sarah dengan serius.


"Oh, kamu juga berpikir seperti itu?" Aksa sedikit terkejut karena dirinya juga berpikir hal yang sama seperti Sarah.


Memang, meskipun diberikan dukungan oleh pemerintah, Sajaya Farm masih kurang menarik perhatian banyak orang. Yang spesial dari Sajaya Farm hanyalah produk peternakannya saja, selain itu tidak ada yang spesial.


Tempat wisata harus menarik di bagian penampilannya, jadi orang-orang yang melihatnya akan tertarik dan memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata tersebut bersama teman atau kerabat.


"Menurutmu, bagaimana jika kita membangun villa di Sajaya Farm? Orang-orang bisa menginap di sana dan mereka pastinya akan menghabiskan banyak uang." Aksa menanyakan pendapat Sarah.


"Ide yang bagus, tapi itu artinya Sajaya Farm akan buka 24 jam?" tanya Sarah.

__ADS_1


Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjelaskan, "Tidak, Sajaya Farm tetap beroperasi seperti biasa namun untuk penginapan akan buka selama 24 jam."


Sarah berpikir itu ide yang bagus, tapi ia masih menemukan kekurangannya. "Tapi bukannya orang-orang yang menginap akan bosan karena tidak bisa melakukan apapun di sana?"


"Benar juga." Aksa mengerutkan keningnya dalam-dalam karena perkataan Sarah memang benar.


Percuma jika membangun villa tapi orang-orang tidak bisa melakukan apapun di sana. Mereka berdua berdiskusi dan saling memberi ide. Keluarga Aksa yang melihat hal tersebut tidak mengganggu mereka karena tahu hal yang dibahas itu penting.


"Tunggu, aku rasa aku punya ide bagus. Berhubung aku mempunyai banyak poin, mengapa aku tidak menggunakan itu untuk membeli hewan ternak baru?" pikir Aksa.


Setelah itu Aksa mengatakan idenya kepada Sarah. Aksa akan menambahkan hewan ternak baru yaitu sapi potong dan ayam potong. Lalu ide Aksa adalah membuat tempat khusus untuk membuat BBQ.


Jadi selain ada area khusus untuk memasak bagi pengunjung, villa yang akan dibangun juga memiliki tempat kecil untuk memasak secara pribadi jika pengunjung yang menginap ingin privasi.


"Mengapa aku tidak kepikiran! Itu ide yang bagus, Aksa!" teriak Sarah dengan gembira karena ide dari Aksa benar-benar bagus dan akan menghasilkan banyak sekali keuntungan bagi Sajaya Farm.


"Bagus, lalu Sajaya Farm akan buka selama 24 jam namun tidak semua area buka. Hanya area hewan ternak yang buka secara normal sampai jam 4 sore lalu sisanya 24 jam," kata Aksa.


"Tentu, tapi buat pemberitahuan bagi pengunjung agar tidak berkeliling Sajaya Farm dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi. Mereka bisa menelepon nomor layanan dan memberitahu apa yang mereka inginkan." Sarah memberikan pendapatnya.


Aksa tersenyum cerah lalu berkata, "Jadi, sudah ditentukan ya!"


Setelah berdiskusi sebentar, mereka memutuskan untuk membangun dua jenis penginapan. Yang pertama ada villa yang nanti merupakan bangunan dua lantai dan yang kedua adalah kamar yang merupakan bangunan kecil.


Kamar penginapan yang akan dibangun merupakan versi mini dari rumah. Di dalamnya sudah terdapat kamar mandi, toilet, dan kamar tidur namun tidak ada dapur. Jadi di bagian dalam mirip seperti kamar hotel.


Aksa segera menelepon Dito dan mengatakan rencananya. Dito menerima pekerjaan itu, namun yang mengejutkan Aksa adalah Dito bertanya apakah bisa langsung bekerja besok.


"Pak Dito, sebentar lagi tahun baru, apakah Pak Dito tidak berlibur?" tanya Aksa.


"Hahaha, Pak Aksa, kami akan langsung bekerja jika diberi bayaran lebih. Tapi jika Pak Aksa membayar dengan harga biasa, kami akan bekerja setelah tahun baru," kata Dito yang tertawa.


Aksa menyeringai dan memerintahkan, "Lalu tunggu apa lagi? Langsung bekerja saja!"


"Siap!" Dito menerima dan langsung menghubungi rekan-rekannya.


Sebenarnya memang tidak asing dengan bekerja di hari libur. Untuk karyawan atau petugas pemerintahan, mereka pasti tidak akan bekerja jika hari libur. Namun untuk pekerja konstruksi atau pekerja jasa, mereka akan tetap bekerja bahkan di hari libur tergantung pengaturannya.


[Terdeteksi Host sedang membangun sesuatu untuk perkembangan Sajaya Farm. Sistem akan memberikan Host hadiah tahun baru.]

__ADS_1


Tiba-tiba Sistem berkata seperti itu yang membuat Aksa terkejut. Ia ke toilet sebentar untuk masuk ke dalam peternakan game dan memeriksa hadiah apa yang diberikan oleh Sistem.


[Kartu percepatan pembangunan]


[Keterangan: Kartu yang bisa mempercepat pembangunan infrastruktur namun tidak bisa mempercepat pembangunan hubungan manusia.]


Melihat pengenalan kartu, Aksa segera bertanya kepada Sistem. "Sistem! Kartu ini bisa mempercepat proses pembangunan sampai berapa lama?"


[10% sampai 50%. Tergantung keberuntungan Host.]


Aksa terdiam dengan kata 'keberuntungan' karena dirinya kurang beruntung jadi ia berpikir mungkin paling banyak ia akan mendapatkan potongan waktu sekitar 20% dari waktu aslinya.


Dito memberitahu kalau villa dan kamar alam selesai dalam waktu tiga bulan. Namun Aksa tahu kalau mereka akan lebih cepat jika memakan telur ayam yang bisa menghilangkan lelah.


"Anggap saja setelah makan telur ayam, pembangunan akan selesai dalam waktu dua bulan. Lalu dengan potongan waktu 20% maka akan selesai dalam waktu 48-50 hari saja. Hm, meskipun masih termasuk lama tapi ini sudah cukup," pikir Aksa.


Karena kemungkinan besar hari ini Dito dan rekan-rekan sedang membeli bahan dan membuat rencana, Aksa akan pergi ke Sajaya Farm dua hari lagi tepatnya tanggal 31 Desember.


Setelah itu Aksa keluar dari peternakan game dan berbincang-bincang dengan Sarah. Saat waktu sudah siang, mereka makan siang bersama dan Sarah juga ikut bergabung.


...----------------...


Malam harinya.


"Alvan, apakah kakakmu itu memang hebat?" tanya Rina kepada Alvan.


Mereka berdua sedang berada di kamar Alvan, saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Rina bertanya seperti itu kepada Alvan.


"Hm? Yah, Kakak memang yang paling hebat. Saat keluarga dalam keadaan yang sulit, dia adalah orang yang pertama menghibur seisi keluarga. Meskipun aku tahu kalau di dalam dirinya, dia adalah orang yang paling sedih."


"Aku juga merasa sedikit bersalah karena diriku, kakak menjadi tidak kuliah dan harus menanggung beban keluarga hanya dengan ijazah SMA yang hanya bisa melakukan pekerjaan serabutan."


"Jadi sekarang, dia adalah kepala keluarga sekaligus pilar yang berdiri kokoh. Itulah mengapa aku berharap kalau dia mendapatkan kebahagiaan karena aku kadang melihatnya tersenyum saat sedang sendiri."


Alvan menjawab pertanyaan Rina dengan jawaban yang panjang. Namun Rina bisa tahu seberapa hebat Aksa setelah mendengarkan cerita Alvan.


Rina berasal dari keluarga yang cukup mampu. Ia berpacaran dengan Alvan karena sifat Alvan yang baik sekaligus pintar. Sudah satu tahun mereka bersama namun Alvan jarang sekali menceritakan tentang keluarganya.


Jadi Rina hanya tahu kalau keluarga Alvan adalah keluarga yang cukup miskin namun harmonis. Namun sekarang ia kagum dengan keluarga Alvan yang tetap bahagia meskipun situasi sedang sulit.

__ADS_1


__ADS_2