Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Simba yang Menyelinap ke Rumah milik Kevin


__ADS_3

Pria paruh baya tersebut adalah Albar, ayah Kevin. Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi melihat putranya mempermalukan diri sendiri dengan menyalahgunakan statusnya secara terang-terangan.


Sebagai pemilik dari perusahaan investasi yang merupakan perusahaan jasa, tahu kalau kejadian saat ini akan memperburuk statusnya dan kehilangan kepercayaan pada klien.


Investasi adalah kegiatan yang cukup sulit dan membutuhkan kepercayaan dari klien. Jika klien tidak percaya, maka investasi tidak bisa dilakukan dan klien akan pindah ke perusahaan lain.


"Ayah!?" Kevin jelas-jelas sangat terkejut dan menatap ayahnya yang menghentikan dirinya.


"Kevin, sudahi masalah ini dan kembali," kata Albar kepada Kevin dengan nada tenang namun Kevin bisa merasakan kemarahan di dalam suaranya.


Kevin tidak mau, namun dirinya tidak bisa melawan Albar. Ia menatap Aksa dengan kejam kemudian berjalan mengikuti Albar untuk kembali.


Karena situasi sudah seperti ini, Albar dan yang lain menyapa beberapa pengusaha serta pejabat pemerintah kabupaten, kemudian mereka meninggalkan acara perayaan.


Orang-orang yang hadir juga tidak membicarakan masalah ini karena Albar adalah orang yang berpengaruh, mereka tidak ingin mempunyai masalah dengan Albar dan keluarganya.


...----------------...


"Hm, tidak mungkin masalah ini selesai begitu saja. Entah itu Kevin atau ayahnya pasti akan melakukan sesuatu kepadaku." Aksa duduk di tempatnya kembali dan berpikir.


Kursi di sebelah Aksa ditarik dan Sarah duduk di sana, ia segera bertanya kepada Aksa. "Aksa, apakah tidak apa-apa? Adakah bagian tubuhmu yang terluka? Kamu, kamu..."


Sarah berkata dengan nada gugup di akhir karena dia terlalu khawatir dengan Aksa yang berkonfrontasi dengan Kevin. Aksa yang merasakan kekhawatiran Sarah merasa hangat di hatinya.


Aksa pun menjawab, "Tidak apa-apa, bukankah kamu tahu kalau aku ini kuat? Tora si pengawal Kevin tidak akan bisa melukaiku."


Sarah mengangguk karena dia memang tahu kalau Aksa sangat kuat karena sering melihatnya membawa produk-produk peternakan seorang diri dengan santai padahal di belakangnya ada Galih yang kesulitan.


Sarah menghela napas lega dan berkata, "Maafkan aku, aku tahu kalau kamu pasti menyadari bahwa Kevin melakukan hal tersebut karena aku yang dekat denganmu."


Aksa melambaikan tangannya dan berkata dengan santai, "Santai saja, aku bukanlah orang yang tidak masuk akal. Kamu tidak perlu meminta maaf seperti itu, kita sudah akrab bukan?"


"Tapi, bagaimana jika Kevin menyuruh seseorang untuk melukaimu?" tanya Sarah dengan perasaan bersalah.


"Yah, aku tidak peduli dengan itu. Tapi, kurasa aku khawatir jika Kevin melakukan sesuatu kepada keluargaku," kata Aksa sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Aku rasa itu tidak mungkin, jika terjadi sesuatu kepada keluargamu, orang-orang pasti sadar kalau yang melakukan itu adalah Kevin. Jadi bisa dipastikan sementara ini mereka tidak melukai keluargamu," balas Sarah dengan nada yakin.


"Masuk akal juga. Tapi meskipun begitu, aku harus tetap waspada," angguk Aksa.


Andre dan Delia melihat putrinya berbicara dengan gembira, mereka berdua saling memandang dan sudah mengetahui apa yang ada di pikirkan masing-masing.


Meskipun Kevin adalah anak dari seorang pengusaha kaya, tapi Sarah tidak bahagia dengannya. Namun di dekat Aksa, Sarah bisa tersenyum dan tertawa bahkan mereka jarang melihat Sarah seperti itu.


...----------------...


Acara perayaan berakhir lebih cepat karena kejadian konfrontasi Aksa dengan Kevin. Pada pejabat pemerintah kabupaten mengatakan beberapa kalimat penutup kemudian acara perayaan berakhir.


Dalam perjalanan keluar dari ballroom hotel, Aksa melirik beberapa pejabat di sana. Dari awal ia sudah curiga kalau ada sesuatu di pada pejabat ini karena mereka tidak berusaha menghentikan tindakan Kevin.


Meskipun Albar adalah pengusaha terkenal, tapi mereka adalah pejabat pemerintah. Meskipun itu adalah pemerintah kabupaten, tapi mereka masih memiliki suara untuk menghentikan tindakan Kevin.


Aksa dan Sarah pergi ke Sajaya Farm karena Aksa ingin melakukan sesuatu, kemudian setelah beberapa patah kata, Sarah kembali ke rumahnya.


Aksa menyapa penjaga keamanan yang sedang bertugas dan masuk ke dalam Sajaya Farm. Dia bertanya kepada para karyawan apakah mereka melihat kucing oranye gemuk yang tidak lain adalah Simba.


Dan benar saja, Aksa melihat kalau ada kucing oranye gemuk yang sedang bermain kejar-kejaran dengan beberapa kelinci. Karyawan yang sedang lewat juga mengambil video mereka.


"Oi, Simba." Aksa memanggil Simba yang sedang bermain.


"Meong?" Simba berhenti berlari dan mengangkat kepalanya melihat kedatangan Aksa.


"Ada sesuatu yang perlu kamu lakukan, ayo ikuti aku." Aksa berkata kepada Simba kemudian ia berbalik dan berjalan ke suatu arah.


Simba memiringkan kepalanya dan tidak mengikuti. Aksa yang tahu apa maksud Simba segera mengeluarkan snack kucing yang disukai oleh Simba dan Simba segera mengejarnya.


...----------------...


Aksa memasang kamera kecil di leher Simba. Pada awalnya, Simba merasa sedikit risih namun setelah diberi banyak snack kucing, ia langsung menjadi bersemangat.


"Bagus, ayo kita laksanakan tugas kita." Aksa mengambil Simba dan mereka berdua pergi ke suatu tempat yang sedikit jauh menggunakan motor milik Galih karena Aksa belum membeli motor.

__ADS_1


Simba duduk dengan patuh di jok belakang atau bisa dikatakan kalau dia menikmati angin sejuk. Orang-orang yang melihat mereka segera merekam Simba yang lucu dan tidak membuat masalah.


Hari sudah larut malam dan jalan sudah sepi, Aksa mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan memindahkan Simba dari jok belakang ke dalam jaketnya agar tidak terjatuh.


Mereka berdua sampai di sebuah komplek perumahan yang cukup mewah sama seperti rumah miliknya. Di tempat ini, Kevin dan keluarganya tinggal karena mereka memang memiliki rumah di Banyumas.


"Simba, tugasmu adalah masuk ke rumah keempat dari gerbang. Kamu rekan kegiatan yang sedang dilakukan oleh orang ini." Aksa menunjukkan foto Kevin di ponselnya kepada si kucing oranye.


Simba yang sudah meminum ramuan spiritual bisa dengan mudah memahami perkataan Aksa. Ia mengangguk dan segera melaksanakan tugas pertama dari pemiliknya.


Komplek perumahan ini cukup ketat dan orang yang masuk memerlukan kartu identitas. Namun Simba adalah kucing, penjaga keamanan bahkan tidak melirik Simba yang masuk dengan santai.


Melihat Simba sudah pergi, Aksa juga pergi ke taman di dekat sana untuk menunggu Simba kembali. Aksa dengan sabar menunggu hasil rekaman dari kamera mini yang ada di leher Simba.


Adapun mengapa Aksa mempunyai kamera mini, itu karena di toko game menjual kamera mini dengan kualitas super jernih dengan harga poin yang sangat murah.


Dan alasan mengapa toko game peternakan memiliki kamera mini itu karena biasanya peternak menaruh kamera mini yang mudah disembunyikan untuk memantau hewan-hewan ternak mereka.


Karena ada beberapa hewan ternak yang pintar dan bisa mengelabui kamera pengawas. Itulah mengapa peternak membutuhkan kamera mini tersebut.


...----------------...


Sementara itu di rumah Sarah.


"Sarah, apakah kamu menyukai Aksa?" tanya Andre dengan nada dan raut wajah yang sangat serius kepada putrinya yang sedang menonton televisi.


Sarah tertegun sejenak, namun saat melihat raut wajah ayahnya yang serius, ia memutuskan untuk menjawab. "Aku tidak tahu, aku belum pernah merasakan sesuatu seperti ini di hidupku."


Delia yang mendengar hal itu mengedipkan matanya kepada suaminya. Mereka sebagai orang tua tentu saja tahu kalau Aksa menyukai Sarah, hanya saja Sarah tidak menyadarinya karena dia memang belum pernah menyukai seseorang.


Kemudian Andre mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut, ia hanya bertanya untuk mengonfirmasi perasaan Sarah terhadap Aksa karena dia bisa selalu tersenyum bahkan tertawa di dekat Aksa.


Meskipun Andre ingin menjodohkan putrinya dengan Kevin, tapi melihat kelakuan Kevin tadi saat di acara perayaan membuat kesan Kevin di hati Andre menurun drastis.


Selain itu, Andre juga berharap kalau ia bisa membahagiakan putrinya karena dia kekurangan kasih sayang. Itulah mengapa saat ini Andre ingin yang terbaik untuk Sarah.

__ADS_1


"Yah, mari kita lihat situasi kedepannya. Jika Aksa memang bisa membahagiakan Sarah dari segi emosional dan materi, maka aku tidak mempunyai alasan untuk menolak," batin Andre.


__ADS_2