Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Kegiatan dengan Universitas Indonesia Selesai


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, banyak pengunjung yang sudah kembali karena memang para mahasiswa tata busana juga sudah kelelahan. Mereka melakukan banyak sekali gaya agar bisa memuaskan orang yang mengambil foto.


Tentu saja, meskipun tubuh sangat lelah, pikiran mereka bersemangat karena banyak orang yang mengambil foto, itu artinya pakaian yang mereka bua diapresiasi oleh mereka semua.


"Bagaimana, Bu? Apakah kegiatan hari ini memuaskan?" tanya Aksa kepada Cici yang duduk di seberangnya.


"Jangan tanya, Pak Aksa. Saya dan pada mahasiswa sangat puas dengan kegiatan hari ini. Kegiatan ini adalah kegiatan yang paling memuaskan diantara semua kegiatan yang pernah kami lakukan," jawab Cici dengan serius.


Setelah jeda, ia menambahkan, "Dulu saat mengadakan kegiatan seperti ini, tidak banyak orang yang melihat pakaian mahasiswa tata busana. Meskipun mereka membuat pakaian untuk dinilai oleh dosen, tapi mereka pasti menginginkan pujian dari orang-orang sekitar."


Aksa yang mendengar hal itu mengangguk dan berkata, "Benar. Tapi syukurlah kalau kalian puas dengan kegiatan hari ini. Aku akan membagikan susu gratis kepada kalian."


Aksa menghubungi karyawan di area penjualan dan setelah beberapa menit, beberapa karyawan datang sambil membawa nampan berisi gelas karton yang diisi dengan susu murni dan susu kambing.


"Susu!!" Para mahasiswa berteriak.


Mereka sudah tahu kalau produk-produk peternakan Sajaya Farm sangat enak dan kali ini mereka menantikan bagaimana rasa dari susu murni dan susu kambing yang sedang dibagikan.


Seperti kebanyakan pengunjung, mereka menunjukkan ekspresi wajah yang sangat terkejut. Tentu saja, mereka yang belum pernah mencoba pasti sangat terkejut dengan rasa susu di Sajaya Farm.


Setelah itu, mereka mulai beres-beres tempat, semua tenda yang didirikan disimpan kembali. Kamera dan pakaian para mahasiswa juga disimpan di tas khusus milik mereka masing-masing.


Namun sebelum berakhir, Lisa naik ke atas panggung dan mengumpulkan semua pengunjung yang masih hadir untuk mendekat ke arah panggung.


"Halo teman-teman! Apakah kalian menikmati kegiatan hari ini? Sayang sekali kegiatannya harus berakhir sekarang, tapi sebelum itu mari kita undang dosen dari Universitas Indonesia!!" teriak Lisa.


Dosen Universitas Indonesia yang dimaksud tentu saja Cici, ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menaiki panggung. Setelah menerima mic dari karyawan, ia mulai melakukan pidato singkat.


"Halo semua, saya Cici, salah satu dosen Universitas Indonesia. Saya yang mewakili seluruh mahasiswa jurusan fotografi dan tata busana mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran kalian di sini." Cici membungkukkan badannya sedikit.


Para pengunjung yang masih hadir bertepuk tangan dengan meriah karena mereka juga puas dengan kegiatan hari ini. Apalagi ada banyak pakaian dari mahasiswa tata busana yang indah-indah.

__ADS_1


"Terima kasih kepada Bu Cici atas pidatonya. Selanjutnya, mari kita undang penanggung jawab dari Sajaya Farm!!" Lisa sudah diberitahu oleh Aksa agar jangan mengatakan identitas aslinya.


Aksa tersenyum dan berdiri, ia berjalan menaiki panggung dan menerima mic dari karyawan. Setelah menganggukkan kepalanya, ia mulai melakukan pidato singkat.


"Terima kasih kepada semua pengunjung yang hadir dalam kegiatan hari ini. Terima kasih juga kepada para mahasiswa jurusan fotografi dan tata busana serta dosen-dosen pembimbing."


"Saya, Aksa, selaku penanggung jawab dari Sajaya Farm mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian semua karena telah meramaikan kegiatan hari ini."


"Bisa dikatakan kalau saya dan orang-orang dari Sajaya Farm sangat senang karena hari ini sangat banyak orang yang datang ke Sajaya Farm bahkan lebih dari hari-hari sebelumnya."


"Sekali lagi, saya selaku penanggung jawab mewakili seluruh karyawan dari Sajaya Farm mengucapakan terima kasih banyak."


Setelah melakukan pidato singkat, Aksa membungkukkan badannya sedikit dan pada pengunjung bertepuk tangan dengan sangat meriah.


Namun ada dua orang yang tidak bertepuk tangan, bukan karena mereka tidak mau bertepuk tangan tetapi karena mereka sangat terkejut melihat pemandangan di depan mereka.


Mereka berdua adalah Rizal dan pacarnya, Dinda. Tadi pagi mereka mengejek dan meremehkan Aksa karena menjadi karyawan rendah di Sajaya Farm tapi saat ini mereka mengetahui kalau Aksa adalah penanggung jawab Sajaya Farm.


Ivan mengangkat bahunya dan berkata, "Bukan salahku. Kalian terlalu banyak berbicara sampai aku tidak sempat untuk memberitahu kalian berdua."


Alya juga terkejut, ia tahu kalau Aksa adalah orang yang pintar bahkan lebih pintar dari pacarnya, Ivan. Tapi ia tidak menyangka kalau Aksa menjadi penanggung jawab di usia muda.


Tentu saja, berbeda dengan Rizal dan Dinda, Alya terkejut tapi juga gembira karena temannya bisa sukses. Ia sama sekali tidak merasa cemburu atau iri terhadap kesuksesan Aksa.


...----------------...


Setelah Aksa dan Cici saling berjabat tangan sebagai tanda kerja sama, rombongan mahasiswa Universitas Indonesia kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Namun tenda-tenda dan perlengkapan berat lainnya akan Aksa antar nanti karena mereka sudah terlalu lelah dan tidak memiliki tenaga untuk membawa sesuatu yang berat-berat.


Para pengunjung juga pulang ke rumah masing-masing. Setelah pulang mereka langsung memposting foto-foto yang mereka ambil di Sajaya Farm ke akun media sosial mereka.

__ADS_1


Kerja sama Sajaya Farm dengan Universitas Indonesia membuat banyak orang terkejut. Sekarang banyak orang yang memposting kegiatan hari ini yang membuat keterkejutan semakin besar.


"Hasil kegiatan di Sajaya Farm hari ini. Tidak sia-sia aku pergi ke sana sambil membawa kamera, ada banyak sekali wanita cantik yang memakai pakaian buatan mereka sendiri."


"Seperti yang diharapkan dari Universitas Indonesia, pakaian buatan mahasiswa tata busana sangat indah dan penuh dengan kreatifitas."


"Aku berfoto dengan gadis kembar! Mereka berdua sangat cantik, bahkan kecantikan mereka natural. Terutama saat mereka menggendong Simba si maskot Sajaya Farm."


"Aku sungguh bersenang-senang hari ini, kapan Sajaya Farm akan mengadakan kegiatan lagi?"


Banyak orang yang mengunggah dengan caption yang memuji Sajaya Farm dan Universitas Indonesia. Terutama kepada para mahasiswa tata busana yang membuat pakaian sendiri.


Meskipun banyak dari mereka adalah orang awam yang tidak terlalu mengerti, tapi mereka bisa melihat hasil kerja keras para mahasiswa sampai membuat pakaian yang indah.


Kemudian, topik mengenai Sajaya Farm dan Universitas Indonesia viral di media sosial dan banyak orang berbondong-bondong untuk memeriksa mengapa mereka viral.


...----------------...


Sementara itu, setelah Aksa mengantar tenda dan perlengkapan berat lainnya, ia mengadakan pesta sederhana bersama seluruh karyawan Sajaya Farm.


Elvira dan Elvina juga ikut, mereka berdua sungguh menikmati kegiatan hari ini karena ada banyak orang yang meminta untuk foto bersama dengan mereka berdua.


"Semuanya, terima kasih atas kerja keras kalian hari ini. Jangan khawatir, aku tidak akan melanggar janji, semuanya akan mendapatkan bonus!!" teriak Aksa sambil mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.


"Hidup Bos!!" Para karyawan mengangkat gelas mereka dan berteriak dengan keras.


Tentu saja mereka tidak meminum bir atau alkohol, mereka hanya minum minuman bersoda. Meskipun begitu, suasana pesta sangat harmonis dan dipenuhi dengan canda tawa.


"Kegiatan hari ini sukses," pikir Aksa.


Setelah pesta selesai, para karyawan kembali ke asrama mereka masing-masing. Aksa dan yang lain juga bersiap untuk pulang, ia mengendarai motor roda tiganya dan di belakang ada Elvira dan Elvina yang mengendarai motor.

__ADS_1


__ADS_2