
"Mengapa kamu tertawa terbahak-bahak? Kamu seperti orang gila saja." Sarah masuk ke dalam kantor Aksa dan bertanya dengan nada curiga.
"Haha, maaf, maaf." Aksa tertawa kecil dan menjelaskan alasan mengapa dia tertawa terbahak-bahak tadi.
"Dia menyuruh preman? Apakah kamu tidak apa-apa?" Sarah bertanya mengenai kondisi Aksa dengan nada khawatir.
Aksa memamerkan otot lengannya dan berkata, "Tentu saja, kamu kira aku ini siapa? Aku ini sangat kuat, preman-preman kelas teri tidak akan bisa mengalahkan diriku!"
Sarah menghela napas lega dan berkata, "Syukurlah, aku lega karena kami tidak terluka. Tapi ngomong-ngomong, aku sedang membuat banner baru Sajaya Farm, bagaimana?"
Aksa meminta Sarah untuk membuat sebuah banner yang akan digunakan saat sekolah dasar yang diajar oleh Sari piknik di sini.
Meskipun Sari belum menelepon Aksa, tapi dia sudah yakin seratus persen kalau Sari akan menelepon dirinya dan setuju untuk melakukan kegiatan piknik di Sajaya Farm.
Karena reputasi Sajaya Farm sudah sangat bagus. Selain tempatnya yang cocok untuk bersantai, tempatnya juga dekat karena tidak perlu keluar kota, dan yang terpenting kualitas di sini sangat bagus.
Sekolah dasar yang diajar oleh Sari bernama Sunshine. Mereka pasti akan setuju jika tempat piknik anak-anak mereka merupakan tempat yang berkualitas, harganya tidak masalah jika sesuai.
"Oh? Coba aku lihat." Aksa mengangkat alisnya dan berkata dengan nada gembira.
Sarah menyerahkan laptopnya kepada Aksa karena desain banner nya ada di sana. Aksa menaruh laptop itu di atas meja dan memeriksanya dengan sangat serius.
Banner yang dibuat oleh Sarah sangat indah. Dengan latar belakang pegunungan, langit biru, dan matahari yang cerah seperti nama Sekolah Dasar Sunshine yang artinya cahaya matahari.
Kemudian ada gambar hewan sapi dan domba yang sedang memakan rumput, dan di tengah-tengah banner terdapat tulisan 'Selamat datang di Sajaya Farm, Sekolah Dasar Sunshine!'.
"Ini sangat bagus! Kami sudah bekerja keras." Aksa tersenyum puas dengan hasil desain banner dan langsung memuji Sarah yang sudah membuatnya.
Sarah tersenyum tipis dan mengangguk, padahal di dalam hatinya dia sangat bahagia karena dipuji oleh Aksa karena telah melakukan pekerjaan yang diminta dengan sangat baik.
Lalu pada saat ini, ponsel Aksa berdering dan nomor tidak dikenal meneleponnya. Meskipun Aksa bingung, ia tetap menjawabnya karena siapa tahu kalau telepon tersebut penting.
Setelah menekan tombol jawab, Aksa berkata, "Halo?"
__ADS_1
"Nak Aksa? Saya Sari, guru di Sekolah Dasar Sunshine." Terdengar suara Sari dari balik telepon yang membuat Aksa sedikit terkejut.
Aksa terkejut karena pada saat ini ia sedang membicarakan tentang Sekolah Dasar Sunshine yang akan melakukan kegiatan piknik di Sajaya Farm, dan pada saat yang bersamaan Sari menelepon.
"Halo, Bu Sari. Bagaimana, apakah Ibu sudah berdiskusi dengan guru lain?" tanya Aksa dengan sopan meskipun dia tahu kalau Sari pasti akan setuju.
"Saya sudah berdiskusi dengan guru dan para wali murid. Kami setuju untuk berpiknik di Sajaya Farm, karena kami lihat ada banyak sekali orang yang memuji tempatmu," kata Sari.
Setelah jeda, ia melanjutkan, "Kami juga penasaran dengan produk-produk peternakan Sajaya Farm yang paling banyak dipuji oleh pengunjung."
Aksa tersenyum dan berkata, "Hahaha, baguslah kalau begitu. Lalu kapan Anda dan yang lain datang?"
"Satu minggu lagi, mungkin saat tanggal 10 Maret," jawab Sari.
Aksa mengangguk dan segera mencatatnya di komputer untuk pengingat. Mereka kemudian berbicara sebentar membahas beberapa hal sebelum menutup telepon saat sudah mencapai kesepakatan.
Pada saat yang sama, muncul notifikasi di ponsel Aksa. Dia sebesar memeriksa dan melihat kalau ada sejumlah uang yang masuk ke dalam rekening Sajaya Farm atas nama Sari.
Aksa mengangguk dan berkata, "Ya, mereka jadi di tanggal 10 Maret, sekitar satu minggu lagi.".
"Syukurlah, kita harus memperhatikan kegiatan ini karena ini pertama kalinya bagi Sajaya Farm untuk menerima pelanggan kelompok apalagi mereka merupakan pelanggan kelas atas," kata Sarah dengan napas lega.
"Kamu benar, sekarang mari kita persiapkan dasar-dasarnya terlebih dahulu," angguk Aksa yang setuju dengan perkataan Sarah.
...----------------...
Malam harinya, Aksa sedang berbaring di kamarnya. Dia hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar karena tidak bisa tidur padahal matanya sudah cukup lelah.
"Sial! Ini Bulan Maret!" Aksa tersadar, dia segera masuk ke dalam peternakan game dan memeriksa toko game karena ini adalah bulan baru.
Aksa melihat ke toko game di bagian area waktu terbatas, di sana dia melihat ada sebuah benda yang sangat ia kenal. Benda tersebut berwarna hitam pekat, berbentuk persegi panjang, ukurannya bisa digenggam dengan telapak tangan.
Benda itu adalah sebuah ponsel, benar, itu ponsel. Ada tanda tanya besar di atas kepala Aksa saat ini karena dia sama sekali tidak bisa memikirkan apa hubungannya ponsel dengan peternakan.
__ADS_1
Namun saat ia melihat pengenalan ponsel tersebut, ia tersadar karena yang unik dari ponsel itu adalah fungsi di dalamnya.
[Ponsel peternakan]
[Keterangan: Sebuah ponsel yang memiliki aplikasi unik di dalamnya. Aplikasi tersebut adalah ensiklopedia hewan yang sangat lengkap. Meskipun namanya adalah ponsel peternakan, hewan yang ada di ensiklopedia tidak terbatas.]
Ternyata adalah sebuah ponsel canggih yang di dalamnya ada ensiklopedia hewan yang sangat lengkap. Dengan ini, Aksa tidak perlu mencari informasi hewan lewat internet lagi.
"Barang ini tidak bisa diremehkan. Tapi bukannya aplikasi ini agak hambar karena hanya ada informasi? Jika begini maka tidak ada bedanya dengan mencari di internet," pikir Aksa yang sedikit bingung.
[Host, ensiklopedia hewan di ponsel itu tidak terbatas pada informasi saja. Ada fungsi unik, yaitu sebuah kamera yang saat diarahkan ke target akan menampilkan informasi personal.]
[Misalnya, jika targetnya adalah Simba, maka itu akan menampilkan informasi Simba. Informasi tersebut seperti data diri, hobi, perilaku, kelemahan, makanan favorit, dan informasi lainnya yang tidak bisa disebut satu per satu.]
"Ah!? Jika seperti itu bukanlah aplikasi ini sangat hebat!?" Aksa tercengang saat mendengar penjelasan Sistem tentang ponsel di toko game.
[Tentu saja, tapi seperti yang tercantum di keterangan. Ini adalah aplikasi ensiklopedia hewan, jadi tidak bisa diarahkan kepada manusia.]
Aksa memutar matanya dan berkata, "Aku tahu, lagipula aku akan mencari tahu informasi siapa?"
[Entahlah?]
Setelah berbicara dengan Sistem, Aksa segera membeli ponsel peternakan yang ada di toko game dengan harga 8.000 poin saja dari yang aslinya adalah 8 juta poin.
Sebelum keluar, dia melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Kemudian dia duduk di atas ranjang dengan dua ponsel di depannya, satu adalah ponsel aslinya, satunya lagi adalah ponsel peternakan.
Aksa sebesar memindahkan data yang ada di ponsel miliknya ke dalam ponsel peternakan. Proses ini tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar setengah jam saja.
Selain ada aplikasi ensiklopedia hewan di dalamnya, ponsel peternakan ini tidak memiliki logo apapun. Jika dilihat hanya seperti ponsel murahan yang merupakan barang imitasi.
Untung saja ponsel itu sama seperti ponsel Aksa sebelumnya, jadi dia bisa memakaikan casing ponsel agar lebih elegan dan tidak mencurigakan.
"Nah, saatnya tidur!" Aksa meletakan ponsel peternakan di atas meja komputernya, kemudian dia tertidur dengan lelap karena hari ini cukup melelahkan.
__ADS_1