Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan


__ADS_3

"Hah? Memangnya mengapa? Ini hak ku untuk membuang sampah di mana saja!" teriak seorang pria yang merupakan pelaku pembuangan sampah sembarangan.


Namanya Wira, dia adalah seorang karyawan perusahaan normal seperti orang-orang pada umumnya. Tapi pagi tadi, dia diputuskan oleh pacarnya karena pacarnya menganggap kalau dia tidak punya uang.


Masalahnya adalah kemarin dia juga habis dimarahi oleh bosnya hanya karena kesalahan kecil yang bahkan termasuk masalah yang sepele, tapi dia malah dimarahi habis-habisan oleh bosnya.


Jadi sekarang, pikirannya serasa ingin meledak karena luapan emosi yang berlebihan. Hal ini membuatnya melampiaskan emosinya kepada karyawan Sajaya Farm yang menegurnya karena membuang sampah sembarangan.


"Maaf Pak, semua tempat pasti punya peraturan untuk membuang sampah pada tempatnya. Jika tidak, lingkungan dan pemandangan bisa saja rusak, Pak." Karyawan Sajaya Farm menjawab dengan nada tegas.


Bisa dilihat dari wajahnya kalau karyawan Sajaya Farm sama sekali tidak takut, malah dia memasang ekspresi tegas. Alasannya tentu saja karena dia tidak salah, dan apa yang dia lakukan sekarang itu benar.


Dia lebih takut dimarahi oleh Aksa daripada oleh pengunjung. Alasannya karena dia tahu kalau dia bisa saja dipecat, meskipun kemungkinannya kecil karena Aksa tidak akan terlalu kejam.


"Kalau begitu ambil saja sampahnya, terus buang ke tempat sampah! Ini adalah tugasmu kan!?" Wira berteriak dengan suara keras sambil menunjuk-nunjuk karyawan Sajaya Farm.


...----------------...


Sementara itu di tempat lain. Aksa tersenyum melihat tindakan Wira kepada karyawannya. Berbagai reporter juga senang karena mendapat berita yang bisa menarik orang-orang.


Setelah beberapa menit, Aksa merasa kalau karyawannya mungkin sudah mencapai batas. Jadi dia mengambil langkah ke depan sambil menepukkan kedua telapak tangannya.


Wira dan karyawannya berhenti berbicara dan menoleh ke arah sumber suara. Karyawannya sangat senang saat melihat Aksa datang sementara itu Wira memiliki wajah yang bingung karena tidak tahu siapa Aksa.


"Kamu, keluarlah dari sini." Aksa berhenti di depan Wira dan berkata dengan suara dingin sambil mengeluarkan auranya yang menekan Wira.


"Mengapa aku seperti melihat bos perusahaan!?" Wira berpikir kalau aura Aksa mirip seperti bos perusahaannya yang cukup menakutkan.


"Galih! Bawa dia keluar dari sini!" teriak Aksa kepada Galih yang sudah bersiap.

__ADS_1


"Ya, Bos!" Galih mengangguk, dia memegang lengan Wira dan menariknya untuk pergi ke luar Sajaya Farm.


"Lepaskan aku! Mengapa aku harus keluar dari sini!?" Wira meronta-ronta dan tidak terima karena dia akan diusir dari Sajaya Farm.


"Merusak lingkungan, tidak mematuhi peraturan, memarahi karyawan tanpa sebab, egois, dan mengganggu pengunjung lain. Semua hal yang aku katakan sudah cukup untuk membuatmu keluar dari sini," kata Aksa dengan suara dingin.


Kali ini, Aksa benar-benar seperti seorang bos karena perkataan dan auranya yang sangat menekan. Bahkan Wira merasa gemetaran karena terlalu takut dengan Aksa.


Sementara itu, para pengunjung yang dari tadi juga melihat ke arah sana bertepuk tangan dengan keras karena Aksa memutuskan untuk mengusir Wira karena cukup mengganggu.


Pada akhirnya Wira menyerah karena dia tidak berani melawan banyak orang. Galih yang melihat Wira sudah lemas segera memberantas keluar dari Sajaya Farm.


Aksa berdehem sebentar, kemudian dia berteriak, "Perhatian untuk semua! Patuhi semua peraturan yang ada di Sajaya Farm! Lagipula, tidak ada peraturan yang merepotkan atau menyusahkan!"


"Kalian juga tidak akan dirugikan jika mematuhi peraturan! Tapi, kalau kalian melanggar, maka aku minta maaf. Pintu Sajaya Farm akan menunggu kalian!"


Padahal tidak ada peraturan yang memberatkan pengunjung. Dan jika pengunjung melanggar peraturan, maka pengunjung dan Sajaya Farm juga akan dirugikan. Itulah mengapa Aksa marah dengan pengunjung seperti itu.


Para pengunjung juga segera menganggukkan kepala mereka dengan cepat karena mereka juga tidak ingin menimbulkan masalah di Sajaya Farm.


"Bagus, kalau begitu aku pergi dulu!" Aksa tersenyum cerah, kemudian dia melambaikan tangannya dan pergi dari sana karena urusannya sudah selesai.


...----------------...


Hari sudah sore, sudah banyak pengunjung yang kembali ke rumah mereka masing-masing. Tapi ada satu kesamaan di antara mereka, yaitu mereka membawa banyak sekali produk peternakan.


Itu karena mereka mendapatkan diskon yang lumayan. Hal ini membuat mereka segera mengosongkan dompet mereka, demi membeli produk-produk peternakan di Sajaya Farm.


Tentu saja, yang paling diuntungkan adalah Aksa. Dia sedang tertawa terbahak-bahak karena banyak uang yang masuk. Meskipun dijual dengan harga diskon, tapi Sajaya Farm mendapat reputasi yang baik.

__ADS_1


"Sistem! Aku ingin menanyakan sesuatu!" teriak Aksa kepada Sistem. Dia sedang ada di kantor sehingga bebas untuk berbicara dengan Sistem.


[Apa itu?] tanya Sistem kepada Aksa.


"Apakah ada barang atau sesuatu untuk menghilangkan polusi? Tidak perlu di kabupaten, hanya untuk di Sajaya Farm saja," tanya Aksa kepada Sistem.


[Ada, tapi ini bukan barang, melainkan produk konsumsi.] Sistem mengatakan sesuatu yang sedikit aneh, namun Aksa segera masuk ke dalam peternakan game untuk memeriksanya.


"Tampilkan toko game." Aksa memunculkan layar hologram toko game. Kemudian Sistem segera menunjukkan barang yang dia katakan barusan.


[Air Aloe Vera (Spesial)]


[Keterangan: Air dari ekstraksi tumbuhan Aloe Vera. Air ini harus diminum oleh hewan yang bisa terbang, bahkan naga sekalipun.]


[Efek: Hewan yang meminum air ini akan menghasilkan kotoran yang bisa membunuh bakteri, racun, atau senyawa kimia yang ada di udara.]


"Kotoran?" Aksa tidak tahu harus berkata apa saat melihat efek air aloe vera yang ditampilkan oleh Sistem di depan matanya.


[Sistem juga mengakui kalau ini sedikit aneh, tapi Sistem juga bisa menjaminnya.] Sistem berkata dengan nada yakin yang membuat Aksa tidak bisa ragu-ragu.


"Ini demi Sajaya Farm, aku beli saja. Tapi, aku tidak boleh memberitahu hal ini kepada yang lain." Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya saat membayangkan semua orang akan terkejut kalau polusi udara dihilangkan dengan kotoran.


Aksa membeli banyak air aloe vera dari toko game dengan harga 1.000 poin per barang tanpa ragu-ragu. Hal ini dia lakukan karena Sajaya Farm sangat luas.


Setelah itu, Aksa keluar dari peternakan game dan segera pergi ke area lebah. Karena dia akan memberikan air aloe vera itu kepada para lebah madu yang ada di sana.


Dia tidak tahu harus memberikan kepada hewan apa karena hanya ada lebah madu yang merupakan hewan yang bisa terbang di Sajaya Farm.


Hewan lainnya hanyalah sapi, kambing, kuda, kucing, anjing, dan lainnya. Ada satu hewan bersayap, tapi mereka tidak bisa terbang, hewan itu adalah ayam.

__ADS_1


__ADS_2