Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Hasil Pemeriksaan Laboratorium dan Tes PCR


__ADS_3

Tiga hari kemudian, hasil pemeriksaan laboratorium dan tes PCR sudah keluar. Aksa sedang berada di ruang rapat bersama dengan para karyawan lainnya.


Proyektor sudah dinyalakan dan disambungkan ke laptop. Aksa yang duduk di depan laptop segera membuka file hasil pemeriksaan laboratorium dan tes PCR yang dikirim oleh Didit.


"Mari kita lihat, semoga saja tidak apa-apa. Dan jika terserang penyakit, semoga bukanlah penyakit yang serius." Aksa menarik napas dalam-dalam dan membuka file tersebut.


Yang lain juga melihat ke arah proyeksi di depan. Semua orang yang ada di ruang rapat bisa melihat kalau hasil pemeriksaan laboratorium dan tes PCR memiliki hasil yang sudah diduga.


Para sapi terkena penyakit antraks, namun penyakitnya belum sampai ke titik di mana mereka akan mati. Para sapi masih di tahap awal penyakit antraks, yaitu demam tinggi dan tubuh lemas.


"Syukurlah." Aksa menghela napas lega setelah membaca hasil laboratorium dan tes PCR, begitu juga dengan karyawan yang lain.


Setelah membahas beberapa hal terkait penyakit antraks, mereka semua keluar dari ruang rapat. Tapi pada saat ini Sarah memanggil Aksa untuk tetap di dalam ruangan sebentar.


"Sarah, ada apa?" tanya Aksa dengan penasaran karena Sarah memanggilnya.


Sarah tidak mengatakan apapun, dia mengambil langkah maju dan berdiri di depan Aksa. Kemudian kedua tangannya dibuka lebar lalu dia memeluk Aksa dengan lembut.


"Kamu pasti sangat lelah, jangan memaksakan dirimu. Kamu juga harus mengandalkanku dan karyawan yang lainnya juga, Aksa." Sarah berkata dengan suara lembut sambil menepuk-nepuk punggung Aksa.


Aksa terkejut dengan tindakan Sarah yang tiba-tiba, tidak seperti biasanya. Tapi Aksa juga membalas pelukan Sarah karena dirinya memang sangat lelah atas apa yang terjadi selama tiga hari terakhir.


Bahkan Aksa hanya tidur selama beberapa jam saja per hari karena sibuk mengurusi sapi-sapi yang terkena antraks. Dia tidak berani bersantai karena penyakit itu bisa menular ke hewan dan manusia.


Oleh karena itu Aksa menyewa banyak pekerja profesional dari luar untuk membersihkan seluruh lingkungan Sajaya Farm agar virus antraks menghilang dari sana.


"Terima kasih, Sarah. Ya, aku akan meminta bantuan kepada kalian jika ada sesuatu," balas Aksa dengan suara lelah.

__ADS_1


Mereka berpelukan sebentar tanpa mengatakan apapun lagi. Tidak ada rasa malu di antara mereka karena saat ini bukanlah situasi di mana mereka harus malu karena berpelukan saja.


Setelah itu, mereka berdua melepas pelukannya dan kembali ke pekerjaan masing-masing. Sarah akan membuat data agar keuangan Sajaya Farm bisa digunakan secara efisien.


Karena selama tiga hari ini Sajaya Farm sama sekali tidak ada pemasukan dan mereka harus memperketat pengeluaran agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Sementara itu Aksa pergi ke area sapi yang mana ada banyak dokter hewan di area istirahat. Aksa menghampiri mereka dan menanyakan situasi lanjutan.


"Karena para sapi sudah dikonfirmasi terserang penyakit antraks, kami akan meresepkan obatnya." Didit menjawab pertanyaan Aksa sambil menulis sesuatu yang sepertinya adalah resep obat.


"Baiklah." Aksa mengangguk dan duduk di sana tanpa mengganggu Didit atau dokter hewan yang lainnya.


Didit menuliskan resep obat untuk para sapi sambil melihat laporan pemeriksaan laboratorium dan tes PCR agar dia bisa meresepkan obat dengan tepat tanpa kesalahan apapun.


"Pak Aksa, ini resep obatnya. Saya akan memberikan antibiotik kepada para sapi yang terkena penyakit antraks agar mereka lekas sembuh." Didit menunjukkan resep yang dia tulis kepada Aksa.


Penisilin bekerja dengan mengganggu dinding sel bakteri, sehingga menghentikan pertumbuhan dan replikasi bakteri tersebut. Ini digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi.


Sefalosporin juga sama, termasuk kelas antibiotik beta-laktam, yang juga mencakup penisilin. Sefalosporin bekerja dengan mengganggu pembentukan dinding sel bakteri, sehingga menghentikan pertumbuhan bakteri dan membantu tubuh melawan infeksi.


"Pak Didit, apakah hewan lain yang tidak terkena penyakit antraks perlu divaksinasi juga?" tanya Aksa kepada Didit karena tidak ada yang membahas tentang vaksinasi.


"Bagaimana bisa aku lupa!?" Didit menepuk dahinya begitu juga dengan dokter hewan yang lain, mereka terlalu fokus dengan para sapi yang ada di sini sehingga melupakan hewan yang lain.


"Itu, maaf, Pak Aksa. Akan gawat jika hewan lain tidak divaksin, kami minta maaf." Didit berkata dengan senyum malu dan menundukkan kepalanya untuk meminta maaf atas kecerobohannya.


"Tidak apa-apa, kesalahan belum dibuat. Jadi, apakah vaksinasinya akan disediakan oleh Pak Didit dan yang lain?" Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya dan bertanya kepada Didit.

__ADS_1


"Ya, kami juga menerima bantuan dari Rumah Sakit Swasta Wilaga terkait bahan-bahan pembuatan vaksin." Didit mengangguk dan menjawab pertanyaan Aksa.


"Baiklah." Aksa mengangguk tanda bahwa dia paham.


Kemudian dia berpikir kalau akan berterima kasih kepada Roni nanti karena telah memberikan bantuan yang sangat besar dan sangat membantu Sajaya Farm.


Setelah itu Aksa mengobrol sebentar dengan Didit dan dokter hewan yang lain. Kemudian Aksa pergi ke area hewan ternak lain sementara itu Didit dan dokter hewan lain kembali bekerja.


...----------------...


Sementara itu, ada sebuah grup akun sosial media yang grupnya memiliki nama 'Sajaya Farm Fun'. Itu adalah sebuah grup yang dibuat oleh para pengunjung Sajaya Farm.


Sekarang grup ini sedang ramai karena hampir semua anggota grupnya mengirimkan pesan setiap milidetik. Tapi yang sedang mereka bahas adalah sesuatu yang bermanfaat.


"Bagaimana? Apakah kita perlu menggalakan dana untuk Sajaya Farm? Mereka belum buka selama tiga hari, pasti dana mereka menyusut dengan tajam untuk menangani masalah ini."


"Sepertinya tidak perlu, dana mereka pasti akan bertambah saat buka. Tapi, kita perlu melakukan sesuatu yang lain untuk membantu mereka."


"Tapi apa yang harus kita lakukan? Sajaya Farm sudah mencakup banyak hal sehingga kita tidak perlu melakukan apapun selain mendukung mereka."


Banyak anggota yang bingung karena mereka tidak tahu harus melakukan apa. Mereka sedang membahas apa yang perlu dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk Sajaya Farm.


Kemudian setelah setengah jam berdiskusi dengan panas, mereka sudah membuat kesimpulan. Mereka akan menyebarkan nama Sajaya Farm ke seluruh Indonesia.


Jadi, dunia internet Indonesia berguncang kembali. Mau itu di platform sosial media, aplikasi video pendek, aplikasi bincang-bincang, dan lain sebagainya memiliki topik Sajaya Farm.


Banyak orang yang penasaran dengan apa yang terjadi, ada juga orang yang baru pertama kali mendengar ada tempat wisata peternakan Sajaya Farm.

__ADS_1


Meskipun Sajaya Farm terkenal dengan cara yang berbeda dari yang biasanya, tapi Sajaya Farm berhasil mendapatkan banyak sekali keuntungan dari tindakan grup Sajaya Farm Fun.


__ADS_2