
Satu minggu sudah berlalu setelah perayaan ulang tahun Sarah. Terarium raksasa sudah selesai dibuat, dan hal ini mendapat banyak perhatian dari orang-orang yang berkunjung ke Sajaya Farm.
Mereka dengan penasaran melihat ekosistem yang ada di terarium. Aksa tidak hanya menaruh tumbuh-tumbuhan di sana, ada juga hewan seperti kadal, katak, semut, dan hewan kecil lainnya.
Hal itu agar ekosistem menjadi lebih bervariasi dan agar pengunjung tidak bosan karena hanya melihat tumbuh-tumbuhan saja di dalam terarium.
Dan dengan dibuatnya terarium raksasa ini, jumlah orang yang mengunjungi Sajaya Farm meningkat secara signifikan yang mendatangkan banyak keuntungan bagi Sajaya Farm.
Pada saat ini, Aksa sedang beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaannya. Dia menonton video di komputernya dengan nyaman.
Namun, pintu kantor Aksa diketuk dengan tergesa-gesa dan terdengar suara seorang pria. Aksa mengerutkan keningnya karena merasa ada yang tidak beres, dia mematikan komputer dan meminta orang di depan pintu untuk masuk.
Pintu terbuka dan masuklah seorang pria yang mengenakan pakaian kerja Sajaya Farm. Raut wajahnya tampak cemas yang membuat Aksa semakin mengerutkan keningnya.
"Katakan, ada apa?" Meskipun merasa ada yang tidak beres, tapi Aksa mencoba untuk tetap tenang dan meminta karyawan itu untuk mengatakan apa yang terjadi.
"Bos! Beberapa sapi di area sapi tiba-tiba terjatuh! Tubuh mereka juga panas!" kata karyawan pria itu dengan suara cemas.
Aksa melebarkan matanya, dia segera berdiri dan langsung pergi ke area sapi diikuti oleh karyawan pria. Mereka ke area sapi menggunakan sepeda listrik karena terlalu lama jika berjalan kaki.
Mereka sampai di area sapi hanya dalam waktu lima menit. Aksa melihat kalau ada beberapa sapi yang sedang berbaring di atas rumput dan di sekitar juga ada pengunjung yang terlihat bingung.
"Jelaskan." Aksa berkata kepada seluruh karyawan yang ada di sekitar dengan suara dalam karena dia merasa kalau ini adalah situasi yang sangat serius.
"Lapor. 15 menit yang lalu, beberapa sapi tiba-tiba terjatuh. Saat kemi menyentuh tubuh mereka, tubuhnya sangat panas. Kemudian napasnya juga tidak teratur." Seorang karyawan tua segera melaporkan kejadian yang sedang terjadi.
Aksa berjongkok di depan sapi yang sedang berbaring dengan lemas. Dia menyentuh kepala sapi dengan telapak tangannya dan benar saja, suhu tubuh sapi sangatlah panas.
Kemudian dia juga bisa melihat kalau sapi itu bernapas dengan cepat dan terkesan sulit. Aksa mengerutkan keningnya mencoba untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Antraks!" Aksa memikirkan kemungkinan terbesar, yaitu penyakit antraks.
"Tutup area sapi! Pandu pengunjung yang ada di sini ke ruang istirahat! Cepat!" Aksa memberi perintah kepada karyawan di sekitar dengan suara keras bahkan para pengunjung bisa mendengarnya.
Para pengunjung saling memandang dan merasa ada yang tidak beres. Namun karena kepercayaan mereka terhadap Sajaya Farm, mereka tetap pergi ke area istirahat dipandu oleh karyawan.
Aksa mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Bayu. "Halo, Pak Bayu. Bapak ada kenalan dokter hewan yang hebat? Aku butuh sekarang juga."
Di sisi lain, Bayu bingung dengan apa yang terjadi. Namun dia segera mencari seseorang di kontaknya karena merasa ada sesuatu yang sangat serius dari suara bicara Aksa.
"Ada. Akan aku telpon dia sekarang, kamu bisa tenang." Bayu berkata setelah menemukan ada kenalan seorang dokter hewan.
"Terima kasih banyak." Aksa mengangguk dengan serius, kemudian dia mengakhiri panggilan.
Setelah menelepon Bayu, Aksa memerintahkan pada karyawan untuk membawa sapi-sapi yang sedang berbaring ke kandang sapi yang masih kosong.
Dia juga memanggil karyawan yang ada di area lain yang sedang tidak bekerja untuk segera datang ke area sapi untuk membantu pekerjaan di sini. Sementara itu dia pergi ke area istirahat.
"Tidak apa-apa, apakah terjadi sesuatu?" tanya seorang pengunjung.
"Maaf karena ini adalah kabar buruk. Sapi yang berbaring lemas terkena suatu penyakit, saya takut kalau penyakit itu menular kepada kalian saat bersentuhan dengan sapi. Itulah mengapa saya mengumpulkan kalian di sini." Aksa menjawab dengan jujur.
Tapi Aksa tidak mengatakan apa penyakit yang menyerang para sapi itu karena dia sendiri baru saja menebak, belum mengetahui secara pasti penyakit apa.
"Penyakit!?" Para pengunjung terlihat panik, mereka saling berbicara dan membuat suasana menjadi tegang.
Aksa bertepuk tangan dengan keras agar para pengunjung menjadi diam. Kemudian dia mengatakan agar para pengunjung tidak perlu khawatir karena Sajaya Farm akan menangani ini dengan tepat.
Para pengunjung sangat percaya kepada Sajaya Farm dan Aksa. Jadi mereka mencoba untuk menenangkan diri dan bersikap kooperatif agar tidak menimbulkan masalah lain.
__ADS_1
"Terima kasih atas pengertiannya, dokter hewan akan datang sebentar lagi." Aksa tersenyum, dia membungkukkan badannya sedikit sebagai tanda terima kasih sekaligus permintaan maaf.
Setelah itu, Aksa mengirim pesan di grup chat Sajaya Farm tentang apa yang sedang terjadi. Dia meminta untuk menghentikan semua aktivitas yang ada di area hewan.
Tindakan Aksa memang sedikit berlebihan, karena siapa tahu kalau penyakit yang menyerang para sapi hanyalah demam biasa, bukan penyakit serius.
Tapi bagaimana jika itu adalah penyakit serius? Konsekuensi akan menjadi sangat parah jika Aksa tidak menghentikan aktivitas yang ada di seluruh area hewan.
Kemudian pada karyawan segera melakukan perintah Aksa dan menjelaskan kepada para pengunjung apa yang terjadi di area sapi dengan jujur.
Sarah yang melihat pesan dari Aksa juga menghentikan pekerjaannya dan segera pergi ke area sapi untuk menemui Aksa.
"Aksa! Apakah terjadi sesuatu?" tanya Sarah setelah sampai di sana dan melihat kalau Aksa akan sedang berdiri di depan pintu kandang sapi.
"Beberapa sapi terjatuh dan tubuh mereka sangat panas. Aku menduga kalau mereka terserang penyakit antraks." Aksa berkata dengan nada serius.
"Penyakit antraks?" Sarah mengerutkan keningnya karena dia sedikit tahu tentang penyakit ini.
Penyakit antraks pada hewan adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Ini adalah penyakit serius yang dapat memengaruhi berbagai jenis hewan, terutama ternak seperti sapi, domba, dan kambing.
Gejala penyakit antraks bervariasi, tapi pada umumnya adalah demam tinggi, kesulitan bernapas, tubuh yang merasa sangat lemah, pendarahan internal atau eksternal, dan pembengkakan pada area tertentu.
"Ya, tapi ini hanyalah dugaanku saja." Aksa mengangguk dengan serius dan berharap kalau dugaannya salah.
Sarah mengangguk karena dia juga tahu seberapa serius penyakit antraks ini. Jadi dia berdiri di sebelah Aksa untuk menunggu kedatangan dokter hewan ke Sajaya Farm.
Pada saat ini, di depan Sajaya Farm, ada mobil yang langsung berhenti di depan gerbang. Galih yang melihat itu ingin menegur orang itu, tapi wajahnya menjadi serius saat melihat orang yang turun.
Karena orang yang turun adalah Bayu, Satria, dan seorang pria paruh baya dengan jas dokter berwarna putih. Galih sudah membaca informasi dari Aksa, dan tahu kalau Sajaya Farm sedang menunggu dokter hewan.
__ADS_1
"Halo, dokter. Izinkan saya untuk memandu Anda ke lokasi bos kami." Galih menghampiri sang dokter hewan dan berkata kepadanya dengan nada hormat.
"Ya, silakan." Sang dokter hewan mengangguk dan tidak banyak berbicara.