Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Kevin yang Tenang dan Pemeriksaan Sungai


__ADS_3

Pada hari yang sama, di kantor polisi Kabupaten Banyumas.


Saat ini Kevin sedang berada di ruang interogasi, ia duduk di kursi dengan kedua tangan dilipat di depan dada. Di seberangnya ada dua petugas polisi dan salah satunya adalah polisi paruh baya yang bertemu dengan Aksa.


"Jadi, apakah kedua petugas polisi ini curiga kalau aku adalah orang yang menyuruh mereka melakukan penculikan?" Kevin berkata sambil tersenyum tipis.


Berbeda dengan saat dia berada di hadapan ayahnya, saat ini Kevin terlihat tenang bahkan ada sedikit sarkasme di matanya saat melihat dua petugas polisi di seberangnya.


"Hahaha, tidak, bukan seperti itu. Kami hanya memanggil Anda karena beberapa penculik menyebut nama Anda. Mungkin saja mereka membenci Anda, jadi kami memanggil karena ingin bertanya apakah Anda pernah bertemu dengan mereka," kata polisi beruban.


Polisi paruh baya yang bernama Budi itu mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan rekannya. Apa yang rekannya katakan tidak benar, mereka memanggil Kevin karena memang mencurigainya.


Budi adalah polisi yang jujur, ia selalu melayani masyarakat dengan segenap jiwa. Tidak pernah sekalipun ia berbuat sesuatu yang diluar hukum selama ia menjabat sebagai polisi.


Ia ingin membantah perkataan rekannya tapi apa daya ia tidak bisa. Karena rekannya ini memiliki hubungan yang baik dengan Perwira Pertama.


Adapun mengapa rekannya menjilat Kevin, itu karena dia tahu identitas Kevin. Di tambah tadi Kevin menyelipkan sejumlah uang kepada polisi beruban yang membuat dia menjilat Kevin dengan lihai.


"Baguslah kalau begitu, tadinya khawatir karena aku kira aku mempunyai masalah sampai dipanggil oleh polisi." Kevin tertawa dan berkata dengan nada tenang.


"Hahaha, tidak, tidak." Polisi beruban tertawa dan berkata dengan nada menjilat.


Setelah beberapa saat, mereka bertiga keluar dari ruang interogasi dalam damai. Namun ekspresi wajah Budi saat ini sedikit jelek karena rekannya melepaskan Kevin dengan sangat mudah.


Tapi mau bagaimana lagi, meskipun dia memiliki jabatan yang lumayan di kepolisian, tapi dibandingkan dengan Perwira Pertama, dia tidak ada apa-apanya.


Kemudian saat para penculik melihat Kevin, mata mereka menjadi cerah. Namun mereka segera ketakutan karena Kevin menatap mereka dengan tatapan dingin dan mengancam.


Setelah beberapa saat, para penculik dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun karena melakukan penculikan dan bermaksud untuk melakukan sesuatu kepada korbannya.


Wajah para penculik menjadi lemas dan hampa, karena mereka akan tinggal di penjara selama 10 tahun. Namun Kevin mencibir dan sama sekali tidak merasa kasihan kepada mereka.


Setelah berbincang-bincang sederhana dengan polisi beruban, Kevin memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan melaporkan situasinya kepada ayahnya.

__ADS_1


...----------------...


Di pusat perbelanjaan terkenal, di lantai teratas di mana ada sebuah area untuk para pemimpin. Di salah satu ruangan yang besar yang merupakan kantor milik Eddy.


Saat ini Eddy sedang bersama dengan istrinya, Dewi. Mereka sedang makan siang dengan nikmat setelah kembali dari Sajaya Farm.


"Suamiku, mengapa kamu memutuskan untuk membantu Aksa?" tanya Dewi dengan penasaran karena identitas Eddy dan Aksa sangat berbeda jauh bagaikan langit dan bumi.


"Hm? Seperti yang aku katakan tadi. Tapi selain itu, ada alasan lain yang cukup penting," kata Eddy sambil memakan makan siangnya dengan nikmat.


"Dan alasan apa itu?" Dewi menjadi semakin penasaran dengan alasan suaminya membantu Aksa.


"Kamu sudah menemaniku dari masih sangat muda. Saat aku melihat Aksa, aku seperti melihat diriku sendiri saat masih muda di mana saat aku sedang membangun bisnis," jawab Eddy dengan nada nostalgia.


Eddy bukan berasal dari keluarga kaya, kedua orang tuanya hanyalah petani di desa miskin. Eddy bisa seperti sekarang karena kecerdasan dan kedewasaannya. Lalu karena sifat Eddy yang berhati-hati dan selalu mengambil jalan aman.


Bukan karena Eddy penakut atau pengecut, tapi karena jika ia gagal, maka keluarganya akan jatuh. Ia membawa beban yang sangat berat di kedua pundaknya.


Situasi Aksa sama seperti itu, yang berasal dari keluarga miskin. Bedanya, Aksa membawa beban yang lebih berat karena dia masih memiliki tiga adik sedangkan Eddy adalah anak tunggal.


"Ya. Potensi Aksa lebih tinggi dibanding diriku, aku ingin melihatnya lebih sukses dariku," angguk Eddy dengan serius.


Kemudian setelah menyelesaikan makan siang, mereka kembali bekerja karena masih ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dan ada banyak dokumen yang menumpuk di atas meja.


...----------------...


Masih di waktu yang sama di Sajaya Farm tepatnya di dekat area sungai. Aksa dan Sarah sedang melakukan pemeriksaan sungai yang akan digunakan untuk acara event kedua yaitu balap sampan.


Sungai di Sajaya Farm memiliki panjang sekitar 4 kilometer dengan lebar sekitar 50 meter yang bisa ditempati oleh 10 perahu yang ditempatkan sejajar.


Sungainya tidak berjalan lurus, ada beberapa belokan dan si setiap belokan memiliki arus yang cukup mengganggu. Bahkan ada belokan yang banyak batunya sehingga sampan akan sulit lewat di sana.


"Aksa, ada berapa banyak orang dalam satu sampan?" tanya Sarah kepada Aksa sambil berjalan menyusuri tepi sungai.

__ADS_1


"Sampan yang aku buat hanya ada satu baris, jadi setiap sampan terdapat lima orang. Jika ada dua baris, maka sampan akan penuh dan memakan lebih banyak tempat," jawab Aksa.


"Benar juga. Event akan dimulai lusa, apakah kamu siap?" Sarah menatap Aksa dengan mata cerah.


Aksa juga menatap Sarah dan menjawab dengan nada yakin. "Bagaimana bisa aku tidak siap dengan event yang aku buat sendiri? Aku sudah sangat siap!"


Sarah terkekeh dan berkata, "Baguslah kalau begitu. Aku khawatir kalau kamu belum siap, beban tanggung jawab akan diemban olehku."


Sekarang Sarah sudah sering menunjukkan emosinya saat bersama Aksa. Aksa juga sudah menyadari hal ini dan ia tersenyum di dalam hatinya karena itu artinya hubungan mereka sudah berkembang.


Ini adalah hal yang Aksa inginkan, dia masih perlu mengembangkan Sajaya Farm ke posisi yang stabil. Jadi dia tidak bisa mencintai seorang wanita secara penuh waktu


Sekarang, dia senang karena selain bisa mengembangkan Sajaya Farm bersama Sarah, hubungan mereka perlahan-lahan juga mulai meningkat seiring berjalannya waktu.


"Itu tidak akan terjadi, aku tidak akan pernah tidak siap dihadapan sebuah masalah atau sesuatu yang harus dilakukan," kata Aksa dengan percaya diri.


Sarah melirik Aksa dengan tatapan menawan, dia sangat menyukai kepercayaan diri yang dimiliki Aksa yang tidak kurang dan tidak lebih.


Sangat jarang orang yang percaya diri dengan cukup, kebanyakan dari mereka terlalu percaya diri sehingga apa yang sedang mereka lakukan malah melenceng dari jalur yang sudah direncanakan.


"Baguslah kalau begitu. Tapi, apakah kamu akan melakukan sesuatu terhadap Kevin seperti menyebarkan berita ini atau sesuatu?" tanya Sarah.


Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak. Jika terjadi sesuatu dengan Kevin, ayahnya akan bertindak. Sajaya Farm akan berada di bawah tekanan yang berat dan itu bukanlah sesuatu yang bisa ditanggung oleh Sajaya Farm."


Sarah menghembuskan napas panjang dan berkata, "Memang benar, jika Pak Albar bertindak menggunakan perusahaan investasinya, maka Sajaya Farm akan berada dalam kekacauan."


"Itulah mengapa aku harus memperkuat fondasi Sajaya Farm," batin Aksa.


"Mari tunda masalah ini, hari event kedua sudah dekat. Kita harus melakukan pemeriksaan terhadap sungai ini agar tidak ada kesalahan saat event perlombaan balap sampan dimulai," kata Sarah sambil tersenyum tipis.


Aksa mengangguk dan tersenyum juga. Mereka berdua memeriksa sungai dengan berjalan kaki agar mereka bisa lebih teliti sehingga tidak akan ada kesalahan yang terlewat.


Selama perjalanan, mereka juga bertemu dengan pengunjung yang sedang memancing atau hanya sekedar duduk di tepi sungai bersama pasangan mereka.

__ADS_1


Hampir semua pengunjung yang berpapasan dengan Aksa dan Sarah menyapa mereka. Para pengunjung sudah mengenal mereka berdua dan selalu menyapa dengan ramah.


__ADS_2