Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Berangkat ke Sekolahnya Elvira dan Elvina


__ADS_3

Keesokan harinya, hari ini adalah hari di mana event ulang tahun sekolah Elvira dan Elvina dimulai. Saat ini masih jam 5 pagi, tapi Aksa dan Sarah sudah mempersiapkan barang-barang yang perlu disiapkan.


Sekarang mereka ada di rumahnya Aksa karena makanan dan minumannya ada di sana. Tapi saat Aksa dan Sarah akan memindahkan makanan dan minumannya, ternyata itu semua sudah tidak ada di dapur.


"Aksa? Kamu sudah memindahkannya?" tanya Sarah dengan nada curiga. Dia merasa aneh kenapa Aksa meminta dirinya untuk memindahkan makanan dan minuman yang sudah tidak ada di dapur.


"Tidak? Aku belum ke dapur, jadi aku tidak tahu," balas Aksa sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena dia jug bingung.


Tapi pada saat ini, Elvira turun dari lantai dua. Lalu dia tidak sengaja mendengar perkataan Aksa dan juga Sarah. Jadi, dia segera pergi ke dapur menghampiri mereka berdua.


"Kakak, Ayah dan Ibu sudah memindahkannya ke motor roda tiga Kakak," kata Elvira kepada Aksa yang sedang kebingungan.


"Ah? Sejak kapan? Aku tidak melihat Ayah dan Ibu memindahkannya," tanya Aksa dengan penasaran, karena dia memang tidak melihatnya.


"Saat Kakak masih tidur! Ayah dan Ibu bangun pagi untuk membantu Kakak!" kata Elvira sambil memelototi Aksa yang tersenyum canggung.


"Hahaha. Aksa, kamu bangun kesiangan?" Sarah tertawa saat mendengar perkataan Elvira. Lalu dia berkata kepada Aksa yang masih tersenyum canggung.


"Mau bagaimana lagi? Aku pulang malam kemarin," kata Aksa dengan nada tidak berdaya sambil menghela napas panjang.


Setelah berbicara sebentar dengan Sarah, Elvira pergi ke ruang tamu untuk mengambil tasnya. Elvina juga turun dari lantai dua dan mengikuti Elvira setelah menyapa Sarah. Saat mereka akan berangkat, Aksa menghentikan mereka.


"Tunggu sebentar, kalian berdua berangkat dengan Sarah saja. Nanti kalian pulang sore kan? Kalau lelah, kalian jadi tidak bisa naik motor," kata Aksa kepada kedua adiknya itu.


Elvira dan Elvina saling memandang. Mereka berdua berpikir kalau perkataan Aksa memang benar. Jadi, mereka mengangguk dan memutuskan untuk berangkat bersama Sarah.


"Sarah, aku titip dua adikku. Kamu berangkat saja duluan, aku sebentar lagi," kata Aksa kepada Sarah.


"Ya, aku akan mengantar mereka. Kalau begitu, kami berangkat dulu," angguk Sarah. Dia lalu keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Elvira dan Elvina juga pamit kepada Aksa, dan saat diluar rumah, mereka juga pamit kepada Aji dan Ani. Kemudian, setelah mengucapkan sampai jumpa, mereka bertiga segera berangkat.


Sementara itu, Aksa keluar rumah dan melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol dengan tetangga sebelah. Aksa tidak ingin mengganggu mereka, jadi dia masuk ke dalam rumah untuk membawa beberapa barang lagi.


Motor roda tiganya membawa cukup banyak barang. Seperti kios yang dia beli, dua panci besar, satu wadah besar berisi ayam, kompor dan wajan, dan masih banyak lagi.


Baru setelah semuanya sudah diangkat ke atas motor roda tiga, Aksa siap untuk berangkat. Tapi dia bingung apakah akan pamit kepada orang tuanya atau tidak, karena mereka berdua masih mengobrol dengan tetangga.


Tapi pada saat ini, Aji melihat kalau Aksa sudah selesai bersiap-siap. Jadi dia menyerahkan obrolan kepada istrinya, sementara itu dia berjalan menghampiri Aksa.


"Aksa, kamu sudah mau berangkat?" tanya Aji kepada Aksa.


"Ah, iya Ayah. Aku mau berangkat ke sekolahan Elvira dan Elvina sekarang," anggun Aksa dengan cepat.


"Ya, berangkat saja. Jangan tunggu ibumu selesai mengobrol dengan tetangga," kata Aji sambil tertawa kecil.


Aksa juga tertawa kecil saat mendengar perkataan ayahnya. Lalu, dia segera berpamitan dengan Aji, dan segera pergi ke sekolahnya Elvira dan Elvina menggunakan motor roda tiganya.


"Kita sampai," kata Sarah kepada Elvira dan Elvina. Mereka bertiga sudah sampai di sekolah, dan Sarah juga sudah memarkirkan mobilnya sesuai arahan dari penjaga sekolah.


"Kak Sarah! Terima kasih sudah mengantar kami!" kata Elvira dan Elvina yang berterima kasih kepada Sarah karena telah mengantar mereka berangkat sekolah.


"Sama-sama. Kalian masuk saja dulu, aku mau menunggu Aksa di sini," kata Sarah sambil mengelus-elus kepala Elvira dan Elvina.


"Ya! Sampai jumpa!" Elvira dan Elvina menganggukkan kepala mereka, lalu mereka segera masuk ke dalam sekolah karena sudah ditunggu oleh panitia lain.


Sarah melambaikan tangannya ke arah mereka berdua. Setelah itu, dia segera duduk di bangku yang ada di dekatnya dan bermain ponsel sambil menunggu kedatangan Aksa di sana.


Acaranya akan dimulai pada pukul 7 pagi dengan pembukaan terlebih dahulu. Kemudian, siswa-siswi bisa bebas pada pukul setengah 8 paginya, setelah pembukaan oleh panitia.

__ADS_1


Sekarang sudah jam 6 pagi. Setelah beberapa saat, Aksa datang ke sekolah dengan motor roda tiganya. Dia segera parkir di area parkir khusus pedagang yang memang sudah disediakan.


Kalau Sarah, tadi dia memarkirkan mobilnya di area parkir khusus tamu. Area parkirnya dibedakan agar orang-orang yang datang tidak bingung mau parkir di mana.


"Aksa, mau langsung dipindahkan?" tanya Sarah kepada Aksa segera setelah Aksa sampai di sekolah.


"Ya, langsung saja. Sebentar lagi karyawanku akan datang, kita pindahkan kiosnya saja dulu. Ada rodanya, jadi enteng," kata Aksa yang membuka pintu bak motor roda tiganya.


"Baiklah," angguk Sarah.


Aksa segera menurunkan kiosnya dari atas bak motor, sementara itu Sarah menunggunya sampai turun karena dia tidak bisa. Sedikit sulit menurunkannya oleh satu orang, tapi tidak dengan Aksa yang menurunkan kiosnya hanya dalam beberapa detik.


Setelah diturunkan, Sarah mendorong kios itu ke dalam sekolah. Sementara itu Aksa membawa beberapa peralatan yang ada di dalam wadah dan kardus dengan kedua tangannya.


"Sarah, lokasinya di sana, dekat gazebo," kata Aksa kepada Sarah yang belum tahu di mana harus meletakkan kiosnya.


Lokasi kios pedagang yang ingin berjualan tidak bisa dipilih sendiri, tapi memang secara acak. Kecuali kalau kios pedagang dari sponsor yang ada di lokasi yang strategis.


Aksa dan Sarah merangkai kios yang masih berupa papan dan spanduk. Mereka berdua membentuk kios dari awal menjadi sebuah kios yang jadi, berbentuk persegi panjang agar pelayanannya lebih nyaman.


Setelah selesai merangkai kios, mereka meletakkan wadah-wadah dan peralatan memasak lainnya. Lalu mereka juga mengambil panci berisi makanan dari motor roda tiga Aksa ke kios.


"Aksa, sudah semua?" tanya Sarah sambil mengusap keringat di dahinya. Dia tidak terbiasa melakukan pekerjaan fisik, meskipun tadi dia hanya mengangkat yang ringan-ringan.


"Sudah. Sekarang, kita hanya tinggal menunggu karyawanku saja," angguk Aksa. Dia mengambil termos dari salah satu wadah dan memberikannya kepada Sarah.


Termos itu berisi teh herbal hangat yang sudah dis seduh tadi pagi. Dia tahu kalau Sarah pasti tidak terbiasa dengan kegiatan luar ruangan seperti ini, jadi dia membawa teh herbal yang bisa menghilangkan kelelahan.


"Eh, terima kasih, Aksa." Sarah sedikit terkejut, tapi dia mengambil termosnya dan meminum teh herbal yang ada di dalamnya.

__ADS_1


Mereka duduk di gazebo sambil menunggu karyawan Aksa untuk datang sambil berbincang-bincang. Waktu ke waktu, area lapangan mulai ramai karena para pedagang sudah datang dan mempersiapkan barang-barang mereka.


__ADS_2