
Mereka pergi ke area kambing karena nanti Aksa akan berniat untuk melakukan perbandingan antara susu sapi dengan susu kambing kepada para penonton siaran langsung.
Kambing di peternakan game mungkin belum pernah dibicarakan, tapi jenis kambing ini adalah kantung yang dikenal oleh banyak orang yaitu jenis kambing etawa.
"Nah, mari kita perah susu kambing," kata Aksa saat mereka sudah sampai di dalam kandang kambing.
Kameraman dan beberapa orang yang ikut segera memakai masker karena tidak terbiasa dengan bau kambing. Bahkan Lisa juga sama karena dia belum pernah masuk ke dalam sini.
Aksa tentu saja tidak karena ia sudah terbiasa, ia memilih kambing secara acak karena semua kondisi kambing sehat dan tidak ada masalah berupa penyakit atau yang lain.
"Pak Aksa, ambing susu kambing ternyata berbeda dengan ambing susu sapi?" tanya Lisa setelah melihat ambing susu kambing yang memiliki penampilan dan bentuk yang berbeda.
"Ya, ambing kedua hewan berenda. Jumlahnya juga berbeda, ambing sapi ada empat dan ambing kambing ada dua," angguk Aksa.
"Para penonton pasti sudah tahu jenis kambing yang ada di Sajaya Farm bukan?" sambungnya.
--- {Tahu! Itu kambing etawa kesukaanku. Aku suka sekali susu kambing etawa apalagi susu yang ada di Sajaya Farm.}
--- {Kambing etawa memang sudah bisa ditebak dengan melihat penampilannya yang tinggi dibanding dengan kambing biasa.}
Aksa mengangguk dan berkata, "Ya, benar sekali. Ini adalah kambing etawa dan seperti yang kalian lihat kalau penampilan dan ukuran kambing etawa berbeda dibanding dengan kambing lainnya."
Aksa mengambil kursi kecil dan duduk di sebelah kambing, sama seperti tadi, Aksa menggunakan air hangat untuk membersihkan ambing sapi agar tidak terkena virus atau bakteri.
"Ah, jika ambing sapi atau kambing tidak dibersihkan, maka mereka bisa terkena mastitis. Sebuah penyakit peradangan di jaringan internal kelenjar susu yang disebabkan oleh berbagai faktor," kata Aksa.
Ambing kambing lebih besar daripada ambing sapi, jadi Aksa harus menekankan kepada para penonton agar jangan asal tarik ambing agar susu bisa keluar dengan cepat.
Justru hal tersebut malah akan menyakiti kambing atau sapi, apalagi di ambing kambing, urat-uratnya sedikit menonjol. Jadi, untuk memerah susu kambing, dua jari diletakkan di ujung ambing.
"Pak Aksa, sepertinya Anda bersahabat dengan hewan-hewan di sini ya. Kambingnya tetap tenang meskipun sedang diperah," kata Lisa dengan kagum.
--- {Ngomong-ngomong itu benar, mengapa kambingnya sama sekali tidak bergerak? Padahal aku lihat biasanya kambing yang akan diperah memberontak.}
--- {Sebagai peternak kambing, saya juga merasa heran. Meskipun saya sudah akrab dengan kambing-kambing, tapi mereka tetap memberontak saat diperah.}
"Itu benar, aku sudah bersahabat dengan hewan-hewan di sini. Tapi jangan lihat betapa mudahnya aku memerah susu, ini karena kambing sudah terbiasa."
"Jika kambing baru pertama kali diperah, maka dia akan memberontak. Hanya bergerak-gerak masih lebih baik, yang parah bisa juga melukai orang sekitar."
"Itulah mengapa kita harus bersikap baik kepada hewan agar mereka mempercayai kita," kata Aksa dengan nada serius.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama sebelum ember susu sudah penuh, Aksa menghentikan tindakannya dan langsung membersihkan ambing kambing yang baru saja ia perah agar tidak terkena virus.
Mereka kemudian berjalan menuju luar kandang karena bau di sini sedikit tidak mengenakan. Di sana ada tepat duduk dan meja, di atas meja juga ada satu botol susu sapi dan satu botol susu kambing.
"Pak Aksa, untuk apa kedua botol susu ini?' tanya Lisa dengan nada penasaran karena Aksa tidak memberitahunya.
"Aku akan mengatakan perbedaan antara susu sapi dengan susu kambing, kalian pasti penasaran bukan?" kata Aksa sambil tersenyum cerah.
--- {Boleh juga, meskipun aku tahu itu berbeda, tapi aku tidak tahu di mana letak perbedaannya selain rasa.}
--- {Tolong dijelaskan perbedaannya, Pak Aksa!}
Aksa tersenyum melihat orang-orang bersemangat, ia tidak menunda-nunda dan segera mengatakan perbedaan diantara susu sapi dan susu kambing.
Pertama, warna.Warna susu sapi putih namun sedikit kekuningan dibandingkan dengan warna susu kambing yang putih tanpa ada warna lain.
Kedua, nutrisi. Susu sapi memiliki kandungan kalori dan lemak yang rendah namun protein hewani nya cukup tinggi. Sedangkan susu kambing tinggi kalsium dan vitamin C.
Ketiga, Rasa. Susu sapi memiliki rasa yang cenderung lebih lembut dan ringan sedangkan susu kambing memiliki rasa yang cenderung lebih kuat.
"Itulah mengapa saat orang pertama kali mencicipi susu kambing, mereka kurang menyukainya karena perlu waktu untuk terbiasa dengan rasa susu kambing," kata Aksa.
"Oh! Itulah mengapa susu kambing baik untuk hewan peliharaan," kata Lisa yang sadar setelah mengetahui perbedaan susu sapi dan susu kambing.
--- {Pantas saja saat aku memberikan susu sapi kepada anjingku, dia malah sakit dan aku tidak tahu penyebabnya karena tidak membawanya ke dokter hewan.}
--- {Untung saja aku belum membeli hewan peliharaan, aku harus ekstra hati-hati saat aku membelinya agar tidak terserang penyakit.}
--- {Kucing di rumahku juga sering diberi susu kambing dan dia tidak pernah sakit-sakitan. Ternyata memang baik untuk hewan peliharaan ya.}
"Nah teman-teman, terima kasih karena telah menonton siaran langsung hari ini. Sekarang sudah siang dan kami harus mengakhiri siaran langsungnya," kata Lisa sambil tersenyum.
--- {Apa!? Aku belum puas menontonnya!}
--- {Aku sampai lupa waktu karena siaran langsung ini sangat menyenangkan.}
"Hahaha, jangan khawatir. Besok kami juga akan menyiarkan langsung, jadi kalian tunggu saja besok pukul 10 pagi sama seperti tadi," kata Aksa sambil tertawa kecil.
Meskipun enggan, para penonton juga tidak memaksa mereka. Jadi, setelah mengucapkan sampa jumpa, siaran langsung pun berakhir.
Aksa dan yang lain juga bubar, mereka pergi ke restoran untuk makan siang dan Aksa pergi ke kantornya untuk makan karena dia membawa bekal dari rumah.
__ADS_1
Saat Aksa membuka tutup bekal makannya, pintu kantor dibuka oleh Sarah. Dia memang sudah terbiasa masuk tanpa mengetuk pintu dan Aksa juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Aksa, makan bersama," kata Sarah yang duduk di sofa seberang Aksa.
Aksa mendongak dan melihat kalau Sarah memegang makan siang kemasan. Ia sedikit terkejut namun ia mengangguk dan mereka berdua makan siang bersama.
"Kamu pasti ke sini bukan untuk makan siang saja, kan?" tanya Aksa yang telah menyelesaikan makannya.
"Ya, aku ingin melaporkan data siaran langsung tadi," angguk Sarah yang membuang kemasan makan siang ke tempat sampah.
Sarah mengambil dokumen dan berkata, "Pada awalnya, jumlah orang yang mengunjungi siaran langsung ada sekitar tiga ribu orang dan interaksi mereka juga harmonis."
"Jumlah penonton tertinggi ada di angka delapan ribu penonton saat kamu menjelaskan gas metana yang ada di dalam tubuh sapi."
"Untuk hadiah, siaran langsung hari ini mendapatkan total uang tujuh juta setelah dipotong pajak. Ada orang yang mengirimkan hadiah sebesar satu juta langsung di siaran langsung tadi."
"Respon yang diterima juga sangat baik, tidak ada orang yang mengeluhkan siaran langsung hari ini. Semuanya memiliki respon yang positif."
Aksa mengangguk paham setelah mendengarkan laporan dari Sarah. Ia tidak terlalu peduli dengan hadiahnya tapi dengan jumlah penontonnya yang bisa terbilang cukup banyak.
Delapan ribu orang memang tidak banyak jika dibandingkan dengan siaran langsung lainnya. Tapi ini adalah siaran langsung tempat wisata, jadi delapan ribu sudah termasuk jumlah penonton teratas.
Itu karena tempat wisata yang melakukan siaran langsung tidak mendapat respon positif dari penonton entah karena kamera yang jelek, progam yang monoton, atau yang lain.
Saat Aksa dan Sarah sedang membahas mengenai siaran langsung hari ini, ponsel Aksa berdering dan ia melihat kalau Bayu lah yang meneleponnya.
"Halo, Pak Bayu," sapa Aksa setelah menjawab panggilan telepon.
"Hahaha. Halo, Pak Aksa. Sepertinya siaran langsung Sajaya Farm hari ini sangat suksesnya ya," kata Bayu sambil tertawa di sisi lain.
"Oh? Apakah Pak Bayu menonton siaran langsung kami?" Aksa bertanya-tanya karena ia sedikit tidak menduganya.
"Bukan hanya saya saja, tapi ada banyak orang dari pemerintah yang menonton karena siaran langsung jarang digunakan oleh tempat wisata," jawab Bayu.
"Jadi begitu. Tapi apakah kalian tidak dimarahi atasan? Hahaha." Aksa bercanda dengan Bayu karena mereka sudah akrab.
"Justru atasan kami juga menontonnya. Tapi ngomong-ngomong, besok kalian akan melakukan siaran langsung juga kan?" tanya Bayu.
"Ya, kami akan melakukan siaran langsung sama seperti tadi," angguk Aksa.
"Bagus. Pemerintah akan mendukung dengan cara menyebarkan berita untuk menonton siaran langsung kalian karena kalian memang menyiarkan edukasi yang diminati banyak orang," kata Bayu dengan serius.
__ADS_1
"Benarkah!? Kalau begitu aku mengucapkan terima kasih." Aksa terkejut karena pemerintah membantu siaran langsungnya padahal mereka tidak akan mendapat keuntungan.
Setelah berbincang-bincang sebentar, panggilan telepon diakhiri. Aksa kemudian menjelaskan apa yang Bayu katakan kepada Sarah dan Sarah juga sama terkejutnya dengan Aksa.