
Karena postingan Aksa membuat internet kacau balau, pihak media sosial segera menghapusnya dan memberi peringatan kepada Aksa untuk jangan menyebarkan sesuatu yang buruk.
Namun bagaimana bisa Aksa peduli dengan hal kecil seperti itu. Jadi, Aksa mengunggah screenshot peringatan itu agar orang-orang bisa melihatnya kalau sebentar lagi akunnya akan hilang.
Dan benar saja, pihak media sosial sebesar memblokir akun Aksa secara permanen. Namun orang-orang sudah tahu kalau ini akan terjadi jadi sebelumnya mereka sudah menyebarluaskan postingan Aksa.
...----------------...
Di Sajaya Farm.
Aksa membalas sapaan para pengunjung yang menyapanya. Para pengunjung terlihat antusias melihat kondisi Aksa sudah pulih dan bisa berkeliling Sajaya Farm lagi.
"Yah, hari yang menyegarkan." Aksa menikmati udara sejuk dengan nyaman, dia tidak pernah merasa senyaman ini selama hidupnya.
Mungkin karena dia sudah menyelesaikan masalah yang menumpuk dari waktu lama dan akhirnya bisa memperlihatkan semua bukti yang sudah dia simpan kepada orang-orang.
"Meong!" Simba berlari menuju Aksa karena dibelakangnya ada Zoe yang sedang mengejarnya.
"Oh Simba, Zoe." Aksa menyapa kedua hewan yang tidak tahu sedang bermain kejar-kejaran atau memang sedang bertarung.
Sesaat kemudian, ada ide yang bagus muncul di pikiran Aksa. Dia berpikir untuk mempekerjakan Simba dan Zoe untuk memeriahkan event perburuan yang akan diadakan dalam beberapa hari.
Simba dan Zoe akan bertugas sebagai musuh para pengunjung yang berperan sebagai pemburu. Dengan ini, event perburuan akan semakin menarik dan juga semakin meriah.
"Tunggu sebentar, Simba dan Zoe tidak akan cukup. Bagaimana jika aku menggunakan cairan spiritual yang masih 99 tetes ke hewan lain?" Aksa kepikiran ide yang lebih menarik lagi.
Karena Aksa baru memakai satu tetes cairan spiritual yang untuk Zoe, jadi masih tersisa 99 tetes. Dia akan menggunakan itu kepada hewan lain yang akan ditugaskan seperti Simba dan Zoe.
"Jadi, ayo kita cari hewan!" Aksa mengabaikan Simba yang sedang meminta pertolongan dan pergi ke area taman bunga matahari untuk mencari hewan yang akan diberikan cairan spiritual.
__ADS_1
"Meong!?' Simba menatap pemiliknya dengan tatapan sedih dan Zoe mengejar Simba dengan semangat yang meluap-luap.
Aksa sedang berpikir untuk memilih tupai atau kelinci, setelah beberapa saat berpikir dengan susah payah, dia memutuskan untuk memilih keduanya karena mereka bertubuh kecil.
Jadi, Aksa memanggil para tupai dan kelinci dengan cara bersiul dengan keras. Mereka yang merasa dipanggil segera menghampiri Aksa dan menunggu perintah selanjutnya.
Aksa menyuruh mereka untuk membuka mulut, kemudian dia memberikan satu tetes untuk masing-masing. Setelah selesai, Aksa menghitung kalau ada 10 tupai dan 15 kelinci di depannya.
Menunggu beberapa saat, para tupai dan kelinci sudah memiliki sedikit kecerdasan. Aksa menyuruh mereka untuk bermain seperti biasa terlebih dahulu, kemudian dia keluar dari Sajaya Farm dan pergi ke area sekitar.
Alasannya adalah karena Aksa ingin mencari kucing atau anjing liar. Mengapa tidak membelinya? Aksa berpikir jika bisa gratis mengapa harus membeli, itulah mengapa dia mencari hewan liar.
"Ah, ada ternyata." Aksa menemukan satu keluarga kucing di pinggir jalan yang sedang bermain-main di rumput. Aksa menghampiri mereka sambil membawa daging ayam di tangannya.
"Meong!" Ibu kucing mengeong dengan keras menunjukkan permusuhan saat melihat ada manusia yang datang ke arah mereka.
"Santai, aku datang untuk memberi kalian makan." Aksa menunjukkan daging ayam yang ada di tangannya kepada ibu kucing dan anak-anaknya.
"Bagus." Aksa tersenyum dan memberikan daging ayam kepada keluarga kucing beranggotakan satu ibu kucing dan empat anak kucing.
Memanfaatkan kesempatan saat keluarga kucing makan, Aksa memberi mereka satu tetes untuk masing-masing kucing dan mereka juga meminumnya dengan nikmat meskipun tidak tahu itu cairan apa.
Menunggu beberapa saat lagi, Aksa meminta keluarga kucing untuk pergi ke Sajaya Farm. Aksa juga mengirim pesan kepada Galih untuk membersihkan keluarga kucing yang akan datang.
Meskipun bingung mengapa bosnya menyuruh untuk membersihkan keluarga kucing, Galih tidak bertanya. Dia menjawab dengan cepat untuk segera melakukan perintah Aksa.
Aksa melanjutkan mencari hewan liar lagi. Setelah dua jam berkeliling, Aksa berhasil mendapatkan beberapa anjing dan kucing, lalu ada juga iguana yang tidak sengaja Aksa temukan di dahan pohon.
"Iguana ya, aku akan membuatkan kandang untuk dia dan memajangnya di lobi restoran." Aksa berpikir sambil melihat iguana yang ada di tangannya.
__ADS_1
Setelah diberikan cairan spiritual, iguana itu menjadi jinak dan tidak melawan. Tubuhnya cukup besar, apalagi duri-duri yang ada dari ujung kepala sampai ke ekornya juga cukup panjang.
Dia memiliki penampilan yang indah, dengan warna oranye kekuning-kuningan dengan corak hitam seperti zebra. Iguana itu memiliki penampilan seperti tiruan dari naga barat.
Karena tidak ada hewan lain di sekitar, Aksa memutuskan untuk kembali ke Sajaya Farm. Dia menjadi pusat perhatian karena ada iguana di pundaknya dan iguana itu sangat tenang sambil melihat sekeliling dengan mata penasaran.
Pengunjung yang akrab dengan Aksa mencoba untuk meminta foto bersama dan Aksa mengizinkannya. Jadi, ada banyak sekali pengunjung yang berfoto bersama dengan Aksa dan iguana di pundaknya.
"Terima kasih, aku akan membuat kandang untuk iguana ini sehingga kalian bisa berfoto bersamanya di lain kesempatan." Aksa tersenyum dan mengangguk kepada para pengunjung.
Para pengunjung juga tidak keras kepala, mereka menunjukkan pengertian kalau Aksa sedikit tidak nyaman berfoto bersama dengan puluhan orang apalagi ada beberapa orang yang mengambil banyak foto.
Jadi, Aksa kembali ke kantornya dengan selamat karena para pengunjung tidak memaksanya. Sarah yang bertemu dengan Aksa di lorong terkejut karena ada makhluk menakutkan di pundak Aksa.
"Apa itu?" Sarah menunjukkan ke arah iguana dengan tubuh yang gemetar.
"Ini? Iguana, aku memberinya nama Tetsu dari bahasa Jepang yang memiliki arti kuat bagaikan besi." Aksa mengambil Tetsu dari pundaknya dan menunjukkannya kepada Sarah.
Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat dan mundur beberapa langkah. Aksa tersenyum melihatnya karena ternyata Sarah tidak berani dekat-dekat dengan iguana.
"Pegang, tidak, sentuh sebentar saja. Tetsu sudah jinak, buktinya dia tidak melawan saat aku pegang." Aksa mengambil langkah maju mendekati Sarah.
"Be-benarkah?" Sarah bertanya dengan ragu-ragu. Meskipun dia takut, dia juga penasaran karena belum pernah melihat iguana dari jarak sedekat itu.
"Tentu saja, tadi juga ada banyak pengunjung yang berfoto bersama Tetsu!" Aksa tersenyum cerah.
"Kalau begitu, aku akan menyentuhnya sebentar." Setelah berpikir sejenak, Sarah memberanikan diri untuk menyentuh Tetsu.
Tetsu juga penasaran dengan wanita cantik di depannya. Karena dia sudah mendapat sedikit kecerdasan, dia bisa tahu kalau pemiliknya dekat dengan wanita itu, jadi dia berusaha untuk bersikap baik.
__ADS_1
Sarah terkejut karena Tetsu tidak bergerak saat dia menyentuhnya sehingga dia bisa tenang dan merasa kulit kasar Tetsu yang rasanya sedikit aneh di telapak tangannya.
Setelah itu, mereka berdua pergi ke kantor Aksa. Tetsu di taruh di tiang gantungan mantel seperti dahan agar dia bisa beristirahat di sana. Lalu Aksa dan Sarah membicarakan masalah Albar dan Kevin.