Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Para Sapi yang Sembuh dari Penyakit Antraks


__ADS_3

Keesokan harinya, Aksa, Didit, dan dokter hewan lainnya sedang memeriksa kondisi sapi-sapi di kandang. Mereka ingin tahu apakah kondisinya membaik atau malah semakin memburuk.


Jika semakin membaik ya bagus, tapi jika semakin memburuk Aksa harus menutup Sajaya Farm lebih lama lagi karena pengunjung tidak diperbolehkan untuk bermain dengan sapi.


"Untunglah, semua sapi yang ada di sini semakin membaik. Meskipun tubuh mereka masih lemas, tapi suhu tubuhnya sudah mulai menurun." Didit menghela napas lega setelah memeriksa semua sapi.


"Baguslah kalau begitu. Kira-kira, berapa lama agar para sapi bisa sembuh total, Pak?" Aksa juga menghela napas lega, lalu dia bertanya kepada Didit.


"Jika melihat pemulihan hari ini, maka tiga hari sudah cukup untuk sembuh total." Didit berkata sambil melihat data yang dia pegang di tangannya.


"Tiga hari ya, itu sudah bagus." Aksa menyentuh dagunya dan mengangguk. Meskipun Sajaya Farm belum bisa buka, tapi tiga hari sudah termasuk cepat.


"Begitulah. Tapi ini karena sapi yang Anda punya sangat luar biasa, Pak Aksa. Jika ini adalah sapi umum, mereka akan sembuh dalam waktu satu minggu." Didit berkata dengan nada kagum.


Didit sendiri sudah memeriksa fisik para sapi bersama dokter hewan lainnya. Dia terkejut saat melihat kalau sapi-sapi di Sajaya Farm memiliki kualitas fisik yang luar biasa.


Bisa dikatakan kalau fisik seperti itu dimiliki oleh sapi-sapi kelas atas yang cukup mahal dan di Sajaya Farm, pengunjung bebas berinteraksi dengan sapi-sapi kualitas tinggi itu.


Itulah mengapa Didit sangat terkejut dengan hal itu, pandangan Didit tentang Aksa melambung tinggi dan sekarang dia juga menghormati Aksa.


"Hahaha, hewan ternak di Sajaya Farm memang bukanlah hewan biasa. Saya secara khusus memilih hewan ternak yang terbaik." Aksa tertawa dan mengatakan kebohongan kepada Didit.


Jelas tidak mungkin Aksa akan mengatakan yang sebenarnya. Dia akan dianggap gila oleh Didit dan dokter hewan yang lainnya jika mengatakan kalau hewan ternak di Sajaya Farm berasal dari peternakan game.


Aksa dan Didit berbicara sebentar, kemudian Aksa kembali ke kantornya untuk beristirahat karena dia memiliki waktu istirahat yang kurang.


...----------------...

__ADS_1


Tiga hari telah berlalu. Sapi-sapi yang sebelumnya terserang penyakit antraks sudah sembuh total. Mereka sedang berada di luar kandang sambil memakan rumput.


Saat pagi tadi, para sapi sangat senang saat keluar karena mereka sudah berada di dalam kandang selama satu minggu penuh tanpa melihat langit biru dan rumput kesukaan mereka.


Tapi meskipun demikian, itu semua dilakukan agar virus antraks tidak menyebar ke manusia yang ada di sana. Lalu, setelah para sapi keluar, kandang juga langsung dibersihkan.


"Akhirnya, setelah sekian lama terjebak di dalam Sajaya Farm." Aksa duduk di pagar kayu sambil memandangi para sapi yang sedang memakan rumput dengan gembira.


Sarah yang sedang berdiri di sebelahnya berkata, "Benar. Satu minggu itu waktu yang tidak terlalu lama, tapi karena kejadian ini jadi terasa sangat lama seolah-olah kita sudah satu tahun di sini."


"Hahaha, kamu benar. Selama satu minggu ini, semua karyawan sangat berhati-hati. Mereka tidak bisa bersantai karena Sajaya Farm masih dalam status siaga," balas Aksa.


Mereka berdua akhirnya bisa menikmati waktu santai, rasanya seperti terbebas dari ikatan rantai yang mengikat tubuh mereka yang membuat mereka tidak bisa bergerak dengan bebas.


"Apakah besok kita buka?" tanya Sarah kepada Aksa.


 "Akhirnya kita bisa menerima pengunjung. Otakku sudah pusing karena harus memperketat pengeluaran anggaran karena tidak ada pemasukan dalam satu minggu ini." Sarah menghela napas lega mendengar perkataan Aksa.


"Tolong bersabar, haha. Tapi yah, kamu benar, akhirnya Sajaya Farm bisa terlepas dari situasi yang merugikan." Aksa mengangguk dan membalas perkataan Sarah.


Aksa dan Sarah adalah orang yang paling sibuk selama satu minggu terakhir. Aksa sebagai pemilik Sajaya Farm harus mengoordinasi pada karyawan dan harus selalu memeriksa hewan-hewan ternak.


Lalu Sarah sebagai bendahara harus selalu mengamati uang kas Sajaya Farm dan membuat rencana memperketat pengeluaran agar anggaran dipakai hanya untuk hal-hal yang menjadi prioritas.


Mereka berdua bahkan hanya tidur selama lima jam per hari karena kesibukan mereka yang tidak ada habisnya. Itulah mengapa sekarang mereka berdua menjadi orang yang paling senang.


"Aksa, aku akan berjalan-jalan di sekitar sebentar." Sarah berkata kepada Aksa, kemudian dia berjalan kaki berkeliling di area sekitar.

__ADS_1


"Ya!" Aksa mengangguk, dia tetap duduk di atas pagar sambil memandangi langit yang cerah bersama dengan sapi-sapi yang sedang memakan rumput dengan gembira.


Beberapa menit kemudian, Didit datang menghampiri Aksa. Dia berkata, "Pak Aksa, tugas saya di sini sudah selesai. Saya pamit dulu."


Aksa turun dari pagar dan berkata, "Pak Didit, terima kasih atas kerja kerasnya. Mari saya antar sampai ke depan gerbang."


Kemudian, mereka berdua berjalan bersama sampai ke depan gerbang. Dokter hewan lainnya sudah kembali lebih awal, hanya tersisa Didit yang belum kembali.


"Kalau begitu, sampai jumpa dilain kesempatan, Pak Aksa." Didit berkata setelah masuk ke dalam mobilnya.


"Ya. Terima kasih banyak." Aksa membungkukkan badannya sedikit, begitu juga dengan Galih dan karyawan lainnya yang ada di sana.


"Sama-sama, saya juga senang bisa bekerja di sini." Didit tersebut dan mengangguk. Kemudian dia menginjak pedal gas dan mobilnya melaju dengan cepat.


"Apakah kalian semua siap untuk bekerja besok?" tanya Aksa kepada Galih dan karyawan lainnya.


Galih dan yang lainnya mengangguk dan berkata dengan semangat yang meluap-luap. "Kami siap, Bos!"


Para karyawan Sajaya Farm justru ingin bekerja kembali karena bekerja di Sajaya Farm sangat menyenangkan. Emosi mereka turut menurun karena masalah penyakit antraks yang menyerang para sapi.


Jadi, mereka berpikir harus bekerja kembali agar emosi sedih itu bisa tersapu dan berharap bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.


"Bagus. Besok pasti ada banyak pengunjung yang datang, jadi bersiaplah. Aku akan menambahkan bonus di akhir bulan." Aksa tersenyum, dia menjanjikan akan menambah bonus untuk mereka.


"Terima kasih, Bos!" Para karyawan gembira dengan janji Aksa. Itulah mengapa mereka sangat senang bisa bekerja di Sajaya Farm.


Selain karena tempatnya yang asik dan tenang, Aksa yang menjadi bos mereka juga memiliki sifat yang baik dan akan memberi bonus jika ada situasi di mana ada lautan pengunjung berdatangan.

__ADS_1


"Ya, sama-sama." Aksa mengangguk, kemudian dia masuk ke dalam Sajaya Farm kembali untuk berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan yang sangat dia rindukan.


__ADS_2