
Beberapa hari setelahnya, hari sebelum Sekolah Dasar Sunshine berpiknik di Sajaya Farm, Aksa saat ini sedang berada di luar dan ada panggilan telepon dari Sari.
"Pak Aksa, besok kami akan sampai di Sajaya Farm pada pukul 8 pagi, mohon kerja samanya, ya," kata Sari di balik telepon.
"Tentu saja, aku sudah mempersiapkan semua hal yang perlu disiapkan, Bu. Aku jamin anak-anak akan sangat senang saat berkunjung ke sini," balas Aksa sambil tersenyum.
Aksa dan pihak Sekolah Dasar Sunshine sudah mendiskusikan jadwal kegiatan piknik. Pada awalnya piknik hanya satu hari saja, tapi para wali murid berkata untuk menginap saja.
Mereka sudah mencari informasi tentang Sajaya Farm dan reputasinya sangat bagus. Itulah mengapa para wali murid bisa mengizinkan anak-anaknya menginap di Sajaya Farm.
"Ngomong-ngomong, aku belum tahu nanti anak-anak akan datang menggunakan apa? Apakah mobil atau bus?" tanya Aksa kepada Sari.
Sari menepuk dahinya dan berkata, "Ah, benar, aku belum memberitahumu ya. Besok anak-anak akan datang menggunakan bus sekolah kami, jadi tolong sediakan area parkir ya, Nak Aksa."
Aksa tersenyum dan berkata, "Baik, kami ada area parkir khusus untuk kendaraan besar, kami akan menunggu kedatangan anak-anak dari Sekolah Dasar Sunshine!"
Setelah berbicara sebentar, mereka mengakhiri panggilan. Aksa menyimpan ponselnya, kemudian mengayuh sepedanya untuk pergi ke tempat yang akan ia tuju, yaitu kebun binatang Banyumas.
Mengapa Aksa pergi ke sana? Itu karena dia ingin mencoba aplikasi ensiklopedia hewan yang ada di ponsel peternakannya, karena Aksa belum sempat mencoba aplikasi ini.
Aksa adalah satu-satunya pengunjung yang menggunakan sepeda ke kebun binatang, kebanyakan menggunakan motor dan mobil, itulah mengapa Aksa menjadi pusat perhatian.
"Ckckck, aku ini memang tampan, tapi tidak perlu sampai melihatku dengan mata seperti itu," batin Aksa dengan narsis.
[Disarankan untuk tidak narsis. Jika Sistem mempunyai tubuh, bisa dipastikan kalau Sistem akan muntah sampai tidak tersisa.]
Seperti biasa Sistem mengatakan sesuatu yang tajam, namun Aksa sudah kebal dengan hal tersebut karena hampir setiap hari dia mendengar perkataan dan melihat pengenalan barang di toko game.
Setelah mengantre dan sudah gilirannya, Aksa mengeluarkan dompetnya dan bertanya, "Permisi, berapa harga tiketnya?"
Aksa sudah lama tidak pergi ke kebun binatang, terakhir saat ia SD. Itulah mengapa meskipun ini adalah kebun binatang Banyumas, dia sama sekali tidak mengetahui harga tiketnya.
__ADS_1
Pelayan tiket tersenyum dan menjawab dengan ramah. "Halo, harga tiketnya adalah 40.000 untuk orang dewasa dan 25.000 untuk anak di bawah umur."
Tangan Aksa yang sedang memegang dompet dan yang berhenti di udara saat mendengar harga tiketnya. Ia tercengang karena harganya yang sangat mahal dan sedikit tidak terjangkau.
Dengan harga segitu, banyak orang terutama keluarga yang kesulitan untuk mengunjungi kebun binatang ini. Karena jika ada keluarga empat orang, mereka harus mengeluarkan uang masuk sekitar 160 ribu atau kurang.
"Mungkin inilah mengapa tidak banyak tempat wisata yang terkenal. Sajaya Farm juga termasuk beruntung karena saingannya seperti ini," pikir Aksa.
Dia mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar biaya tiket masuk. Setelah menerima tiket, dia langsung masuk ke dalam melalui jalur yang sudah diberi arah oleh penunjuk jalan.
Karena bukan untuk melihat-lihat hewan yang ada di sini, Aksa pergi ke area terdekat yaitu area burung. Di depannya ada sangkar besar yang di dalamnya ada banyak burung dengan warna yang berbeda.
Namun dia tertarik dengan burung yang memiliki penampilan yang elegan, tenang, dan karismatik. Aksa malas mencari tahu di buku informasi yang sudah disediakan, jadi dia langsung membuka ensiklopedia hewan.
Kamera diarahkan ke burung yang memiliki warna hitam legam itu. Jika burung itu adalah manusia, bisa dipastikan kalau dia adalah seorang pria atau wanita yang sangat keren.
[Kakatua Raja (Ruju)]
[Kakatua raja atau dalam nama ilmiahnya Probosciger aterrimus adalah sejenis burung Kakatua berwarna hitam dan berukuran besar, dengan panjang sekitar 60 cm.]
[(Silakan tekan tombol ini untuk melihat informasi yang lebih lengkap.)]
Yang terlihat di layar ponsel adalan nama jenis burung, nama burung, dan sifatnya. Kemudian ada tombol di bagian bawah yang bisa ditekan untuk melihat informasi lebih lanjut.
Aksa menekan tombol itu dan melihat kalau hobi Ruju adalah bersenang-senang dan bermain dengan burung lain. Lalu ada informasi tempat tanggal lahir Ruju yang sangat lengkap.
Masih ada beberapa informasi yang tidak bisa disebutkan satu per satu karena ada sangat banyak. Aksa membacanya secara sekilas namun dia merasakan kepalanya pusing.
"Informasi yang ditunjukkan sangat lengkap bahkan para ahli hewan atau yang terkait juga tidak bisa mengetahui informasi ini, sepertinya aku bisa menjadi ahli hewan dengan ponsel ini?" pikir Aksa yang tidak bisa menahan rasa kagum.
[Perlu diingat kalau ensiklopedia hewan hanya bisa digunakan kepada hewan, bukan manusia.]
__ADS_1
"Aku tahu! Jangan memberi pesan yang tidak perlu!" teriak Aksa di dalam hatinya.
Untuk mencoba keakuratan data yang ada, dia berteriak, "Ruju!! Kemari!"
Ruju si burung kakatua raja menoleh karena mendengar namanya dipanggil. Ia memiringkan kepalanya dengan heran karena tidak mengenal Aksa, yang biasanya memanggil namanya hanyalah pekerja kebun binatang.
Namun karena rasa penasaran yang tinggi, dia mengepakkan sayapnya dan mendarat di dahan dekat Aksa sambil menatapnya dalam diam.
"Dia langsung mendekat, itu artinya informasi yang disediakan oleh ensiklopedia hewan sangat luar biasa!" pikir Aksa yang rasa kagumnya sudah mencapai puncak.
Aksa bermain dengan Ruju sebentar dengan cara mengajaknya berbicara dan menggunakan ranting untuk menggapainya, kemudian dia pergi ke area lain untuk mencoba ke hewan baru.
Dan sama seperti sebelumnya, informasi yang disediakan oleh ensiklopedia hewan sangat lengkap. Bisa dikatakan kalau ensiklopedia ini sangat berguna dalam hal kehewanan.
Baru saat sore hari Aksa kembali ke Sajaya Farm. Sarah sampai menanyainya karena mengapa Aksa pergi lama sekali. Aksa tersenyum dan hanya menjawab kalau dia ada urusan penting.
Sarah juga tidak bertanya lagi karena dia hanya ingin tahu kalau Aksa baik-baik saja. Kemudian mereka berdua membahas mengenai hari esok.
Saat Sekolah Dasar Sunshine datang, akan ada pemandunya dan itu adalah Aksa. Karena Aksa yang sudah mengenal Sari dan dia lebih akrab dengan hewan-hewan ternak yang ada di Sajaya Farm.
Yang akan datang adalah anak-anak jadi sedikit berbahaya jika hewan ternak melukai mereka. Itulah mengapa Aksa yang akan dengan hewan-hewan ternak akan menjadi pemandu.
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Sajaya Farm akan berada di situasi kritis karena Sekolah Dasar Sunshine berisi orang-orang yang memiliki uang serta status yang tidak bisa diremehkan.
"Aku akan menginap di kantor, karena besok ada pelanggan kelompok sekaligus pelanggan kelas atas yang akan dagang ke Sajaya Farm." Sarah tiba-tiba berkata kalau dia akan menginap.
"Aku juga berniat seperti itu. Tapi jangan di kantor, hanya ada sofa kecil di sana, menginap saja di asrama karena masih ada kamar kosong di sana," kata Aksa dengan serius.
"Um, baiklah." Sarah mengangguk dan menuruti perkataan Aksa.
Setelah malam hari, mereka pergi ke gedung asrama bersama dan berpisah saat masuk ke aula karena di sisi kiri adalah asrama wanita dan di sisi kanan adalah asrama pria.
__ADS_1
"Selamat malam," kata Sarah dengan lirih sebelum dia berlari menuju tangga.
Aksa mengedipkan matanya karena Sarah tidak memberinya kesempatan untuk membalas. Dia mengangkat bahunya kemudian pergi ke kamar kosong di lantai tiga.