
Tahun baru sudah lewat, Aksa dan keluarganya merayakan tahun baru hanya dengan makan-makan. Saat malam hari, mereka juga menonton kembang api dari halaman belakang rumah.
Sekarang sudah tanggal 2 Januari, itu artinya Sajaya Farm buka. Seperti biasa Aksa menggunakan motor roda tiganya untuk mengangkut produk peternakan game dari gudang ke Sajaya Farm.
Lalu saat sampai di sana, Aksa melihat kalau pekerja konstruksi sedang bekerja. Lokasi pembangunan villa berada di dekat sungai, karena area itu cukup tenang dan cocok untuk beristirahat.
Aksa juga sudah meminta Dito untuk membangun dua kandang untuk sapi potong dan ayam potong. Untuk kedua hewan ini, Pengunjung tidak bisa melakukan pengalaman karena memang tidak ada yang perlu dilakukan terhadap kedua hewan ternak itu.
Jika sapi perah, pengunjung bisa memerah susunya namun jika sapi potong, pengunjung hanya bisa memberi mereka makan yang tidak terlalu berguna dan nanti malah mengecewakan mereka.
Jadi Aksa membebaskan pengunjung untuk berinteraksi dengan sapi potong dan ayam potong tanpa memungut biaya sepeserpun dari tangan pengunjung.
"Galih, nanti kalau sudah jam istirahat, tolong minta semua karyawan ke sini karena ada bingkisan untuk kalian semua sebagai hadiah tahun baru," kata Aksa yang sedang menelepon Galih.
"Bingkisan!? Baik, Bos!" Galih menjawab dengan penuh semangat lalu ia memberitahukan kepada karyawan-karyawan lain.
Aksa mengunci kantornya dan masuk ke dalam peternakan game. Ia sudah membeli sapi potong dan ayam potong namun belum ia periksa. Jadi sekarang ia akan memeriksa kedua hewan ternak tersebut.
Sapi potong yang Aksa beli adalah jenis Sapi Beefalo, salah satu jenis sapi terbaik. Daging Beefalo itu rendah lemak, rendah kolesterol jahat serta mengandung protein tinggi yang membuatnya enak.
Daging Sapi Beefalo juga bisa digunakan untuk membuat steak. Itulah mengapa Aksa membeli sapi ini karena ada beberapa sapi yang tidak bisa digunakan dagingnya untuk membuat steak.
"Sistem, karena yang diambil adalah daging, bagaimana cara mengumpulkannya?" tanya Aksa kepada Sistem.
[Seperti bagaimana Host mengambil susu murni dari sapi perah.]
Setelah mendengar perkataan dari Sistem, ada layar hologram di depan matanya yang berisi apakah Aksa ingin mengambil daging dari sapi potong atau tidak dan tentu saja Aksa memilih mengambil.
Lalu ada pilihan lain apakah mau dalam bentuk sapi utuh yang sudah dibersihkan atau dalam bentuk daging yang sudah dipotong-potong dan dipisahkan sesuai dengan kategori.
Aksa memikirkannya sebentar lalu memilih yang kedua karena akan membutuhkan waktu lama jika dalam bentuk sapi utuh.
Lalu tiba-tiba ada satu kotak plastik berukuran besar yang di dalamnya terdapat daging-daging sapi yang sudah dikemas menggunakan plastik lain dan bahkan ada label yang bertuliskan sesuai dengan isinya.
[Daging sapi: Kualitas D]
[Keterangan: Daging sapi yang memiliki kualitas lebih bagus dibandingkan dengan yang biasa. Rasa +2.]
"Jarang sekali Sistem memberikan pengenalan yang normal," pikir Aksa.
__ADS_1
Kemudian setelah memeriksa beberapa daging lagi, Aksa pergi ke kandang ayam potong dan mengambil dagingnya dengan cara yang sama seperti sebelumnya dan ada kotak plastik yang muncul di sebelah Aksa.
[Daging ayam: Kualitas D]
[Keterangan: Daging ayam yang sangat enak bahkan lebih enak daripada ayam jago. Rasa +2.]
Untuk ayam potong, Aksa membeli Ayam Brahma yang berasal dari India. Postur tubuh ayam ini gagah, tinggi, besar dan memiliki bulu di bagian kakinya. Bobot ayam brahma bisa mencapai 5 kg per ekor, oleh karena itu biasa disebut ayam raksasa atau monster.
"Sial, muncul lagi pengenalan yang tidak profesional," keluh Aksa melihat pengenalan daging ayam.
...----------------...
Sebelum waktu malam siang, di depan Sajaya Farm muncul mobil yang lumayan mewah. Galih yang melihat mobil tersebut langsung mengarahkannya ke arah tempat parkir khusus.
Sang sopir membukakan pintu mobil belakang bagian kanan dan kiri. Eddy turun dari sisi kanan mobil dan dari sisi kiri muncul seorang wanita dan itu adalah istrinya, Dewi.
Mereka berdua datang ke Sajaya Farm di hari pertama tahun ini karena kebetulan sekali mereka sedang dalam waktu luang. Eddy juga sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mengajak istrinya pergi ke Sajaya Farm.
"Suamiku, jadi ini adalah Sajaya Farm?" tanya Dewi.
"Ya, dari depan mungkin terlihat biasa-biasa saja. Namun jika kamu masuk, kamu akan langsung disuguhkan dengan pemandangan lautan bunga matahari," angguk Eddy.
Pada tupai tidak takut dengan manusia bahkan berinisiatif untuk mendekat. Beberapa pengunjung juga berfoto dengan tupai dan Galih tidak menghentikan mereka selama tidak menyakiti tupai.
"Oh iya, area sungai sudah dibuka, ayo kita ke sana." Eddy dan Dewi pergi ke area sungai dan melihat kalau airnya sangat jernih dengan pohon-pohon di sepanjang tepi sungai.
Orang-orang juga mengobrol dengan gembira, ada yang duduk di bangku, menyewa perahu dengan pasangan, memancing bersama teman, dan ada juga yang sedang mengambil foto.
Kebetulan sekali ada Aksa di sana yang sedang duduk di bangku dan mengamati pengunjung. Eddy yang melihat Aksa segera berjalan menghampirinya dan menyapa Aksa.
"Aksa!" sapa Eddy.
Aksa menoleh karena mendengar namanya dipanggil lalu ia melihat Eddy dan mengapa balik. "Pak Eddy!"
Eddy segera memperkenalkan Dewi kepadanya dan Aksa juga sudah tahu kalau wanita di samping Eddy adalah istrinya karena ia juga pernah melihatnya di berita dan televisi.
"Sedang liburan Pak?" tanya Aksa dengan ramah.
"Begitulah, liburan satu hari hahaha." Eddy tertawa menanggapi pertanyaan Aksa.
__ADS_1
Aksa juga tersenyum lalu berkata, "Pak Eddy mau memancing? Atau menyewa perahu bersama Bu Dewi?"
Eddy menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, kami ingin makan siang terlebih dahulu sebelum bersenang-senang di sini."
"Kebetulan sekali Sajaya Farm ada produk baru yang masih rahasia. Jika berkenan, maukah Pak Eddy dan Bu Dewi mencobanya?" Yang dimaksud oleh Aksa tentu saja daging sapi dan daging ayam dari peternakan game.
"Oh? Tentu saja kami berkenan. Produk peternakan Sajaya Farm pasti tidak biasa, bisakah kami mencobanya sekarang?" tanya Eddy yang menjadi tertarik.
"Tentu, produk baru kami adalah daging sapi dan daging ayam, tentu saja rasanya lebih enak. Pak Eddy dan Bu Dewi ingin daging apa dan ingin dibuatkan apa?" tanya Aksa.
"Apakah ada mie? Jika ada tolong buatkan mie kuah dengan daging sapi di dalamnya," mata Eddy.
"Suamiku, kamu sangat menyukai mie ya. Aku tidak terlalu suka daging sapi, tolong buatkan ayam tepung saja," kata Dewi.
"Diterima, aku akan memanggil Galih, penjaga keamanan untuk memandu kalian menuju ruangan pribadi di lantai dua restoran." Aksa segera menelepon Galih dan memberitahunya.
Tidak butuh waktu lama untuk Galih datang, ia segera mengantar Eddy dan Dewi menuju ruangan pribadi restoran di lantai dua. Bangunan restoran memiliki tiga lantai namun lantai tiga lebih kecil dibandingkan dengan dua lantai di bawahnya.
Karena lantai tiga akan Aksa gunakan untuk acara formal seperti perayaan atau sesuatu yang lain. Lantai pertama dan kedua digunakan oleh umum namun lantai dua biasanya digunakan oleh orang-orang kaya.
Aksa pergi ke dapur untuk menemukan Indra. Keahlian memasak Indra sangat mahir dan itulah mengapa Aksa mempercayakan Indra untuk memasak hidangan untuk orang penting.
Tentu saja masakan Aksa lebih enak karena keahlian yang ia dapatkan dari Sistem. Tapi Aska hanya ingin memasak sesuai dengan keinginannya saja atau mungkin saat ia sedang dalam perasaan yang baik.
"Bos, produk baru?" tanya Indra yang tahu kalau dua daging ini akan dibuatkan hidangan untuk orang penting.
"Ya, rahasiakan ini. Aku berencana untuk memberitahu semua orang saat pembangunan kandang selesai," angguk Aksa.
Lalu tiba-tiba Aksa teringat sesuatu yang penting yang ia lupakan. "Bagaimana bisa aku lupa! Aku akan menggunakan kartu percepatan pembangunan setelah ini!"
"Baik, Bos!" jawab Indra dengan serius.
Setelah itu Aksa langsung pergi ke arah pembangunan dan mengeluarkan kartu percepatan pembangunan. Ia langsung menggunakannya dan kartu tersebut mengeluarkan sinar yang hanya bisa dilihat oleh Aksa.
[Sepertinya keberuntungan Host sedang bagus. Selamat telah mempercepat proses pembangunan 50%.]
"Apa!?" Aksa tercengang mendengar perkataan Sistem.
Itu artinya jika setelah para pekerja konstruksi memakan telur ayam, pembagunan akan selesai dalam waktu dua bulan. Lalu setelah menggunakan kartu percepatan pembangunan 50%, akan selesai dalam waktu satu bulan saja.
__ADS_1
"Hm, mungkin aku beruntung saat situasi sedang serius saja sedangkan saat situasi tidak serius atau tidak penting, keberuntunganku akan hilang," pikir Aksa.