Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Seorang Kakek yang ingin Membeli Daging Sapi


__ADS_3

Keesokan harinya, Aksa sudah bersiap dengan tim rekaman. Mereka saat ini sedang berada di area terbuka dengan banyak peralatan memasak di sekitar mereka.


Siaran langsung hari ini akan membahas mengenai pemotongan daging sapi dan daging ayam sekaligus memasaknya menjadi sebuah hidangan yang lezat.


"Halo teman-teman! Siaran langsung hari ini adalah episode terakhir! Hari ini, kami akan melakukan acara masak-memasak menggunakan daging sapi dan daging ayam dari berbagai bagian!" Lisa menyapa para penonton setelah kamera menyala.


"Tapi maafkan kami karena tidak bisa menyiarkan langsung proses penyembelihan sapi dan ayamnya, karena tidak boleh menyiarkan hal-hal seperti itu," kata Lisa yang meminta maaf.


--- {Aku paham, lagipula penyembelihan hewan memang tidak diizinkan beredar di internet apalagi menyiarkannya langsung.}


--- {Aku juga tidak masalah selama kalian masih memotong daging dan memberikan beberapa pengetahuan terkait penyembelihan.}


Aksa tersenyum melihat komentar-komentar tersebut, ia lalu berkata, "Terima kasih atas pengertiannya, lalu, kalian bisa melihat kalau di depanku saat ini ada berbagai jenis bagian daging."


Kamera menyorot meja di depan Aksa ayang diatasnya berisi banyak sekali daging sapi, dan daging ayamnya masih utuh, belum dipotong-potong.


"Akan lama jika aku menjelaskannya satu per satu, kalau begitu, bagaimana jika kalian mengatakan jenis potongan daging sapi dan apa yang ingin dimasak?" kata Aksa kepada para penonton.


--- {Boleh juga, aku juga tidak terlalu paham jika menjelaskan semuanya satu per satu hahaha.}


--- {Aku juga tidak tahu jenis spesifiknya, bagaimana jika Aksa menjelaskan bagian daging sapi yang paling banyak diminati oleh umum?}


Aksa mengangguk dan berkata, "Umum? Boleh juga, baiklah. Kalau begitu aku akan memperkenalkan jenis potongan daging sapi yang bernama has luar atau sirloin."


Jenis daging sapi satu ini dikenal juga dengan potongan sirloin. Termasuk salah satu jenis potongan daging sapi paling populer karena harganya yang terjangkau, jenis daging sapi satu ini diambil dari bagian bawah iga hingga ke bagian luar dari has dalam.


Bagi penggemar steak yang memiliki tekstur agak kenyal, jenis potongan daging sapi satu ini bisa jadi pilihan yang tepat. Selain populer diolah menjadi steak, bagian potongan daging sapi ini juga cocok untuk ditumis atau dimasak dalam waktu yang singkat.


"Kalau begitu ayo kita masak menggunakan sirloin ini, aku sudah memikirkan sebuah hidangan, yaitu steak lada hitam yang menggunakan sirloin," kata Aksa yang mulai menyiapkan peralatan.


"Pak Aksa, apakah sebelumnya Anda pernah memasak steak?" tanya Lisa dengan penasaran karena penonton akan bosan jika tidak ada interaksi.


"Hahaha, belum. Ini adalah pertama kalinya aku memasak steak dalam hidupku," jawab Aksa sambil tertawa.


--- {Meskipun aku percaya kepada Aksa, tapi dia yang belum pernah membuat steak apakah bisa membuat steak dengan baik?}


--- {Meskipun memasak steak cukup mudah selama ada alat dan bahan, tapi bukan berarti semua orang bisa memasaknya.}

__ADS_1


--- {Diam kalian! Percaya saja kepada Aksa dan kita tunggu hasilnya, tidak ada gunanya bertanya-tanya di sini.}


Banyak penonton yang tidak percaya Aksa bisa memasak steak dengan baik. Meskipun Aksa tahu, ia tidak mempermasalahkan hal tersebut karena semakin banyak orang berdiskusi semakin banyak pula orang yang datang.


Aksa juga tidak menggunakan daging sapi kualitas D, melainkan kualitas C. Meskipun percaya diri dengan keahlian memasaknya, tapi daging yang berkualitas akan mempengaruhi masakan.


Ia menyiapkan 200 gram sirloin, satu telur ayam kualitas C, mentega, bawang putih, lada hitam, dan lainnya. Lalu untuk sausnya Aksa menyiapkan BBQ sauce, saus tomat, kaldu sapi, dan yang lainnya.


Aksa menusuk-nusuk sirloin menggunakan pisau secara dua arah lalu ia memukulnya dengan palu daging. Setelah itu ia memasukan kuning telur dan mengaduknya hingga tercampur rata.


Bersamaan dengan itu, ia menambahkan lada hitam, garam, tepung terigu, dan bumbu lainnya. Lalu ia mulai menyiapkan saus dengan cara mencampur air kaldu dengan BBQ sauce, saus tomat, dan kecap asin.


--- {Bagaimana mengatakannya, tindakan Aksa terlihat seperti seorang profesional karena dia bisa melakukannya dengan mulus tanpa kekakuan atau kecanggungan.}


--- {Ayolah, meskipun dia bisa memasak tanpa kaku atau canggung, tapi apakah hasilnya sangat enak? Pemula tetaplah pemula.}


"Hahaha, teman-teman, tolong jangan bertengkar dan ayo lihat Pak Aksa memasak steak dengan tenang, kita akan melihat hasilnya nanti dan sekarang tolong nikmati proses pembuatannya," kata Lisa.


Sebagai seorang model Sajaya Farm, kata-katanya bisa membuat para penonton menjadi tenang. Lisa juga menghela napas lega karena ia sedikit takut kalau steak yang dibuat Aksa akan gagal.


Aksa mengabaikan sekitarnya dan fokus untuk memasak. Wajan datar sudah dipanaskan, ia memasukan daging ke dalam wajan dan membaliknya jika sudah sedikit kering.


Tidak butuh waktu lama untuk matang dan didiamkan selama 5-10 menit. Sambil menunggu waktu, ia memasukan irisan bawang merah ke dalam wajan yang sama.


Selanjutnya ia memasukan lada hitam, cooking wine, air kaldu, dan mengaduknya hingga rata selama 2-3 menit di api besar dan didinginkan saat sudah matang.


Saat steak sudah sedikit dingin, ia memotong-motongnya dan meletakkannya di piring kayu dengan saus yang ada di atas steak nya.


"Silakan dinikmati," kata Aksa sambil membersihkan tangannya dengan air lalu kain lap.


Lisa dan yang lain mengambil garpu, setelah saling memandang, mereka memasukan potongan steak di garpu yang mereka pegang ke dalam mulut mereka.


"!!" Mereka melebarkan mata saat merasakan kelezatan daging steak saat menyentuh lidah. Mereka dengan hati-hati mengunyahnya agar bisa merasakan semua rasa daging steak nya.


--- {Huh? Bukankah Aksa ini adalah seorang pemula? Bagaimana bisa dia memasak steak dengan tampilan yang sempurna?}


--- {Aku tidak percaya, mungkin saja Lisa dan yang lain sudah merencanakan ini dan berpura-pura agar kita percaya.}

__ADS_1


--- {Bagikan daging steak kepada pengunjung yang lewat secara acak! Aku akan percaya jika mereka yang memakannya.}


Aksa mengerutkan keningnya karena melihat komentar para penonton yang tidak percaya. Setelah menghela napas sejenak, ia meminta kameraman untuk menyoroti para pengunjung di sekitar.


"Nah, kalian lihat semua pengunjung di sekitar bukan? Tolong pilih pengunjung mana yang akan mencicipi steak buatanku," kata Aksa sambil tersenyum.


Para pengunjung melihat ada seorang pria tua yang sedang menggendong seorang anak kecil perempuan di antara kerumunan dan mereka memilih pria tua tersebut karena orang tua dan anak kecil tidak bisa berbohong.


"Baiklah." Aksa mengangguk dan segera menghampiri orang yang dipilih oleh para penonton dan mereka menyetujuinya karena penasaran.


"Ini!?" Pria tua itu melebarkan matanya seperti Lisa dan yang lainnya. Kemudian ia memotong daging lebih kecil dan memberikannya kepada cucu perempuannya.


"Kakek, mengapa tubuhku menjadi semakin baik?" tanya anak perempuan tersebut kepada pria tua yang merupakan kakeknya.


Pria tua itu mengangkat alisnya karena tidak paham apa yang cucu perempuannya katakan. Ia berjongkok di depannya dan bertanya apa yang dimaksud oleh cucu perempuannya.


"Um, aku tidak tahu, tapi aku merasa kalau tubuhku yang tadinya lemas menjadi lebih baik meskipun sedikit saja," jawab cucu perempuannya.


"Apa!?" Sekarang si kakek paham apa yang dimaksud oleh cucu perempuannya.


Cucu perempuannya mengidap anemia yaitu sebuah penyakit di mana kondisi ketika darah tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup sehingga menyebabkan dia kekurangan darah.


"Pak, apakah daging ini bisa menyembuhkan anemia?" tanya si kakek kepada Aksa dengan nada dan tatapan mata yang serius.


--- {Hah? Apa yang sedang terjadi? Bukankah kita sedang dalam waktu untuk mencicipi steak buatan Aksa? Mengapa pria tua itu malah bertanya sesuatu yang aneh?}


--- {Tidak aneh sebenarnya karena daging sapi memang bisa menambah jumlah produksi darah.}


Aksa tertegun mendengar pertanyaan dari pria tua itu, "Yah, bisa dikatakan seperti itu. Daging sapi yang aku gunakan memang bisa menyembuhkan anemia jika dikonsumsi secara rutin."


"Pak, kalau begitu bolehkah saya membeli daging sapi ini? Berapa banyak stok yang Anda miliki? Saya akan membelinya berapapun harganya!" Pria tua itu berkata dengan nada memohon.


"Itu... Pak, saya sedang dalam acara siaran langsung jadi saya rasa situasi sekarang tidak cocok untuk membahas hal tersebut," kata Aksa dengan sopan.


Namun apa yang tidak ia duga adalah Lisa menghampirinya dan mengatakan kalau para penonton tidak keberatan karena mereka juga penasaran apa yang sedang terjadi di sana.


Aksa memikirkannya sebentar dan mendapat ide bagus. Ia segera membawa pria tua itu ke kantor pelayanan karena di sana adalah tempat yang nyaman untuk berbicara.

__ADS_1


Siaran langsung juga tetap menyala karena para penonton penasaran dan apa yang akan dibicarakan juga bukan sesuatu yang perlu dirahasiakan.


__ADS_2